JoDA Journal of Digital Architecture
Not a member yet
64 research outputs found
Sort by
Editorial Paper : Transformasi Arsitektur di Era Digital: Integrasi AI, VR, dan AR Dalam Desain, Pengalaman Pengguna, dan Efisiensi Energi
Teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia arsitektur, membuka peluang inovasi baru dalam desain dan pengalaman pengguna. Salah satu perkembangan menarik adalah penerapan desain pola fraktal dalam ruang virtual (VR), yang terbukti memiliki efek positif dalam mengurangi stres fisiologis. Studi menunjukkan bahwa lingkungan virtual dengan pola fraktal dapat memberikan efek restoratif yang lebih tinggi dibandingkan lingkungan non-restoratif, yang berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan pengguna dalam interaksi digital mereka [1].Di sisi lain, Artificial Intelligence (AI) memainkan peran penting dalam tahap ideasi konsep arsitektural. AI memungkinkan arsitek untuk mengeksplorasi desain dengan lebih efisien, mengotomatisasi analisis dan simulasi desain yang kompleks. Teknologi ini membantu dalam menghasilkan solusi optimal berdasarkan data historis dan tren desain, sehingga dapat meningkatkan kreativitas serta efektivitas dalam proses perancangan [2]. AI juga dapat digunakan dalam pendekatan holistik, seperti arsitektur digital berbasis Feng Shui, di mana algoritma AI dapat menyesuaikan desain sesuai dengan prinsip keseimbangan dan harmoni yang mendukung kesejahteraan penghuni [3].Selain VR dan AI, Augmented Reality (AR) juga memberikan dampak besar dalam arsitektur, terutama dalam meningkatkan User Experience (UX) dalam desain rumah tinggal. AR memungkinkan visualisasi desain secara lebih nyata dan interaktif, memungkinkan arsitek dan klien untuk memahami ruang sebelum konstruksi dimulai. Teknologi ini tidak hanya membantu dalam mengurangi kesalahan desain, tetapi juga meningkatkan kepuasan pengguna dalam pengalaman perencanaan rumah tinggal mereka [3]. Penerapan teknologi digital juga merambah ke efisiensi energi dalam bangunan tinggi. Edge Buildings App menjadi salah satu inovasi yang memungkinkan pemantauan konsumsi energi secara real-time, memberikan solusi yang lebih cerdas dalam pengelolaan sumber daya. Konsep bangunan yang "sadar diri" ini mengintegrasikan teknologi AR dan edge computing untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan kontrol sistem HVAC, seperti yang diterapkan pada Gedung Academic and Research Center Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung [4].Arsitektur bambu di era digital juga mengalami transformasi dengan pemanfaatan VR dan AR dalam visualisasi dan simulasi desain. Teknologi ini memungkinkan eksplorasi struktur bambu secara lebih mendalam sebelum konstruksi fisik dimulai, memastikan desain yang lebih efisien dan estetis. Pendekatan ini membuka kemungkinan baru dalam menggabungkan material tradisional dengan teknologi modern untuk menciptakan arsitektur yang berkelanjutan dan inovatif. Secara keseluruhan, kemajuan teknologi digital memberikan peluang besar bagi arsitektur untuk berkembang lebih jauh. Dengan penerapan AI dalam ideasi desain, VR dalam mengurangi stres, AR dalam meningkatkan UX, serta teknologi digital dalam efisiensi energi dan eksplorasi material, masa depan arsitektur semakin mengarah pada pendekatan yang lebih cerdas, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan pengguna
ARSITEKTUR BAMBU DI ERA DIGITAL: PEMANFAATAN VR DAN AR DALAM VISUALISASI DAN SIMULASI DESAIN
Arsitektur bambu semakin mendapat perhatian di era digital sebagai solusi konstruksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Bambu memiliki keunggulan dalam ketersediaan, kekuatan, dan fleksibilitas, menjadikannya alternatif material bangunan yang efisien. Namun, tantangan dalam perencanaan dan konstruksi bambu, seperti kompleksitas struktur dan ketahanan material, membutuhkan pendekatan desain yang lebih canggih. Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) menjadi alat penting dalam memvisualisasikan dan mensimulasikan desain arsitektur bambu secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pemanfaatan VR dan AR dapat meningkatkan akurasi desain, efisiensi konstruksi, dan pengalaman pengguna dalam arsitektur bambu. Metode yang digunakan mencakup studi literatur, eksperimen dengan perangkat lunak berbasis VR dan AR, serta analisis komparatif terhadap model konvensional dan berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan VR dan AR dapat meningkatkan pemahaman terhadap struktur bambu, mempermudah evaluasi desain sebelum konstruksi, serta mengurangi risiko kesalahan perencanaan. Dengan demikian, integrasi teknologi digital dalam arsitektur bambu tidak hanya mempercepat proses desain, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan dan efisiensi dalam industri konstruksi
ARSITEKTUR DIGITAL BERBASIS FENG SHUI: PENDEKATAN HOLISTIK DALAM DESAIN MASA DEPAN
Arsitektur digital telah merevolusi cara desain dan perencanaan bangunan dilakukan, memungkinkan pendekatan yang lebih presisi dan adaptif terhadap berbagai faktor, termasuk Feng Shui. Prinsip Feng Shui, yang berfokus pada keseimbangan energi dalam ruang, dapat diintegrasikan dengan teknologi digital untuk menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital, seperti Building Information Modeling (BIM), kecerdasan buatan (AI), dan simulasi parametrik, dapat diterapkan dalam desain berbasis Feng Shui. Metode penelitian yang digunakan Metode Kualitatif deskriptif-eksploratif meliputi analisis literatur, studi kasus, serta simulasi digital untuk mengevaluasi efektivitas integrasi teknologi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan digital dapat meningkatkan akurasi dalam penerapan prinsip Feng Shui, mempercepat proses desain, serta memungkinkan analisis energi ruang yang lebih mendalam. Dengan demikian, arsitektur digital berbasis Feng Shui menawarkan pendekatan holistik dalam perancangan ruang masa depan yang selaras dengan alam dan teknologi
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents]
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents
EFEK DESAIN POLA FRAKTAL DALAM RUANG VIRTUAL (VR) TERHADAP PENGURANGAN STRES FISIOLOGIS
Stres fisiologis merupakan kondisi umum yang dipengaruhi oleh tuntutan pekerjaan, lingkungan, dan kesehatan. Penelitian ini mengevaluasi efek desain fraktal dalam ruang virtual terhadap tingkat stres menggunakan metode kuantitatif eksperimental. Sepuluh partisipan dibagi menjadi dua kelompok: eksperimen (terpapar pola fraktal) dan kontrol (tanpa pola fraktal). Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Hasil Paired Samples T-Test menunjukkan kelompok eksperimen mengalami penurunan stres signifikan, dengan rata-rata skor pre-test 27,50 menurun menjadi 22,50 pada post-test (t=3,227, p=0,010). Independent Samples T-Test mengonfirmasi perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol, dengan rata-rata skor post-test kelompok eksperimen (26,60) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (18,40) (t=-7,748, p0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa pola fraktal dalam lingkungan virtual berkontribusi terhadap pengurangan stres dengan memfasilitasi relaksasi dan mengurangi beban kognitif. Desain berbasis fraktal berpotensi diimplementasikan dalam arsitektur dan desain interior untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas ukuran sampel, mengeksplorasi kompleksitas pola fraktal, serta menguji durasi paparan optimal guna memperkuat temuan ini. Selain itu, studi lebih lanjut dapat meneliti mekanisme neurofisiologis yang terlibat dalam respon terhadap pola fraktal, sehingga dapat memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat bagi penerapannya dalam desain berbasis kesehatan
AUGMENTED REALITY (AR) DAN USER EXPERIENCE (UX) DALAM PENDEKATAN DESAIN ARSITEKTUR RUMAH TINGGAL : SEBUAH PERSPEKTIF TEORITIS
Teknologi Augmented Reality (AR) telah berkembang menjadi alat inovatif dalam desain arsitektur, khususnya rumah tinggal. Dengan mengintegrasikan prinsip User Experience (UX), penelitian ini mengeksplorasi potensi AR untuk meningkatkan proses desain yang personal, adaptif, dan praktis. Pendekatan ini memungkinkan penghuni berinteraksi dengan model digital rumah secara real-time, memberikan visualisasi yang lebih mendalam, dan mengakomodasi kebutuhan unik pengguna. Artikel ini mengadopsi metode telaah pustaka untuk menganalisis peran AR, prinsip UX, serta tantangan dalam mengintegrasikan keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi AR dan UX dapat meningkatkan efisiensi desain, memfasilitasi kolaborasi antara pengguna dan desainer, serta menghasilkan pengalaman pengguna yang lebih baik. Namun, tantangan teknis, biaya, dan literasi teknologi masih menjadi hambatan dalam penerapannya. Sebagian besar penelitian sebelumnya cenderung fokus pada penerapan AR dalam desain interior atau elemen spesifik seperti furnitur (visualisasi furnitur, hotel digital, dll.) tanpa memperhatikan aspek UX secara komprehensif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam mendukung adopsi teknologi AR-UX di sektor arsitektur, dengan harapan dapat merevolusi desain rumah tinggal di masa depan
ANALISIS PENGGUNAAN ENERGI PADA BANGUNAN TINGGI BERBASIS EDGE BUILDINGS APP STUDI KASUS: GEDUNG ACADEMIC AND RESEARCH CENTER UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
Konsep bangunan hijau, kini telah menjadi salah satu solusi dalam menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan mengimplementasikan prinsip berkelanjutan seperti efisiensi energi, pemilihan bahan material yang ramah lingkungan serta pengelolaan sumber daya yang bijak, bangunan tidak hanya dapat mengurangi dampak negatif, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup penghuninya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan penggunaan software EDGE Building App sebagai alat simulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan energi, air dan material pada Gedung Academic and Research Center Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Hasil simulasi menyatakan bahwa bangunan berhasil melakukan efisiensi energi sebesar 37,75%, efisiensi air 37,50% dan minimalisir embodied energy dari bahan dan material yang digunakan bangunan sebesar 21,63%, sehingga bangunan dapat dikategorikan level 1 yaitu, EDGE Certified
PERAN AI DALAM TAHAPAN IDEASI KONSEP ARSITEKTURAL
Artificial intelligence (AI) is transforming the way architects approach the early stages of design, especially in the conceptual phase. This study explores the potential of Midjourney, a text-to-image platform, as a creative tool for generating architectural ideas. Midjourney stands out for its ability to produce high-quality visualizations with minimal computational effort, making it accessible and practical for design exploration. The research follows an iterative process comprising two key stages: brainstorming and refinement. During brainstorming, initial ideas are visualized based on carefully crafted prompts. Refinement builds on this by using advanced features, such as blending and retexturing, to enhance the details and alignment of the designs with project goals. A feedback loop allows for continuous improvement, ensuring that the process remains adaptive and responsive to the user’s vision. The findings reveal that Midjourney accelerates ideation by offering a wide range of design variations. Parameters like chaos, stylize, and blending create opportunities for architects to push creative boundaries and explore new possibilities efficiently. However, the study also emphasizes the importance of balancing technology with human intuition, ensuring that the final designs are not only innovative but also retain the aesthetic and functional values central to architecture
PERILAKU MASYARAKAT BERDAMPAK KEPADA PEMBANGUNAN KOTA MENGGALA BERKELANJUTAN DALAM TRANSFORMASI ERA DIGITAL
Perilaku masyarakat memainkan peran penting dalam pembangunan kota berkelanjutan, terutama di tengah transformasi digital yang cepat. Kota Menggala, sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, menghadapi tantangan dalam mengelola perkembangan yang pesat akibat urbanisasi dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perilaku masyarakat terhadap keberlanjutan Kota Menggala di era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan usia. Kuesioner yang disebarkan berfokus pada perilaku masyarakat terkait penggunaan teknologi, mobilitas, serta kesadaran lingkungan dalam konteks digital. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier untuk memahami hubungan antara variabel demografis dan tingkat partisipasi dalam praktik keberlanjutan. Hasil yang diharapkan adalah mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana perilaku masyarakat yang terdigitalisasi memengaruhi keberlanjutan pembangunan di Menggala, serta rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan partisipasi dalam pembangunan kota hijau dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan yang sesuai dengan era digital, sehingga mendukung pembangunan yang inklusif dan ramah lingkungan
PEMANFAATAN QGIS DALAM PENGEMBANGAN KOTA DIGITAL BERBASIS ANALISIS SPASIAL: STUDI KASUS SURAKARTA SEBAGAI SMART CITY
Kota digital atau smart city menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan kualitas hidup warga melalui integrasi teknologi informasi dan komunikasi. Surakarta, sebagai salah satu kota yang sedang bertransformasi menjadi smart city, memiliki tantangan dalam mengelola data spasial yang kompleks dan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan perangkat lunak QGIS (Quantum GIS) dalam mendukung pengembangan kota digital berbasis analisis spasial di Surakarta. Dengan menggunakan pendekatan analisis spasial, penelitian ini mengidentifikasi potensi dan kendala dalam pemanfaatan data spasial untuk perencanaan perkotaan, pengelolaan sumber daya, serta infrastruktur digital kota. Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data spasial dari berbagai sumber, termasuk data geospasial publik, peta topografi, dan citra satelit. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan QGIS untuk menghasilkan peta tematik dan analisis visual yang mendukung kebijakan tata kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QGIS dapat meningkatkan efektivitas perencanaan perkotaan dengan visualisasi yang lebih akurat dan interaktif, serta memberikan solusi terhadap masalah transportasi dan penggunaan lahan di Surakarta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi QGIS dalam pengembangan smart city mampu mempercepat implementasi kebijakan berbasis bukti di tingkat pemerintahan lokal