16 research outputs found

    Prediktabilitas Sample Skewness Terhadap Return Pasar Saham Indonesia

    Full text link
    This study investigates the predictability of sample skewness on Indonesian stock market returns as represented by the JCI, LQ45, and JCI. The sample period starts from January 2001 to December 2022, with a prediction period from July 2009 to December 2022 that accommodates the COVID-19 pandemic crisis. The results showed that sample skewness was able to predict market excess returns one month in advance. This ability emerged, especially when the COVID-19 pandemic crisis hit. This finding indicates that investors tend to look for securities that have lottery-like characteristics, which causes the price of these securities to experience mispricing. However, this mispricing can be adjusted in the next period so that this strategy is not profitable to implement. Keywords: Market return predictability, Sample skewness, Sample variance Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kemampuan prediksi (prediktabilitas) sample skewness terhadap return pasar saham indonesia yang diwakili oleh IHSG, LQ45, dan JCI. Periode sampel dimulai dari Januari 2001 sampai Desember 2022 dengan periode prediksi dari Juli 2009 sampai Desember 2022 yang mengakomodir krisis pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sample skewness mampu memprediksi excess return pasar satu bulan ke depan. Kemampuan ini muncul khususnya saat krisis pandemi Covid-19 melanda. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor cenderung mencari sekuritas yang memiliki karakteristik seperti lotere yang menyebabkan harga sekuritas ini mengalami mispricing. Akan tetapi, mispricing ini dapat disesuaikan di periode selanjutnya sehingga strategi ini tidak menguntungkan untuk diterapkan. Keywords: Prediktabilitas return pasar, Sample skewness, Sample varianc

    ANALISIS VOLATILITY CONTAGION ANTARA MATA UANG KRIPTO, EMAS, MINYAK DAN PASAR SAHAM INDONESIA

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis pengaruh volatilitas Bitcoin, emas, dan minyak terhadap volatilitas pasar saham Indonesia selama periode 2014-2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh volatilitas Bitcoin, emas, dan minyak terhadap volatilitas pasar saham indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang, untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat volatility contagion dari Bitcoin, emas, dan minyak ke volatilitas pasar saham Indonesia, serta untuk mengidentifikasi apakah volatilitas Bitcoin, emas, dan minyak memiliki arah pengaruh yang sama terhadap volatilitas pasar saham indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah ekonometrika dengan model DCC-GARCH dan Wavelet Coherence. Data yang digunakan adalah data harga penutupan dan return harian dari Bitcoin, emas, minya k, dan pasar saham Indonesia yang bersumber dari investing.com. Hasil analisis DCC-GARCH menunjukkan bahwa volatilitas Bitcoin memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap volatilitas pasar saham Indonesia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Volatilitas Emas memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap volatilitas pasar saham Indonesia dalam jangka panjang, tetapi tidak signifikan dalam jangka pendek. Volatilitas Minyak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap volatilitas pasar saham Indonesia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil ini menunjukkan bahwa pasar keuangan saling terhubung dan dapat saling mempengaruhi, khususnya dalam hal volatilitas. Hasil Wavelet Coherence menunjukkan pasar saham Indonesia memiliki korelasi positif yang signifikan secara statistik dengan Bitcoin, emas, dan minyak. Ini menunjukkan bahwa pergerakan pasar saham Indonesia cenderung bergerak bersamaan dengan ketiga aset tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hubungan sinkron antara pasar saham Indonesia dan ketiga aset tersebut terlihat terutama pada tahun 2017, 2018, dan 2019.  Ini menunjukkan bahwa selama periode waktu tersebut, pergerakan pasar saham Indonesia dan aset-aset tersebut cenderung bergerak bersamaan

    DETERMINASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI PEMBAYARAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIA STANDARD (QRIS) DI KOTA KENDARI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM), penelitian ini meneliti pengaruh sosial, persepsi kemudahan, dan persepsi risiko terhadap adopsi QRIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh sosial dan persepsi kemudahan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap adopsi QRIS, sedangkan risiko yang dirasakan memiliki dampak negatif dan signifikan. Temuan ini menyoroti pentingnya faktor lingkungan sosial dan persepsi kemudahan dalam mendorong penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Penelitian ini juga menyarankan peran aktif pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperluas sosialisasi QRIS agar lebih dikenal dan diterima oleh masyarakat. Kata Kunci: QRIS, adopsi teknologi, pembayaran digital, pengaruh sosial, kemudahan, risiko yang dirasakan

    PENGARUH KEGUNAAN YANG DIRASAKAN, PENGARUH SOSIAL DAN KEAMANAN YANG DIRASAKAN TERHADAP NIAT UNTUK MENGADOPSI BRImo

    Full text link
    Perkembangan teknologi dan informasi saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, khususnya perbankan. Salah satu bentuk perkembangan teknologi di sektor keuangan adalah munculnya teknologi finansial (fintech). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegunaan yang dirasakan, pengaruh sosial dan keamanan yang dirasakan terhadap niat nasabah untuk mengadopsi BRImo dengan menggunakan teori Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan Google Form kepada 100 responden yang merupakan pengguna aplikasi BRImo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh sosial dan pengaruh keamanan yang dirasakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat untuk mengadopsi BRImo, sedangkan kegunaan yang dirasakan tidak berpengaruh signifikan terhadap niat adopsi BRImo. Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi, pihak perbankan dan perusahaan fintech diharapkan dapat terus berinovasi agar mampu menciptakan layanan yang lebih aman, mudah digunakan, dan diterima oleh masyarakat luas, sehingga dapat meningkatkan adopsi BRImo baik bagi pengguna baru maupun pengguna yang sudah ada.The development of technology and information is currently experiencing very rapid progress in various sectors, including the financial sector, especially banking. One form of technological development in the financial sector is the emergence of financial technology (fintech). This study aims to analyze the influence of perceived usefulness, social influence and perceived security on customer intentions to adopt BRImo using the Technology Acceptance Model (TAM) theory. The research method used is a quantitative survey with the Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) approach. Data were collected by distributing questionnaires using Google Form to 100 respondents who are users of the BRImo application. The results of this study indicate that social influence and perceived security influence have a significant influence on the intention to adopt BRImo, while perceived usefulness does not have a significant effect on the intention to adopt BRImo. By knowing the factors that influence adoption, banking and fintech companies are expected to continue to innovate in order to be able to create services that are safer, easier to use, and accepted by the wider community, so that they can increase the adoption of BRImo for both new and existing users

    The Effect of Instrumented Financial Literacy on Young Generation Stock Investment Decisions: Countering Endogeneity Problem

    Full text link
    Studies show that financial literacy significantly influences financial decisions. Most research assesses current financial literacy based on past decisions, creating an endogeneity problem that leads to biased and inconsistent parameters, as financial literacy may have developed over time. This study examines endogeneity and its effects. It uses the financial condition of the oldest sibling as an instrumental variable to address endogeneity between young people\u27s financial literacy and their decision to join the Government\u27s stock investment program (Program Yuk Nabung Saham) during its early adoption. The respondents are graduate students from a reputable business school in Jakarta. The Control Function method is used to estimate the effect. Findings indicate that instrumented financial literacy significantly affects young people’s stock investment decisions. Individuals with low financial literacy have a minimal probability of investing, while those with all correct financial literacy have a 91.11% probability. Enhancing understanding of this issue will lead to a better basis for decision-making, even though these findings are intended to evaluate something other than that program

    ANALISIS ASET SAFE-HAVEN UNTUK PASAR SAHAM DI INDONESIA : STUDI PADA EMAS DAN BITCOIN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan logam mulia emas dan cryptocurrency bitcoin untuk berperan sebagai aset safe haven bagi pasar saham di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model Dinamic Conditional Correlation-Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (DCC-GARCH) untuk menguji hubungan antara emas dan bitcoin terhadap pasar saham. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yang terdiri dari 1.343 observasi harian dari harga penutupan saham (IHSG), emas dan juga bitcoin. Hasil dari analisis data menunjukan bahwa koefisien korelasi emas dan saham bernilai negatif pada kuantil 10% dan bitcoin menunjukan koefisien koreasi yang bernilai negatif pada kuantil 5%, sedangkan pada kuantil lainnya koefisien korelasi bernilai positif untuk kedua aset tersebut. Hasil ini menunjukan jika emas dan bitcoin hanya berperan sebagai sebagai aset safe haven bagi saham pada kondisi pasar tertentu saja. Selain itu, hasil analisis juga menunjukan bahwa, ketika terjadinya volatilitas pasar ekstrim seperti pandemi COVID-19, emas dan bitcoin tidak dapat berperan sebagai aset safe haven bagi pasar saham

    PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KESEJAHTERAAN KEUANGAN YANG DIMEDIASI TEKANAN KEUANGAN PADA GENERASI SANDWICH DI KOTA KENDARI

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh literasi keuangan terhadap kesejahteraan keuangan dengan tekanan keuangan sebagai variabel mediasi pada generasi sandwich di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial least Square (PLS). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan melibatkan 100 responden. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan keuangan. Selain itu, literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap tekanan keuangan. Tekanan keuangan juga berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan keuangan, serta tekanan keuangan terbukti memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap kesejahteraan keuangan pada generasi sandwich di Kota Kendari. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan keuangan generasi sandwich di Kota Kendari, namun pengaruhnya juga dipengaruhi oleh kemampuan mereka dalam mengelola tekanan keuangan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program literasi keuangan yang lebih luas dan kebijakan yang lebih khusus untuk membantu generasi sandwich dalam mencapai kesejahteraan keuangan yang optimal

    PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KEMANFAATAN TEKNOLOGI AI, TERHADAP NIAT UNTUK MENGADOPSI KEPUTUSAN AI CHATBOT PADA SHOPEE DI KOTA KENDARI DENGAN DIALOG YANG DIRASAKAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis pengaruh kepercayaan dan kemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap niat adopsi AI chatbot di platform e-commerce Shopee di Kota Kendari. Dialog yang dirasakan berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Latar belakang penelitian ini adalah perkembangan AI dalam e-commerce dan pentingnya peran AI chatbot dalam meningkatkan pengalaman pelanggan, di mana kepercayaan konsumen menjadi faktor kunci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, mengumpulkan data dari pengguna Shopee Generasi Z di Kendari melalui kuesioner.Analisis dilakukan dengan metode Structural Equation Model (SEM) dan Partial Least Square (PLS) menggunakan SmartPLS. Hasil awal menunjukkan bahwa kepercayaan dan kemanfaatan memiliki pengaruh positif terhadap niat adopsi AI chatbot. Selain itu, dialog yang dirasakan juga dihipotesiskan sebagai variabel moderasi positif antara kepercayaan dan niat adopsi.Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan akademik tentang pengaruh AI dalam e-commerce dan menjadi referensi untuk penelitian di masa mendatang. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat digunakan oleh pengguna dan pengembang Shopee sebagai masukan untuk mengembangkan fitur chatbot yang lebih responsif dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai perilaku konsumen Gen Z terhadap adopsi teknologi AI. Temuan ini juga dapat menjadi masukan bagi Shopee untuk mengembangkan fitur chatbot yang lebih efektif dan dapat meningkatkan kepercayaan serta loyalitas pelanggan

    Pelaksanaan Pernikahan Di Bawah Umur Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 Atas Perubahan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar Berdasarkan Putusan Pengadilan Agama Bangkinang Nomor : 148/PDT.P/2020/Pa.BKN

    Full text link
    That marriage has a purpose, namely if the prospective husband and wife are physically and mentally mature so that they can create a healthy marriage and do not end with a divorce, therefore it is necessary to have a minimum age for marriage in accordance with the provisions of Law Number 16 of 2019 concerning Marriage, namely 19 years for men and women "if there is a deviation from the age limit, that is, it can still be carried out by first requesting a dispensation to the Religious Court or other official appointed by both male and female parents. But in fact in the field do not follow these rules so that every deviation from the age limit occurs that many do not ask for dispensation from the Religious Courts. Based on this problem, the author raises the issue that is the subject of the research, namely how the process of implementing underage marriages based on Law Number 16 of 2019 changes to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage at the Office of Religious Affairs in the Tapung Hulu District Kampar Regency and what factors caused the underage marriage to occur at the Office of Religious Affairs, Tapung Hulu District. ​The author uses the type of research method in the form of a survey, this research is descriptive in nature which is located at the Office of Religious Affairs, Tapung Hulu District, Kampar Regency, using primary and secondary data types, using data collection tools consisting of questionnaires and interviews. Through this research, the author concludes that the implementation of underage marriages in Tapung Hulu District which is carried out by referring to the Marriage Law, this problem can be seen that too many couples who carry out marriages do not ask for dispensation from the Religious Courts. This happens because those who prefer a shortcut that can be taken, namely by changing the age by increasing the age of the couple who will marry if they feel they are too young. Here the author describes the number of couples who married underage in 2018 there were 4 pairs, consisting of 1 man and 3 women. The existence of factors behind the marriage that occurs is mostly due to educational, economic, and environmental factors, if children drop out of school the sooner the urge to get married will be stronger

    MENGUKUR CUSTOMER SATISFACTION PASIEN BPJS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH

    Full text link
    Kesehatan adalah hak dasar setiap orang dan telah dijamin dalam UUD dan setiap orang berhak mengakses dan mendapatkan pelayanan kesehatan terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa terkecuali peserta BPJS Kesehatan sehingga penyedia layanan jasa kesehatan salah satunya RSUD Kota Kendari harus meningkatkan infrastruktur fisik yakni fasilitas dan  non fisik yakni kualitas layanan dan consumer perceived value dalam upaya meningkatkan kepuasan konsumen (customer satisfaction). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  kualitas layanan, fasilitas dan consumer perceived value  guna mengukur  customer satisfaction. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 170 responden dan untuk mengetahui pengaruah antar variabel menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas tersebut memiliki arah hubungan positif dengan consumer satisfaction dan berpengaruh positif dan signifikan yang berarti semakin baik kualitas layanan, fasilitas dan consumer perceived value di RSUD Kota Kendari, maka customer satisfaction semakin meningkat.     &nbsp
    corecore