1,720,991 research outputs found

    Studi analisis pendapat Syaikh al-Imam Majduddin Abu al-Barakat tentang waktu jatuh tempo penundaan pembayaran mahar

    Full text link
    Dalam Islam, pernikahan merupakan sunnah Rasulullah SAW. Ia bertujuan untuk melanjutkan keturunan disamping untuk menjaga manusia supaya tidak terjerumus dalam perbuatan keji yang sama sekali tidak diinginkan oleh syara’. Untuk memenuhi ketentuan tersebut, pernikahan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syari’at Islam, yaitu dengan cara yang sah. Rumusan masalah di sini adalah bagaimana pendapat Syaikh al-Imam Majduddin Abu al-Barakat tentang waktu jatuh tempo penundaan pembayaran mahar? Dan Bagaimana relevansi pemikiran Syaikh al-Imam Majduddin Abu al-Barakat tentang waktu jatuh tempo penundaan pembayaran mahar dengan konteks sekarang di Indonesia? Dalam menyusun skripsi ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (liberary research), pendekatanya kualitatif karena tidak menggunakan perhitungan angka-angka statistik, Hasil penelitian menunjukkan dalam Kitab Al-Muharrar fi al-fiqh karya “Syaikh al-Imam Majduddin Abu al-Barakat” berpendapat bahwa Jika seorang menikah dengan mahar yang ditunda pembayarannya dan tidak menyebutkan waktu jatuh temponya, maka sah, sedangkan yang menjadi waktu jatuh tempo adalah ketika keduanya berpisah. Menurut penulis mahar itu akan diberikan secara kontan atau hutang baik seluruhnya maupun sebagian tergantung kepada kesepakatan kedua belah pihak. Hasil penelitian menunjukkan dalam Kitab Al-Muharrar Fi al-Fiqh karya “Syaikh al-Imam Majduddin Abu al-Barakat” berpendapat bahwa Jika seorang menikah dengan mahar yang ditunda pembayaranya dan tidak menyebutkan waktu jatuh temponya, maka sah, sedangkan yang menjadi waktu jatuh tempo adalah ketika keduanya berpisah. Menurut penulis mahar itu akan diberikan secara kontan atau hutang baik seluruhnya maupun sebagian tergantung kepada kesepakatan kedua belah pihak. Lebih lanjut tentang waktu jatuh tempo penundaan pembayaran mahar tersebut, kenyataan yang terjadi dalam masyarakat berbeda dengan pendapat para fuqaha’. Hal ini di indikasi menjadi dua pendapat. Pendapat yang pertama penikahan sah apabila waktu jatuh tempo penundaan mahar yang pembayaranya sampai terjadinya perpisahan. Sedangkan pendapat yang kedua, di wajibkan pemberian mahar sebelum dukhul. Pada pendapat yang pertama itu di ikuti oleh Syaikh al-Imam Majduddin Abu al-Barakat, sedangkan pendapat yang kedua banyak diikuti oleh masyarakat Indonesia. Perbedaan pendapat diantara Syaikh al-Imam Majduddin Abu al-Barakat dengan praktek mayoritas penduduk di Indonesia yang dominan menggunakan konsep al ’adatul Muhakammah (adat dipertimbangkan dalam menetapkan hukum) sebagai faktor perubahan hukum menjadikan hukum bersifat fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan sosial. Sebagaimana terdapat dalam praktek masyarakat Indonesia tidak mempersoalkan tentang penundaan pembayaran maha

    Majduddin Ibn al-Asir (V. 606/1210) and his hadith activities.

    No full text
    TEZ13233Tez (Doktora) -- Çukurova Üniversitesi, Adana, 2020.Kaynakça (s. 261-174) var.XI, 275 s. :_29 cm.Bu çalışmada, Ebu’s-Seâdât Mecdüddîn el-Mübârek b. Esîri’d-dîn (Mecdüddîn İbnü’l-Esîr) ve onun hadisçiliği incelenmektedir. Araştırmamız giriş ve iki bölümden oluşmaktadır. İbnü’l-Esîr’in ilimle meşğul olan bir ailede yetiştiği görülmektedir. Bazen bu aile fertleri devlet kademesinde de görev almışlardır. İbnü’l-Esîr, hayatını hadis ilmiyle ilgili olan çalışmalara adamıştır. Bu alanla ilgili olan çeşitli eserler telif etmiştir. Bunun yanında hadis ilmi dışında olan diğer alanlarda da kitaplar yazmıştır. Onun eserlerinde öne çıkan husus hadislerde bulunan garib kelimeleri şerh etmeye çalışmasıdır. Ayrıca bu alanda önemli olan bir eser de telif etmiştir. O, bu alanda özellikle garib kelimeleri izahıyla hadisleri şerh etmeye çalışmıştır.In this study, Abu’s-Seâdât Majduddin al-Mübârek b. Esiriddin (Majduddin Ibn al-Asir) and his hadith activities are examined. Our study consists of an introduction and two chapters. It is seen that Ibn al-Esir grew up in a family that is busy with science. Sometimes these family members also served at the state level. İbnü'l-Esîr devoted his life to works related to the science of hadith. He had compiled various works concercing this field. Besides this he wrote boks regarding other fields except hadith science. What stands out in his works is that he tries to annotate the strange words in the hadiths. He also compiled an important work concerning this field. He tried to annotate the hadiths especially regardingn this field by explaining strange words

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    ..(GUNAKAN TANDA TANGAN ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI, UPLOAD ULANG)..Evaluasi Pembelajaran dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SMK PGRI 2 Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Majduddin, Mahrus. 2021. IMPLEMENTASI EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMK PGRI 2 PONOROGO. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr.Ahmadi, M.Ag. Kata Kunci: Evaluasi Pembelajaran, Evaluasi Kinerja, Kinerja Guru Salah satu faktor utama yang sangat menentukan dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah tersedianya guru professional yang mampu melaksanakan tugas pembelajaran dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan evaluasi sebenarnya merupakan aspek krusial bagi sebuah lembaga pendidikan. SMK PGRI 2 Ponorogo secara berkala melaksanakan evaluasi pembelajaran bagi guru guna untuk menjamin kualitas pendidik. Berdasarkan uraian di atas, peneliti bermaksud mengadakan penelitian dengan rumusan masalah: (1) Bagaimana perencanaan evaluasi pembelajaran dalam meningkatkan kinerja guru di SMK PGRI 2 Ponorogo? (2) Bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran dalam meningkatkan kinerja guru di SMK PGRI 2 Ponorogo? (3) Bagaimana monitoring dalam evaluasi pembelajaran dalam meningkatkan kinerja guru di SMK PGRI 2 Ponorogo? Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Dan teknik yang dipilih dalam analisis data adalah reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Perencanaan evaluasi pembelajaran dalam meningkatkan kinerja guru di SMK PGRI 2 Ponorogo yaitu Kepala Sekolah melakukan perencanaan dengan membentuk tim panitia evaluasi kinerja, perencanaan ini dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan dari evaluasi kinerja. (2) Pelaksanaan evaluasi pembelajaran dalam meningkatkan kinerja guru di SMK PGRI 2 Ponorogo, dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran ini sudah menerapkan prinsip-prinsip yang yang ada. Walaupun sebelumnya telah melalui proses perencanaan, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih ada kendala, untuk mengatasinya maka diperlukan kerjasama dan komunikasi dari semua pihak. (3) Monitoring dalam evaluasi pembelajaran dalam meningkatkan kinerja guru di SMK PGRI 2 Ponorogo. akan mengambil kebijakan dengan pertimbangan hasil evaluasi kinerja. Setelah evaluasi pembelajaran ini selesai, Sekolah menyiapkan berbagai alternatif kebijakan. Yang menarik di SMK PGRI 2 Ponorogo ini adalah ada filosofi yang ditanamkan yaitu lebih baik merangkak daripada jalan di tempat artinya guru-guru diharapkan mempunyai peningkatan untuk kualitas kinerjanya meskipun bertahap sedikit demi sedikit

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore