1,720,959 research outputs found
KONSEP PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM PERSPEKTIF IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAH
Dalam Penelitian ini penulis akan memebahas tentang Konsep Pendidikan Anak dalam Islam Menurut Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Panenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan anak dalam Islam menurut perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan kontribusi pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyah terhadap pendidikan anak dalam Islam. Penelitian ini adalah penelitian Kepustakaan atau (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan data atau bahan-bahan yang berkaitan dengan tema pembahasan dan permaslahannya yang diambil dari sumber-sumber kepustakaan, dalam hal ini ada dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Adapun untk menganalisa data dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kontent analysis dan metode studi tokoh. Hasil dari penelitian adalah (1) pendidikan anak dalam Islam adalah suatu proses pembinaan, pengajaran, pengarahan, dan bimbingan oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik/anak tentang suatu ilmu pengetahuan yang bersumber pada ajaran agama ke dalam diri peserta didik. (2) Tarbiyah menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mencakup qalb dan tarbiyah badan sekaligus. Ibnu Qayyim juga mengarahkan pendidikan anak pada komitmen para pendidik untuk selalu memberikan perhatian besar terhadap fase perkembangan anak. (3) Konsep pendidikan anak dalam Islam perspektif Ibnu Qayyim sangatlah berkontribusi dalam pendidikan anak dalam Islam, baik itu tentang materi, metode ataupun tentang mengetahui fase perkembangan ana
Kompetensi Guru Menurut UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
Abstrak: Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan yang harus mendapatkan perhatian sentral, pertama dan utama. Figur yang satu ini akan menjadi sorotan strategis ketika berbicara masalah pendidikan, karena guru selalu terkait dengan komponen manapun dalam sistem pendidikan. Kompetensi guru menurut konsep UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen bahwa pendidik profesional adalah guru yang memiliki seperangkat kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan perilaku). Penjabaran kompetensi yang dimaksud adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi.Kompetensi Guru, UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dose
Implementasi Konsep Pendidikan Islam Terpadu di SMP Islam Terpadu Sumbawa
: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Konsep Dasar Pendidikan Islam Terpadu. 2) Implementasi (penerapan pendidikan Islam Terpadu di SMP Islam Terpadu Sumbawa).Dalam penelitian ini peneliti menggunaan metode deskriptif kualitatif analitik dengan pengumpulan data secara induktif, data-data penelitian dikumpulkan dengan beberapa metode.Metode wawancara digunakan untuk memperoleh informasi tentang penerapan pendidikan Islam terpadu dalam sekolah SMP Islam Terpadu Sumbawa.Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pendidikan Islam terpadu merupakan model pendidikan yang utuh menyeluruh, integral, bukan parsial, syumuliyah bukan juz’iyah. Hal ini menjadi semangat utama dalam gerak dakwah di bidang pendidikan sebagai perlawanan terhadap pemahaman sekuler, dikotomi, juz’iyah.Keterpaduan ini meliputi tiga aspek yaitu, keterpaduan pola asuh, materi dan ranah. Ketiga aspek tersebut merupakan unsur penting dalam pendidikan islam terpadu. Apabila ketiga aspek itu diterapkan dengan baik, maka konsep pendidikan islam terpadu akan dapat dilihat hasilnya secara nyata. 2) Implementasi pendidikan islam terpadu, pendidikan ini memadukan tiga aspek kurikulum yaitu: Kurikulum Diknas, Kurikulum pendidikan islam (Muatan lokal berbasis islam), dan pengembangan diri. Proses pembelajarannya melalui penyampaian materi pelajaran umum yang diperkaya dengan nilai-nilai agama dan penyampaian materi agama diperkaya dengan muatan-muatan pendidikan umum misalnya guru memulai proses pembelajaran dengan berdo’a bersama kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al- Qur’an (murojaah) sekitar 10-15 menit, setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi pelajaran. Contoh lain ketika peserta didik belajar tentang mata pelajaran biologi, maka pada waktu yang sama diharapkan pelajaran itu dapat meningkatkan keyakinannya pada Allah Swt, karena dalam Islam telah diterangkan bahwa Allahlah yang menciptakan keanekaragaman hayati di bumi ini
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF KH. AHMAD DAHLAN
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang “Konsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif KH Ahmad Dahlan” yang dilatar belakangi oleh gagasan pendidikan modern di Indonesia yang di kembangkan oleh Muhammadiyah yang sejak mulai didirikan hingga saat ini terus menunjukan eksistensinya, keberhasilan dan kemajuan tersebut tentunya tidak lepas dari pemikiran tokoh pendirinya yakni KH. Ahmad Dahlan. Maka dalam hal ini peneliti akan menguraikan pandangan-pandangan pendidikan Islam yang telah di gagas KH. Ahmad Dahlan, yang sampai saat ini masih menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah. Rumusan masalah dalam penulisan penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah tujuan pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan? (2) Bagimanakah kurikulum pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan? (3) Bagaimanakah metode pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan? Adapun yang menjadi tujuan penelitian dalam hal ini adalah untuk mengetahui Tujuan Pendidikan Islam, Kurikulum Pendidikan Islam dan Metode Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan. Penelitian ini bermanfaat bagi penulis untuk menambah wawasan tentang pendidikan Islam yang telah digagas oleh tokoh-tokoh pemikir pendidikan Islam. Hasil kajian ini dimaksudkan agar bermanfaat untuk pengembangan khasanah keilmuan serta sebagai bahan rujukan dan tambahan pustaka pada perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa. Dan diharapkan akan mendorong para peneliti atau penulis lain untuk mengkaji hal tersebut secara lebih mendalam. Bagi para pembaca mahasiswa, pendidik maupun instansi pendidikan di harapkan dapat untuk lebih memahami sejarah pemikiran tokoh-tokoh pendidikan di Indonesia yang berkenaan dengan tokoh pendidikan Islam sebagai salah satu bahan pengembangan pendidikan Islam. Dalam penelitian ini digunakan Metode Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan transkrip buku-buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, lengger, agenda dan sebagainya. Kemudian analisis data menggunakan Deskriptif Analisis metode ini mencoba untuk menganalisis teori dan pemahaman dari suatu realita atau kenyataan untuk mendapatkan data secara logis dan memberikan informasi yang akurat. Setelah penulis mengadakan penelitian kajian dengan metode diatas, memperoleh hasil bahwa: (1) Tujuan Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan ialah hendaknya pendidikan Islam diarahkan pada usaha membentuk manusia muslim yang berbudi luhur, alim dalam agama, luas pandangan dan paham masalah ilmu keduniaan, serta besedia berjuang untuk kemajuan masyarakat. (2) Kurikulum Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan ialah Al-Qur’an dan Hadist, membaca, menulis, berhitung, ilmu bumi, dan menggambar. Intinya yaitu integarasi antara ilmu agama dengan ilmu umum. (3) Metode Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan bercorak kontekstual melalui proses penyadaran. yaitu beliau mau menambah pelajaran selanjutnya apabila para siswa sudah memiliki kesadara dan dapat mepraktekkan langsung
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
