1,720,971 research outputs found

    IDENTIFIKASI POTENSI NILAI EKONOMI AIR (NEA) PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR EMBUNG JONGKONG KABUPATEN BANGKA TENGAH

    Get PDF
    Analisis laju aliran dalam DAS yang tidak terukur dengan Metoda Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) merupakan metode yang paling praktis dan sederhana. Metode ini membutuhkan data karakteristik DAS berupa panjang sungai dan luas DAS. Perhitungan dan data laju aliran sangat berguna dalam perkembangan ilmu sumberdaya air dan  perencanaan bangunan sipil khususnya dalam pekerjaan bangunan air. Dewasa ini, Metoda Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) telah banyak berkembang dan yang terbaru adalah Metoda Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) ITB-1. Keandalan HSS ITB-1 di Sungai Tapung Kanan dan Sungai Tapung Kiri menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini ditandai dengan ketelitian volume Sungai Tapung Kanan 96,30% dan ketelitian Sungai Tapung Kiri 99,88%. Adapun rasio kontrol volume/ direct run off (DRO)  Sungai Tapung Kanan 1,00006 dan Sungai Tapung Kiri 1,000088 (mendekati 1). Sedangkan debit puncak yang dihasilkan Sungai Tapung Kanan 39,950 m3/det dan Sungai Tapung Kiri 38,867 m3/det.Kata kunci: Air Embung, Model NRECA, NEA, NP

    ANALISIS IMBANGAN AIR EMBUNG JONGKONG KABUPATEN BANGKA TENGAH MELALUI KAPASITAS TAMPUNGAN

    Get PDF
    Sumber daya air embung di Kabupaten Bangka Tengah mempunyai potensi sumber daya air yang cukup besar untuk dimanfaatkan. Embung Jongkong terletak di Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah merupakan salah satu embung yang sekarang ini sudah dimanfaatkan untuk keperluan air baku Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) di Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung, namun masalah erosi lahan dan sedimentasi pada suatu embung dapat berpengaruh pada perubahan kapasitas tampungan yang dapat mempengaruhi umur operasi embung. Untuk itu perlu dilakukan analisis imbangan air embung antara ketersediaan air dengan kebutuhan air yang digunakan dengan metode Standar Operating Rule (SOR). Optimasi aliran yang masuk ketampungan sebagai ketersediaan air dianalisis menggunakan model NRECA dari tahun 2008-2018 dan menunjukan rerata debit maksimum dan minimum yang masuk ke tampungan dengan model NRECA adalah 0,259 MCM dan 0,016 MCM. Aliran yang masuk ke tampungan dibangkitkan dengan model Markov musim ganda selama 20 tahun (2019-2039) dan didapatkan debit bangkitan yang masuk ketampungan dengan rerata maksimum dan minimum adalah 0,280 MCM dan 0,017 MCM. Selanjutnya data debit yang dibangkitkan digunakan sebagai data aliran masuk ketampungan dalam pengaturan pola operasi standar (SOR) untuk mengetahui keandalan tampungan 20 tahun kedepan (2019-2039) didapatkan debit optimum pengambilan jika keandalan tampungan 100% dengan target pelepasan 80% dengan debit distribusi 21,537 ltr/s Maka dapat disimpulkan bahwa debit optimum tidak mampu memenuhi kebutuhan air domestik dan non domestik masyarakat Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah pada tahun 2039 (Qkeb>Qket) atau debit optimum hanya mampu melayani 48% kebutuhan air masyarakat Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah pada tahun 2039

    SENSITIVITAS HASIL UJI MODEL FISIK TERHADAP PERBEDAAN PENGGUNAAN ANGKA KEKASARAN n-MANNING

    Get PDF
    Perencanaan bangunan hidraulik membutuhkan analisis yang komprehensif sehingga sarana standar pemodelan hidraulik untuk desain jenis struktur hidraulik terdiri dari model fisik hidraulik berskala sangat diperlukan. Batasan utama dari teknik eksperimental pada model fisik adalah efek skala yang terkait disebabkan oleh ketidakmungkinan untuk menyamakan semua rasio gaya dalam prototip dan model, terutama dalam pemodelan kekasaran n-Manning di saluran terbuka. Untuk mensimulasikan model fisik dari pemodelan kekasaran n-Manning di skala model hidraulik tentu harus dilakukan validasi terkait berbagai aspek aliran yang dilakukan dalam uji model fisik, skala prototip disimulasikan, dan efek skala diperiksa. Tujuan penelitian ini untuk merepresentasikan kekasaran n-Manning dengan tepat dari prototip ke skala model, Studi ini menginvestigasi sensitivitas yang didapat dari penggunaan kekasaran hidraulik untuk Persamaan Manning (n), dengan fokus pada akurasi dan batasan dari persamaan Manning. Nilai rata-rata penggunaan skala model kekasaran n-Manning yang didapatkan dari tes model sebesar 27,27% atau skala 1:27 (rasio Lr = 3,67), hasil ini sangat berbeda dari nilai ekpektasi penggunaan skala model yang direncanakan dengan skala 25% (1/4 dari prototip) atau skala 1:25 (rasio Lr = 4), sehingga terjadi deviasi sensitivitas rata-rata dengan persentase mencapai 2,27%. Sedangkan hasil nilai n-Manning ekspektasi didapatkan nilai rata-rata persentase sensitivitas sebesar 20,75% (1/5 dari prototip) atau skala 1:20 (rasio Lr = 5). Sedangkan analisis koefisien korelasi nilai n-Manning yang didapatkan nilai R2 = 0,648, MER =-31,5, dan RMSE= 0,0006. Semua penggunaan elemen kekasaran n-Manning yang dibuat dengan skala 1:25 (rasio Lr = 4) memberikan tingkat kesalahan rata-rata mencapai +31%

    ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG OLAHRAGA (GOR) KABUPATEN BANGKA

    Get PDF
    Dalam kegiatan pekerjaan konstruksi, analisa kelayakan pembangunan dipergunakan sebagai bahan acuan bagi pelaksana pembangunan dan menjadi standar layak atau tidaknya pembangunan suatu infrastruktur di suatu wilayah, terutama pembangunan fasilitas umum seperti pembangunan Gedung Olahraga (GOR) untuk kepentingan olahraga di suatu wilayah ataupun negara. Kemajuan prestasi olahraga suatu bangsa juga dapat mengangkat kehomatan dan nama bangsa itu sendiri. Penambahan fasilitas olahraga pada daerah atau wilayah tertentu yang kurang atau belum tersedia fasilitas olahraga merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun swasta. Hal ini dikarenakan, GOR merupakan salah satu fasilitas publik yang perlu disediakan pemerintah dalam rangka untuk menunjang kegiatan olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis investasi proyek pembangunan gedung olah raga (GOR). Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Studi Kelayakan Aspek Keuangan yaitu dengan metode Net Present Value (NPV) Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP). Berdasarkan hasil analisis menunjukan nilai Payback Periode (PP) sebesar 12 tahun 3 bulan lebih kecil dari nilai ekonomis (20) tahun kemudian Nilai Net Present Value (NPV) pada Discount Factor 7% sebesar Rp. 30.433.056. Baik secara PP maupun NPV dan IRR Pembangunan Gedung Olahraga Tipe B Kabupaten Bangka dikatakan layak apabila nilai NPV positif, pada Discount Factor 7% positif yang pembangunan GOR layak dijalankan

    Comparison of Manning's Roughness Coefficient Estimation Methods Based on Channel Geometry and Bed-Load Sediment Characteristics in the Way Tapus River

    Get PDF
    Natural and artificial rivers contain bed-load sediment materials with varying shapes and grain sizes influencing flow resistance, velocity, and discharge. This resistance is expressed by the Manning roughness coefficient (n), whose accurate estimation is essential for hydraulic analysis. While n is commonly obtained from Manning’s table, alternative methods based on hydraulic parameters, channel geometry, and sediment characteristics, such as the Keulegan, Mayer-Peter-Muller, Lane and Carlson, Henderson, Raudkivi, Subramanya, and Wong and Parker methods, can be applied for more site-specific estimations. This study utilized primary field data and secondary data to estimate n values using various approaches. The n values ranged from 0.096–0.148 (hydraulic parameters), 0.069–0.136 (channel geometry), and 0.009–0.018 (sediment-based methods). Error analysis comparing calculated and observed discharges showed that the channel geometry method yielded the most accurate results with an average error of 15.59%. In contrast, other methods resulted in significantly higher errors. Thus, the channel geometry approach is recommended for estimating the Manning coefficient in the Way Tapus River.Natural and artificial rivers contain bed-load sediment materials with varying shapes and grain sizes influencing flow resistance, velocity, and discharge. This resistance is expressed by the Manning roughness coefficient (n), whose accurate estimation is essential for hydraulic analysis. While n is commonly obtained from Manning’s table, alternative methods based on hydraulic parameters, channel geometry, and sediment characteristics, such as the Keulegan, Mayer-Peter-Muller, Lane and Carlson, Henderson, Raudkivi, Subramanya, and Wong and Parker methods, can be applied for more site-specific estimations. This study utilized primary field data and secondary data to estimate n values using various approaches. The n values ranged from 0.096–0.148 (hydraulic parameters), 0.069–0.136 (channel geometry), and 0.009–0.018 (sediment-based methods). Error analysis comparing calculated and observed discharges showed that the channel geometry method yielded the most accurate results with an average error of 15.59%. In contrast, other methods resulted in significantly higher errors. Thus, the channel geometry approach is recommended for estimating the Manning coefficient in the Way Tapus River

    KAJIAN EROSI LAHAN DI KAWASAN AIR STRIP RUNWAY 2600 BANDARA DEPATI AMIR (PGK) BERDASARKAN TATA GUNA LAHAN MASTERPLAN ULTIMATE

    Get PDF
    Standar permintaan engineering pesawat agar desain bangunan infrastruktur di area Air Strip Runway 2600 yang ada dapat mempunyai fungsi lain. Sedangkan kondisi lain sangat menentukan keselamatan karena lahan di sekitar Air Strip Runway 2600 Bandara Depati Amir (PGK) jika tidak ditutupi vegetasi seperti rumput, kondisi lain lahan yang belum ditutupi vegetasi di sekitar Air Strip Runway 2600 berpotensi akan mengalami erosi lahan, kemudian hasil erosi lahan ini akan terbawa oleh aliran air sehingga akan masuk ke saluran drainase yang akan menyebabkan sedimentasi pada saluran drainase tersebut, akhirnya akan berkurang efektifitas kinerja saluran drainase tersebut. Metode yang digunakan untuk memprediksi laju rata-rata erosi di area Air Strip Runway 2600 dengan memperhitungkan faktor erosivitas hujan, erodibilitas tanah, kemiringan lereng atau panjang lereng, pengelolaan tanaman dan konservasi tanah, yang masing masing tata guna lahan tersebut mengacu pada Masterplan Ultimate Bandara Depati Amir (PGK). Perhitungan dilakukan menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation) yang dikembangkan oleh Wischmeier dan Smith (1965, 1978), kemudian Sediment Delivery Ratio (SDR) dan Sediment Yield.Hasil penelitian ini, prediksi laju erosi permukaan pada area Air Strip Runway 2600 Bandara Depati Amir (PGK) tahun pertama yang mencapai 5,60 mm/tahun atau 100,76 Ton/Ha/tahun, laju erosi tahun kedua mencapai 3,38 mm/tahun atau 60,84 Ton/Ha/tahun dapat diklasifikasikan ke dalam kelas bahaya erosi sedang (kelas III) dan nilai SDR adalah sebesar 56,3%, nilai sediment yield (SR) pada tahun pertama sebesar 5.887,59 Ton/Tahun, pada tahun kedua ketika rumput pada area Air Strip telah tumbuh dengan sempurna terjadi penurunan hasil sediment yield yaitu nilai SR sebesar 3.554,85 Ton/Tahun

    Study on the Capacity of Auxiliary Weir-Type Spillway at Bulango Ulu Dam Gorontalo Province Using Spillway Routing

    Get PDF
    The spillway on the dam functions as a safeguard against the dangers of flood water, which overflows gradually to prevent overtopping. The estimated design of flood discharge uses the SCS SUH method, while outflow discharge is calculated through spillway routing based on reservoir storage characteristics. The study results show that the maximum flood discharge with a return period of 2 years up to the Probable Maximum Flood (PMF) scenario is 420.26 m³/s to 2,288.05 m³/s respectively. Spillway routing is carried out to drain flood water from the reservoir, with a maximum outflow discharge of 44.4 m³/s to 1,250.5 m³/s, according to the flood return period. This reservoir is able to reduce flooding significantly, with a flood reduction of 89.4% at a return period of 2 years and 45.3% for PMF. The water level at the spillway was measured at various return periods, indicating there was no overtopping until the PMF flood event. Bulango Ulu Dam, which is designed with a top Dam elevation of +105 m, can safely withstand PMF flood discharge.The spillway on the dam functions as a safeguard against the dangers of flood water, which overflows gradually to prevent overtopping. The estimated design of flood discharge uses the SCS SUH method, while outflow discharge is calculated through spillway routing based on reservoir storage characteristics. The study results show that the maximum flood discharge with a return period of 2 years up to the Probable Maximum Flood (PMF) scenario is 420.26 m³/s to 2,288.05 m³/s respectively. Spillway routing is carried out to drain flood water from the reservoir, with a maximum outflow discharge of 44.4 m³/s to 1,250.5 m³/s, according to the flood return period. This reservoir is able to reduce flooding significantly, with a flood reduction of 89.4% at a return period of 2 years and 45.3% for PMF. The water level at the spillway was measured at various return periods, indicating there was no overtopping until the PMF flood event. Bulango Ulu Dam, which is designed with a top Dam elevation of +105 m, can safely withstand PMF flood discharge

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Flow Resistance Estimation Using the Empirical Chezy Method in Sediment-Laden Flow

    Get PDF
    Hydraulic resistance, represented by the Chezy coefficient, is crucial in estimating flow discharge in open channels and serves as a fundamental parameter in designing hydraulic structures such as irrigation canals and river control facilities. This study investigates the behavior of the Chezy coefficient under non-sediment-laden (NSL) and sediment-laden (SL) flow conditions through controlled laboratory experiments using coarse sand, complemented by comparative analysis with data from irrigation channels and natural rivers. The results show that the ratio of mean velocity to shear velocity (U/u*) exhibits a robust correlation with discharge (Q) under both flow conditions, with a determination coefficient (R²) exceeding 0.96. The hydraulic radius (Rh) also shows a strong linear relationship with discharge (R ≈ 0.98), confirming its role in the empirical estimation of the Chezy coefficient (C). The value of C increases with higher velocity ratios but tends to be slightly lower under SL conditions due to increased resistance from suspended sediments. The Mean Absolute Error (MAE) value of 0.02 indicates a slight difference between NSL and SL conditions. These findings suggest that the empirical method is unreliable and exhibits significant differences in estimating Chezy under sediment-laden flow. It highlights the need for supplementary approaches to improve irrigation and river management design accuracy.Hydraulic resistance, represented by the Chezy coefficient, is crucial in estimating flow discharge in open channels and serves as a fundamental parameter in designing hydraulic structures such as irrigation canals and river control facilities. This study investigates the behavior of the Chezy coefficient under non-sediment-laden (NSL) and sediment-laden (SL) flow conditions through controlled laboratory experiments using coarse sand, complemented by comparative analysis with data from irrigation channels and natural rivers. The results show that the ratio of mean velocity to shear velocity (U/u*) exhibits a robust correlation with discharge (Q) under both flow conditions, with a determination coefficient (R²) exceeding 0.96. The hydraulic radius (Rh) also shows a strong linear relationship with discharge (R ≈ 0.98), confirming its role in the empirical estimation of the Chezy coefficient (C). The value of C increases with higher velocity ratios but tends to be slightly lower under SL conditions due to increased resistance from suspended sediments. The Mean Absolute Error (MAE) value of 0.02 indicates a slight difference between NSL and SL conditions. These findings suggest that the empirical method is unreliable and exhibits significant differences in estimating Chezy under sediment-laden flow. It highlights the need for supplementary approaches to improve irrigation and river management design accuracy
    corecore