1,720,959 research outputs found
Osteoporosis : Pengetahuan, Pencegahan, dan Penatalaksanaan
Buku ini merupakan panduan komprehensif yang membahas secara mendalam tentang osteoporosis, sebuah kondisi yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang dan peningkatan risiko patah tulang. Buku ini memberikan informasi yang mudah dipahami namun tetap kaya akan pengetahuan ilmiah, menjadikannya sumber daya yang berharga baik bagi tenaga medis maupun masyarakat umum. Selain pengetahuan dasar, buku ini juga menawarkan strategi pencegahan yang efektif. Dengan fokus pada gaya hidup sehat, seperti asupan nutrisi yang tepat, olahraga yang mendukung kesehatan tulang, serta pentingnya pemeriksaan rutin, pembaca dipandu untuk mengambil langkah-langkah preventif dalam menjaga kesehatan tulang. Tidak hanya itu, buku ini juga membahas berbagai pendekatan dalam penatalaksanaan osteoporosis, mulai dari pengobatan medis, suplemen kalsium dan vitamin D, hingga terapi hormon dan prosedur medis lainnya
Asuhan Keperawatan pada Pasien BPH (Benigna Prostat Hiperplasia)
Benigna prostat hyperplasia ini dapat dialami oleh sekitar 70% pria di atas usia 60 tahun. Angka ini akan meningkat hingga 90% pada pria berusia di atas 80 tahun. Benigna Hiperplasia Prostat (BPH) menyerang saluran kemih bawah dan biasa terjadi pada laki-laki, penyakit ini merupakan penyakit yang memiliki faktor resiko dua yaitu dapat diubah maupun tidak dapat diubah. Gejala yang terjadi dibedakan menjadi 4 derajat. BPH memiliki pengkajian dan pemeriksaan fisik yang tidak hanya mengenai sistem perkemihan, tetapi terkait juga dengan sistem yang lain. BPH memiliki penatalaksanaan medikamentosa dan operasi. Perawat harus memahami bagaimana pengkajian terhadap penyakit Benigna Hiperplasia Prostat (BPH), dan dilanjutkan dengan observasi yang dilakukan terutama pada saat pasien akan melakukan operasi. Buku ini membahas tentang asuhan keperawatan yang dapat diberikan pada pasien penderita BPH dengan pendekatan SDKI, SLKI dan SIKI. Buku ini juga menjelaskan terkait dengan konsep BPH seperti anatomi, fisiologi klasifikasi, gejala, patofisilogi dan konsep retensi urine yang biasa dialami oleh pasien BPH
Terapi Komplementer dalam Keperawatan
Terapi komplementer adalah pengobatan yang digunakan bersamaan dengan perawatan medis konvensional, sementara terapi alternatif digunakan sebagai pengganti perawatan medis konvensional. Penggunaan terapi alternatif dan komplementer meningkat karena faktor seperti kemudahan dalam memperoleh informasi, potensi efek samping yang lebih kecil, dan ketidakpuasan terhadap pengobatan konvensional. Terapi komplementer dan alternatif semakin populer di banyak negara, termasuk Indonesia. Perawat memegang peran penting dalam memfasilitasi penyembuhan holistik pasien dan mempromosikan perawatan diri yang bertanggung jawab. Perkembangan terapi komplementer dan alternatif juga memungkinkan perawat untuk berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang berkembang. Perkembangan terapi komplementer dan alternatif telah membuka peluang bagi perawat untuk terlibat dalam memberikan perawatan dan pengobatan yang lebih holistik. Perawat dapat memainkan peran yang penting dalam terapi komplementer sebagai caregiver, educator, konselor, koordinator, advokat, konsultan, dan kolaborator. Buku ini membahas tentang perkembangan terapi komplementer dalam fungsinya sebagai salah satu metode pengobatan. Dilengkapi dengan konsep dasar terapi komplementer, aspek legal, kekurangan dan kelebihan terapi komplementer, jenis-jenis terapi komplementer serta peran perawat dalam terapi komplementer
Mengelola Nyeri: Panduan Komprehensif dalam Asuhan Keperawatan
"Buku ini memandu pembaca melalui perjalanan mendalam dalam pengelolaan nyeri, tantangan sentral dalam perawatan kesehatan global. Dengan fokus pada asuhan keperawatan holistik, buku ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang lanskap kompleks nyeri tetapi juga memberikan panduan praktis untuk praktisi keperawatan.
Dari definisi nyeri hingga dampaknya terhadap proses kesembuhan, buku ini membahas alat penilaian nyeri, pendekatan evaluasi, dan strategi manajemen yang mencakup pengelolaan farmakologi dan non-farmakologi. Pemahaman tentang anatomi dan patofisiologi nyeri memberikan dasar yang kuat, sementara pendekatan multidisiplin ditekankan untuk memberikan perawatan komprehensif.
Buku ini juga menyoroti peran krusial pendidikan pasien dalam manajemen nyeri, dengan penekanan pada komunikasi efektif dan pemberdayaan pasien untuk mengelola nyeri secara mandiri. Kasus nyeri kompleks dan etika dalam penanganan nyeri menjadi fokus khusus, memberikan wawasan mendalam dan pertimbangan etis dalam praktik keperawatan.
Dengan merangkum perkembangan terkini dalam pengelolaan nyeri, buku ini tidak hanya menjadi referensi kaya informasi bagi praktisi keperawatan, tetapi juga mendorong perubahan positif dalam pendekatan terhadap pasien yang mengalami nyeri. Diharapkan, buku ini akan memberikan landasan kuat bagi praktisi keperawatan untuk menangani nyeri dengan keahlian dan kepedulian, membuka jalan bagi pemulihan yang lebih baik bagi setiap pasien yang dilayani.
Pemeriksaan Kesehatan Lansia: Menghindari Risiko Penyakit, Memaksimalkan Kualitas Hidup
Buku ini menggali secara mendalam aspek kesehatan khusus yang berkaitan dengan populasi lansia, memberikan pandangan komprehensif tentang pemeriksaan kesehatan yang dapat membantu mereka menghindari risiko penyakit dan memaksimalkan kualitas hidup. Buku ini dimulai dengan membahas pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan detil untuk lansia, menyoroti perubahan fisik dan fisiologis yang umum terjadi seiring bertambahnya usia. Pembaca akan diperkenalkan pada berbagai metode pemeriksaan dan tes yang relevan untuk memantau kesehatan mereka secara holistik.
Selain itu, buku ini menyoroti langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi risiko penyakit yang sering terkait dengan proses penuaan. Dengan memberikan penekanan pada pola makan sehat, olahraga teratur, dan gaya hidup seimbang, pembaca diajak untuk mengadopsi kebiasaan positif yang dapat memperpanjang masa hidup dan meningkatkan kualitasnya. Dengan sentuhan kemanusiaan dan kepedulian, buku ini tidak hanya memberikan wawasan medis, tetapi juga mengajak pembaca untuk menghargai dan merayakan perjalanan kesehatan mereka sepanjang masa tua
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
