2 research outputs found
Pengembangan Ensiklopedia Unsur Golongan Transisi dan Transisi Dalam
Berdasarkan komponen penyusunnya materi dikelompokkan menjadi unsur, senyawa, dan campuran. Unsur adalah suatu zat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia. Seiring perkembangan zaman dan teknologi banyak penemuan dan informasi baru mengenai unsur-unsur. Informasi-informasi tentang perkembangan unsur tersebut masih bertebaran, maka diperlukan sebuah proses pengumpulan dan pengorganisasian informasi tentang unsur-unsur. Kesatuan informasi tentang unsur-unsur yang tertata dapat diwujudkan dalam bentuk ensiklopedia. Penyusunan ensiklopedia difokuskan pada unsur golongan transisi dan transisi dalam. Tujuan dari pengembangan ensiklopedia ini adalah menghasilkan ensiklopedia unsur golongan transisi dan transisi dalam dan untuk mengetahui kelayakan ensiklopedia hasil pengembangan sebagai sumber belajar dan media pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan ensiklopedia ini adalah Four-D Model (model 4D) dari Thiagarajan. Model 4D terdiri dari empat tahapan, yaitu membatasi (define), merancang (design), mengembangkan (develop), dan mendeseminasikan (disseminate). Pengembangan ensiklopedia ini hanya dilakukan sampai tahap mengembangkan. Pada tahap membatasi dilakukan analisis pendahuluan dan analisis bahan kajian. Pada tahap merancang dilakukan rancangan tampilan awal, telaah tampilan awal, revisi tampilan awal, dan rancangan tampilan akhir. Pada tahap mengembangkan dilakukan penyusunan ensiklopedia, telaah ensiklopedia oleh dosen pembimbing, revisi tahap I, validasi ensiklopedia, revisi ensiklopedia tahap II, dan analisis hasil validasi. Ensiklopedia terdiri dari bagian pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian isi memuat informasi tentang unsur meliputi identitas, sifat-sifat, sejarah penemuan, terdapatnya di alam, produksi, keselamatan dan pencegahan, manfaat dan kegunaan, serta senyawa-senyawa dan kegunaannya. Ensiklopedia hasil pengembangan termasuk kategori sangat layak dengan tingkat kelayakan sebesar 80,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa ensiklopedia yang telah dikembangkan adalah sangat layak digunakan sebagai sumber belajar dan media pembelajaran mengenai unsur golongan transisi dan transisi dalam.
Profile of the Implementation of Discovey Learning Model in Science Learning
Research was conducted to describe and analyze the implementation of discovery learning model of science learning in Indonesia. This research method uses qualitative methods with using secondary data. The sample in this research is 30 articles published in international and national journals. Based on the analysis of 30 articles on science learning using discovery learning model in Indonesia, it can be seen that the discovery learning model has a positive impact on student learning outcomes, it can improve students' critical thinking skills, students' science process skills, students' scientific literacy, aspects of problem solving skills, and also students' understanding of concepts. there are also several disadvantages of the discovery learning model, there are; it will be optimal if it combine with media or other methods, students will be confused if they do not get the instruction from the teacher, and it require a lot of preparation and learning duration. Based on the literature review of the implementation of the discovery learning model in 2012-2021 that has been carried out, it can be concluded that the discovery learning model has a positive impact on science learning
