15 research outputs found
PENGARUH BUKAAN GUIDE VANE TERHADAP KINERJA TURBIN PIKOHIDRO TIPE CROSS-FLOW
Turbin Cross-flow merupakan salah satu jenis turbin implus yang paling umum digunakandalam pembangkit listrik tenaga air salah satunya pembangkit listrik tenaga pikohidro. Lokasiyang dapat diaplikasikan turbin Cross-flow sebagai pembangkit listrik tenaga pikohidro yaitudi desa Sumber Agung Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat. Salah satu faktor yangmempengaruhi kinerja turbin Cross-flow yaitu bukaan guide vane. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh bukaan guide vane terhadap kinerja turbin Cross-flow. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini melalui 6 (enam) tahapan yaitu studi pustaka, observasi,desain turbin, pembuatan tuirbin, pengujian turbin dan analisis hasil pengujian. Variasi bukaanguide vane yaitu bukaan 20%, 40%, 60% dan 80%. Dari hasil penelitian diketahui bahwabukaan guide vane berpengarh terhadap kinerja turbin Cross-flow. Efisiensi tertinggi turbinCross-flow diperoleh dengan bukaan guide vane 80% yaitu sebesar 40%, sedangkan untukbukaan 60% efisiensi turbin sebesar 39%, untuk bukaan 40% efisiensi turbin sebesar 37% danbukaan 20 efisaiensi turbin sebesar 35%.Kata Kunci: Guide Vane , Kinerja, Turbin Cross-flow</jats:p
PENGARUH DIAMETER DAN JUMLAH SUDU RUNNER TERHADAP KINERJA TURBIN CROSS-FLOW
Kebutuhan energi listrik di Indonesia saat ini masih didominasi oleh energi yang berasal dari bahan bakar fossil yang merupakan sumber energi tak terbarukan dan ketersediannya semakin berkurang, sehingga perlu dikembangkan sumber energi yang berasal dari energi terbarukan salah satunya yaitu pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). PLTMH umumnya menggunakan turbin Cross-flow sebagai mesin konversi energi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan diameter dalam dengan diamater luar (D2/D1) yaitu 0.6, 0.66 dan 0.72 dan jumlah sudu runner yaitu 16, 18 dan 20 terhadap kinerja turbin Cross-flow yang diaplikasikan sebagai PLTMH di desa Rantau Fajar Kabupaten Lampung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen nyata dengan empat tahapan yaitu 1. Tahap persiapan meliputi studi pustaka, observasi, pengolahan data lapangan dan desain turbin. 2. Tahap pembuatan alat meliputi tahap perencanaan dan pelaksanaan, 3. Tahap pengujian meliputi pengujian putaran turbin, daya dan efisiensi turbin. 4. Analisa dan kesimpulan. Pengujian turbin dilakukan dengan metode pengereman untuk mengetahui daya yang dihasilkan turbin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variasi perbandingan diameter dalam dengan diameter luar (D2/D1) dan jumlah sudu runner berpengaruh terhadap kinerja turbin. Putaran turbin maksimal sebesar 352 rpm, daya turbin sebesar 363,98 watt dan efisiensi maksimal turbin 62% diperoleh dengan perbandingan diameter dalam dengan diameter luar (D2/D1) runner yaitu 0,66 dan jumlah sudu 18. Daya listrik maksimal yang dihasilkan generator yaitu 202,5 watt
PEMBUATAN TURBIN MIKROHIDRO TIPE CROSS-FLOW SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK DI DESA BUMI NABUNG TIMUR
Krisis energi yang terjadi di dunia saat ini telah menarik perhatian para peneliti untuk menemukan sumber-sumber energi baru yang lebih murah, yang tersedia dalam jumlah yang besar. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini. Turbin cross-flow, merupakan salah satu jenis turbin yang sering digunakan untuk PLTMH. Dalam penelitian ini merencanakan turbin air tipe cross-flow yang diaplikasikan pada air pembuangan perusahaan pembuatan tepung tapioka. Air pembuangan tersebut merupakan air limbah yang sudah melalui proses pengendapan, pemupukan dan pemeriksaan yang kemudian dialirkan kesungai dengan debit rata-rata 0,04 m3/s dengan ketinggian diatas permukaan air sungai lebih dari 2 m. Dengan debit dan ketinggian tersebut air pembuangan memilki daya yang cukup besar yang kemudian digunakan untuk memutar turbin air. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesifikasi turbin, daya yang dihasilkan turbin, efisiensi turbin dan transmisi serta daya listrik yang dihasilkan generator. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka, pengamaan secara langsung atau observasi, perencanaan dan pembuatan turbin serta pengujian. Pada tahap perencanaan yaitu menentukan dimensi turbin berdasarkan sumber daya air pada lokasi penelitian dan proses perhitungan. Pada tahap pengujian yaitu melakukan pengujian turbin yang telah dibuat. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian daya turbin dan daya listrik generator.Turbin air cross-flow memiliki spesifikasi yaitu lebar runner 0,1524 m, diameter luar runner 0,48 m, diameter dalam runner 0,32 m, jarak antar sudu 0,083 m, tebal nozzle 0,04 m, jari-jari sudu 0,078 m dan jumlah sudu yaitu 20 sudu. Dari hasil pengujian turbin cross-flow didapatkan daya turbin yaitu 236,82 Watt, efisiensi mekanik turbin yaitu 30 % dan daya listrik yang dihasilkan 162 Watt
PENGARUH GEOMETRI PIPA KONDENSOR TERHADAP PERPINDAHAN PANAS PADA DESTILASI MINYAK PLASTIK
Sampah plastik merupakan sebuah kendala terbesar di dunia pada saat ini, dan di Indonesia pada khususnya. Hal ini disebabkan oleh budaya konsumtif masyarakat Indonesia akan produk plastik semakin meningkat namun upaya untuk menangani limbah plastik tersebut sangatlah minim. Oleh karena masalah tersebut upaya yang harus dilakukan adalah menciptakan sumber energi alternatif dari limbah plastik dengan metode pirolisis yaitu mengggunakan alat destilasi. Kondensor merupakan salah satu komponen pada alat destilasi minyak plastik yang berfungsi sebagai alat untuk penukar panas. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh diameter dan geometri pada pipa kondensor terhadap perpindahan panas dan koefisien perpindahan panas menyeluruh serta perbandingan minyak plastik yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen nyata dengan memvariasikan diameter pipa yaitu 0,5 in dan 0,25 in dengan diameter geometri lilitan 20 cm dan 30 cm. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa laju perpindahan panas menyeluruh yang tertinggi pada pipa kondensor diameter 0,25 in dengan diameter geometri 20 cm yaitu 3067 Watt dan koefisien perpindahan panas menyeluruh yang tertinggi pada pipa diameter 0,25 in dengan geometri 20 cm yaitu 661,9 W/m2 ËšC. Pipa yang menghasilkan minyak plastik paling banyak yaitu 4,5 liter pada pipa diameter 0,25 in dengan geometri 20 cm.Kata Kunci: Diameter, Geometri, Kondensor, Destilasi Minyak Plastik
Studi Eksperimental Sudut Nosel Dan Sudut Sudu Terhadap Kinerja Turbin Cross-flow
Energi mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi dan lingkungan. Energi di Indonesia saat ini masih didominasi oleh energi yang berbasis bahan bakar fossil, yang merupakan sumber energi tak terbarukan. Pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) merupakan salah satu solusi krisis energi yang terjadi saat ini. Jenis turbin yang umum digunakan dalam PLTMH adalah Turbin Cross-flow. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut nosel dan sudut sudu terhadap kinerja turbin Cross-flow. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan memvariasikan sudut nosel (15º, 30º dan 45º) dan sudut sudu (14º, 16º, dan 18º). Turbin yang diuji memiliki spesifikasi diameter luar 0,2885 m, jumlah sudu 18 buah dan tebal nosel 0,025 m. Debit air yang digunakan untuk pengujian turbin sebesar 0,02487 m3/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut nosel dan sudut sudu sangat berpengaruh terhadap kinerja turbin. Efisiensi turbin tertinggi sebesar 77% diperoleh dengan sudut nosel 15º dan sudut sudu 16º. Sudut nosel semakin meningkat maka efisiensi turbin semakin menurun. Berdasarkan analisis regresi diperoleh persamaan empirik untuk efisiensi turbin yaitu = 1,00 – (0,00539*α – 0,0112*ɸ)
Rancang bangun mesin CNC laser cutting CO2 2 axis bebasis microcontroler dengan softwere Mach3
Teknologi laser saat ini sudah sedemikian pesat dan digunakan hampir disegala bidang, seperti dibidang manufaktur, medis, seni, transaksi perdagangan dan percetakan. Walaupun ada berbagai jenis laser yang ada dipasaran, namun dibidang manufaktur yang seringkali dijumpai adalah Laser C02. Hal ini disebabkan dayanya yang relatif besar sehingga pemanfaatannya lebih fleksibel dapat digunakan untuk pemotongan pada material lembaran tipis maupun pada material yang agak tebal. Laser cutting memiliki berbagai keunggulan dibandingkan teknologi manufaktur lainnya karena dapat menerima data langsung dari komputer, sehingga otomatisasi pemotongan dapat berjalan pada dunia industri. Penggunaan mesin CNC (Computer Numerical Control) pada sistem laser cutting sangat diperlukan, karena kita bisa memotong suatu bahan dengan bentuk desain sesuai yang kita inginkan dan dengan kualitas pemotongan yang bagus. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan merancang dan membuat serta menguji mesin CNC laser cutting CO2. Pengujian dilakukan dengan mencari feedrate yang terbaik dan Mengetahui tingkat akurasi hasil pemotongan pada jenis alur pemotongan yang berbeda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa feedrate yang terbaik adalah 50 (mm/menit), dan juga tingkat akurasi dengan bentuk pemotongan alur yang berbeda mempengaruhi pada tingkat keakurasian pemotongan, koefisien akurasi terendah pada bentuk lingkaran 0,73 (mm)
PELATIHAN PEMANFAATAN KOMPRESOR BEKAS AC SEBAGAI KOMPRESOR UDARA UNTUK KENDARAAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 RUMBIA
ABSTRAK SMK Muhammadiyah 1 Rumbia merupakan salah satu SMK yang berada di Kabupaten Lampung Tengah. Salah satu jurusan di SMK muhammadiyah 1 Rumbia yaitu Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yang mempelajari tentang kendaraan ringan seperti minibus dan mobil-mobil pemumpang lainnya. Materi yang diajarkan yaitu tentang perawatan mesin, kelistrikan, perawatan sasis dan perawatan serta perbaikan bodi kendaraan. Perbaikan bodi kendaraan salah satunya yaitu pengecatan. Untuk proses pengecatan dibutuhkan kompresor udara yang berfungsi sebagai pemompa udara bertekanan. Jurusan TKR merupakan jurusan yang baru dibuka pada tahun 2018, sehingga untuk perlengkapan praktikum masih ada beberapa yang belum terpenuhi salah satunya yaitu kompresor udara. Atas dasar pertimbangan tersebut maka dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan pelatihan pembuatan kompresor udara dengan memanfaatkan kompresor bekas AC. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang pemanfaatan barang bekas seperti kompresor AC bekas menjadi kompresor udara yang nantinya dapat digunakan untuk mengisi udara pada kendaraan dan sebagai pemompa udara pada proses pengecatan. Pelatihan dilakukan dengan memberikan materi dan penjelasan serta pelatihan yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI di SMK Muhammadiyah 1 Rumbia Lampung Tengah. Dengan adanya pelatihan maka dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang komponen yang dibutuhakn, cara pembuatan, cara penggunaan dan cara perawatan kompresor udara dari kompresor bekas AC. Kata Kunci : Pelatihan, Pembuatan Kompresor, Siswa SMK.  ABSTRACT SMK Muhammadiyah 1 Rumbia is one of the vocational schools in Central Lampung Regency. One of SMK Muhammadiyah 1 Rumbia's specializations is Light Vehicle Engineering (TKR), which studies light vehicles such as minibuses and other passenger cars. The material taught is about engine maintenance, electricity, chassis and body maintenance and repairs. One of the repairs to the vehicle body is the paint job. For the painting process, an air compressor that works as a pressurized air pump is required. The TKR department is a department that just opened in 2018, so for stage equipment there are still some that have not been fulfilled, one of them is an air compressor. Based on these considerations, in this community service activity, training in the manufacture of air compressors will be conducted using used air conditioning compressors. This activity is expected to increase students' understanding of the use of used goods, such as AC compressors used in air compressors that can later be used to fill air in vehicles and as air pumps in the process of painting. The training was carried out with the provision of materials and explanations, as well as the training that was attended by the students of grades X and XI at SMK Muhammadiyah 1 Rumbia Central Lampung. With training, you can increase students' knowledge about the necessary components, how to manufacture, how to use and how to maintain an air compressor from a used air conditioning compressor. Keywords: Training, Compressor Manufacturing, Vocational High School Students
Pengaruh komposisi campuran kotoran sapi dan limbah cair tapioka terhadap biogas yang dihasilkan
The depletion of fossil energy in the world is getting attention, this is due to the increasing number of human resources in the world. So that efforts can be made, one of which is finding alternative fuels, namely biogas made from cow dung and tapioca liquid waste, this study aims to determine the variation of the filling mixture on the volume of biogas produced, to know the variation of the filling mixture on the biogas flame and to determine the effect of the mixture variation. charge to the amount of flow rate produced. The research method used is bulk filling with cow dung and tapioca liquid waste using a mixed variation of 0%:100%, 10%:90, 20%: 80%, 30%: 70%, 40%: 60%, 50 % : 50%. So that the value of the volume of gas produced is proportional to the productivity of biogas. To find out the volume of biogas in the digester using a manometer U. In the study, the results obtained were the value of the filling mixture variation in biogas productivity for the highest value at the mixed variation of 50%: 50% with a value of 2.061 liter/kg. The highest blue RGB flame was obtained at a mixed variation of 70% : 30% with a value of 66.14 and a red RGB flame value was obtained at a mixed variation of 50% : 50% with a value of 42.14
Optimasi perancangan mesin sablon cup dua warna semi otomatis
In this modern era, the problem of packaging has become a part of everyday people's lives, especially in relation to food products. Cup drink MSME business actors have started using labels to market and create a special attraction for their products. At this time cup printing has begun to use machines, but the machines commonly used are only capable of printing one color and cannot print two or more colors and the price of the machines is still quite expensive. The purpose of this research is to optimize and redesign a one-color cup screen printing machine into a cup screen printing machine design that is practical and capable of printing two or more colors, to determine the power consumption of the electric motor on a two-color cup screen printing machine, and to determine the capacity and production yield of cup screen printing machines. two colours. The research method used was experimental by designing and manufacturing and testing a semi-automatic two-color screen printing device. Tests were carried out with variations in molding dimensions of 14 Oz and 16 Oz. From the results of the study it can be concluded that molding size has no effect on electric motor power, electricity consumption costs, production capacity, and screen printing quality. The dimensions of the semi-automatic two-color cup screen printing machine are 90 cm high, 60 cm wide, 30 cm thick, 374.5 watt electric motor power, electricity usage production costs Rp. 3.4 per cup, production capacity of 150 Cups/hour, and quality good screen printing reaches 92%
Kinerja Mesin Sepeda Motor dengan Sistem Vaporasi Bahan Bakar
Sepeda motor merupakan alat transportasi yang paling banyak digunakan karena mempunyai kinerja yang cukup baik. Kinerja sepeda motor dapat diukur dari daya dan konsumsi bahan bakar spesifik yang mampu dihasilkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja sepeda motor yaitu sistem pemasukan bahan bakar atau sistem vaporasi bahan bakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem vaporasi bahan bakar dan variasi tempertur vaporasi bahan bakar terhadap kinerja mesin sepeda motor. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen nyata dengan melakukan pembuatan alat vaporasi bahan bakar kemudian melakukan pengujian kinerja mesin sepeda motor menggunakan alat uji Dynotest. Bahan bakar yang digunakan yaitu pertalite dengan RON 90 serta nilai kalor 44500 kJ/kg. Variasi sistem bahan bakar yaitu motor standar (karburator) dan penambahan sistem vaporasi tanpa pemanas. Sedangkan variasi temperatur vaporasi bahan bakar yaitu temperatur 40°C, 50°C, dan 60°C. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa variasi sistem bahan bakar dan temperatur vaporasi bahan bakar perpengaruh terhadap kinerja mesin. Daya tertinggi diperoleh dengan penambahan sistem vaporasi bahan bakar dengan temperatur 50°C yaitu 7,5 HP. Sedangkan untuk motor standar yaitu 7,46 HP, vaporasi tanpa pemanas 7,26 HP, vaporasi temperatur 40°C yaitu 7,3 HP, dan vaporasi temperatur 60°C yaitu 7,06 HP. Variasi sistem bahan bakar dan temperatur vaporasi bahan bakar perpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar spesifik. Nilai terendah terjadi pada pengujian vaporasi temperatur 50°C yaitu 0,2133 kg/jam.HP, sedangkan untuk motor standar yaitu sebesar 0,2415 kg/jam.HP, vaporasi tanpa pemanas yaitu 0,2363 Kg/jam.HP, vaporasi tempertur 40°C yaitu 0,2291 Kg/jam.HP, dan vaporasi temperatur 60°C yaitu 0,2248 Kg/jam
