1,720,965 research outputs found
KESELAMATAN OLAHRAGA MELALUI BUKU PEDOMAN KESELAMATAN DALAM OLAHRAGA
Penelitian ini bertujuan untuk penyempurnaan dan mensosialisasikan buku pedoman yang telah dikembangkan sebelumnya, melalu uji pakar dan uji praktisi, yang terdiri dari pakar olahraga, pakar kesehatan dan pakar buku pedoman. Sedangkan uji praktisi dilakukan oleh guru-guru di jenjang SD, SMP dan SMA dengan minimal memiliki kualifikasi Master. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan menurut Gall and Gall (2003:570), teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan teknik kuesioner kepada para pakar dan praktisi melalui form penilaian, sedangkan analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan buku pedoman keselamatan olahraga sebagai panduan ataupun petujuk praktis terhadap upaya pencegahan terhadap resiko kecelakaan dalam pembelajaran penjasorkes sangat penting bagi guru/pelatih dan siswa. Buku pedoman diharapkan dapat dikembangkan segera dan dicetak dalam bentuk buku ataupun booklet yang mudah digunakan, sehingga diharapkan nantinya dapat menunjang penampilan siswa/atlet dalam proses belajar/berlatihnya, disamping itu pula, pengembangan buku pedoman keselamatan olahraga memiliki asas manfaat yang baik berdasarkan hasil sosialisasi kepada siswa-siswa yang akan menggunakan buku pedoman tersebut. Dari kesimpulan ini, dapat disarankan agar buku yang telah di uji pakar maupun praktisi ini dapat dicetak dan sebarkan kepada guru/dosen, pelatih, siswa/mahasiswa dan juga masayarakat umum untuk dimanfaatkan sebagai buku utama dalam pencegahan aktifitas berolahraga. </jats:p
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN BERBASIS KARAKTER BAGI GURU PENJASORKES DI KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG
Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan 1) pengetahuan dan pemahaman para guru penjasorkes terhadap model pembelajaran penjasorkes yang berbasis karakter, 2) perasaan dan tindakan yang berkarakter bagi siswa di sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas melalui penerapan pembelajaran penjasorkes berbasis karakter oleh guru. Adapun sasaran dalam penelitian ini adalah para guru penjasorkes yang ada di Kecamatan Buleleng yang berjumlah 60 orang, yang dilaksanakan di SD 6 Banjar. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan. Dari hasil pelasanaan P2M ini dapat disimpulkan 1) adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman para guru penjasorkes terhadap model pembelajaran penjasorkes yang berbasis karakter, 2) perasaan dan tindakan yang berkarakter dapat terwujud melalui penerapannya secara berkelanjutan.</jats:p
KESELAMATAN OLAHRAGA MELALUI BUKU PEDOMAN KESELAMATAN DALAM OLAHRAGA
Penelitian ini bertujuan untuk penyempurnaan dan mensosialisasikan buku pedoman yang telah dikembangkan sebelumnya, melalu uji pakar dan uji praktisi, yang terdiri dari pakar olahraga, pakar kesehatan dan pakar buku pedoman. Sedangkan uji praktisi dilakukan oleh guru-guru di jenjang SD, SMP dan SMA dengan minimal memiliki kualifikasi Master. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan menurut Gall and Gall (2003:570), teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan teknik kuesioner kepada para pakar dan praktisi melalui form penilaian, sedangkan analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan buku pedoman keselamatan olahraga sebagai panduan ataupun petujuk praktis terhadap upaya pencegahan terhadap resiko kecelakaan dalam pembelajaran penjasorkes sangat penting bagi guru/pelatih dan siswa. Buku pedoman diharapkan dapat dikembangkan segera dan dicetak dalam bentuk buku ataupun booklet yang mudah digunakan, sehingga diharapkan nantinya dapat menunjang penampilan siswa/atlet dalam proses belajar/berlatihnya, disamping itu pula, pengembangan buku pedoman keselamatan olahraga memiliki asas manfaat yang baik berdasarkan hasil sosialisasi kepada siswa-siswa yang akan menggunakan buku pedoman tersebut. Dari kesimpulan ini, dapat disarankan agar buku yang telah di uji pakar maupun praktisi ini dapat dicetak dan sebarkan kepada guru/dosen, pelatih, siswa/mahasiswa dan juga masayarakat umum untuk dimanfaatkan sebagai buku utama dalam pencegahan aktifitas berolahraga
STUDI ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN KESELAMATAN DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SMA DAN SMK KABUPATEN BULELENG
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran penggunaan aspek keselamatan dalam pembelajaran penjasorkes, merumuskan dimensi-dimensi panduan keselamatan dan merumuskan draft panduan keselamatan pembelajaran. Penelitian ini adalah merupakan tahap awal penelitian pengembangan berdasarkan analisis kebutuhan melalui studi pustaka, daftar isian dan kuesioner menggali persepsi dan pemahaman guru. Sampel penelitian adalah guru penjasorkes SMA yang ada di kabupaten Buleleng yang berjumlah 15 (12 SMA dan 3 SMK), pengolahan datanya menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Gambaran aspek keselamatan dalam pembelajaran penjasorkes telah tercermin tercermin pada perencanaan pembelajaran, teknik bantuan, pengelolaan kelas dan peralatan olahraga, 2) Dimensi- dimensi yang dibutuhkan dalam pembuatan buku panduan keselamatan pembelajaran penjasorkes; lingkungan tempat berolahraga, fasilitas dan peralatan pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, teknik bantuan, 3) Draft formar isi panduan keselamatan dalam pembelajaran penjasorkes dipandang sebagai hal baru yang harus dipenuhi oleh seluruh sekolah sehingga menjadi acuan/petunjuk praktis dalam melaksanakan pembelajaran penjasorkes yang aman.</jats:p
TINGKAT VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL (VO?max) ATLET PASI BULELENG PADA PEKAN OLAHRAGA PROVINSI (PORPROV) BALI TAHUN 2022
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat volume oksigen maksimal (VO?max) atlet PASI Buleleng yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Bali tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survei pada 18 atlet menggunakan instrumen Multistage Fitness Test (MFT). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata VO?max sebesar 36,11 ml/kg/menit yang dikategorikan buruk. Tidak terdapat atlet dalam kategori istimewa, sangat baik, maupun baik. Distribusi hasil menunjukkan 5 atlet berada pada kategori sedang, 10 atlet kategori buruk, dan 3 atlet kategori sangat buruk. Temuan ini menegaskan perlunya program latihan daya tahan aerobik yang terstruktur dan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas kardiorespirasi atlet. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan perencanaan pembinaan olahraga prestasi di Buleleng
School Health Development Index (SHDI) as an Instrument for School Health Development
This study is a continuation study (second year); in the first year the dimensions and indicators of SHDI had been identified, and now we continue to develop SHDI instrument to find the school health development index. We used an instrumental development method, consisting of; 1) reviewing the concept, dimensions, and indicators of SHDI from the first years results, 2) developing blueprint of the instrument, 3) developing instruments draft, 4) instrument validation by experts, 5) revising instrument validation results, 6) practitioner testing (UKS teachers), 7) panel testing of instrument, 8) small group trial, 9) final instrument. The results showed that; 1) based on expert review, 90% of the items in the instrument is relevant, 2) from expert test, the instrument of SHDI was approved to be continued, 3) from the panel test there was a change in weightage and addition of health indicators, 4) the trial results showed that the instrument had a sufficient feasibility, and thus could be used to measure SHDI. In the following year we would measure use the instrument in schools to obtain an picture of health school development in Buleleng District
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
