Ilmiah SPIRIT
Not a member yet
    361 research outputs found

    PENGARUH LATIHAN TERHADAP KEMAMPUAN PUKULAN DRIVE PADA PERMAINAN TENIS MEJA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan koordinasi mata tangan dan latihan daya ledak tungkai terhadap kemampuan pukulan drive pada permainan tenis meja. Kemampuan melakukan pukulan drive yang efektif merupakan salah satu keterampilan fundamental yang harus dikuasai oleh atlet tenis meja untuk dapat bersaing di level kompetitif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah atlet tenis meja dengan sampel sebanyak 40 orang yang dibagi menjadi empat kelompok perlakuan. Kelompok pertama diberikan latihan koordinasi mata tangan tinggi dan daya ledak tungkai tinggi, kelompok kedua diberikan latihan koordinasi mata tangan tinggi dan daya ledak tungkai rendah, kelompok ketiga diberikan latihan koordinasi mata tangan rendah dan daya ledak tungkai tinggi, dan kelompok keempat diberikan latihan koordinasi mata tangan rendah dan daya ledak tungkai rendah. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pukulan drive yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan ANOVA dua jalur dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan koordinasi mata tangan terhadap kemampuan pukulan drive (p < 0,05), terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan daya ledak tungkai terhadap kemampuan pukulan drive (p < 0,05), dan terdapat interaksi antara koordinasi mata tangan dan daya ledak tungkai terhadap kemampuan pukulan drive (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi latihan koordinasi mata tangan dan daya ledak tungkai secara bersama-sama memberikan kontribusi optimal terhadap peningkatan kemampuan pukulan drive pada permainan tenis meja

    ANALISIS STATUS GIZI DAN KEBUTUHAN KALORI PESERTA DIDIK KELAS VII DI SEKOLAH SMP NEGERI 1 SINGARAJA

    Get PDF
    Permasalahan gizi ganda pada remaja, yang meliputi gizi kurang, anemia, serta peningkatan gizi lebih dan obesitas, merupakan tantangan kesehatan serius yang berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan status gizi dan kebutuhan kalori peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi (antropometri) dan dianalisis untuk menentukan kategori status gizi kurus, ideal, gemuk, dan obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) serta menghitung kebutuhan kalori harian (KKH) peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil status gizi dan kebutuhan kalori peserta didik yang belum mencapai status gizi optimal. Dari total 195 dengan laki-laki berjumlah 102 orang dan 93 orang perempuan peserta didik di kategori underweight terdapat 108 orang (55%), kategori ideal 75 orang (38%), kategori overweight orang (2%), dan kategori obesity 8 orang (4%). Sedangkan untuk kebutuhan kalori, rata-rata kebutuhan gizi karbohidrat peserta didik sebesar 410 gram, rata-rata kebutuhan lemak sebesar 76 gram, dan kebutuhan protein sebesar 102 gram. Hasil ini diharapkan dapat berfungsi sebagai rekomendasi ilmiah bagi pihak sekolah, keluarga, dan terutama guru PJOK dalam merancang dan menyesuaikan program asupan gizi dan aktivitas fisik yang tepat, guna mendukung perkembangan dan pertumbuhan optimal peserta didik. Kata Kunci: status gizi, kebutuhan kalori, remaja transisi, pjok, bulelen

    PENGARUH SENAM AERO DANCE DAN SENAM AEROBIK TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN AEROBIK DI SANGGAR SENAM SAHABAT AERO SPORT KABUPATEN WONOGIRI

    Get PDF
    Program latihan di pusat kebugaran sering kali belum disesuaikan secara optimal dengan tujuan kebugaran anggota, sehingga hasil latihan kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam aero dance dan senam aerobik terhadap peningkatan kapasitas aerobik. Metode yang digunakan adalah Ex post Facto dengan Harvard Step Test sebagai alat ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan kemampuan aerobik yang signifikan antara tes awal dan tes akhir. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada kelompok senam aero dance, nilai tes akhir mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tes awal dengan nilai t hitung sebesar 9,20. Demikian pula pada kelompok senam aerobik, tes akhir menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tes awal dengan nilai t hitung sebesar 12,42. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara efektivitas senam aero dance dan senam aerobik. Oleh karena itu, disarankan agar program latihan dirancang dan dilaksanakan secara terencana sesuai dengan tujuan latihan untuk memperoleh hasil yang optimal.  Kata kunci: Senam Aero Dance, Senam Aerobik, dan Kemampuan aerobik

    ANALISIS KEKUATAN OTOT TERHADAP RISIKO CEDERA MUSKULOSKELETAL PADA MAHASISWA

    No full text
    Cedera muskuloskeletal merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat di kalangan mahasiswa perguruan tinggi, namun kajian yang menghubungkan kekuatan otot secara objektif dengan risiko cedera pada konteks akademik di Indonesia masih sangat terbatas. Menganalisis hubungan antara kekuatan otot punggung dan tungkai dengan risiko cedera muskuloskeletal pada mahasiswa/mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM). Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 150 mahasiswa yang dipilih melalui random sampling yang dilaksanakan di Universitas Negeri Makassar. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi antara kekuatan otot dengan cedera muskuluskeletal dengan menggunakan kekuatan otot punggung dan otot tungkai. Kekuatan otot punngung dan tungkai diukur menggunakan back-and-leg dynamometer sedangkan Keluhan muskuloskeletal dinilai melalui Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) versi tervalidasi bahasa Indonesia. Prevalensi keluhan muskuloskeletal mencapai 72,0% dengan regio paling dominan adalah punggung bawah (48,0%), mayoritas responden adalah laki-laki (54,7%) dengan usia rata-rata 21,4 ± 1,8 tahun. Terdapat korelasi negatif signifikan antara seluruh parameter kekuatan otot dengan skor NMQ (r = -0,558; p < 0,01). Analisis regresi logistik multivariat menunjukkan kekuatan otot punggung (OR=0,963; 95%CI: 0,944-0,982; p=0,000) dan kekuatan tungkai (OR=0,969; p=0,000) yang menunjukkan bahwa kekuatan otot punggung dan tungkai, terbukti bersifat protektif terhadap cedera muskuloskeletal pada mahasiswa/mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM). Kata Kunci: kekuatan otot, cedera muskuloskeletal, Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), back-and-leg dynamomete

    MODEL PEMBINAAN BERKELANJUTAN DALAM PENGEMBANGAN ATLET RUGBY DAERAH: STUDI KUALITATIF SISTEM TALENT DEVELOPMENT DI KABUPATEN BOYOLALI

    No full text
    Model pembinaan berkelanjutan dalam pengembangan atlet rugby daerah menjadi fondasi strategis dalam membangun sistem sport development yang sistematis dan berorientasi jangka panjang. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada dinamika sistem pembinaan rugby di Kabupaten Boyolali selama rentang waktu dua ribu tujuh belas hingga dua ribu dua puluh lima. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif terhadap aktivitas latihan dan kompetisi serta dokumentasi program kerja, arsip prestasi, dan distribusi atlet ke tingkat provinsi. Hasil analisis menunjukkan adanya struktur latihan terperiodisasi, mekanisme identifikasi bakat yang konsisten, serta pola regenerasi atlet yang terintegrasi antara level junior dan senior. Capaian prestasi pada tingkat provinsi dan nasional disertai peningkatan jumlah atlet yang lolos ke tim Provinsi Jawa Tengah mengindikasikan efektivitas sistem pengembangan yang diterapkan. Tata kelola organisasi yang adaptif dan dukungan lingkungan sosial memperkuat stabilitas program pembinaan. Model berbasis proses dan konsistensi kelembagaan menjadi faktor determinan dalam menghasilkan prestasi yang berkelanjutan. Temuan ini berkontribusi pada penguatan kerangka konseptual sport development di tingkat kabupaten serta menawarkan model pembinaan yang berpotensi direplikasi pada cabang olahraga daerah lainnya

    PENGARUH LATIHAN LARI ZIGZAG DALAM MENINGKATKAN KELINCAHAN PADA MAHASISWA OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan lari zigzag terhadap peningkatan kelincahan pada mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan rekreasi di Universitas Negeri Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-test dan post-test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar, dengan sampel sebanyak 30 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kelincahan adalah Illinois Agility Run Test. Latihan lari zigzag diberikan selama delapan minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan (paired sample t-test) dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan latihan lari zigzag terhadap peningkatan kelincahan mahasiswa, dengan nilai t-hitung sebesar 8,742 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Rerata nilai kelincahan sebelum perlakuan adalah 18,34 detik dan setelah perlakuan meningkat menjadi 15,67 detik. Disimpulkan bahwa latihan lari zigzag secara signifikan mampu meningkatkan kelincahan mahasiswa olahraga di Universitas Negeri Makassar. Implikasi penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam penyusunan program latihan fisik khususnya komponen kelincahan bagi mahasiswa olahraga. Kata Kunci: Latihan Lari Zigzag, Kelincahan, Mahasiswa Olahraga, Illinois Agility Run Tes

    EFEKTIVITAS LATIHAN PROPRIOSEPTIF TERHADAP PEMULIHAN CEDERA LIGAMEN LUTUT PADA ATLET SEPAK BOLA

    No full text
    Cedera ligamen lutut merupakan salah satu cedera yang paling sering dialami oleh atlet sepak bola dan berdampak signifikan terhadap performa serta keberlangsungan karier mereka. Latihan proprioseptif diyakini mampu memulihkan fungsi neuromuskular dan mempercepat proses rehabilitasi pasca cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan proprioseptif terhadap pemulihan cedera ligamen lutut pada atlet sepak bola. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test post-test control group design. Subjek penelitian berjumlah 20 atlet sepak bola yang mengalami cedera ligamen lutut Grade I dan Grade II, dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=10) yang mendapat latihan proprioseptif terstruktur selama delapan minggu, dan kelompok kontrol (n=10) yang mendapat program rehabilitasi konvensional. Pengukuran dilakukan menggunakan Lysholm Knee Scoring Scale, serta pengukuran kekuatan otot quadrisep. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol dalam hal skor Lysholm (p=0,001), dan kekuatan otot (p=0,003). Rerata peningkatan skor Lysholm kelompok eksperimen sebesar 28,4 poin lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Latihan proprioseptif terbukti secara signifikan lebih efektif dibandingkan rehabilitasi konvensional dalam mempercepat pemulihan fungsi lutut atlet sepak bola yang mengalami cedera ligamen. Kata Kunci: latihan proprioseptif, Lysholm Knee Scoring Scale, cedera ligamen lutut

    PENGARUH LATIHAN BOLA PANTUL KE DINDING DAN BOLA PANTUL KE LANTAI TERHADAP PASSING BAWAH DALAM PERMAIANAN BOLAVOLI SISWA SMK NEGERI 3 MAKASSAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pengaruh latihan bola pantul ke dinding terhadap keterampilan passing bawah dalam permaianan bolavoli siswa ekstrakurikuler bolavoli SMK Negeri 3 Makassar. (2) Untuk mengetahui pengaruh latihan bola pantul ke lantai terhadap keterampilan passing bawah dalam permaianan bolavoli siswa ekstrakurikuler bolavoli SMK Negeri 3 Makassar. (3) Untuk mengetahui perbedaan latihan bola pantul ke dinding dan bola pantul ke lantai terhadap keterampilan passing bawah dalam permaianan bolavoli siswa ekstrakurikuler bolavoli SMK Negeri 3 Makassar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment). Pengukuran keterampilan passing bawah sebagai pres test atau tes awal kemudian membaerikan perlakukan berupa dua metode latihan, untuk kelompok eksperimen A diberikan latihan bola pantul kedinding dan untuk kelompok eksperimen B diberikan latihan bola pantul kelantai dan pada akhirnya akan di tes akhir atau post test. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler bolavoli SMK Negeri 3 Makassar, Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling, Sehingga dari jumlah populasi 20 siswa dan sampel sebanyak 20 siswa. Hasil penelitian ini (1) Ada pengaruh latihan bola pantul ke dinding terhadap keterampilan passing bawah dalam permaianan bolavoli siswa ekstrakurikuler bolavoli SMK Negeri 3 Makassar, yang terbukti dari nilai t hitung (7.359) > t table (2.262). (2) Ada pengaruh latihan bola pantul ke lantai terhadap keterampilan passing bawah dalam permaianan bolavoli siswa ekstrakurikuler bolavoli SMK Negeri 3 Makassar, yang terbukti dari nilai t hitung (4.630) > t table (2.262). (3) Ada perbedaan latihan bola pantul ke dinding dan bola pantul ke lantai terhadap keterampilan passing bawah dalam permaianan bolavoli siswa ekstrakurikuler bolavoli SMK Negeri 3 Makassar, terbukti dari nilai t hitung (2.886) > t table (2.101)

    IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK MATERI SEPAK BOLA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII A SMP MUHAMMADIYAH 2 SINGARAJA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada materi sepak bola melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada peserts didik kelas VII A SMP Muhammadiyah 2 Singraja. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 27 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar pada siklus I mencapai rata-rata 74% dan meningkat menjadi 100% pada siklus II. Aspek sikap mencapai ketuntasan 100% pada kedua siklus, aspek pengetahuan meningkat dari 67% menjadi 100%, dan aspek keterampilan meningkat dari 74% menjadi 100%. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar PJOK pada materi sepak bola Kata Kunci: Problem Based Learning, hasil belajar, PJOK, shooting, sepakbol

    KONTRUKSI PENGETAHUAN PRAKTIS GURU PENDIDIKAN JASMANI DI ERA KURIKULUM MERDEKA

    Get PDF
    Kurikulum Merdeka menuntut guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk memiliki pengetahuan praktis yang adaptif, reflektif, dan kontekstual dalam mengimplementasikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konstruksi pengetahuan praktis guru PJOK dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri atas lima guru PJOK jenjang sekolah dasar dan menengah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, pemberian kode, pengelompokan tema, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mendorong terjadinya transformasi peran guru PJOK dari instruktur menjadi fasilitator dan reflektor pembelajaran. Pengetahuan praktis guru dibangun melalui pengalaman mengajar, refleksi berkelanjutan, serta penyesuaian strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru menerapkan pembelajaran yang lebih fleksibel melalui asesmen diagnostik, pembelajaran berdiferensiasi, project-based learning sederhana, dan aktivitas gerak yang kontekstual. Namun demikian, tantangan masih ditemukan, terutama terkait keterbatasan waktu, tuntutan administrasi, dan kesulitan dalam menerapkan diferensiasi secara optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas guru PJOK melalui pelatihan berkelanjutan, kolaborasi profesional, dan pengembangan komunitas belajar untuk mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka

    281

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ilmiah SPIRIT
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇