1,720,957 research outputs found
INOVASI PELAYANAN PUBLIK PADA APLIKASI MOBILE JKN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KOTA TANGERANG
Pelayanan publik dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan organisasi atau instansi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan hadirnya teknologi informasi akan memudahkan pelayanan sektor kesehatan termasuk pelayanan BPJS kesehatan cabang kota Tangerang, aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, Aplikasi mobile JKN merupakan suatu bentuk transformasi digital model bisnis BPJS Kesehatan yang semula berupa kegiatan administrasi dilakukan di kantor cabang, ditransformasi ke dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan oleh peserta dimana saja dan kapan saja tanpa Batasan waktu (selfservice). Dalam penerapan aplikasi mobile JKN ini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui serta menggunakan Mobile JKN, masih adanya keluhan penggunaan aplikasi ini. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui, bagaimana pandangan masyarakat terhadap aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bagaimana faktor penghambat dalam penggunaan aplikasi mobile JKN, serta bagaimana upaya yang dilakukan BPJS Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik pada aplikasi mobile JKN. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa upaya yang dilakukan BPJS kesehatan melalui aplikasi mobile JKN sudah cukup baik
Optimalisasi Aplikasi Tangerang Live Dalam Mewujudkan Smart City di Kota Tangerang
<table>
<tbody>
<tr>
<td>
<p><em><span>Banyaknya masyarakat pengguna yang mengeluhkan buruknya aplikasi ini melalui kolom reviews di playstore aplikasi Tangerang LIVE </span></em><em><span>k</span></em><em><span>arena banyak masyarakat mengeluhkan buruknya kualitas layanan aplikasi Tangerang LIVE, sebagai penyedia layanan jasa, pemerintah harus meninjau guna meningkatkan dan memperbaiki bagian-bagian yang kurang memuaskan</span></em><em><span>, d</span></em><em><span>engan terdapatnya keluhan yang disematkan untuk aplikasi Tangerang LIVE ini akan memiliki pengaruh yang kuat yang akan mengakibatkan pada penurunan kualitas layanan dari aplikasi tersebut. Rendahnya kualitas<span>..</span>layanan aplikasi Tangerang LIVE ini dapat mempengaruhi kepuasan masyarakat pengguna</span></em><em><span>. T</span></em><em><span>ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui </span></em><em><span>Optimalisasi Aplikasi Tangerang Live Dalam Mewujudkan Smart City Di Kota Tangerang</span></em><em><span>. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode </span></em><em><span>kualitatif</span></em><em><span>,</span></em><em><span> model penelitian yang bersifat deskriptif f,</span></em><em><span> tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah </span></em><em><span>observasi</span></em><em><span>, wawancara dan dokumentasi.</span></em><em><span> </span></em><em><span><span> </span>Terbentuknya Tangerang LIVE didukung dengan diterbitkannya Peraturan Walikota Tangerang Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tangerang LIVE dibentuk atas dasar visi yang dimiliki walikota dan wakil walikota Kota Tangerang. Dengan visi yang dimilikinya, pemerintah Kota Tangerang merealisasikan sebuah konsep Tangerang LIVE, konsep ini dibentuk untuk mewujudkan konsep kota pintar yang akan diterapkan ke dalam pemerintahan Kota Tangerang. </span></em><em><span>Program Tangerang LIVE</span></em><em><span> ini menjadi</span></em><em><span> sebuah aplikasi berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi pemerintahan Kota Tangerang, menjadi salah satu elemen pendukung smart city. Menurut data BPS tahun 2021, jumlah penduduk Kota Tangerang adalah 1.85</span></em><em><span>7</span></em><em><span>.462 jiwa, Dari </span></em><em><span>jumlah tersebut </span></em><em><span>hanya </span></em><em><span>951.122</span></em><em><span> yang mengunduh aplikasi Tangerang LIVE sejak 2016</span></em><em><span>. Aplikasi Tangerang LIVE merupakan aplikasi yang memiliki multi fungsi dengan 6 dimensi didalamnya yang merupakan kepanjangan dari Liveable (Layak Huni), Investable (Layak Investasi), Visitable (Layak Dikunjungi), dan E-City (Kota Digital). Melalui Tangerang LIVE, pemerintah Kota Tangerang mengembangkan program-program ke dalam dimensi-dimensi</span></em><em><span>,</span></em><em><span> yaitu smart environment, smart government, smart economy, smart people, smart living, dan smart mobility</span></em><em><span>.</span></em><em><span> Pemerintah Kota Tangerang dengan mengeluarkan konsep Tangerang LIVE bertujuan memberikan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai pemenuhan kebutuhan yang dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakatnya, serta ingin menjadikan</span></em><em><span> </span></em><em><span>kota yang lebih berkembang dan sejahtera.</span></em></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
Inovasi Sektor Publik Dalam Pengelolaan Surat Menyurat Internal Melalui Program E-Office Di Kecamatan Priuk Kota Tangerang
<table>
<tbody>
<tr>
<td>
<p><em><span>Penelitian ini didasarkan untuk melihat bagaimana Inovasi Sektor Publik Dalam Pengelolaan Sirat Menyurat Internal Melalui Program E-Office Di Kecamatan Periuk Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan Teori Inovasi</span></em><em><span> Rogers (1983)</span></em><em><span> yang memiliki 5 indikator, yaitu : Keuntungan Relatif (Relative Adventage) Kesesuaian (Compatibility) Kerumitan (Complexity) Kemungkinan dicoba (Triability) Kemudahan diamati (Obsevability). Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dan efektivitas program e-office di Kecamatan Periuk Kota Tangerang, temuan pada penelitian ini adalah dari segi pengelolaan sudah berjalan secara elektronik namun, dari segi efektivitas belum berjalan karena sumber daya pegawai yang beberapa sudah tua dan lamban dalam merespond kemajuan teknologi.</span></em></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI LAYANAN JEMPUT SAMPAH DI BANK SAMPAH INDUK (BSI) CIMONE KOTA TANGERANG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengoptimalkan pengelolaan Bank Sampah Induk guna mencapai hasil yang lebih baik dalam pengelolaan sampah di tingkat perkotaan. Penelitian ini akan mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan Bank Sampah Induk, termasuk infrastruktur, regulasi, partisipasi masyarakat, dan manajemen keuangan Optimalisasi Pengelolaan sampah yang ada di Bank Sampah Induk Cimone berawal adanya bank sampah unit yang mengalami pertumbuhan yang semakin banyak di Kota Tangerang, maka perlu wadah untuk mengakomodasikan. Pada akhirnya, banyak keluhan dan aspirasi dari bank sampah unit terkait masalah penjualan, armada/angkutan, banyak nya bank sampah unit yang memerlukan pendampingan. Atas dasar hal ini, Dinas Lingkungan Hidup dan adanya kesamaan dengan masyarakat mengelola sampah melalui program bank sampah untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi dan menangani permasalahan sampah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Selain itu penelitian ini dalam teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, berita, buku, dan sebagainya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Optimalisasi Pengelolaan di Bank Sampah Induk Cimone belum berjalan secara efektif. Hal ini dapat dilihat dari 3 indikator pendekatan yaitu: pendekatan sumber belum sepenuhnya sarana-prasarana dan tenaga kerja terbatas, belum sepenuhnya sosialisasi program pelayanan bank sampah induk menyentuh masyarakat. Saran mengenai penelitian ini yaitu perlu meningkatkan koordinasi dan kerja sama yang terlibat dalam Optimalisasi Pengelolaan di Bank Sampah Induk serta perlu adanya peningkatan pendampingan oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk menjaga keberlanjutan bank sampah unit, meningkatkan pola komunikasi yang baik antara bank sampah unit dengan bank sampah induk.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengoptimalkan pengelolaan Bank Sampah Induk guna mencapai hasil yang lebih baik dalam pengelolaan sampah di tingkat perkotaan. Penelitian ini akan mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan Bank Sampah Induk, termasuk infrastruktur, regulasi, partisipasi masyarakat, dan manajemen keuangan Optimalisasi Pengelolaan sampah yang ada di Bank Sampah Induk Cimone berawal adanya bank sampah unit yang mengalami pertumbuhan yang semakin banyak di Kota Tangerang, maka perlu wadah untuk mengakomodasikan. Pada akhirnya, banyak keluhan dan aspirasi dari bank sampah unit terkait masalah penjualan, armada/angkutan, banyak nya bank sampah unit yang memerlukan pendampingan. Atas dasar hal ini, Dinas Lingkungan Hidup dan adanya kesamaan dengan masyarakat mengelola sampah melalui program bank sampah untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi dan menangani permasalahan sampah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Selain itu penelitian ini dalam teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, berita, buku, dan sebagainya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Optimalisasi Pengelolaan di Bank Sampah Induk Cimone belum berjalan secara efektif. Hal ini dapat dilihat dari 3 indikator pendekatan yaitu: pendekatan sumber belum sepenuhnya sarana-prasarana dan tenaga kerja terbatas, belum sepenuhnya sosialisasi program pelayanan bank sampah induk menyentuh masyarakat. Saran mengenai penelitian ini yaitu perlu meningkatkan koordinasi dan kerja sama yang terlibat dalam Optimalisasi Pengelolaan di Bank Sampah Induk serta perlu adanya peningkatan pendampingan oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk menjaga keberlanjutan bank sampah unit, meningkatkan pola komunikasi yang baik antara bank sampah unit dengan bank sampah induk
Optimalisasi Sektor Umkm Dalam Program Kampung Tematik Waru Brillian Di Desa Bojong Renged Kecamatan Teluk Naga Dalam Prespektif Smart Village
This study aims to determine the process, obstacles and efforts made in optimizing the MSME sector that runs in Waru Brillian Thematic Village in Bojong Renged Village, Teluknaga District. This research method uses qualitative methods. Data were collected by observation, interview and documentation techniques. The types and sources of data are primary data and secondary data. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The theoretical concept used in this study is the theoretical concept of a smart village according to Novi & Ella (2019) in (Herdiana, 2019) states that the dimensions used in a smart village are resources, technology, service chain, government, community and rural environment. . Based on the results of research on the MSME sector that runs in the Waru Brillian Thematic Village, seen from the success indicators of the smart village concept, it shows that the indicators for resources, service chains, government, community, and rural environment are in the good category or in accordance with the theory of success of the smart village. While the technology indicators are said to be not optimal so that there is a need to increase the use of technology, especially in the MSME sector in Waru Brillian Thematic Village. The inhibiting factors for the UMKM Waru Brillian Thematic Village include raw materials that are difficult to find because the plants in this thematic village do not vary yet, which hinders the production process, MSME food products also do not take care of licensing, for example, we do not have a halal certificate. the existence and limitations of the technology used by the people of Bojong Renged Village, Teluknaga District. Efforts to develop MSMEs that are running in Waru Brillian Thematic Village include the need for ongoing assistance to MSMEs, the need for digitalization of MSMEs and MSME actors must be more innovative in marketing MSME products
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
