1,723,263 research outputs found

    Kamus Al-Munawir Arab Indonesia terlengkap

    No full text
    xiv, 1634 hlm, 25 c

    Kamus Al-Munawir Arab Indonesia terlengkap

    No full text
    xii, 1012 hlm, 25 c

    PRINSIP PRINSIP BERNEGARA MENURUT PANDANGAN MUNAWIR SJADZALI

    Full text link
    Prinsip adalah asas atau aturan dasar dalam bertindak dan berfikir secara benar yang dimiliki oleh seseorang yang bersumberkan dari Al-Qur’an dan As- Sunnah sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dalam bernegara ada lima prinsip pertama: Prinsip musyawarah atau konsultasi (Syura), kedua, Prinsip ketaatan kepada pemimpin, ketiga, Prinsip keadilan (Al-‘adalah), keempat, Prinsip persamaan (Al-musawah). kelima, Prinsip hubungan antar umat dari berbagai agama. Rumusan masalah dalam skripsi ini “Pemikiran Munawir Sjadzali tentang Prinsip-prinsip Bernegara dan Relevansi Pemikiran Munawir Sjadzali tentang Prinsip-prinsip Bernegara di Indonesia..?”. Tujuan dari penulisan skripsi adalah untuk mengetahui Bagaimana Pemikiran Munawir Sjadzali tentang Prinsipprinsip Bernegara dan Relevansi Pemikiran Munawir Sjadzali tentang Prinsipprinsip Bernegara di Indonesia.?. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian pemikiran (pustaka) dimana sifat penelitian ini adalah deskriptif analisis, Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan membaca, menelaah serta menganalisis buku-buku, majalah, buletin, jurnal dan karya ilmiah lainnya yang berhubungan dengan judul skripsi ini yang kemudian data yang diperoleh diklasifikasikan sesuai dengan permasalahan dalam skripsi ini. Sedangkan metode analisisnya adalah; metode diskriptif-analitis dan metode analisis isi (Content Analysis). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemikiran Munawir Sjadzali tentang Prinsip-prinsip Bernegara, dapat dikatakan bahwa dalam kitab suci umat Islam itu terdapat seperangkat prinsip-prinsip dan tata nilai etika bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Selebihnya baik dalam Al-Qur’an maupun Assunnah Rasul tidak mengajarkan sistem pemerintahan tertentu yang harus di anut, tetapi yang paling pokok dan utama yang harus dimiliki dalam bernegara ialah musyawarah atau syuro. Relevansi Pemikiran Munawir Sjadzali tentang Prinsipprinsip Bernegara di Indonesia adalah bagi Munawir Sjadzali, prinsip utama Islam telah diberlakukan dalam kehidupan bernegara di Indonesia, yaitu terjadinya musyawarah untuk mufakat dalam proses pembentukan dasar negara Indonesia. Melalui musyawarah untuk mufakat itulah menjadi dasar pokok bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia. Munawir Sjadzali mengatakan bahwa yang paling pokok dan utama yang harus dimiliki dalam bernegara ialah musyawarah atau syuro

    Dinamika pemikiran politik Islam Munawir Sjdazali 1950-1995

    Full text link
    Pemikiran Politik Islam Munawir Sjadzali merupakan salah satu pemikiran yang memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menyumbang pemikiran Islam di Indonesia. Dimulai pada tahun 1950 yang menjadi titik balik kehidupannya membuka jalan untuk mendalami lebih jauh mengenai pemikiran politik Islam hingga diangkatnya menjadi Menteri Agama. dinamika pemikian politik Islam Munawir Sjadzali terus berkembang menjadi semakin kompleks. Tujuan dari penelitian ini : pertama untuk mengetahui riwayat hidup dan karya juga penghargaan yang di dapat Munawir Sjadzali dalam perjalanan kariernya di perpolitikan Indonesia. kedua, yaitu untuk mengetahui bagaimana dinamika pemikiran politik Islam Munawir Sjadzali sejak 1950 sampai dengan 1995. Sedangkan metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian sejarah, dalam penelitian ini penulis mengkaji pemikiran di masa lalu. Adapun langkah-langkah penelitian heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, dapat disimpulkan sebagai berikut: pertama Munawir merupakan tokoh besar yang pernah bekerja di Kemenlu dan dua periode menjabat sebagai Menteri Agama di Orde Baru, pemikiran politik Islamnya lahir dari proses belajar dan literasi-literasi yang telah ditelaahnya selama menempuh Pendidikan di luar negeri dan saat menjadi diplomat di Timur Tengah. Kedua Dinamika pemikiran politik Islam Munawir Sjadzali yang mengalami perkembangan mengikuti Munawir Sjadzali yang tak henti-hentinya menelaah literasi-literasi Islam hingga pada tahun 1993 Munawir Sjadzali menerbitkan sebuah buku mengenai sejarah dan ajaran pemikiran politik Islam, yang pada saat itu menjadi banyak rujukan mahasiswa untuk mempelajari mengenai pemikiran politik Islam

    Perpajakan/ Munawir

    No full text
    viii, 307 hal. : ill. ; 25 c

    Perpajakan/ Munawir

    No full text
    viii, 307 hal. : ill. ; 25 c

    Hubungan Islam dan Negara (Studi Pemikiran Politik Munawir Sjadzali)

    Full text link
    Pokok masalah penelitian ini adalah hubungan Islam dan negara (studi pemikiran politik Munawir Sjadzali). Kemudian diuraikan dalam sub masalah, yaitu1)Bagaimana corak pemikiran politik Munawir Sjadzali ?2)Bagaimana hubungan Islam dan negara dalam pandangan Munawir Sjadzali? 3)Bagaimana kontribusi pemikiran politik Munawir Sjadzali terhadap perpolitikan di Indonesia? Penelitianini bertujuan. 1)Untuk memahami corak pemikiran politik Munawir Sjadzali.2) Untuk menelusuri lebih jauh alam pemikiran politik Munawir Sjadzali tentang keterkaitan antara Islam dan negara. 3)Untuk mengetahui kontribusi pemikiran politik Munawir Sjadzali terhadap perpolitikan diIndonesia. Jenis Penelitian ini bersifat kualitatif yang bercorak deskriptif. Jenis penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis dan akurat berkaitan dengan pemikiran politik Munawir Sjadzali tentang hubungan Islam dan negara.Pendekatan yang digunakan adalah Pendekatan sosiologis,Pendekatan historis, Pendekatankebudayaan dan Pendekatan filosofis. Kajian kepustakaan ini menggunakan dua sumber data, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisa filsafat. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa corak pemikiran politik Munawir Sjadzali sebagian besar diekspresikan dalam agenda reaktualisasi Islam, mempunyai kontribusi besar dalam mengembangkan makna baru politik Islam. Dengan demikian dapat dilihat bahwa kerangka pemikiran politik yang dibangun oleh Munawir Sjadzali adalah bersifat substansi alistik yang berorentasi pada nilai-nilai musyawarah (syura), keadilan(‘Adl) dan persamaan (musawah). Munawir Sjadzali berpandangan bahwa terdapat tiga aliran tentang hubungan antara Islam dan ketatanegaraan. Aliran pertama, berpendirian bahwa Islam bukanlah semata-mata agama dalam pengertian Barat, yakni hanya menyangkut hubungan antara manusia dan Tuhan, sebaliknya Islam adalah satu agama yangsempurna dan yang lengkap dengan pengaturan bagi segala aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara. Aliran kedua berpendirian bahwa Islam adalah agama dalam pengertian Barat, tidak ada hubungannya dengan urusan kenegaraan. Aliran ketiga menolak pendapat pertama dan kedua. Munawir Sjadzali menerima pandangan ketiga dengan alasan. Aliran yang percaya bahwa di dalam Islam terdapat seperangkat prinsip dan tata nilai etika bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara seperti yang ditemukan dalam al-Qur’an memiliki kelenturan dalam pelaksanaan dan penerapannya dengan memperhatikan perbedaan situasi dan kondisi antara satu zaman dengan zaman lainnya, antara satu budaya dengan budaya yang lain. Kontribusi pemikiran politik Munawir Sjadzali terhadap pemikiran politik di Indonesia khususnya kepada umat Islam pada umumnya sangat besar. Seperti halnya: Dilihat dari aspek sosial, Munawir Sjadzali sebagai Menteri Agama pernah mengurungkan dukungannya terhadap proyek H.B. Jassin seorang kritikus sastraIndonesia terkemuka pertama yang menerjemahkan al-Qur’an ke dalam BahasaIndonesia yang puitis, Pembenahan IAIN, Asas Pancasila Tunggal Pancasila,Penyempurnaan SKB Tiga Menteri 1975; Undang-Undang Peradilan Agama, Proyek Kompilasi Hukum Islam; Gagasan Reaktualisasi Ajaran Islam dan lain-lain. Adapun implikasi penelitian adalah penulis menyarankan agar perlu memahami corak pemikiran politik Munawir Sjadzali. Perlunya memahami pemikiran politik Munawir Sjadzali tentang hubungan Islam dan negara, khususnyadi Indonesia sebagai bahan kajian pemikiran politik Islam sehingga mampu melahirkan paradigma baru dalam mengkaji realitas sosial keummatan. Perlunyajuga memahami kontribusi pemikiran politik Munawir Sjadzali terhadapperpolitikan di Indonesia secara komprehensif agar menjadi formula bagi krisis pemikiran dewasa ini

    Perpajakan/ Munawir

    No full text
    viii, 307 hal. : ill. ; 25 cm

    Pentafsiran ayat-ayat mawarith menurut H. Munawir Sjadzali / Ali Akbar

    Full text link
    Disertasi ini mengkaji H. Munawir Sjadzali dan pemahamannya berkaitan ayat-ayat Mawarith khususnya mengenai ayat 11 surah al-Nisa‟. Pentafsiran beliau berkenaan ayat 11 surah al-Nisa‟ adalah merupakan hasil tulisan beliau sendiri yang dikarang dalam bentuk artikel. Artikel tersebut bertajuk “Reaktualisasi Ajaran Islam” telah dimuatkan di dalam beberapa buah buku seperti “Polemik Reaktualisasi Ajaran Islam” yang disunting oleh Drs. Iqbal Abdurrauf Saimima, “Kontekstualisasi Ajaran Islam 70 Tahun Prof. Dr. H. Munawir Sjadzali. MA” oleh Tim Editor Muhamad Wahyuni Nafis serta buku yang berjudul “Islam: Realitas Baru Dan Orientasi Masa Depan Bangsa” oleh H. Munawir Sjadzali dan sebagainya. Terdapat beberapa objektif yang ingin dicapai dalam kajian ini iaitu mengenai ketokohan H. Munawir Sjadzali di Indonesia serta pengaruh, pemahaman dan pentafsirannya akan ayat- ayat mawarith khususnya ayat 11 surah al-Nisa‟. Selain itu, dibuat juga perbandingan metode pentafsiran yang diguna pakai oleh beliau dengan para mufasir sebelumnya dan ulasan serta tanggapan akan permasalahan yang berlaku. Untuk tujuan itu, kajian ini dibahagikan kepada lima bab iaitu bab pertama merupakan bab pendahuluan yang berfungsi sebagai kata penghantar terhadap kajian ini. Bab kedua pula, menjelaskan tentang hukum Mawarith manakala bab ketiga menyentuh tentang latar belakang dan biografi tokoh H. Munawir Sjadzali serta pengaruhnya di Indonesia. Bab keempat mengungkapkan tentang pentafsiran H. Munawir Sjadzali berkenaan ayat 11 surah al-Nisa‟ serta analisis hujah- hujah beliau dan bab kelima pula merupakan bab penutup. Kajian ini telah berjaya menghasilkan dapatan mengenai ketokohan H. Munawir Sjadzali yang merupakan seorang cendekiawan dan pemikir Muslim yang mempunyai minat yang mendalam terhadap bidang tafsir serta merupakan seorang yang berpengaruh dalam perkembangan agama Islam di Indonesia. Penulis mendapati bahawa pentafsiran H. Munawir Sjadzali mengenai ayat 11 surah al-Nisa‟ lebih ditujukan kepada roh dan semangat ajaran Islam yang terkandung di dalam Quran dan bukan kepada teks harfiah Quran semata-mata. Beliau lebih tertumpu kepada keterbukaan mengungkapkan pendapat secara objektif yang bertentangan dengan pendapat para ulama sebelumnya. Akhirnya, dalam kajian ini penulis mendapati beliau tergolong di kalangan mereka yang berfikiran secara liberal

    Munawir Sjadzali dalam pengembangan islam di indonesia

    No full text
    Penelitian ini tentang peran Munawir Sjadzali dalam perkembangan Islam di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, Munawir Sjadzali adalah seorang tokoh agama yang dihormati, seorang diplomat yang terampil, seorang politikus yang bijak,dan seorang intelek yang jenius yang dalam mengembangkan ajaran islam di indonesia berpijak pada metode pemikirannya sendiri yaitu: pertama, kontekstualisasi ajaran islam, yakni pintu ijtihad selalu terbuka dan dalam al-qur'an dan hadis terdapat naskh.kedua, dinamisasi ajaran islam. Ketiga, al-maslahah al-mursalah meliputi kemaslahatan adalah tujuan syariat dan keadilan adalah dasar kemaslahatan.x, 78 hlm
    corecore