45 research outputs found
INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH SUMBER INDUSTRI GULA, DESA CUKIR, KECAMATAN DIWEK, JOMBANG, JAWA TIMUR
PERANCANGAN BANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM (SUMBER AIR SUNGAI KRUKUT, JAKARTA SELATAN)
Rancang Bangun Antena Horn Planar Frekuensi 1 – 3 GHz untuk Ground Penetrating Radar
ABSTRAKAntena horn planar merupakan antena yang menggunakan salah satu sisi antena horn berbentuk piramida dan beroperasi pada frekuensi diatas 1000 MHz. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat antena horn yang digunakan pada sistem ground penetrating radar (GPR) dan digunakan untuk mendeteksi objek bawah permukaan pada kedalaman rendah dan resolusi tinggi. Pada simulasi terlihat bahwa sinyal output dari keluaran yang dihasilkan sesuai dengan keluaran transmitter. Perancangan antena diawali dengan menggunakan software CST Studio kemudian difabrikasi menggunakan material substrat FR-04 dengan panjang dielektrik 4,3 dan tebal 1,6 mm. Produk rancangan mempunyai nilai VSWR dibawah 2 dan bandwidth 2,4 GHz dengan hasil port signal yang baik, dan untuk hasil fabrikasi memiliki nilai VSWR dibawah 2 dengan bandwidth 2,4GHz dan hasil port signal yang baik sesudah data diolah, untuk pencatuan antena menggunakan microstrip line. Antena yang dirancang sudah memenuhi persyaratan yang diperlukan.Kata kunci: GPR, Antena Horn Planar, VSWR, FR-04 ABSTRACTAn antenna that employs one side of the pyramid-shaped horn antenna and functions at frequencies higher than 1000 MHz is called a planar horn antenna. In order to identify subsurface objects at low depths and high resolution, the goal of this project is to develop a horn antenna for the ground penetrating radar (GPR) system. It is evident from the simulation that the output signal generated by the output is consistent with the output of the transmitter. CST Studio software is used to design the antenna, which is then made from FR-04 substrate material that has a thickness of 1.6 mm and a dielectric length of 4.3. Following data processing, the fabrication results show a VSWR value below 2 with a bandwidth of 2.4GHz and good port signal results for antenna supply utilizing a microstrip line. The design product also has a VSWR value below 2 and a bandwidth of 2.4GHz. The antenna's design satisfies the necessary spesificationsKeywords: GPR, Antena Horn Planar, VSWR, FR-0
The Representation of Men in Online Feminist Magazine Magdalene.co: A Critical Discourse Analysis.
Bahasa dan fenomena sosial sering membangun hubungan dialektis di mana yang satu bisa menjadi cerminan bagi yang lain. Salah satu produk dari hubungan ini adalah representasi yang dihasilkan oleh media. Media seringkali menanamkan tujuan ideologis dalam mengedarkan representasi ini kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sudut pandang kritis untuk mendobrak tujuan tersebut. Penelitian ini mencoba mengungkap representasi laki-laki dalam majalah online feminis bernama Magdalene.co untuk menunjukkan hubungan yang transparan antara bahasa, praktik sosial, dan struktur sosial.
Saya menggabungkan model tiga dimensi Fairclough dari CDA dan transitivitas Halliday dengan tujuan untuk menganalisis data. Karena data berupa artikel, maka digunakan pendekatan kualitatif dan analisis dokumen.
Studi ini mengungkapkan bahwa Magdalene.co menghasilkan lima representasi laki-laki melalui empat artikel dalam rubrik Gender dan Seksualitas. Mereka adalah (1) Laki-laki Korban Patriarki, (2) Laki-Laki Tertekan Secara Sosial dan Keterbatasan Emosi, (3) Laki-Laki Memiliki Keistimewaan, (4) Laki-Laki Membutuhkan Feminisme, dan (5) Laki-Laki Harus Bebas Mengekspresikan Diri. Representasi tersebut sebagian besar disampaikan melalui klausa aktif-positif yang mengandung proses relasional. Selain itu, representasi tersebut juga merupakan konsekuensi dari sudut pandang redaksi Magdalene.co yang mengadopsi advokasi dan jurnalisme sensitif gender. Pengadopsian konsep-konsep tersebut juga bertujuan untuk menciptakan paradigma baru tentang maskulinitas. Selanjutnya, tujuan dalam menciptakan paradigma baru tentang maskulinitas diturunkan dan dipengaruhi oleh gagasan yang dibawa oleh feminisme gelombang ketiga tentang hakikat identitas yang mengarah pada gagasan kontribusi laki-laki dalam gerakan feminis dan melahirkan Aliansi Laki-Laki Baru. Oleh karena itu, Aliansi Laki-Laki Baru berperan penting dalam menginspirasi representasi yang dihasilkan oleh Magdalne.co dan digambarkan sebagai contoh terbaik bagaimana seharusnya komunitas laki-laki
PENGARUH MEDIA TANAM DAN NUTRISI POC KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa L.) PADA HIDROPONIK SISTEM WICK
Sawi pagoda (Brassica narinosa L.) mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan, namun diketahui bahwa produksi sawi pagoda masih terbatas. Sistem hidroponik merupakan salah satu solusi untuk bertanam di lahan yang terbatas. Penggunaan media tanam dan POC sebagai upaya peningkatan hasil produksi. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendapatkan jenis media tanam dan dosis jenis nutrisi yang memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.) pada hidroponik sistem wick. Metode yang dipakai ialah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan. Terdapat 2 faktor, dari kombinasi kedua faktor tersebut dihasilkan 16 perlakuan. Faktor pertama ialah jenis media tanam yang terdiri dari 4 taraf yaitu m0 (Rockwool), m1 (Hydroton), m2 (Serabut Kelapa), dan m3 (Cocopeat). Faktor kedua ialah jenis dosis nutrisi yang terdiri dari 4 taraf yaitu k0 (10 ml/lt AB Mix), k1 (10 ml/lt AB Mix + 20 ml/lt air POC keong mas), k2 (8 ml/lt AB Mix + 30 ml/lt air POC keong mas), dan k3 (6 ml/lt AB Mix + 40 ml/lt air POC keong mas) sehingga terdapat 48 unit percobaan. Analisis data secara statistik menggunakan uji analysis of varience taraf α 5% dan diuji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf α 5%. Hasil percobaan menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara jenis media tanam dan dosis jenis nutrisi terhadap bobot segar tanaman. Jenis media tanam m0 (Rockwool) terhadap dosis jenis nutrisi k0 (10 ml/lt AB Mix) memberikan hasil rata-rata bobot segar tanaman tertinggi yaitu sebesar 166,17 g
Optimalisasi Media Sosial Dalam Meningkatkan Citra Lembaga Pendidikan Di Masa Pandemi Covid-19
Citra lembaga mempengaruhi keberhasilan kinerja lembaga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan citra positif lembaga pendidikan ialah dengan optimalisasi media sosial. Penggunaan media sosial sendiri semakin krusial seiring dengan pembatasan tatap muka yang disebabkan wabah Covid-19. Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan optimalisasi media sosial dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan di masa pandemi covid-19. Artikel ilmiah ini menggunakan metode studi literatur sebagai sumber informasi berupa data-data sekunder melalui tahap identifikasi, evaluasi, sintesis dengan sumber rujukan 10 artikel jurnal nasional dan 10 artikel jurnal internasional dan didukung dengan sumber buku sebagai penguat argumen peneliti. Dari hasil telaah studi literatur ditemukan bahwa terdapat urgensi optimalisasi media sosial dikarenakan dibatasinya kegiatan tatap muka di masa pandemi covid-19. Selain itu ada 3 hal utama yang harus dipenuhi untuk optimalisasi media sosial yakni: akun media sosial, konten visual dan konten naratif. Optimalisasi media sosial sendiri berdampak positif pada citra lembaga dikarenakan adanya aksesibilitas informasi.
Kata kunci: Citra Lembaga, Media Sosial, Pandemi Covid-1
EVALUASI STRUKTUR JEMBATAN OVERPASS STA 11+460 SEGMEN 3 PADA RUAS JALAN TOL BALIKPAPAN-SAMARINDA
Evaluasi struktur jembatan overpass dilakukan untuk memastikan kinerja dari struktur jembatan overpass yang sebenarnya terletak pada ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda segmen 3 STA 11+460. Evaluasi yang dimaksud berupa kajian kekuatan struktur pada pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan, terdiri dari PC-I girder, pilar, serta pondasi. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui tegangan awal dan tegangan akhir yang terjadi pada PC-I girde, stabilitas guling dan geser pada pilar, kapasitas dukung pondasi tiang pancang jembatan overpass. Standar pembebanan pada struktur mengacu pada RSNI T-02-2005. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa bagian girder tegangan kondisi akhir memiliki nilai -20700,54 kPa lebih kecil dari tegangan ijin -23094 kPa, pada bagian pilar safety factor yang terjadi lebih besar dari safety factor ijinnya, dan pondasi jembatan overpass beban yang terjadi lebih kecil dari beban ijinnya. Disimpulkan bahwa secara keseluruhan jembatan overpass masih dalam batas aman dari segi strukturnya, sangat kokoh dan juga layak untuk digunakan
The Development of Student Live Worksheets Based on Problem Based Learning in the Optical Instrument Chapter
This study aims to develop student live worksheets based on problem based learning on optical instrument chapter The research method used reffered to the research and development by Sugiyono. This model has steps consisting of 10 steps: (1) Potential and problems, (2) Data collection, (3) Product design, (4) Design validation, (5) Design revision, (6) Product trial, (7) Product Revision, (8) Usage Trial, (9) Product Revision, and (10) Mass production. This research was only carried out until the seventh step. This study used data collection techniques in the form of interviews and questionnaires and used qualitative and quantitative descriptive data analysis techniques.The results of the validity of the student live worksheet had been declared very valid based on the results of the validation of the learning material experts who obtained a score of 85% with a very valid category, and media experts obtained a score of 77.08% with a very valid category. In addition, the student work sheet was declared very practical with a value of 97.22% without revision. Based on the students' responses, they scored 91.67% in the very good category. Based on these data, it can be said that the student live worksheet Based on Problem Based Learning on Optical Instrument chapter stated to be very valid and practical to be used as science teaching material in schools
Preventive Maintenance pada Sistem Pendingin Mesin Induk di Kapal Layar Motor Arimby
Preventive maintenance pada sistem mesin pendingin pada Kapal Arimby sangat memegang peranan penting. Kegiatan perawatan tidak dapat dikesampingkan karena apabila dalam proses kerja suatu mesin mengalami kerusakan dan tidak mengalami perawatan maka akan menjadi rusak secara perlahan. Oleh karena itu perawatan sistem pendingin mutlak diperlukan. Sistem pendingin yang tidak bekerja dengan baik dipastikan bahwa sistem tersebut mengalami kerusakan dan akan menghambat proses kerja dari mesin utama kapal. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan kerugian yang dialami oleh pemilik kapal secara teknik maupun ekonomis. Penelitian ini dilakukan selama empat bulan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara kepada lima responden. Hasil kegiatan preventive maintenance pada Kapal Arimby dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu perawatan harian dan perawatan bulanan. Pada perawatan harian dilakukan pengecekan air tawar dan perawatan bulanan dilakukan pengecekan pada sea chest, sea water pump, coller, keran air, dan pipa/selang.Preventive maintenance of the cooling system on the Arimby Ship plays an important role. Maintenance activities cannot be ruled out because if in the work process a machine is damaged and does not undergo maintenance, it will become damaged slowly. Therefore, maintenance of the cooling system is essential. A cooling system that does not work properly is certain that the system is damaged and will hinder the work process of the ship's main engine. This of course will result in losses experienced by ship owners technically and economically. This research was conducted for four months using the method of observation and interviews with five respondents. The results of preventive maintenance activities on Arimby Ships can be carried out in two ways, namely daily maintenance and monthly maintenance. In daily maintenance, fresh water checks are carried out and monthly maintenance is carried out on sea chests, sea water pumps, coolers, water faucets, and pipe
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ADDENDUM SERTA PENGARUHNYA TERHADAP NILAI KONTRAK DAN TIME SCHEDULE PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN KANTOR KEJAKSAAN KOTA PONTIANAK (MULTI YEARS)
Di Kalimantan Barat pemerintah tengah gencar dalam membangun bangunan konstruksi salah satunya Pembangunan Kantor Kejaksaan Kota Pontianak yang terletak di Jalan Kh.A.Dahlan Kota Pontianak pembangunan ini memakan biaya hingga Rp. 20.280.000.000 dan waktu pelaksanaan 480 hari kalender, pembangunan dilaksanakan mulai dari 07 Juni – 29 September 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab addendum pada proyek ini dan pengaruhnya terhadap nilai kontrak dan time schedule. Penelitian ini menggunakan metode wawancara langsung dan pembagian kuesioner terhadap konsultan serta kontraktor yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut. Berdasarkan hasil pengolahan data melalui kuesioner dan wawancara langsung terdapat 10 faktor penyebab addendum tersebut dapat terjadi, Untuk kasus addendum pada pekerjaan pembangunan Kantor Kejaksaan Kota Pontianak tidak berpengaruh terhadap nilai kontrak hal ini disebabkan anggaran untuk mengerjakan tambahan serta pengurangan pekerjaan proyek pembangunan Kantor Kejaksaan Kota Pontianak besarnya sama sehingga tidak terjadi penambahan nilai kontrak. Besar tambahan serta pengurangan nilai kontrak ialah sebesar Rp. 4.000.539.878,63,-. Sedangkan addendum pada pekerjaan pembangunan Kantor Kejaksaan Kota Pontianak merubah Time Schedule yang telah dibuat sebelumnya, dikarenakan untuk mengejar bobot tiap minggu terhadap bobot rencana, sehingga addendum ini sangat berpengaruh terhadap Time Schedule yang telah dibuat sebelumnya
