1,720,955 research outputs found

    Tips-Tips Yang Dilakukan Guru Dalam Upaya Membentuk Akhlakul Karimah Di Man 2 Batola Kab.Batola

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara yang dilakukan guru PAI dalam membentuk akhlak peserta didik yang dilaksanakan di MAN 2 Batola Kab.Batola dan faktor pendukung dan penghambat peran guru dalam upaya membentuk akhlak peserta didik di MAN 2 Batola Kab.Batola. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang guru PAI yaitu guru akidah akhlak, guru fiqih, guru al-Qur’an Hadits dan Guru Sejarah Kebudayaan Islam. Objek dalam Penelitian ini adalah tips-tips yang di lakukan guru dalam upaya membentuk akhlakul karimah siswa, mengenai berbagai tips yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk siswa yang berakhlakul karimah di MAN 2 Batola Kab.Batola dan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang dilakukan guru dalam upaya membentuk akhlakul karimah di MAN 2 Batola Kab.Batola. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, klasifikasi data, dan interpretasi data. Dalam hal ini, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan keadaan data ke dalam bentuk kalimat atau uraian sehingga terlihat jelas bagaimana cara yang dilakukan guru PAI dalam membentuk akhlak peserta didik di MAN 2 Batola Kab.Batola dan faktor pendukung dan penghambat peran guru dalam upaya membentuk akhlak peserta didik di MAN 2 Batola Kab.Batola. selanjutnya, ditarik kesimpulan dari hal-hal yang sifatnya khusus kepada hal-hal yang bersifat umum. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tips-tips yang dilakukan guru PAI dalam membentuk akhlak siswa yang dilaksanakan di MAN 2 Batola Kab.Batola dapat dilihat dari beberapa tips yang dilakukan guru yaitu berupa kebiasaan, pengawasan, bimbingan, keteladanan, nasehat, hukuman dan ganjaran. Adapun faktor pendukung dan penghambat yang dilakukan guru dalam upaya membentuk akhlak siswa di MAN 2 Batola Kab.Batola yaitu faktor pendukung berupa faktor guru, faktor siswa, dan faktor lingkungan. Sedangkan faktor penghambat berupa ketidak kekompakkan guru dan kurangnya rasa tanggung jawab guru tersebut

    Penggunaan Tindak Tutur Direktif Guru dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Al-Ittihad Pedaleman Tanara

    Full text link
    Mahbubah. 2022. Penggunaan Tindak Tutur Direktif Guru dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Al-Ittihad Pedaleman Tanara. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman. Tindak tutur direktif sangat penting digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, perlu diperhatikan pemakaian tindak tutur direktif yang diujarkan guru pada saat melakukan proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menjelaskan mengenai jenis dan fungsi tindak tutur direktif guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di MTs Al-Ittihad Pedaleman Tanara. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif guru bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia, sedangkan data penelitian berupa tuturan direktif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Kemudian data yang sudah dikumpulkan dalam penelitian ini di analisis menggunakan metode padan dengan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan yaitu teknik hubung banding membedakan dan teknik hubung banding menyamakan. Hasil penelitian dari jenis dan fungsi tindak tutur direktif yang digunakan guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di Mts Al-Ittihad Pedaleman Tanara, ditemukan tiga jenis dan tiga fungsi tindak tutur direktif yaitu jenis tindak tutur direktif perintah, jenis tindak tutur direktif pertanyaan, dan jenis tindak tutur direktif larangan, serta untuk fungsinya yaitu fungsi memerintah, fungsi bertanya, dan fungsi melarang. Dari ketiga jenis dan fungsi tindak tutur direktif tersebut yang paling banyak digunakan guru dalam proses pembelajaran berlangsung yaitu jenis tindak tutur direktif pertanyaan dan fungsi bertanya

    Peranan metode bermain sambil belajar dalam meningkatkan hasil belajar Matematika pada anak tunagrahita sedang: Penelitian tindakan bersama keluarga anak tunagrahita sedang di Desa Wonojati, Pasuruan

    No full text
    INDONESIA: Salah satu anak yang mengalami kebutuhan khusus adalah anak tunagrahita. Tunagrahita adalah kelambatan perkembangan mental seorang anak. Anak lebih lambat mempelajari berbagai hal dari anak-anak normal sebayanya. Tunagrahita memerlukan bimbingan atau layanan secara khusus untuk dapat membantunya mempelajari segala sesuatu, baik dalam hal pendidikan maupun kegiatan hidup sehari-hari (daily activity). Matematika adalah ilmu yang bersifat abstrak dan anak tunagrahita sedang mengalami kesulitan dalam memahami sesuatu yang bersifat abstrak. Oleh karena itu proses pembelajaran harus diberikan dalam bentuk konkrit, sehingga digunakan benda-benda yang bersifat nyata dan diimbangi dengan metode yang menyenangkan yaitu dengan metode bermain sambil belajar. Dengan bermain, anak tunagrahita sedang dapat belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan dengan senang hati tanpa ada beban. Subjek penelitian ini merupakan anak tunagrahita sedang dengan keluarganya yakni ayah, ibu dan kakak di Wonojati, Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan dimana peneliti bekerjasama dengan keluarga anak tunagrahita sedang dalam pemberian perlakuan. Perlakuan dilakukan dengan 2 siklus dengan rincian: siklus I tentang mengenal angka dan siklus II penjumlahan. Hasil analisis menunjukan bahwa hasil belajar matematika anak tunagrahita sedang mengalami peningkatan dengan metode pembelajaran bermain sambil belajar. Subjek telah mengenal simbol angka 1-30 dan dapat menuliskan angka 1-22 tanpa melihat contoh serta dapat mengerjakan soal penjumlahan dengan total hasil maksimal 11 yakni angka 1-10 yang masing-masing ditambah (+) angka 1. ENGLISH: One of the children who have special needs is the son of mental retardation. Mental retardation is a developmental mental retardation of a child. Slow children learn a variety of things from normal kids her age. Mental retardation need guidance or services specifically to be able to help him learn everything, both in terms of education and activities of daily living (daily activity). Mathematics is the science that is abstract and mental retardation was having difficulty in understanding something that is abstract. Therefore, the learning process must be given in the form of concrete, so that the objects used are real and balanced with a pleasant method by method of playing while learning. By playing, child mental retardation were able to study and work on the given task with pleasure without any burden. The subject of this research was the son of mental retardation was with his family — father, mother and sister in Wonojati, Pasuruan. This research uses action research method in which researchers in collaboration with mental retardation children's family is in the giving of the treatment. The treatment is performed with 2 cycles with cycle details: I know about the numbers and cycle II summation. Results of the analysis show that mental retardation children learn math results were increased by the method of learning to play while learning. The subject had known symbol numbers 1-30 and can write numbers 1-22 without seeing an example as well may be working on a matter of addition with a total maximum of 11 results: numbers 1-10 each plus (+) Figure 1

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore