2,835 research outputs found

    Overlooked Long-term Atmospheric Chemical Feedbacks Alter the Impact of Solar Geoengineering: Implications for Tropospheric Oxidative Capacity

    No full text
    Model output for: Moch et al., 2023. "Overlooked Long-term Atmospheric Chemical Feedbacks Alter the Impact of Solar Geoengineering: Implications for Tropospheric Oxidative Capacity

    Peran Kh. Moch Khozin dalam mengembangkan Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah di Sidoarjo (1927-1955 M)

    No full text
    Dalam permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu: (1) Heuristik (pengumpulan data) yang berupa dokumen, arsip serta wawancara. (2) Verifikasi (kritik sumber). (3) Interprestasi (penafsiran sumber). (4) Historiografi (penulisan sejarah). Pendekatan yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan pendekatan historis yang mana pendekatan ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan sejarah hidup KH. Moch Khozin. Adapun teori yang digunakan adalah teori kepemimpinan Max Weber dan teori peran oleh Biddle. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) KH. Moch Khozin merupakan ulama yang berasal dari Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Beliau memiliki nama lengkap KH. Khozin ibn kiai Khoiruddin ibd Ghazali ibn R. Musthofa, lahir pada tahun ±1875M. Dalam mengawali karirnya beliau menjadi pengasuh Al-Hamdaniyah pada periode ketiga. Beliau wafat pada tahun 1955M (2) Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah didirikan oleh KH. Khamdani pada tahun 1787 M. Perkembangan Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah sangat pesat sejak periode kepengasuhan KH. Moch Khozin. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya jumlah santri yang menimba ilmu di Pesantren. (3) Peran KH. Moch Khozin dalam mengembangkan Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah yaitu dengan mengadakan ngaji rebuan kitab tafsir jalalain dan menggratiskan semua santri yang ingin menimba ilmu di Al-Hamdaniyah

    Analisa kinerja instalasi pengolahan air limbah RSUD Dr. H. Moch. Anasori Saleh Banjarmasin.

    No full text
    Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dibangun pada tahun 2001 untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekitar dari bahaya limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit. Salah satu program pengembangan RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin untuk mengantisipasi kenaikan jumlah penduduk adalah dengan penambahan kapasitas rawat inap pasien. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui efisiensi kinerja instalasi pengolahan air limbah serta untuk mengetahui kemampuan bangunan instalasi pengolahan air limbah yang telah ada untuk mengolah debit limbah bila terjadi peningkatan kapasitas rumah sakit sehingga dapat diketahui perlu diadakan penambahan kapasitas IPAL atau tidak. Analisis IPAL dilakukan dengan cara membandingkan kualitas air hasil olahan IPAL dengan baku mutu yang berlaku (KEPMENLH no. 58 tahun 1995). Perhitungan prediksi debit air bersih dilakukan dengan ketentuan jumlah tempat tidur dan jumlah karyawan, dengan adanya peningkatan kapasitas rumah sakit pada tahun 2014 dari 215 tempat tidur menjadi 450 tempat tidur dan untuk karyawan dari 510 karyawan menjadi 620 karyawan. Sedangkan untuk prediksi debit air limbah adalah 70% dari debit air bersih. Untuk masing-masing parameter yang diukur kemudian ditentukan nilainya berdasarkan prediksi tersebut. Analisa terhadap kinerja RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dalam menurunkan parameter BOD, COD, NH 3 , TSS, PO 4 , bakteri Escherichia Coli, Minyak-Lemak dan Deterjen dilakukan dengan pengambilan sampel air limbah untuk dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku dan dihitung efisiensi pengurangannya, sedangkan evaluasi kapasitas IPAL sampai tahun 2014 dilakukan dengan melakukan perbandingan antara kapasitas IPAL saat ini dan kapasitas prediksi tahun 2014. Berdasarkan analisis yang dilakukan diketahui IPAL RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin tidak dapat menampung prediksi debit air limbah tahun 2014. Debit air limbah tahun 2010 adalah 95,51 m³/hari dan prediksi debit air limbah tahun 2014 adalah 162,33 m³/hari. Selain itu, hasil analisa juga menunjukkan bahwa IPAL juga tidak dapat menurunkan kadar beberapa nilai BOD, COD, TSS, dan kadar NH 3 dibawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Dengan kata lain, efisiensi kinerja IPAL RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin masih rendah sehingga dapat dikatakan bahwa IPALnya masih belum bekerja secara optimal. Untuk itu direncanakan IPAL baru dengan kapasitas yang dapat menampung debit tahun 2014 dan perlu ditambahkan beberapa bangunan pengolah air limbah seperti bak aerasi (53,55 m³) , bak penampung lumpur (49 m³), bak klorinasi (13,21 m³) , dan unit RBC (50 m³) hingga kapasitas IPAL-nya 264,84 m 3 sehingga memenuhi kebutuhan maksimal debit air limbah pada tahun 2014

    Methods for calibrating the gain and offset of the DSSC detector for the European XFEL using X-ray line sources

    No full text
    The DSSC (DEPFET Sensor with Signal Compression) will be a silicon based, 2d 1 Mpx imaging detector for the European X-ray Free Electron Laser Facility (XFEL.EU) in Hamburg, Germany. The DSSC is foreseen for soft X-radiation from 0.5 keV up to 6 keV. Driven by its scientific requirements, the design goals of the detector system are single photon detection, high dynamic range and a high frame rate of up to 4.5 MHz. Signal compression and amplification will be performed in the silicon sensor pixels yielding a low signal noise. Utilizing an in-pixel active filtering stage and an 8/9-bit ADC, the detector will provide parallel read-out of all pixels. In order to calibrate offset and gain, the procedure currently under investigation relies on determining peak positions in measurements with calibration line sources such as 55Fe. Here the status of studies of the stability and performance of a parameterized fit function designed for this task will be presented

    Methods for calibrating the gain and offset of the DSSC detector for the European XFEL

    No full text
    The DEPFET Sensor with Signal Compression (DSSC) will be a 2d 1Mpx imaging detector for the European X-ray Free Electron Laser facility (XFEL.EU), that is currently under construction in Hamburg. The DSSC is foreseen as a photon counting detector for soft X-ray radiation from 0.5 keV up to 6 keV. Driven by its scientific requirements, the design goals of the detector system are foremost low noise, a high dynamic range and a high frame rate of up to 4.5 MHz. Signal compression, amplification and digitization will be performed in the focal plane. Utilizing an in-pixel active filtering stage and an 8/9-bit ADC, the detector will provide parallel readout of all pixels. A critical step of calibrating the detector is the determination of the system gain and offset based on peak energies of X-ray calibration line sources such as 55 Fe. This is demanding due to the intrinsically low spectral resolution of the DSSC. The results of studies on the stability and performance of automated procedures for peak fitting in single pixel spectra with a low energy resolution were presented on a poste

    Moch (M.) : Etude comparative des tentatives de suicide de l’enfant et de l’adolescent observées dans trois services de pédiatrie et de celles recueillies dans un service de pédo-psychiatrie. Rev. neur. inf., 1969, n° 8, pp. 513-514

    No full text
    Moch (M.) : Etude comparative des tentatives de suicide de l’enfant et de l’adolescent observées dans trois services de pédiatrie et de celles recueillies dans un service de pédo-psychiatrie. Rev. neur. inf., 1969, n° 8, pp. 513-514. In: Bulletin de psychologie, tome 25 n°301, 1972. Psychologie de l'enfant. p. 977

    Higgs production at NNLO in QCD : The VBF channel

    No full text
    We present a phenomenological study for the production of the Higgs boson at next-to-next-to-leading order (NNLO) in QCD via the vector boson fusion (VBF) process. After a general discussion about the different production channels of the Higgs, we show results for hadron colliders like LHC and Tevatron in VBF. The theoretical predictions are obtained using the structure function approach. This approximation turns out to be more accurate than the precision to which the VBF Higgs production channel can be considered a well defined process by itself and the theoretical uncertainty are of the order of 1-2%. The uncertainties due to parton distributions are also discussed and are estimated to be at the same level

    Higgs boson production via vector-boson fusion at next-to-next-to-leading order in QCD

    No full text
    We present the total cross sections at next-to-next-to-leading order in the strong coupling for Higgs boson production via weak-boson fusion. Our results are obtained via the structure function approach, which builds upon the approximate, though very accurate, factorization of the QCD corrections between the two quark lines. The theoretical uncertainty on the total cross sections at the LHC from higher order corrections and the parton distribution uncertainties are estimated at the 2% level each for a wide range of Higgs boson masses

    Buku Referensi Kebutuhan Pasien di Ruang Perawatan Intensif Ditinjau Dari Sudut Pandang Keluarga

    No full text
    Buku kategori Buku Keperawatan yang berjudul Buku Referensi Kebutuhan Pasien di Ruang Perawatan Intensif Ditinjau Dari Sudut Pandang Keluarga merupakan karya dari Moch. Bahrudin. Buku ini memaparkan tentang pelayanan di ruang perawatan intensif disamping memberikan pelayanan langsung kepada pasien juga harus memberikan pelayanan kepada keluarga, dimana keluarga merupakan konsumen rumah sakit secara tidak langsung. Tujuan dari penyusunan buku ini adalah untuk menambah literatur sehingga menambah wawasan para praktisi kesehatan khususnya perawat dalam memahami dan memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarganya di ruang perawatan intensif
    corecore