24 research outputs found
Aalif Shafaq\u27s Novel “Mohabbate Ke Chalis Chirag”: Urdu Translation
“Mohabbate Ke Chalis Chirag” is actually a novel by Elif Shafak, a Turkish author. History, philosophy and Sufiism are her favorite subjects. The novel revolves around the love of Maulana Rumi and Shah Shams. It has been translated into more than 30 languages. It was translated into Urdu by Huma Anwar. The quality of translation is to use it which such skill and dedication that nowhere does it feel that it has been translated from another language into Urdu. And the translator should keep all the skills of translation in front of kim, this effort is seen in Huma Anwar’s translation due to which this translation has the status of original for Urdu language. Nowhere in this translation, the readers do not have any problem with regard language and smoothness. 
PERANCANGAN KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG PADA RUAS JALAN SYIAH KUALA DAN JALAN T. HASAN DEK
Banyaknya persimpangan di kota berkembang seperti Kota Banda Aceh dapat menimbulkan masalah tersendiri. Hal ini terjadi pada ruas Jalan Syiah Kuala dan Jalan T. Hasan Dek yang memiliki tiga simpang. Masalah yang terkadang muncul adalah kendaraan selalu harus berhenti di setiap persimpangan karena selalu mendapat sinyal lampu merah. Tentu saja hal ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara. Untuk itu perlu dilakukan koordinasi sinyal pada ketiga simpang tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendapatkan kinerja simpang yang lebih baik setelah dilakukan koordinasi. Penelitian ini membutuhkan data volume lalu lintas pada ketiga simpang, waktu siklus, kecepatan kendaraan, dan geometrik simpang. Data dikumpulkan dengan melakukan survei langsung pada ketiga simpang pada ruas Jalan Syiah Kuala dan Jalan T. Hasan Dek. Dalam merencanakan waktu siklus menyesuaikan dengan waktu siklus terbesar dari ketiga simpang. Setelah didapatkan waktu siklus baru, dilakukan koordinasi sinyal antar simpang dengan memperhatikan offset time berdasarkan waktu tempuh dari simpang I ke simpang III. Pada saat kondisi eksisting diketahui ketiga simpang tersebut belum terkoordinasi. waktu siklus Simpang Pocut Baren, simpang Jambotape dan Simpang Surabaya akan mengacu pada penelitian sebelumnya yang mengkoordinasikan simpang PDAM, Simpang Jambotape dan Simpang Lima sehingga Waktu siklus yang di peroleh yaitu 204 detik. Kinerja Simpang Pocut Baren setelah perencanaan didapat derajat kejenuhan 0,56, panjang antrian 85 m, dan tundaan lalu lintas 30 detik. Pada kinerja Simpang Jambotape setelah perencanaan didapat derajat kejenuhan 0,83, panjang antrian 165,88 m, dan tundaan lalu lintas 74 detik. dan kinerja Simpang Surabaya setelah perencanaan didapat derajat kejenuhan 0,79, panjang antrian 144 m, dan tundaan lalu lintas 63 detik. Didapatkan pula bandwith sebesar 30 detik dimana platoon berangkat dari Simpang Pocut Baren menuju Simpang Jambotape dan Simpang Surabaya melaju terus tanpa hambatan sepanjang jalan yang lampu lalu lintasnya telah dikoordinasikan sehingga dapat mengurangi tundaan dan waktu tempuh.Kata Kunci : Koordinasi Sinyal Antar Simpang, MKJI 1997, SIDRA Intersection, Derajat Kejenuhan, Panjang Antrian, Tundaan
RANCANGAN SHELTER/HALTE BRT MEBIDANG (BUS RAPID TRANSIT MEDAN-BINJAI-DELISERDANG) UNTUK MEMPERMUDAH AKSESBILITAS MASYARAKAT KEBUTUHAN KHUSUS DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI
Desain shelter yang tersedia saat ini jika dilihat masih jauh dari kemudahan aksesbilitas bagi penyandang cacat sedangkan jumlah penyandang cacat yang terdapat dikota Medan untuk cacat tubuh sebayak 2364 jiwa, Deliserdang 2795 jiwa dan Kota Binjai 280 jiwa banyaknya jumlah penyandang cacat yang terdapat di tiga kota dan kabupaten tersebut mengakibatkan perlunya pelayanan publik berupa kemudahan dalam mengakses fasilitas publik ada di ketiga kabupaten kota tersebut dalam hal ini adalah shelter BRT MEBIDANG. Kemudahan dalam mengakses fasilitas sudah diatur dalam keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.468/KPTS/1998 yang telah direvisi melalui peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.30/PRT/M/2006 tentang persyaratan teknik fasilitas dan aksesbilitas pada bangunan umum dan lingkungan. Dimensi tubuh yang diukur untuk mendapatkan shelter yang sesuai dimensi tubuh yaitu D Diameter Genggaman, Tinggi Siku Duduk, Lebar Bahu, Tinggi Siku Posisi Tegak, Tinggi Badan Tegak, Panjang Telapak Kaki, Panjang Lengan Bawah, Tinggi Polipteal. Hasil perhitungan kecukupan, keseragaman dan kenormalan diperoleh, data yang diperoleh sudah memnuhi kecukupan data, keseragaman data dan kenormalan data. Hasil pengukuran shelter aktual antara lain Tinggi tangga 0.47 m, Panjang 5.06 m, Lebar 2,02 m, Tinggi awalan 0.47 m, Tinggi tempat naik ke Bus 1,11 m, Hasil pengukuran dimensi tubuh yang dikonversi menjadi data dalam perancangan shelter dengan data yang diperoleh Diameter Genggaman Halte : 3.406 cm, Tinggi Pegangan Tingkat 1 Jalur Masuk Halte : 17,99, Tinggi Pegangan Tingkat 2 Jalur Masuk Halte : 90,07 cm, Lebar Ramp : 104 cm, Lebar Tangga Masuk : 65 cm, Lebar Pintu Masuk : 169 cm, Tinggi Pintu Masuk : 229.32 cm, Tinggi Anak Tangga : 20 cm, Lebar Anak Tangga : 20.94 cm, Tinggi Tempat Duduk : 37.5 c
Pengaruh Pemasangan Deflektor dengan Variasi Posisi Sudut pada Rotor terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius
Turbin angin Savonius merupakan salah satu jenis turbin angin yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik dan merupakan jenis turbin angin Vertikal Axis Wind Turbine (VAWT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya output, torsi dan efisiensi kinerja turbin angin Savonius dengan menambahkan deflektor antara celah sudu turbin. Variasi yang digunakan dalam penelitian adalah variasi sudut posisi sudut deflektor pada rotor dengan sudut 30°, 45° dan 60°. Daya output pada sudut deflektor 45° dengan kecepatan angin 7,3 m/s menghasilkan nilai 4,56 watt. Nilai torsi pada sudut deflektor 45° dengan kecepatan angin 7,3 m/s mengasilkan nilai sebesar 16,52 Nm. Nilai efisiensi tertinggi untuk turbin angin Savonius pada sudut deflektor 30° dengan kecepatan angin 6,0 m/s sebesar 1,005%.
Kata Kunci : Turbin Angin Savonius, Deflektor, Kinerja Turbi
Perencanaan Preventive Maintenance pada Mesin Chiller dengan Metode Reliability Centered Maintenance pada PT Multimas Nabati Asahan Kuala Tanjung
PT. Multimas Nabati Asahan Kuala Tanjung is a company runs in the field of processing crude palm oil. According to interview and observation in the location, damaged machine is still common occurs despite the company holds the corrective maintenance. Thus, the study develops a system for handling the machine with
Reliability Centered Maintenance (RCM) approach. The research aims to implement the RCM as the approach to fix the current maintenance machine system and determines an optimal replacement interval by using Total Minimum Downtime (TMD) calculation. The highest damage occurs on Chiller machine with
total damage as 22.47% due to the complex of machine system. Through RCM
method, the analysis result shows that there are several components were in critical
condition, namely PLC control panel, Expanse valve, and Motor Compressor. An optimal replacement interval is by minimizing the downtime for PLC control panel as much as 61 days, 100 days for Expanse valve, and 70 days for Motor Compressor. The other components are categorized as a condition-directed. The
downtime epoch can be decreased by replacing the components before the damage occurrence.PT. Multimas Nabati Asahan Kuala Tanjung adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan minyak kelapa sawit. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan langsung di perusahaan ternyata mesin masih sering mengalami
kerusakan yang mengakibatkan breakdown meskipun perusahaan telah menerapkan kegiatan corrective maintenance. Berdasarkan kondisi ini, maka dalam penelitian ini akan dilakukan pengembangan sistem pemeliharaan mesin dengan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM). Tujuan dari
penelitian ini adalah menerapkan (RCM) sebagai suatu pendekatan untuk memperbaiki sistem pemeliharaan mesin sekarang dan menentukan interval penggantian yang optimal dengan perhitungan TMD (Total Minimum Downtime).
Tingkat kerusakan tertinggi ada pada mesin chiller sebesar 22,47 %. Hal ini disebabkan oleh sistem mesin yang kompleks. Hasil analisis dengan menggunakan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) diperoleh bahwa komponen PLC control panel , Expanse Valve , Motor Compressor adalah komponen yang kritis. Interval penggantian yang optimal dengan meminimalkan
downtime untuk komponen PLC control panel adalah 61 hari, Expanse Valve adalah 100 hari, Motor Compressor adalah 70 hari. Adapun komponen-komponen lainnya di kategorikan dalam condition directed. Dengan dilakukannya pergantian komponen sebelum terjadinya kerusakan telah meminimalkan waktu downtime
The Improvement of Work Facility in the Separation Station in Eta Purba Small and Medium Enterprises (SMes EP)
66 Pages. To read the Indonesian version, please copy this URL: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/16877Eta Purba Small and Medium Enterprises (UKM EP) is a business that produces
tofu. UKM EP is a semi-traditional business, where human labor is still needed in
the production process. Workers play a role in doing manual material handling
from one machine to another. The transfer process includes a milling machine to a
separation machine, adding water and pouring it into a boiling machine as well as
a pouring or printing process. Repetitive work with non-ergonomic working
conditions can cause injury or pain to certain body parts. To find out the existence
of complaints and work methods that are not ergonomic, the Standard Nordic
Questionnaire is distributed and performs biomechanics calculations using the
Maximum Permissible Limit and Recommended Weight Limit and Lifting Index
methods. From the results of the questionnaire, it was found that workers
experienced pain in the shoulders, waist, back, and hands. The results of the
calculation of biomechanics in MPL are 5499.27; 6443.51 ; 6948.63 ; 7196.23.
This value is close to and exceeds the NIOSH standard value, which is > 6500 N,
while the LI value is 3.77; 1.83 ; 1.79 ; 2.60. This value is above and between the
NIOSH standard values, namely 3. These results are the basis for improving the
work system by designing new work equipment which is expected to eliminate
risks or complaints due to the work
Potensi Tazkiyyah dalam Perspektif Al-Quran dan Implikasinya Terhadap Subyek Didik
Berbicara tentang pendidikan berarti berbicara mengenai proses interaksi manusia yang ditandai adanya keseimbangan antara subyek didik dengan pendidik, di mana tugas seorang pendidik adalah berusaha untuk menyiapkan subyek didik menghadapi suatu lingkungan hidup yang semakin hari semakin maju tingkat perubahannya. Dengan kata lain pembicaraan mengenai potensi subyek didik lebih ditekankan pada proses strategi belajar mengajar yang lebih mengedepankan penataan potensi dan sumber daya subyek didik yang telah diberikan Allah kepadanya agar hasil yang ingin dicapai menjadi maksimal
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (STUDI PADA MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SYIAH KUALA)
The purpose of this research is to analyze the students' perceptions of financial reporting on the local government. The research type used in this study is correlational research, by using random sampling method 100 accounting students of Syiah Kuala University.The type of data used is primary data obtained directly by distributing questionnaires to accounting students at random. The analysis used in this research is descriptive analysis. The results showed that (1) accounting students have a positive perception of the financial reporting of local government, (2) accounting student concentration of public sector has a better understanding of the financial reporting of local governments compared to accounting students concentrations of non-asp, and (3) the concentration of public sector accounting students assume that the government's financial reporting is done by the students, while students accounting concentration of non-public sector accounting considers that the preparation of the financial statements of local governments hard done by students.Keywords: perception, students, local government financial reporting
Facility Layout Redesign at PT. Nusantara Door Industry Percut-Deli Serdang
73 HalamanPT. Nusantara Door Industry merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur pembuatan pintu, jendela, kusen dan beberapa produk lain dengan bahan baku kayu. Perusahaan ini menerapkan sistem make to order yang berarti membuat produk akhir berdasarkan jumlah pesanan yang diperoleh dari data permintaan perusahaan. Permasalahan yang sedang dihadapi PT. Nusantara Door Industry adalah adanya Back Tracking, Cross Movement dan efisiensi yang rendah. Penyusunan tidak menurut derajat kedekatan yang dapat menimbulkan besarnya momen perpindahan diperusahaan. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini memiliki tujuan untuk merancang ulang tata letak pabrik dengan menggunakan metode Konvensional dan Algoritma ALDEP (Automated Layout Desain Program). Berdasarkan layout aktual total momen perpindahan sebesar 2.182.050 m/bulan. Hasil rancangan layout usulan menggunakan metode Konvensional memiliki total momen perpindahan sebesar 1.043.484. m/bulan dan ALDEP memiliki total momen perpindahan sebesar 639.236 m/bulan. Didapatkan bahwa layout usulan terbaik adalah dengan menggunakan Algoritma ALDEP. Nilai efisiensi yang diperoleh dari layout aktual sebesar 43,42% sedangkan nilai efisiensi yang diperoleh dari layout usulan sebesar 76,47%. Berdasarkan perbandingan maka dapat dilihat bahwa layout yang memilki nilai efisiensi terbesar adalah layout usulan. PT. Nusantara Door Industry is a company engaged in manufacturing the manufacture of doors, windows, frames and several other products with wood raw materials. This company implements a make to order system which means making the final product based on the number of orders obtained from the company's request data. The problems being faced by PT. Nusantara Door Industry is the existence of Back Tracking, Cross Movement and low efficiency. The arrangement is not according to the degree of closeness which can lead to the magnitude of the moment of displacement in the company. Based on these problems, this study aims to redesign the factory layout using the Conventional method and the ALDEP (Automated Layout Design Program) Algorithm. Based on the actual layout, the total displacement moment is 2,182,050 m/month. The results of the proposed layout design using the conventional method have a total displacement moment of 1,043,484. m/month and ALDEP has a total displacement moment of 639,236 m/month. It was found that the best proposed layout is to use the ALDEP Algorithm. The efficiency value obtained from the actual layout is 43.42% while the efficiency value obtained from the proposed layout is 76.47%. Based on the comparison, it can be seen that the layout that has the greatest efficiency value is the proposed layout
Perbaikan Fasilitas Kerja pada Stasiun Pemisahan di Usaha Kecil Menengah Eta Purba (UKM EP)
66 HalamanUsaha Kecil Menengah Eta Purba (UKM EP) merupakan usaha yang
memproduksi tahu. UKM EP merupakan usaha semi tradisional, dimana tenaga
manusia masih diperlukan dalam proses produksi. Pekerja berperan dalam
melakukan manual material handling dari satu mesin ke mesin lain. Adapun
proses pemindahan meliputi mesin penggilingan ke mesin pemisahan,
penambahan air dan penuangan ke mesin perebusan serta proses penuangan atau
pencetakan. Pekerjaan berulang dengan kondisi kerja yang tidak ergonomis dapat
menimbulkan cedera atau rasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Untuk mengetahui
adanya keluhan dan metode kerja yang tidak ergonomis dilakukan penyebaran
Standard Nordic Questionnaire dan melakukan perhitungan biomekanika dengan
metode Maximum Permissible Limit dan Recommended Weight Limitserta Lifting
Index. Dari hasil kuisioner diperoleh bahwasanya pekerja mengalami rasa sakit
pada bahu, pinggang, punggung, dan tangan. Hasil perhitungan biomekanika pada
MPL yaitu5499,27 ; 6443,51 ; 6948,63 ; 7196,23. Nilai tersebut berada di dekat
dan melebihi nilai standar NIOSH yaitu > 6500 N, sedangkan pada nilai LI yaitu
3,77 ; 1,83 ; 1,79 ; 2,60. Nilai tersebut berada diatas dan diantara nilai standar
NIOSH yaitu 3. Hasil tersebut menjadi dasar dilakukannya perbaikan sistem kerja
dengan merancang peralatan kerja baru yang diharapkan dapat menghilangkan
resiko atau keluhan akibat pekerjaan tersebut
