1,459 research outputs found

    Status Fungsi Sosial Pasien Skizofrenia di Poli Rawat Jalan RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan

    No full text
    Status fungsi sosial merupakan aspek yang penting bagi pasien skizofrenia untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menjalankan tugas-tugas serta peran sosialnya. Kesulitan pasien skizofrenia untuk melakukan fungsi sosial secara penuh dalam masyarakat dipengaruhi oleh menurunnya berbagai kemampuan individu akibat skizofrenia. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menjelaskan status fungsi sosial pasien skizofrenia di poli rawat jalan RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan serta analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan mendefinisikan variabel yang diteliti dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Target populasi dalam penelitian ini sebanyak 650 orang. Pengambilan sampel digunakan dengan teknik non probability sampling jenis consecutive sampling sehingga didapat jumlah sampel penelitian ini sebanyak 87 orang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei-April 2017 di RS Jiwa Prof Dr. M. Ildrem Medan dengan cara memberikan kusioner kepada pasien skizofrenia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 61 orang responden (70,1%) yang memiliki status fungsi sosial buruk, dan 26 orang (29,9%) yang memiliki status fungsi sosial baik. Berdasarkan ranah perawatan diri , status fungsi sosial pasien skizofrenia dalam kategori buruk sebanyak 54 orang (62,1%), sedangkan yang melakukan perawatan diri baik sebanyak 33 orang (37,9%). Ranah aktivitas sosial yang berguna sebanyak 75 orang (86.2%) kategori buruk, sebanyak 12 orang (13.8%) dalam kategori baik. Ranah hubungan personal dan sosial sebanyak 64 orang (73,6%) dalam kategori buruk, sementara sebanyak 23 orang (26,4%) kategori baik. Ranah perilaku agresif dan mengganggu sebanyak 61 orang (70,1%) dalam kategori buruk, sementara sebanyak 26 orang (29,9%) dalam kategori baik. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas status fungsi sosial klien skizofrenia di poli rawat jalan RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan dalam kategori buruk. Oleh karena itu, diharapkan kepada perawat jiwa untuk memberikan intervensi psikososial yang bertujuan untuk meningkatkan status fungsi sosial pasien skizofrenia serta perawat jiwa juga diharapkan memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga supaya keluarga terlibat dalam melakukan perawatan pasien skizofrenia.Skripsi Sarjan

    Rekonstruksi dalaman varian banjar beriah purba

    No full text
    Kajian ini mendeskripsikan sistem fonologi varian dialek Banjar Kuala (BK), Banjar Hulu (BH) dan Banjar Alai (BA). Deskripsi fonologi ini digunakan untuk merekonstruksi bentuk dialek purba yang diandaikan wujud pada suatu ketika dulu, iaitu Varian Banjar Beriah Purba (VBBP). Usaha merekonstruksi dialek purba ini dijalankan dengan menggunakan kaedah perbandingan kualitatif melalui pencerakinan perangkat kesepadanan bunyi. Hasil dapatan fonologi mengesahkan bahawa varian BK dan BA memiliki sistem lima vokal dan varian BH memiliki sistem tiga vokal. Selain itu, ketiga-tiga varian ini, iaitu BK, BH dan BA memiliki sistem 18 buah konsonan. Berdasarkan dapatan rekonstruksi pula, varian Banjar Beriah Purba memiliki sistem tiga vokal purba, iaitu *i, *a dan *u dan tiga buah diftong purba, iaitu *aw, *aj, dan *uj. Selanjutnya, VBBP juga memiliki 18 buah konsonan purba, iaitu *p, *b, *t, *d, *k, *?, *s, *h, *t?, *d?, *m, *n, *?, *?, *r, *l, *w, dan *j. Kajian ini diharapkan dapat mengembangkan lagi pengetahuan berkaitan bahasa Melayik Purba

    MOTIF ”Buaya Purba”

    No full text
    Merupakan karya seni rupa berupa seni motif, dengan judul MOTIF” Buaya Purba” karya dari Drs. H M. Arif Jati Purnomo,dan M.Sn., Agung Cahyana, ST., M.Eng

    Rekonstruksi Dalaman Dialek Baling Purba

    No full text
    Kajian ini, dengan menerapkan tatakaedah rekonstruksi dalaman, merupakan satu usaha untuk membina bentuk hipotetikal dialek purba yang diandaikan wujud pada suatu masa dahulu di salah satu kawasan terpencil di Semenanjung Tanah Melayu. Dialek purba yang dimaksudkan diistilahkan dalam kajian ini sebagai dialek Baling purba (DBP). Bagi mengoperasikan tatakaedah rekonstruksi dalaman, datanya dikumpul di lapan buah kampung sekitar Baling, Kedah. Kesemua kampung yang dikunjungi itu mewakili lapan varian dialek Melayu Baling (DMB). Hasil rekonstruksi menunjukkan DBP mempunyai 4 fonem vokal iaitu **i, **u, **ə, **a dan 18 konsonan iaitu **b, **d, **g, **p, **t, **k, **m, **n, **ŋ, **ɲ, **ɣ, **s, **h, *c, **j, **l, **w dan **j. Dari satu segi, jumlah fonem DBP sejajar dengan fonem bahasa Malayik purba (MP) dan dialek-dialek turunannya. Dari segi yang lain, kewujudan fonem **ɣ menunjukkan kemandiran DBP, maka dialek purba ini terpisah daripada dialek dialek Melayu cabang semenanjung utara. Natijah dapatan ini ialah kemandirian DBP memerlukannya untuk dikelaskan dalam pengelompokan yang bar

    Motif “Kapak Manusia Purba”

    No full text
    Merupakan karya seni rupa berupa seni motif, dengan judul Motif “ Kapak Manusia Purba.” karya dari Drs. H M. Arif Jati Purnomo,dan M.Sn., Agung Cahyana, ST., M.Eng

    MOTIF ”KERANG LAUT PURBA”

    No full text
    Merupakan karya seni rupa berupa seni motif, dengan judul MOTIF”KERANG LAUT PURBA” karya dari Drs. H M. Arif Jati Purnomo,dan M.Sn., Agung Cahyana, ST., M.Eng

    Status Fungsi Sosial Pasien Skizofrenia di Poli Rawat Jalan RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan

    No full text
    Status fungsi sosial merupakan aspek yang penting bagi pasien skizofrenia untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menjalankan tugas-tugas serta peran sosialnya. Kesulitan pasien skizofrenia untuk melakukan fungsi sosial secara penuh dalam masyarakat dipengaruhi oleh menurunnya berbagai kemampuan individu akibat skizofrenia. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menjelaskan status fungsi sosial pasien skizofrenia di poli rawat jalan RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan serta analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan mendefinisikan variabel yang diteliti dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Target populasi dalam penelitian ini sebanyak 650 orang. Pengambilan sampel digunakan dengan teknik non probability sampling jenis consecutive sampling sehingga didapat jumlah sampel penelitian ini sebanyak 87 orang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei-April 2017 di RS Jiwa Prof Dr. M. Ildrem Medan dengan cara memberikan kusioner kepada pasien skizofrenia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 61 orang responden (70,1%) yang memiliki status fungsi sosial buruk, dan 26 orang (29,9%) yang memiliki status fungsi sosial baik. Berdasarkan ranah perawatan diri , status fungsi sosial pasien skizofrenia dalam kategori buruk sebanyak 54 orang (62,1%), sedangkan yang melakukan perawatan diri baik sebanyak 33 orang (37,9%). Ranah aktivitas sosial yang berguna sebanyak 75 orang (86.2%) kategori buruk, sebanyak 12 orang (13.8%) dalam kategori baik. Ranah hubungan personal dan sosial sebanyak 64 orang (73,6%) dalam kategori buruk, sementara sebanyak 23 orang (26,4%) kategori baik. Ranah perilaku agresif dan mengganggu sebanyak 61 orang (70,1%) dalam kategori buruk, sementara sebanyak 26 orang (29,9%) dalam kategori baik. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas status fungsi sosial klien skizofrenia di poli rawat jalan RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan dalam kategori buruk. Oleh karena itu, diharapkan kepada perawat jiwa untuk memberikan intervensi psikososial yang bertujuan untuk meningkatkan status fungsi sosial pasien skizofrenia serta perawat jiwa juga diharapkan memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga supaya keluarga terlibat dalam melakukan perawatan pasien skizofrenia.113 HalamanSkripsi Sarjan

    Status Fungsi Sosial Pasien Skizofrenia di Poli Rawat Jalan RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan

    No full text
    Status fungsi sosial merupakan aspek yang penting bagi pasien skizofrenia untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menjalankan tugas-tugas serta peran sosialnya. Kesulitan pasien skizofrenia untuk melakukan fungsi sosial secara penuh dalam masyarakat dipengaruhi oleh menurunnya berbagai kemampuan individu akibat skizofrenia. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menjelaskan status fungsi sosial pasien skizofrenia di poli rawat jalan RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan serta analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan mendefinisikan variabel yang diteliti dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Target populasi dalam penelitian ini sebanyak 650 orang. Pengambilan sampel digunakan dengan teknik non probability sampling jenis consecutive sampling sehingga didapat jumlah sampel penelitian ini sebanyak 87 orang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei-April 2017 di RS Jiwa Prof Dr. M. Ildrem Medan dengan cara memberikan kusioner kepada pasien skizofrenia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 61 orang responden (70,1%) yang memiliki status fungsi sosial buruk, dan 26 orang (29,9%) yang memiliki status fungsi sosial baik. Berdasarkan ranah perawatan diri , status fungsi sosial pasien skizofrenia dalam kategori buruk sebanyak 54 orang (62,1%), sedangkan yang melakukan perawatan diri baik sebanyak 33 orang (37,9%). Ranah aktivitas sosial yang berguna sebanyak 75 orang (86.2%) kategori buruk, sebanyak 12 orang (13.8%) dalam kategori baik. Ranah hubungan personal dan sosial sebanyak 64 orang (73,6%) dalam kategori buruk, sementara sebanyak 23 orang (26,4%) kategori baik. Ranah perilaku agresif dan mengganggu sebanyak 61 orang (70,1%) dalam kategori buruk, sementara sebanyak 26 orang (29,9%) dalam kategori baik. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas status fungsi sosial klien skizofrenia di poli rawat jalan RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan dalam kategori buruk. Oleh karena itu, diharapkan kepada perawat jiwa untuk memberikan intervensi psikososial yang bertujuan untuk meningkatkan status fungsi sosial pasien skizofrenia serta perawat jiwa juga diharapkan memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga supaya keluarga terlibat dalam melakukan perawatan pasien skizofrenia.113 HalamanSkripsi Sarjan

    A Study of Figurative Language Found in Bruno Mars’ Selected Songs

    No full text
    The title of this paper is “A Study of Figurative Language Found in Bruno Mars’ Selected Songs”. Figurative language is one of style of language that the way to convey it is different from the real meaning. Figurative language is very common in song or poetry. This is very useful to writer because it can make their language more beautiful and interesting to listen. Figurative convey shades of meaning that can’t be expressed exactly any other way. Author will describe about figurative and the meaning for the lyrics that contain figurative. The method that the author used in this paper is qualitative-library research where the author collects some book that relevant with this topic. In this paper, author will focus on four types of figurative which are simile, metaphor, hyperbole and, personification. The aim was to know the figurative language used in Bruno Mars’ songs and to portray the meanings found in the lyrics.Paper ini berjudul “A Study of Figurative Language Found in Bruno Mars’ Selected Songs”. Bahasa kiasan merupakan salah satu gaya bahasa yang cara menyampaikannya berbeda dari makna sebenarnya. Bahasa kiasan sangat umum di dalam lagu atau puisi. Ini sangat bermanfaat bagi penulis karena dapat membuat bahasa mereka lebih indah dan menarik untuk di dengarkan. Kiasan menyampaikan bayangan dari suatu makna yang tidak begitu bisa di ekspresikan dengan cara lain. Penulis akan menjelaskan kiasan dan arti dari lirik lagu yang mengandung kiasan. Metode yang digunakan penulis dalam kertas karya ini adalah metode penelitian kepustakaan dimana penulis mengumpulkan beberapa buku yang berhubungan dengan topik ini. Dalam kertas karya ini penulis akan fokus dengan empat tipe kiasan yaitu asosiasi (simili), metafora, hiperbola, dan personifikasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui bahasa kiasan yang digunakan di lagu milik Bruno Mars dan menggambarkan arti lirik tersebut.Kertas Karya Diplom

    Rekonstruksi dalaman dialek Baling purba: (Internal reconstruction of proto Baling)

    No full text
    Kajian ini, dengan menerapkan tatakaedah rekonstruksi dalaman, merupakan satu usaha untuk membina bentuk hipotetikal dialek purba yang diandaikan wujud pada suatu masa dahulu di salah satu kawasan terpencil di Semenanjung Tanah Melayu. Dialek purba yang dimaksudkan diistilahkan dalam kajian ini sebagai dialek Baling purba (DBP). Bagi mengoperasikan tatakaedah rekonstruksi dalaman, datanya dikumpul di lapan buah kampung sekitar Baling, Kedah. Kesemua kampung yang dikunjungi itu mewakili lapan varian dialek Melayu Baling (DMB). Hasil rekonstruksi menunjukkan DBP mempunyai 4 fonem vokal iaitu **i, **u, **ə, **a dan 18 konsonan iaitu **b, **d, **g, **p, **t, **k, **m, **n, **ŋ, **ɲ, **ɣ, **s, **h, *c, **j, **l, **w dan **j. Dari satu segi, jumlah fonem DBP sejajar dengan fonem bahasa Malayik purba (MP) dan dialek-dialek turunannya. Dari segi yang lain, kewujudan fonem **ɣ menunjukkan kemandiran DBP, maka dialek purba ini terpisah daripada dialek-dialek Melayu cabang semenanjung utara. Natijah dapatan ini ialah kemandirian DBP memerlukannya untuk dikelaskan dalam pengelompokan yang baru
    corecore