662 research outputs found
REVIEW JURNAL - TEORI KOMUNIKASI Lusy Ariyani
REVIEW JURNAL - TEORI KOMUNIKASI Lusy Ariyan
REVIEW JURNAL - TEORI KOMUNIKASI Lusy Ariyani
REVIEW JURNAL - TEORI KOMUNIKASI Lusy Ariyan
REVIEW JURNAL - TEORI KOMUNIKASI Lusy Ariyani
REVIEW JURNAL - TEORI KOMUNIKASI Lusy Ariyan
LUSY TUNIK MUHARLISIANI's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
LUSY TUNIK MUHARLISIANI's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Analisis Likuiditas Dan Rentabilitas Pada Bank X Cabang Sumedang
Lusy Andryani - NPM : B00120014 ;
Dosen Pembimbing : Reni Marlina, SE., MM.Untuk mengetahui kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban lancarnya dapat dihitung melalui rasio likuiditas, sedangkan untuk kinerjanya dihitung melalui rasio rentabilitas. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui rasio likuiditas dan rentabilitas, mengetahui perkembangan tingkat likuiditas dan rentabilitas, serta untuk mengetahui kebijakan apa saja yang dilakukan bank bjb Cabang Sumedang dalam menangani risiko likuiditas.
Dalam penulisan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif, yaitu mengumpulkan untuk menggambarkan, memaparkan dan menganalisisnya, kemudian menarik kesimpulan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu dengan teknik observasi dan interview serta teknik pengumpulan data.
Besarnya rasio likuiditas dan rentabilitas bank bjb Cabang Sumedang tahun 2009-2013 yaitu berfluktuatif, dalam perkembangannya untuk rasio likuiditas dilihat dari hasil perhitungan LDR berada dalam posisi tidak baik, namun untuk rasio rentabilitas dilihat dari hasil perhitungan ROA kondisinya baik, bank bjb Cabang Sumedang ini sangat memperhatikan tingkat rentabilitas dibanding likuiditasnya. Untuk mengatasi risiko likuiditas yang terjadi bank bjb Cabang Sumedang melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya seperti melakukan monitoring harian terhadap dana masuk dan keluar, dan peminjaman dana di pasar uang
PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMBIAYAAN SYARIAH PADA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH BAITUL MAAL WAT TAMWIL (KJKS-BMT) KOTA PADANG
5
PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMBIAYAAN SYARIAH PADA
KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH BAITUL MAAL WAT
TAMWIL (KJKS-BMT) KOTAPADANG
(Lusy Fitriyani, 1121211028, Pascasarjana Fakultas Hukum, Unversitas
Andalas, 2013, 112 Halaman)
ABSTRAK
Saat ini Lembaga Keuangan Mikro berbasis Koperasi sangat berkembang
di Indonesia. Sesuai dengan kebijakan Pemerintah, yang dituangkan dalam
Keputusan Bersama 3 Menteri dan Gubernur Bank Indonesia Nomor
351.1/KMK.010/2009, Nomor 900-639A Tahun 2009, Nomor
01/SKB/M.KUKM/IX/2009 dan Nomor 11/43A/KEP.GBI/2009 Tanggal 7
September Tahun 2009, Tentang Strategi Pengembangan Lembaga Keuangan
Mikro Hukum, menyatakan bahwa Lembaga Keuangan Mikro yang belum
berbadan hukum yang dibentuk atas inisiatif Pemerintah, Pemerintah Daerah
dan/atau masyarakat yang mengelola dana-dana masyarakat, harus ditransformasi
menjadi lembaga keuangan mikro berbadan hukum dalam bentuk (salah satunya)
BPR (Bank Perkreditan Rakyat), BUMD/BUMK, atau Koperasi). salah satu LKM
yang sedang berkembang di Kota Padang adalah KJKS BMT. KJKS BMT
merupakan program Pemerintah Kota Padang yang bertujuan untuk mengurangi
kemiskinan dengan memberikan pinjaman/pembiayaan modal usaha kepada
masyarakat usaha produktif dengan pola bagi hasil/prinsip syariah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kedudukan hokum Koperasi Jasa Keuangan Syariah
(KJKS) dalam peraturan peundang-undangan lembaga keuangan, untuk
mengetahui pelaksanaan pembiayaan syariah yang dilakukan oleh KJKS BMT
Kota Padang dan untuk mengetahui perbedaan pelaksanaan pembiayaan syariah
pada KJKS BMT denga Lembaga Keuangan Konvensional. Penelitian ini
menggunakan pendekatan dengan metode yuridis sosiologis (empiris), dengan
mengambil sampel 4 unit KJKS BMT yang ada di Kota Padang. Dari hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa kedudukan hukum KJKS belum diatur secara
khusus dalam peraturan perundang-undangan, namun pola Koperasi yang
digunakan oleh KJKS BMT sama dengan Koperasi pada umumnya sehingga
mengacu UU No 25 tahun 1992 jo UU No 17 Tahun 2012 tentang perkoperasian.
Dari 104 unit KJKS BMT Kota Padang, terdapat 64 unit KJKS BMT telah
berhasil melakukan pembiayaan syariah, dan 40 unit KJKS BMT lainnya belum
berhasil melakukan pembiayaan syariah. Akad yang digunakan dalam perjanjian
pembiayaan KJKS BMT adalah akad Murabahah bi Wakalah. Adapun perbedaan
yang mendasar pada pelaksanaan pembiayaan pada KJKS BMT dengan Lembaga
Keuangan Konvensional adalah pada KJKS BMT adanya pembinaan masyarakat
dalam bentuk POKUSMA (Kelompok Masyarakat Muamalah) sedangkan pada
Lembaga Keuangan Konvensional tidak ada. Perbedaan lain adalah pola syariah
yang dilakukan oleh KJKS BMT sedangkan pada Konvensional dikenal dengan
system bunga.
Kata kunci : Pelaksanaan, pembiayaan KJKS BMT, Kota Padan
Échos bourguignons à Mons au temps de Charles Quint : le bourgeois Antoine de Lusy et son journal
Référence complète: CAUCHIES Jean-Marie, « Échos bourguignons à Mons au temps de Charles Quint : le bourgeois Antoine de Lusy et son journal », dans « 11e Congrès de l’Association des cercles francophones d’histoire et d’archéologie de Belgique et 58e Congrès de la Fédération des cercles d’archéologie et d’histoire de Belgique. Congrès de Wallonie picarde, Tournai, organisé par les sociétés d’histoire et d’archéologie d’Ath, Mouscron et Tournai, avec la collaboration du Centre Hannonia, 19-22 août 2021. Actes », tome I, Tournai, 2021, p. 114-115 [résumé de communication]
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DAN KEMANDIRIAN PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DAN KEMANDIRIAN PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
Oleh:
Siti Lusy Nurjanah
Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
[email protected]
ABSTRAK
Kemandirian merupakan kemampuan seseorang untuk tidak tergantung pada orang lain serta bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Kemandirian dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pola asuh orangtua. Hipotesis dalam penelitian ini, yaitu terdapat hubungan antara pola asuh demokratis orangtua dengan kemandirian pada mahasiswa tahun pertama di UIN SUSKA Riau. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 246 orang mahasiswa UIN SUSKA Riau angkatan 2020. Alat pengumpulan data diperoleh menggunakan skala kemandirian (Laurence Steinberg, 2002) dan skala pola asuh demokratis orangtua (Diana Baumrind, 1967) dengan teknik analisisa uji korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS For Windows 22.0. Penelitian ini menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar r= 0,283 (p= 0,000 < 0,05) artinya hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh demokratis orangtua dengan kemandirian pada mahasiswa tahun pertama di UIN SUSKA Riau. Hubungan yang terdapat di antara kedua variabel tersebut mempunyai arah positif, dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi pola asuh demokratis orangtua maka semakin tinggi pula kemandirian pada mahasiswa. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah pola asuh demokratis orangtua maka semakin rendah pula kemandirian pada mahasiswa tahun pertama di UIN SUSKA Riau.
Kata Kunci : Pola Asuh Demokratis Orang Tua, Kemandiria
ASESMEN LAPANGAN CAPAIAN SDGs BIDANG AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK PADA ZONA III KOTA BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
ASESMEN LAPANGAN CAPAIAN SDGs BIDANG AIR
BERSIH DAN SANITASI LAYAK PADA ZONA III KOTA
BANDAR LAMPUNG
Oleh
Lusy Ramadanti
Suistainable Development Goals(SDGs) atau agenda 2030 merupakan
inisiatif global yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan manusia
menjadi lebih baik dalam aspek sosial dan ekonomi serta dapat bersinergi
dengan lingkungan. Tujuan keenam dari Sustainable Development Goals
yaitu menjamin ketersediaan dan manajemen air maupun sanitasi
berkelanjutan untuk semua clean water and sanitation( air bersih dan sanitasi
).
Provinsi Lampung berada pada segmen enam terbawah se-Nasional
dalam hal akses air minum dan sanitasi layak pada tahun 2019 dengan
persentase 2017(45,35%),2018 (45,85%),2019(65,76%) sementara itu
capaian 100% air bersih dan sanitasi layak di targetkan terpenuhi pada tahuan
2030 maka dirasa penting bagi peneliti untuk melakukan penelitian ini.
Tujuan penelitian ini adalah melakukan asesmen lapangan persentase rumah
tangga menggunakan layanan air minum dan sanitasi layak yang dikelola
secara aman dengan menggunakan metode cross sectional sebagai jenis
observasi yang menganalisis data variable pada satu titik waktu tertentu
diseluruh populasi sampel yang telah ditentukan data didukung dari hasil
obsevasi dan wawancara dengan melibatkan 70 orang responden dari masing�masing wilayah Zona III Kota Bandar Lampung.Pada penelitian ini zona
yang akan diteliti yaitu, Kota Bandar Lampung Zona III meliputi wilayah
Keacamatan Labuhan Ratu,Way Halim dan Kedaton. Hasil penelitian
menunjukan persentase di bidang air bersih yang tergolong kategori akses
aman diangka 57%, kategori akses layak dasar diangka 37,2%, kategori akses
layak terbatas diangka 1,5% dan kategori akses tidak layak diangka 4,3%
sedangkan untuk capaian bidang sanitasi layak 47,2% untuk kategori akses
aman, 48,5% untuk kategori akses layak dasar dan 4,3% kategori akses
belum layak. Dari hasil analisis ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung
disarankan untuk menyusun kebijakan yang mengarah pada perbaikan akses
air dan sanitasi yang ada agar tercapai 100% air bersih dan sanitasi layak bagi
masyarakat.
Kata kunci : SDGs,air bersih, sanitasi layak,asesmen lapangan, cross
sectional metode.
iii
ABSTRACT
FIELD ASSESSMENT OF CLEAN WATER AND DECENT
SANITATION ACHIEVEMENTS IN ZONE III, BANDAR
LAMPUNG CITY
By
Lusy Ramadanti
The Suistainable Development Goals (SDGs) or the 2030 agenda is a
global initiative that aims to make human life better in social and
economic aspects and to be able to synergize with the environment.
The sixth objective of the Sustainable Development Goals is to ensure
the availability and sustainable management of water and sanitation
for all clean water and sanitation (clean water and sanitation).
Lampung Province is in the lowest six segments nationwide in terms
of access to drinking water and proper sanitation in 2019 with a
percentage of 2017 (45.35%), 2018 (45.85%), 2019 (65.76%) while
the achievement is 100 % of clean water and proper sanitation is
targeted to be fulfilled in 2030, so it is important for researchers to
conduct this research. The purpose of this study was to conduct a field
assessment of the percentage of households using proper drinking
water and sanitation services which are managed safely using the
cross-sectional method as a type of observation that analyzes variable
data at a certain point in time across the entire sample population
which has been determined. The data is supported from the results of
observations and interviews involving 70 respondents from each Zone
III area of Bandar Lampung City. The results showed that the
percentage in the clean water sector belonging to the safe access
category was 57%, the basic decent access category was 37.2%, the
limited decent access category was 1.5% and the inadequate access
category was 4.3% while for achievements in the water sector proper
sanitation 47.2% for the secure access category, 48.5% for the basic
proper access category and 4.3% for the inadequate access category.
From the results of this analysis, it is recommended that the City
Government of Bandar Lampung develop policies aimed at improving
existing access to water and sanitation in order to achieve 100% clean
water and proper sanitation for the community.
Keywords: SDGs, clean water, proper sanitation, field assessment,
cross sectional method
- …
