8 research outputs found
IMPLEMENTASI TUGAS DAN FUNGSI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN (BNNK) MANDAILING NATAL DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PERSFEKTIF FIQH SIYASAH
ABSTRAKPermasalahan narkoba merupakan permasalahan nasional yang dapat mengancam ketahan negara. Mandailing Natal kabupaten yang tertinggi jumlah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di provinsi Sumatera Utara dan juga merupakan salah satu tempat yang banyak terdapat Ladang Ganja. Sejak berdirinya BNKK Mandailing Natal telah melakukan tugas dan fungsinya sebagai lembaga vertical yang bertugas menanggulangi bahaya narkoba, namun pelaksanaan tugas dan fungsi BNNK Mndailing Natal tersebut belum menunjukkan hasil yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implemntasi tugas dan fungdi BNNK mandailing Natal dalam melakukan pencegahan bahaya narkoba di kalangan masyarakat dan untuk mengetahui mengetahui implementasi tugas dan fungsi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mandailing Natal dalam Pencegahan penyalahgunaan narkotika Persfektif Fiqh Siyasah. Penelitian ini merupakan penelitian Empris yuridis yang datanya disajikan dengan cara kulaitatif deskriptip. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari lapangan sedangkan metode analisa menggunkan Milles and Hubarman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tugas dan fungsi BNNK Mandailing Natal dalam Pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan Masyarakat dilaksanakan dengan menjalankan program P4GN yang telah disusun berdasarkan bidang masing-masing. Bidang pencegahan melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan cara sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat dan tes urin, bidang pemberantasan melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan cara penindakan, penangkapan dan penghangusan lahan ganja dan bidang rehabilitasi melaksanakan pencegahan dengan cara melakukan pengobatan (rehabilitasi) terhadap pecandu narkoba. Implentasi Tugas dan Fungsi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mandailing Natal dalam Pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat persfektif fiqh Siyasah sudah sesuai, namun dalam implementasinya belum maksimal dan masih memerlukan banyak analisa dan evaluasi khususnya tentang startegi/kebijakan dalam pelaksanaan program P4GN.Kata Kunci: Tugas. Fungsi BNNK. Pencegahan. Narkoba. Mandailing Nata
Pembagian Harta Perkawinan Dalam Adat Masyarakat Mandailing Natal (suatu Kajian Antropologi Sosiologi hukum Islam)
This research is motivated by the many conflicting understandings of the community about marital property and its distribution, especially to the Mandailing indigenous people. This research was conducted to examine the distribution of marital assets in the Mandailing community along with the factors behind it and analyzed by the Marriage Law and compilation of Islamic Law (KHI). This research is a juridical empirical research which is described in a qualitative descriptive using a case approach. The results of this study indicate that the distribution of marital assets to the Mandailing community is only done in cases of divorce. Meanwhile, in the case of one husband and wife died, the distribution of joint assets was not carried out. This means that the widow / widower only gets a share of the inheritance and does not receive the marriage assets. The factors behind the distribution of such marital assets in the Mandailing community are the influence of cultural customs that are still practiced today and the exemplary role of Malimkampung / Hatobangon. Although the distribution of marital assets to the Mandailing community is different from the provisions of the legislation and KHI, it is not said to be a violation of the law. Key words: Custom, Marriage Assets, Distribution, Mandailing Natal Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya simpang-siur pemahaman masyarakat terhadap harta perkawinan dan pembagiannya khusunya pada masyarakat adat Mandailing. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembagian harta perkawinan pada masyarakat Mandailing beserta faktor-faktornya yang dianalisa dengan menggunakan Undang-Undang dan Kompilasi hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian Yuridis Empiris yang diuraikan dengan deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kasus (case Opprouch). Hasil penelitian ini menununjukkan bahwa pembagian harta perkawinan pada masyarakat Mandailing hanya ada pada kasus cerai hidup. Sedangkan dalam kasus cerai mati (salah satu pasangan suami istri meninggal) pembagian harta bersama tidak dilakukan terhadap pasangan yang lebih lama hidup. Faktor yang melatarbelakangi pembagian harta perkawinan seprti demikian pada masyarakat mandailing adalah pengaruh adat budaya yang masih diamalakan sampai sekarang dan ketauladanan malimkampung/ hatobangon. Meskipun pembagian harta harta perkawinan pada masyarakat Mandailing berbeda dengan ketentuan perundang-undangan dan KHI, namun tidaklah dikatakan sebagai sebuah pelanggaran hukum. Key word: Adat, Harta Perkwinan, Pembagian, Mandailing Nata
Hukum Mempelajari Ilmu Mantiq Menurut Imam An-Nawawi dan Imam Al-Ghazali
Ilmu mantiq merupakan ilmu yang mempelajari tentang logika, ilmu mantiq pertama kali dipopulerkan oleh para filsuf yunani yakni Sokrates, Plato, dan Aristoteles. Kehadiran ilmu mantiq di dalam Islam membawa perbedaan di kalangan para ulama, yakni dalam hal mempelajarinya, Imam An-Nawawi adalah salah satu ulama yang mengharamkan mempelajari ilmu mantiq, sedangkan Imam Al-Ghazali adalah salah satu ulama yang memperbolehkan mempelajari ilmu mantiq bahkan menganggap mempelajarinya adalah fardhu kifayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan Imam An-Nawawi dan Imam Al-Ghazali terkait dengan mempelajari ilmu mantiq, kemudian untuk mengetahui analisis perbedaan pendekatan dan sudut pandang yang digunakan oleh Imam An-Nawawi dan Imam Al-Ghazali dalam mempelajari ilmu mantiq. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan, data yang diambil melalui studi yang mendalam terhadap literatur-literatur yang relevan, seperti buku, artikel, dan tulisan-tulisan Imam An-Nawawi dan Imam Al-Ghazali. Imam An-Nawawi melarang mempelajari ilmu mantiq karena menggagap ilmu mantiq merupakan inti dari filsafat, sedangkan Imam Al-Ghazali menganggap ilmu mantiq sebagai penghantar dari filsafat
The Role of Management Information Systems in Making Production Decisions at PTPN Ill (Persero) Medan
65 HalamanSistem informasi manajemen bukan hanya merupakan konsep ataupun
teori saja, tetapi merupakan suatu sistem atau prosedur operasional yang
melaksanakan berbagai fungsi untuk mengolah, menyediakan dan menyalurkan
data beserta inf ormasi yang dibutuhkan oleh direktur maupun manajer produksi
sebagai pengambil keputusan dalam kegiatan operasionalnya. Sistem informasi
manajemen menjadi penting bagi manajer produksi karena menyediakan data
sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Tujuan penelitian
yang dilakukan penulis adalah untuk memperdalam pengetahuan penulis
mengenai sejauh mana peran sistem informasi manajemen dalam pengambilan
keputusan produksi pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Jenis
penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian deskriptif. Untuk
memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan, maka penulis menggunakan
metode pengumpulan data melalui pengamatan dan wawancara. Berdasarkan hasil
dan pembahan atas penelitian yang dilakukan penulis pada PT. Perkebunan
Nusantara III (Persero) Medan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sistem
informasi manajemen punya peranan yang sangat besar untuk mendukung
direktur/manajer produksi dalam pengambilan keputusan produksi sebagai media
yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi jarak jauh melalui sistem
informasi komputer dengan dukunganjaringan internet. Management information systems are not just a concept or
theory only, but is a system or operational procedure that
carry out various functions to process, provide and distribute
data and information needed by directors and production managers
as a decision maker in its operational activities. Information Systems
management becomes important for production managers because it provides data
as a consideration in decision making. Research purposes
what the author does is to deepen the author's knowledge
regarding the extent of the role of management information systems in decision making
production decisions at PT. Nusantara Plantation III (Persero) Medan. Type
research used by the author is descriptive research. For
obtain the data and information needed, the authors use
data collection methods through observation and interviews. Based on the results
and discussion of the research conducted by the author at PT. Plantation
Nusantara III (Persero) Medan, it can be concluded that the system
Information management has a very big role to support
production director/manager in making production decisions as a media
that can be used to funnel remote information through the system
computer information with the support of the internet network
PERAN UMKM LOKAL DALAM PENGEMBANGAN KERAJINAN LIDI DARI PELEPAH SAWIT UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DESA RAJA TENGAH
Salah satu potensi utama sumber daya alam di Desa Raja Tengah adalah perkebunan kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit memiliki banyak manfaat bagi manusia melalui berbagai produk olahannya. Salah satu bagian yang bisa dimanfaatkan adalah pelepah kelapa sawit. Karena minimnya pengetahuan masyarakat, pelepah kelapa sawit selama ini hanya dijual dalam bentuk lidi mentah. Padahal, lidi kelapa sawit dapat memberikan penghasilan tambahan jika diolah menjadi kerajinan yang bernilai jual tinggi baik dari segi ekonomi maupun estetika. Oleh karena itu, diadakan pelatihan kerajinan lidi kelapa sawit untuk membantu masyarakat mengolahnya menjadi produk anyaman yang bernilai jual. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode berbagi pengetahuan (knowledge sharing). Berbagi pengetahuan adalah kegiatan manajemen pengetahuan yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi, ide, pengalaman, atau keterampilan dari individu, departemen, atau organisasi agar dapat membentuk dasar bagi kerja sama. Hasil dari pelatihan ini adalah produk anyaman seperti piring dan tempat buah yang ramah lingkungan serta memiliki keunikan tersendiri. Produk kerajinan ini bernilai jual, kreatif, dan inovatif, sehingga berpotensi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat
Childfree in a Variety of Perspectives: Philosophical Perspectives, Islamic Family Law and Contemporary Social Life
The childfree phenomenon has become a hot topic in contemporary society. This choice not only reflects the dynamics of modern lifestyles but also raises legal, social, and religious controversies. This research aims to analyze childfree law from various perspectives, namely legal philosophy, Islamic family law, sociology, and anthropology, as well as career and population aspects. A multidisciplinary approach is used to understand this phenomenon in its entirety and comprehensively. From the perspective of Islamic law, child freedom is considered contrary to maqashid al-shariah, especially in safeguarding offspring (hifzh al-nasl), which is one of the purposes of marriage. However, from the perspective of legal philosophy, such decisions can be justified through the principles of personal autonomy and freedom of choice. Meanwhile, sociological and anthropological perspectives view childfree as a reflection of changes in social structure, individualistic values, and the influence of modern economics and lifestyle. In addition, career factors and population density also influence these preferences, which indirectly impact demographics and development. This study shows the importance of a balanced approach between religious norms, individual freedom, and social responsibility in responding to the childfree phenomenon in the modern era.Fenomena childfree telah menjadi topik hangat dalam masyarakat kontemporer. Pilihan tersebut tidak hanya mencerminkan dinamika gaya hidup modern, tetapi juga menimbulkan kontroversi hukum, sosial, dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hukum childfree dari berbagai perspektif, yaitu filsafat hukum, hukum keluarga Islam, sosiologi, dan antropologi, serta aspek karier dan kependudukan. Pendekatan multidisiplin digunakan untuk memahami fenomena ini secara utuh dan komprehensif. Dari perspektif hukum Islam, childfree dianggap bertentangan dengan maqashid al-shariah, terutama dalam menjaga keturunan (hifzh al-nasl), yang merupakan salah satu tujuan perkawinan. Namun, dari perspektif filsafat hukum, keputusan tersebut dapat dibenarkan melalui prinsip-prinsip otonomi pribadi dan kebebasan memilih. Sementara itu, perspektif sosiologis dan antropologis memandang childfree sebagai refleksi dari perubahan struktur sosial, nilai-nilai individualistis, dan pengaruh ekonomi dan gaya hidup modern. Selain itu, faktor karier dan kepadatan penduduk juga memengaruhi preferensi tersebut, yang secara tidak langsung berdampak pada demografi dan pembangunan. Studi ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang seimbang antara norma agama, kebebasan individu, dan tanggung jawab sosial dalam menanggapi fenomena tanpa anak di era modern
UPAYA PENINGKATAN POLA PIKIR ORANG TUA TERHADAP MUTU PENDIDIKAN REMAJA DESA PEMATANG JOHAR DUSUN XV
Salah satu desa yang ada di Kecamatan Labuhan Deli Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Deli Serdang adalah Desa Pematang Johar. Orang tua harus menempatkan prioritas tinggi pada pendidikan anak-anak mereka. Pendidikan masih belum menjadi perhatian utama di masyarakat Pematang Johar karena orang tua di sana masih lebih memilih anak-anak mereka bekerja sebagai petani karena mentalitas mereka yang belum dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mempengaruhi sikap orang tua dalam meningkatkan kualitas pendidikan remaja di Desa Pematang Johar Dusun XV. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan observasional kualitatif, yang melibatkan pengamatan dan pencatatan keadaan atau objek sasaran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada jumlah hambatan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk ketersediaan guru dan sikap masyarakat. Selain itu, perlu melatih tenaga pendidik, melibatkan masyarakat dalam kegiatan sosial, dan menyelenggarakan program belajar untuk mengubah pola pikir lingkungan.
