1,720,966 research outputs found

    Peranan Pendidikan Islam Dalam Membangun Dan Mengembangkan Kearifan Sosial

    Full text link
    Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kepribadian muslim seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi yang ada, baik potensi yang bersifat jasmaniyah maupun potensi yang bersifat ruhaniyah serta menumbuhkembangkan dan menumbuhsuburkan hubungan yang intim dan harmonis kepada Allah Swt., manusia dana alam semesta. Dalam telaah sosiologis, pendidikan Islam sebagai sebuah pranata yang selalu mengalami interaksi dengan pranata sosial lainnya. Pendidikan Islam senantiasa memiliki peranan dalam menciptakan masyarakat Islam yang memiliki dimensi akidah dan syariah yang kemudian mendorong kehidupan ke arah pembaharuan dan perkembangan, menghormati manusia sebagai individu yang memiliki kebebasan dan hak-hak kemanusiaan serta harga diri serta terbuka kepada semua peradaban (culture)

    Penerapan 'sawab dan ‘iqab dalam peningkatan kedisiplinan siswa di Pesantren Modern Nurul Hakim Tembung Kabupaten Deli Serdang

    Full text link
    Pendidikan Islam merupakan sebuah proses pengembangan potensi kreatif peserta didik untuk menjadi manusia beriman, bertakwa, berbudi luhur dan memiliki etos kerja yang tinggi. Kesemuanya merupakan sebuah bukti bahwa Pendidikan Islam telah mengalami sebuah perkembangan yang cukup memuaskan diantaranya adalah alat pendidikan ataupun metode pendidikan. Tsawab / ganjaran dan ‘Iqab / hukuman, merupakan alat pendidikan yang masih diterapkan sampai hari ini meskipun keberadaannya sering kali disalahartikan bagi wali murid dan tidak jarang disalahgunakan bagi para pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Bagaimana penerapan Tsawab dan ‘Iqab dalam meningkatkan disiplin siswa di Pesantren Modern Nurul Hakim? Bagaimana aktifitas pendidik dalam rangka penerapan Tsawab dan ‘Iqab di Pesantren Modern Nurul Hakim? Dan Bagaimana tingkat kedisiplinan siswa di Pesantren Modern Nurul Hakim? Adapun metode penelitian ini adalah metodologi kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis ataupun lisan dari orang – orang yang dapat diamati . Sedangkan yang menjadi instrumennya adalah peneliti sendiri. Data diperoleh dari dua sumber yaitu primer dan sekunder dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun tehnik analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tsawab dan ‘Iqab dalam rangka meningkatkan kedisiplinan siswa di Pesantren Modern Nurul Hakim telah dilakukan oleh semua unsur yang ada di pesantren tersebut, sesuai dengan bidang dan tanggung jawab yang mereka emban. Penerapan Tsawab atau pemberian hadiah sebagai sarana guru / ustad untuk melakukan pendekatan sudah terbukti efektif, namun masih perlu ditingkatkan lagi tingkat keefektifannya. Selanjutnya penerapan ‘Iqab (hukuman) baik yang berupa hukuman fisik maupun non fisik bukanlah satu – satunya jalan untuk meningkatkan disiplin dan mengantisipasi kenakalan para siswa. Lebih dari itu, pendekatan perseorangan yaitu: bimbingan, arahan, binaan yang bersifat nasihat dan teguran. Tsawab dan ‘Iqab adalah jalan alternatif atau hirarki pendekatan yang dilakukan oleh dewan guru / ustad di Pesantren Modern Nurul Hakim Tembung

    Pembinaan kesehatan mental santri melalui bmbingan dan konseling Islami di Pesantren Sumatera Utara

    No full text
    Penelitian ini bertujuan, yaitu 1) Untuk menganalisis dan mendeskripsikan teknik pembinaan mental yang dilakukan Kyai/Ustadz di Pesantren Sumatera Utara; 2) Untuk menganalisis dan mendeskripsikan aspek dalam konseling Islami yang dilakukan oleh Kyai/Ustadz di Pesantren Sumatera Utara; 3) Untuk menganalisis dan mendeskripsikan \upaya pemeliharaan kesehatan mental Islami yang dilakukan Kyai/Ustadz di Pesantren Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan di tiga pondok pesantren yang ada di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Pondok Pesantren Modern Daar Al-Ulum Asahan, dan Pondok Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pimpinan pondok pesantren, konselor pondok pesantren, orang tua santri, dan santri di pondok pesantren. Data yang terkumpul melalui berbagai teknik tersebut, diperiksa dan dilakukan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Ada tiga temuan dalam penelitian ini, yaitu: Pertama, Teknik konseling Islami yang dilakukan oleh Kyai/Ustadz di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru adalah : Organisasi kelompok, teknik konseling ini merupakan pendekatan secara kelompok ( group guidance) , Teknik yang bersifat lahir, dan Teknik konseling Islami yang bersifat batin. Di Pesantren Daar Al- Ulum Asahan teknik Konseling Islami yang dilakukan adalah : Konseling secara langsung dan tidak langsung dan teknik spiritualism method. Sedangkan di Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid dilakukan dengan teknik konseling individu dan konseling kelompok dan teknik konseling client centered method. Kedua , Aspek yang dibina dalam konseling oleh Kyai/Ustadz di ketiga Pesantren ini menggunakan aspek Keberagamaan. Ketiga , Upaya pemeliharaan Mental Islami Dalam literatur erkembang yang kemudian dijadikan rujukan dalam membina kesehatan mental Islami adalah pola atau metode Iman, Islam dan Ihsan kemudian penanaman nilai akhlak, baik akhlak kepada Allah, akhlak individual, akhlak sosial serta akhlak kepada ala

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak oleh Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Kesatria Medan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum akhlak siswa dan bagaimana Internalisasi Nilai-nilai Akhlak oleh Guru Pendidikan Agama Islam diSMA Kesatria Medan. Penelitian ini adalah jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan sedangkan objek penelitiannya adalah internalisasi nilai-nilai akhlak oleh guru pendidikan agama Islam di SMA Kesatria Medan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak siswa di SMA Kesatria Medan dikategorikan baik. Berkenaan dengan proses Internalisasi pada hasil wawancara diketahuilah langkah-langkah untuk menginternalisasikan nilai-nilai Akhlak oleh Guru Pendidikan Agama Islam dikategorikan cukup efektif, melalui penerapan beberapa metode misalnya keteladanan, anjuran, pembiasaan, larangan, motivasi dan ancaman. Langkah-langkah Guru Pendidikan Agama Islam untuk menginternalisasikan nilai-nilai Akhlak pada siswa SMA Kesatria Medan telah melalui beberapa tahapan yang signifikan, diawali dari transformasi nilai berupa disiplin, ibadah, membaca dan melafalkan ayat Al-Qur’an, bertutur kata yang sopan, tidak berbohong dan membolos. Tahap transaksi nilai menghasilkan pengaruh baik pada siswanya seperti melarang siswa makan sambil berjalan serta memberikan nasihat. Maka, Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peranan yang penting dalam pembentukan akhlak siswa dengan senantiasa memberikan pengetahuan mengenai pentingnya nilai-nilai akhlak dalam keseharian dan juga membentuk siswa dengan memberikan teladan berupa akhlakul karimah atau akhlak terpuji/mulia

    PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK MELALUI METODE SOSIODRAMA DI RA NURUS SALAM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi kemampuan berbicara anak sebelum menerapkan metode sosiodrama sebagai upaya meningkatkan kemampuan berbicara anak di RA Nurus Salam. 2) Mengetahui kemampuan berbicara anak setelah penerapan metode sosiodrama sebagai langkah peningkatan kemampuan berbicara anak di RA Nurus Salam. 3) Mengetahui hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui penerapan metode sosiodrama di RA Nurus Salam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Metode sosiodrama terbukti berhasil sebagai alat peningkatan kemampuan berbicara anak di RA Nurus Salam. Data awal menunjukkan bahwa sebelum menggunakan metode sosiodrama, kemampuan berbicara anak masih rendah (46%), sehingga dilakukan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan metode sosiodrama di RA Nurus Salam. 2) Setelah mengimplementasikan metode sosiodrama, kemampuan berbicara anak telah mengalami perkembangan sesuai harapan, mencapai tingkat keberhasilan sebesar 80%. Pencapaian target penelitian terkait peningkatan persentase kemampuan berbicara anak dengan menggunakan metode sosiodrama berhasil maksimal. 3) Namun, metode ini memiliki beberapa kendala, seperti memerlukan waktu yang panjang, potensi anak menjadi pasif jika tidak mendapat giliran, memakan banyak waktu pelajaran, persiapan yang teliti, dan terkadang anak enggan berperan karena alasan psikologis seperti rasa malu. Selain itu, kegagalan dramatisasi bisa menghambat kesimpulan anak, dan keberhasilan sosiodrama sangat tergantung pada pemahaman guru terhadap tujuan pembelajaran dan langkah-langkah pelaksanaan metode ini. Jika guru tidak memahami dengan baik, penerapan sosiodrama dapat menjadi kacau

    Analisis Kecenderungan Self-Injury terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMP IT Al-Ihya Tanjung Gading

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalis siswa/i SMP IT Al-Ihya yang terlibat dalam prilaku self-injury dan mengidentifikasi apakah prilaku tersebut berdampak pada prestasi belajarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen terkait prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prilaku self-injury sangatlah berdampak negative bagi siswa, dapat dilihat dari perubahan sikap, menurunnya minat belajar serta hasil belajar yang tidak maksimal. Oleh karena itu, guru dan orangtua harus bekerja sama dalam mengawasi peserta didik agar prilaku seperti ini tidak ditemukan lagi. &nbsp

    Melatih Regulasi Diri Santriwati dengan Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Sei Rampah

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk 1. Mengidentifikasi regulasi diri santriwati di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Sei Rampah. 2. Mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala regulasi diri santriwati di di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Sei Rampah Jenis penelitian ini adalah kulitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1. Santriwati di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Sei Rampah umumnya memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya regulasi diri. Mereka memahami bahwa regulasi diri membantu mereka untuk lebih disiplin, fokus, dan bertanggung jawab dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Meskipun ada tantangan, seperti mengelola emosi dan waktu, para santriwati terus berusaha mengembangkan kemampuan regulasi diri mereka melalui dukungan dari lingkungan pesantren, teman dan guru-guru mereka. 2. Faktor pendukung utama dalam regulasi diri santriwati adalah lingkungan yang disiplin, dukungan dari teman sebaya, keteladanan dari guru, serta kegiatan yang terstruktur dan bimbingan konseling. Namun, beberapa kendala juga dihadapi, seperti tekanan emosional, kelelahan fisik, kurangnya motivasi internal, dan gangguan emosional seperti rasa rindu akan keluarga. Faktor-faktor ini perlu diperhatikan untuk terus meningkatkan regulasi diri santriwati di pondok pesantre

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore