17 research outputs found
Peranan Pendidikan Islam Dalam Membangun Dan Mengembangkan Kearifan Sosial
Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kepribadian muslim seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi yang ada, baik potensi yang bersifat jasmaniyah maupun potensi yang bersifat ruhaniyah serta menumbuhkembangkan dan menumbuhsuburkan hubungan yang intim dan harmonis kepada Allah Swt., manusia dana alam semesta. Dalam telaah sosiologis, pendidikan Islam sebagai sebuah pranata yang selalu mengalami interaksi dengan pranata sosial lainnya. Pendidikan Islam senantiasa memiliki peranan dalam menciptakan masyarakat Islam yang memiliki dimensi akidah dan syariah yang kemudian mendorong kehidupan ke arah pembaharuan dan perkembangan, menghormati manusia sebagai individu yang memiliki kebebasan dan hak-hak kemanusiaan serta harga diri serta terbuka kepada semua peradaban (culture)
Penerapan 'sawab dan ‘iqab dalam peningkatan kedisiplinan siswa di Pesantren Modern Nurul Hakim Tembung Kabupaten Deli Serdang
Pendidikan Islam merupakan sebuah proses pengembangan potensi kreatif peserta didik untuk menjadi manusia beriman, bertakwa, berbudi luhur dan memiliki etos kerja yang tinggi. Kesemuanya merupakan sebuah bukti bahwa Pendidikan Islam telah mengalami sebuah perkembangan yang cukup memuaskan diantaranya adalah alat pendidikan ataupun metode pendidikan. Tsawab / ganjaran dan ‘Iqab / hukuman, merupakan alat pendidikan yang masih diterapkan sampai hari ini meskipun keberadaannya sering kali disalahartikan bagi wali murid dan tidak jarang disalahgunakan bagi para pendidik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Bagaimana penerapan Tsawab dan ‘Iqab dalam meningkatkan disiplin siswa di Pesantren Modern Nurul Hakim? Bagaimana aktifitas pendidik dalam rangka penerapan Tsawab dan ‘Iqab di Pesantren Modern Nurul Hakim? Dan Bagaimana tingkat kedisiplinan siswa di Pesantren Modern Nurul Hakim?
Adapun metode penelitian ini adalah metodologi kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis ataupun lisan dari orang – orang yang dapat diamati . Sedangkan yang menjadi instrumennya adalah peneliti sendiri. Data diperoleh dari dua sumber yaitu primer dan sekunder dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun tehnik analisis data dilakukan secara interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tsawab dan ‘Iqab dalam rangka meningkatkan kedisiplinan siswa di Pesantren Modern Nurul Hakim telah dilakukan oleh semua unsur yang ada di pesantren tersebut, sesuai dengan bidang dan tanggung jawab yang mereka emban. Penerapan Tsawab atau pemberian hadiah sebagai sarana guru / ustad untuk melakukan pendekatan sudah terbukti efektif, namun masih perlu ditingkatkan lagi tingkat keefektifannya.
Selanjutnya penerapan ‘Iqab (hukuman) baik yang berupa hukuman fisik maupun non fisik bukanlah satu – satunya jalan untuk meningkatkan disiplin dan mengantisipasi kenakalan para siswa. Lebih dari itu, pendekatan perseorangan yaitu: bimbingan, arahan, binaan yang bersifat nasihat dan teguran. Tsawab dan ‘Iqab adalah jalan alternatif atau hirarki pendekatan yang dilakukan oleh dewan guru / ustad di Pesantren Modern Nurul Hakim Tembung
Pembinaan kesehatan mental santri melalui bmbingan dan konseling Islami di Pesantren Sumatera Utara
Penelitian ini bertujuan, yaitu 1) Untuk menganalisis dan mendeskripsikan teknik pembinaan mental yang dilakukan Kyai/Ustadz di Pesantren Sumatera Utara; 2) Untuk menganalisis dan mendeskripsikan aspek dalam konseling Islami yang dilakukan oleh Kyai/Ustadz di Pesantren Sumatera Utara; 3) Untuk menganalisis dan mendeskripsikan \upaya pemeliharaan kesehatan mental Islami yang dilakukan
Kyai/Ustadz di Pesantren Sumatera Utara.
Penelitian ini dilaksanakan di tiga pondok pesantren yang ada di Provinsi
Sumatera Utara, yaitu Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Pondok Pesantren
Modern Daar Al-Ulum Asahan, dan Pondok Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pimpinan pondok pesantren, konselor pondok pesantren, orang tua santri, dan santri di pondok pesantren. Data yang terkumpul melalui berbagai
teknik tersebut, diperiksa dan dilakukan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data
atau penarikan kesimpulan.
Ada tiga temuan dalam penelitian ini, yaitu: Pertama, Teknik konseling Islami yang dilakukan oleh Kyai/Ustadz di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru adalah :
Organisasi kelompok, teknik konseling ini merupakan pendekatan secara kelompok ( group guidance) , Teknik yang bersifat lahir, dan Teknik konseling Islami yang bersifat
batin. Di Pesantren Daar Al- Ulum Asahan teknik Konseling Islami yang dilakukan adalah : Konseling secara langsung dan tidak langsung dan teknik spiritualism method.
Sedangkan di Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid dilakukan dengan teknik konseling individu dan konseling kelompok dan teknik konseling client centered method. Kedua , Aspek yang dibina dalam konseling oleh Kyai/Ustadz di ketiga Pesantren ini menggunakan aspek Keberagamaan. Ketiga , Upaya pemeliharaan Mental Islami Dalam literatur erkembang yang kemudian dijadikan rujukan dalam membina kesehatan mental Islami adalah pola atau metode Iman, Islam dan Ihsan kemudian penanaman nilai akhlak, baik akhlak kepada Allah, akhlak individual, akhlak sosial serta akhlak
kepada ala
PERANAN IBU SEBAGAI SEKOLAH PERTAMA BAGI ANAK
Ibu merupakan sosok yang paling berperan dalam sebuah tatanan rumah tangga, ibu merupakan sosok yang paling utama dalam membentuk psikologi, kepribadian dan akhlak anak. Dari tangan ibu lah anak mulai belajar, tumbuh dan berkembang. Semua aspek perkembangan anak melalui perkembangan anak yang meliputi nilai agama dan moral, aspek perkembangan motorik dan lainnya, selain hal tersebut peranan ibu sangat berperan aktif sebagai figur central yang dicontoh bagi seorang anak untuk dicontoh dan diteladani dengan perilaku dan moralitas melalui arahan dan bimbingannya. Ibu juga berperan aktif untuk menstimulasi dan mengarahkan anak. Pengalaman kebersamaan anak dengan orang tua, merupakan dasar untuk kegiatan bermain anak dikemudian hari. Ibu lah yang memiliki peran penentu bagi perkembangan pendidikan anak. Sesuai dengan sifat penelitian kepustakaan maka penulis melakukan metode survey, tingkat eksplanasi assosiatif kasual. Survey dilakukan dengan cara penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, ataupun politik dari suatu kelompok atau daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan seorang ibu sangat penting dan berpengaruh, betapa ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Bahkan dalam praktikknya peranan ibu juga sebagai figur sentral yang dicontoh dan diteladani. Karena anak bagaikan radar yang menangkap apa saja yang terjadi di sekitarnya. Di tangan seorang ibu lah keberhasilan atau kegagalan pendidikan anak-anaknya.
 
Nurturing Students Mental Health Through Islamic Counseling Guidance In Pesantren Musthafawiyah, North Sumatra
This study discusses students’ mental health care
through Islamic counseling guidance in Pesantren
Musthafawiyah (an Islamic boarding school in North Sumatra).
Islamic counseling guidance in this study focuses on the
treatments done by applying the Al-Qur’an and Al-Hadith
approach. This research has three goals; (1) to analyze the
mental health care technique used by the Ustadz (teacher) in
Pesantren Musthafawiyah ; (2) to analyze the aspects of the
treatments given in Pesantren Musthafawiyah ; and (3) to
analyze the nurturing mental efforts made by the Ustadz in
Pesantren Musthafawiyah . The qualitative approach using
three instruments of data collection, namely; observation,
interview, and documentation was applied in this research. The
findings of this research show that the Islamic counseling
technique used by the Ustadz was done through group
organization or group guidance approach, while Islamic
approach was used as the aspect of the treatments given. The
mental nurturing efforts are based on Islamic Pillars, the Six
Articles of Faith, and Ihsan (perfection) with the major
priority of akhlakul karimah (the practice of virtue, morality,
and manners). This study suggests that mental health care as
done in Pesantren Musthafawiyah could be implemented in any
other Islamic boarding schools by using the Islamic Counseling
Guidance as its approach
Nurturing Students’ Mental Health through Islamic Counseling Guidance in Pesantren Musthafawiyah, North Sumatra
Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak oleh Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Kesatria Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum akhlak siswa dan bagaimana Internalisasi Nilai-nilai Akhlak oleh Guru Pendidikan Agama Islam diSMA Kesatria Medan. Penelitian ini adalah jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan sedangkan objek penelitiannya adalah internalisasi nilai-nilai akhlak oleh guru pendidikan agama Islam di SMA Kesatria Medan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak siswa di SMA Kesatria Medan dikategorikan baik. Berkenaan dengan proses Internalisasi pada hasil wawancara diketahuilah langkah-langkah untuk menginternalisasikan nilai-nilai Akhlak oleh Guru Pendidikan Agama Islam dikategorikan cukup efektif, melalui penerapan beberapa metode misalnya keteladanan, anjuran, pembiasaan, larangan, motivasi dan ancaman. Langkah-langkah Guru Pendidikan Agama Islam untuk menginternalisasikan nilai-nilai Akhlak pada siswa SMA Kesatria Medan telah melalui beberapa tahapan yang signifikan, diawali dari transformasi nilai berupa disiplin, ibadah, membaca dan melafalkan ayat Al-Qur’an, bertutur kata yang sopan, tidak berbohong dan membolos. Tahap transaksi nilai menghasilkan pengaruh baik pada siswanya seperti melarang siswa makan sambil berjalan serta memberikan nasihat. Maka, Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peranan yang penting dalam pembentukan akhlak siswa dengan senantiasa memberikan pengetahuan mengenai pentingnya nilai-nilai akhlak dalam keseharian dan juga membentuk siswa dengan memberikan teladan berupa akhlakul karimah atau akhlak terpuji/mulia
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK MELALUI METODE SOSIODRAMA DI RA NURUS SALAM
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi kemampuan berbicara anak sebelum menerapkan metode sosiodrama sebagai upaya meningkatkan kemampuan berbicara anak di RA Nurus Salam. 2) Mengetahui kemampuan berbicara anak setelah penerapan metode sosiodrama sebagai langkah peningkatan kemampuan berbicara anak di RA Nurus Salam. 3) Mengetahui hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui penerapan metode sosiodrama di RA Nurus Salam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Metode sosiodrama terbukti berhasil sebagai alat peningkatan kemampuan berbicara anak di RA Nurus Salam. Data awal menunjukkan bahwa sebelum menggunakan metode sosiodrama, kemampuan berbicara anak masih rendah (46%), sehingga dilakukan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan metode sosiodrama di RA Nurus Salam. 2) Setelah mengimplementasikan metode sosiodrama, kemampuan berbicara anak telah mengalami perkembangan sesuai harapan, mencapai tingkat keberhasilan sebesar 80%. Pencapaian target penelitian terkait peningkatan persentase kemampuan berbicara anak dengan menggunakan metode sosiodrama berhasil maksimal. 3) Namun, metode ini memiliki beberapa kendala, seperti memerlukan waktu yang panjang, potensi anak menjadi pasif jika tidak mendapat giliran, memakan banyak waktu pelajaran, persiapan yang teliti, dan terkadang anak enggan berperan karena alasan psikologis seperti rasa malu. Selain itu, kegagalan dramatisasi bisa menghambat kesimpulan anak, dan keberhasilan sosiodrama sangat tergantung pada pemahaman guru terhadap tujuan pembelajaran dan langkah-langkah pelaksanaan metode ini. Jika guru tidak memahami dengan baik, penerapan sosiodrama dapat menjadi kacau
Analisis Kecenderungan Self-Injury terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMP IT Al-Ihya Tanjung Gading
Penelitian ini bertujuan untuk menganalis siswa/i SMP IT Al-Ihya yang terlibat dalam prilaku self-injury dan mengidentifikasi apakah prilaku tersebut berdampak pada prestasi belajarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen terkait prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prilaku self-injury sangatlah berdampak negative bagi siswa, dapat dilihat dari perubahan sikap, menurunnya minat belajar serta hasil belajar yang tidak maksimal. Oleh karena itu, guru dan orangtua harus bekerja sama dalam mengawasi peserta didik agar prilaku seperti ini tidak ditemukan lagi.
 
Melatih Regulasi Diri Santriwati dengan Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Sei Rampah
Tujuan penelitian ini adalah untuk 1. Mengidentifikasi regulasi diri santriwati di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Sei Rampah. 2. Mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala regulasi diri santriwati di di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Sei Rampah Jenis penelitian ini adalah kulitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1. Santriwati di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Sei Rampah umumnya memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya regulasi diri. Mereka memahami bahwa regulasi diri membantu mereka untuk lebih disiplin, fokus, dan bertanggung jawab dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Meskipun ada tantangan, seperti mengelola emosi dan waktu, para santriwati terus berusaha mengembangkan kemampuan regulasi diri mereka melalui dukungan dari lingkungan pesantren, teman dan guru-guru mereka. 2. Faktor pendukung utama dalam regulasi diri santriwati adalah lingkungan yang disiplin, dukungan dari teman sebaya, keteladanan dari guru, serta kegiatan yang terstruktur dan bimbingan konseling. Namun, beberapa kendala juga dihadapi, seperti tekanan emosional, kelelahan fisik, kurangnya motivasi internal, dan gangguan emosional seperti rasa rindu akan keluarga. Faktor-faktor ini perlu diperhatikan untuk terus meningkatkan regulasi diri santriwati di pondok pesantre
