5 research outputs found

    Alih Bahasa Wirid dan Salawat sirrul hijaiyyah

    No full text
    126 hlm.;23 c

    Alih bahasa : wirid dan salawat sirrul hijaiyyah

    No full text
    Naskah kuno beraksara lampung da berbahasa banten yang dibahas dalam kajian ini merupakan salah satu naskah yang mengandung teks wirid dan salawat. Naskah ini tidak memiliki judul, tetapi setelah dilakukan pembacaan dapat diketahui bahwa isi dari naskah ini adalah wirid dan salawat sirrul huruf hijaiyyah. dalam perkembangannya, penelitian ini mendapatkan benang merah antara isi teks dengan dunia tarekat, sufi, dan tasawuf. Penyusunan salawat menggunakan huruf hijaiyyah ini merupakan tradisi yang diwarisi dari ajaran tarekat dasuqiyah atau ibrahimiyah atau burhaniyah. syeikh ibrahim ad-dasuqi dienal dengan ajaran dan amalan yang dikenalkannya kepada para pengikut. salah satu amalan tersebut adalah pembacaan salawat. ia menyusun salawat dengan urutan huruf hijaiyah yang tak lain diwarisi dari tradisi penciptaan salawat oleh para ahli sufi dari tarekat syadziliyah. tentu saja fenomena ini tidak mengherankan sebab ibrahim ad-dasuqi juga pernah belajar tarekat syadziliyah.Naskah wirid dan salawat sirrul huruf hijaiyyah ini merupakan naskah pertama yang ditemukan peneliti dan di dalamnya berisi teks tentang wirid dan salawat. isi dalam naskah ini diduga memiliki hubungan erat dengan praktik ibadah para pengikut tarekat nusantara. oleh sebab itu, penelitian terdahulu yang memiliki benang merah dengan penelitian ini adalah kajian seputar tasawuf dan wirid yang menjadikan naskah kuno sebagai korpus penelitiannya.iv, 122 hlm, 23 x 16 c

    Alih bahasa : wirid dan salawat sirrul hijaiyyah

    No full text
    Naskah kuno beraksara lampung da berbahasa banten yang dibahas dalam kajian ini merupakan salah satu naskah yang mengandung teks wirid dan salawat. Naskah ini tidak memiliki judul, tetapi setelah dilakukan pembacaan dapat diketahui bahwa isi dari naskah ini adalah wirid dan salawat sirrul huruf hijaiyyah. dalam perkembangannya, penelitian ini mendapatkan benang merah antara isi teks dengan dunia tarekat, sufi, dan tasawuf. Penyusunan salawat menggunakan huruf hijaiyyah ini merupakan tradisi yang diwarisi dari ajaran tarekat dasuqiyah atau ibrahimiyah atau burhaniyah. syeikh ibrahim ad-dasuqi dienal dengan ajaran dan amalan yang dikenalkannya kepada para pengikut. salah satu amalan tersebut adalah pembacaan salawat. ia menyusun salawat dengan urutan huruf hijaiyah yang tak lain diwarisi dari tradisi penciptaan salawat oleh para ahli sufi dari tarekat syadziliyah. tentu saja fenomena ini tidak mengherankan sebab ibrahim ad-dasuqi juga pernah belajar tarekat syadziliyah.Naskah wirid dan salawat sirrul huruf hijaiyyah ini merupakan naskah pertama yang ditemukan peneliti dan di dalamnya berisi teks tentang wirid dan salawat. isi dalam naskah ini diduga memiliki hubungan erat dengan praktik ibadah para pengikut tarekat nusantara. oleh sebab itu, penelitian terdahulu yang memiliki benang merah dengan penelitian ini adalah kajian seputar tasawuf dan wirid yang menjadikan naskah kuno sebagai korpus penelitiannya.iv, 122 hlm, 23 x 16 c

    Naskah Pengobatan Koleksi Museum Negeri Propinsi Lampung Ruwa Jurai

    No full text
    Tulisan merupakan bagian dari bung rampai berjudul Naskah Pengobatan Koleksi Museum Negeri Propinsi Lampung Ruwa Jurai. Dalam tulisan ini menggambarkan naskah kuno Lampung tentang pengobatan yang ada di Museum Negeri tersebut. Ada 3 (tiga) naskah kuno Lampung yang membicarakan tentang pengobatan, yaitu : Nomor Inventaris 1051_27 yang berjudul Mantra atau Memang; naskah nomor inventaris 2921 berjudul Memang Tolak Bala; dan naskah nomor inventaris 689 berjudul Memang dan Rajah. ke 3 (tiga) naskah kuno Lampung tersebut menggunakan aksara Had Lampung berbahasa Lampung. Ditulis dengan menggunakan alas naskah berupa kulit kayu yang menjadi salah satu ciri khas naskah kuno Lampun

    Ensiklopedia sastra Lampung

    Get PDF
    Ensiklopedia ini disusun dari berbagai penelitian yang disusun oleh pegawai Kantor Bahasa Provinsi Lampung sejak tahun 2005 hingga akhir 2008. Metode yang digunakan adalah wawancara langsung dengan sastrawan, keluarganya, teman-teman di lingkungannya, dan orang-orang yang dianggap mengenal mereka. Selain itu, para peneliti juga mengumpulkan data melalui studi pustaka, baik dari koran, buku maupun internet. Buku ini diharapkan dapat meningkatkan mutu dan apresiasi sastra Lampung serta diharapkan dapat memperdalam dan memperluas cakrawala pengetahuan para peminat sastra, pelajar, dan mahasiswa tentang sastra Lampung
    corecore