1,720,969 research outputs found
PENGEMBANGAN MODEL LABORATORIUM VIRTUAL KIMIA BERBASIS DEMONSTRASI INTERAKTIF SEBAGAI SUMBER CHEMISTRY WORKSHOP ON SECONDLIFE
Tujuan penelitian ini adalah (1) memproduksi video berbasis demonstrasi
interaktif sebagai sumber pembelajaran dalam model laboratorium virtual kimia berbasis MUVE-SecondLife (2) mendesain dan mengembangkan website laboratorium virtual kimia berbasis MUVE-SecondLife diperkaya video demonstrasi interaktif (3) melakukan uji kualitas untuk menentukan kelayakan model laboratorium virtual berbasis multiuser virtual environment (MUVE) sebagai sumber pembelajaran interaktif.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan prosedural yang merupakan bagian dari keseluruhan tahap exploratory mixed method design. Penelitian dimulai dengan penentuan rambu-rambu pembuatan website diperkaya demonstrasi interaktif sebagai sumber-sumber pembelajaran yang diintegrasikan ke dalam model laboratorium virtual berbasis multiuser virtual environment (MUVE). Multimedia yang dikembangkan diuji kualitasnya dengan instrumen yang dinilaikan pada ahli media, ahli materi dan guru-guru kimia SMA. Hasil penilaian selanjutnya digunakan untuk melakukan perbaikan baik terhadap website berbasis demonstrasi interaktif sebagai sumber pembelajaran dengan model laboratorium virtual berbasis MUVE.
Hasil Penelitian mengungkap kualitas Website Sebagai Sumber Pembelajaran pada model laboratorium virtual kimia berbasis MUVE yang telah disusun berdasarkan penilaian reviewer memperoleh nilai Sangat Baik (SB) dengan skor rata- rata sebesar 116,8 dari skor maksimal ideal yaitu 145. Berdasarkan hasil tersebut, media Website berbasis demonstrasi interaktif ini memenuhi kualitas kelayakan untuk digunakan sebagai sumber pembelajaran inkuiri yang terintegrasi dalam MUVE- SecondLife. Keunggulan model laboratorium virtual kimia berbasis MUVE ini adalah (1) memiliki ruang diskusi interaktif untuk pembelajaran, feedback, dan refleksi (2) menyediakan data base berisi video demonstrasi kimia interaktif dan inquiry guide yang dapat dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran kimia interaktif
Pengembangan Model Character Education With Resident Assistant (CERA)dan Implementasinya dalam Perkuliahan untuk Mempersiapkan Calon Guru Kimia Berkarakter
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri khas kimia yang bersesuaian dengan
karakter bangsa dan diimplementasikan dalam pendidikan karakter pada perkuliahan di Program
Studi Pendidikan Kimia serta mengembangkan pedoman perkuliahan dan penilaian kimia berbasis
karakter untuk calon guru kimia. Urgensi penelitian ini diarahkan sesuai dengan RIP Universitas
Negeri Yogyakarta pada Tema Payung/Isu strategis ”Pendidikan Karakter Bangsa” yaitu
Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa sebagai Rujukan Nasional dan
Regional Di Berbagai Jenjang, Jenis dan Jalur Pendidikan. Penelitian ini merupakan bagian dari
penyiapan calon guru kimia yang berkarakter. Model perkuliahan berbasis Character Education
With Resident Assistant (CERA) ini diharapkan nantinya dapat menjadi percontohan dan dapat
diadaptasi untuk model penguatan karakter calon guru bidang studi yang lain.
Penelitian Tahun Pertama difokuskan pada tahap Karakterisasi meliputi need assessment
dan penetapan indikator dan blueprint. Kemudian dilakukan tahap pengembangan model
dilengkapi buku pedoman perkuliahan berbasis karakter. Luaran yang ditargetkan adalah Model
Perkuliahan berbasis Character Education With Resident Assistant (CERA), buku pedoman
pembelajaran kimia berbasis karakter disamping artikel dalam jurnal ilmiah tingkat nasional dan
internasional. Penelitian ini menggunakan paradigma campuran antara kuantitatif dan kualitatif
Metode yang digunakan adalah “exploratory mixed method design” dengan model “instrument
development model”. Mixed method design ini dipilih sebagai prosedur untuk mengumpulkan,
menganalisis, dan memadukan penelitian dan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu
penelitian untuk memecahkan masalah. Model pengembangan instrumen (instrument development
model) dipilih karena sesuai dalam proses pengembangan dan implementasi instrumen kuantitatif
berdasarkan temuan kualitatif (Creswell & Plano Clark, 2007). Tahap-tahap penelitian yang
dilakukan dapat dirangkum dalam empat tahap, yaitu: tahap kualitatif, pengembangan instrumen,
tahap kuantitatif, dan interpretasi.
Kesimpulan untuk penelitian tahun pertama ini adalah : (1) Dihasilkan instrumen dan
rambu-rambu penilaian untuk uji feasibilitas Model Character Education With Resident Assistant
(CERA). (2) Dihasilkan Model Character Education with Resident Assistant (CERA) dalam
perkuliahan untuk menyiapkan calon guru kimia yang berkarakter. (3) Dihasilkan Buku pedoman
perkuliahan dan pedoman penilaian kimia berbasis karakter yang teruji feasibilitasnya. (4)
Dihasilkan Perangkat perkuliahan kimia untuk implementasi Model Character Education with
Resident Assistant (CERA), berupa teaching material, Silabus dan Rencana Perkuliahan. Penelitian
tahun kedua akan dilakukan implementasi model yang dikembangkan pada beberapa perkuliahan
di Program Studi Pendidikan Kimia dan penyempurnaan syntax Model CERA
PEMBELAJARAN KIMIA TEMATIK PADA MATA KULIAH KIMIA DASAR SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Thematic Chemistry Learning in the General Chemistry Course as a Problem-Based Learning Model. This study aims to investigate how thematic chemistry learning can be implemented and how the learning quality can be improved through thematic chemistry learning. This study was a quasiexperimental study. The participants were 49 students in the Chemistry Education Department attending the General Chemistry course. The focus was on the chemistry learning quality in terms of complex learning and information processing skill and students’ motivation and appreciation. The data were collected through observations and questionnaires. The results showed that the mean for complex learning and information process skills was 2.49 or in the good category. The mean of students’ motivation improved from 75.6 to 78.3 and the result of t-test was t = 9.39 (p = 0.000). Students’ appreciation varied; some showed positive appreciation and some showed negative appreciation. Keywords: thematic chemistry learning, problem based learning, learning qualit
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
ADSORPSI ION LOGAM Cu(II) MENGGUNAKAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG KEPITING TERMODIFIKASI SILIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari (1) karakter gugus fungsi adsorben yang dihasilkan kitosan dari limbah cangkang kepiting dibandingkan dengan kitosan termodifikasi silika menggunakan FTIR (2) pengaruh waktu kontak terhadap daya adsorpsi kitosan terhadap ion logam Cu(II) (3) pengaruh variasi waktu kontak terhadap ion logam Cu(II), dan (4) pengaruh perbandingan variasi massa adsorben kitosan termodifikasi silika terhadap ion logam Cu(II).Subjek dari penelitian ini adalah adsorben kitosan termodifilkasi silika dan objeknya adalah daya adsorpsi terhadap ion logam Cu(II). Isolasi kitin untuk memperoleh kitosan dilakukan dengan tahap deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi, sedangkan untuk kitosan termodifikasi silika dilakukan pada perbandingan massa 0,25:0,75; 0,5:0,5: dan 0,75:0,25 gram. Adsorpsi kitosan dan kitosan termodifikasi silika dilakukan dengan variasi waktu kontak yaitu 25, 50, 75, dan 100 menit. Larutan hasil adsorpsi dianalisis menggunakan spektrofotometer serapan atom untuk mengetahui jumlah ion logam Cu(II) yang teradsorp.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan silika pada kitosan termodifikasi menunjukkan gugus fungsional –OH dari silika berinteraksi dengan gugus fungsional dari kitosan yaitu –OH dan –NH, adsorpsi kitosan termodifikasi silika untuk semua perbandingan meningkat setiap waktu, dan Penambahan jumlah silika pada kitosan meningkatkan daya adsorpsi ion logam Cu(II) dan kitosan termodifikasi silika paling baik adalah perbandingan massa0,75:0,25 gram
- …
