5 research outputs found

    Penerapan Fuzzy Analitycal Hierarchy Process (F-AHP) untuk Menentukan Prioritas Perbaikan Jalan pada Ruas Jalan Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Jalan merupakan prasarana darat yang digunakan untuk sektorsosial dan ekonomi menurut data dinas pekerjaan umum bina marga kabupaten Pasuruan pada tahun 2016, kabupaten Pasuruan memiliki jumlah panjang jalan sepanjang 2318 km dengan kondisi baik sepanjang 1892,2 km, rusak sepanjang 272,32 km, dan rusak berat sepanjang 146,48 km. Kurangnya kesadaran pemerintah untuk menangani kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh anggaran yang terlalu kecil setiap tahunnya. Maka diperlukan rumusan kebijakan dalam menentukan skala prioritas penanganan jalan. Acuan pedoman yang digunakan pihak bina marga Pasuruan untuk menentukan prioritaspenanganan jalan yaitu metode SK No. 77/KPTS/Db/1990 hal ini kurang tepat dikarenakan  metode tersebut hanya melihatdari LHR (LintasHarian Rata-rata) dan NPV (Net Present Value) saja, sedangkan kenyataan di lapangan masih banyak permasalahan yang ada. Maka dari itu dibutuhkan suatu metode yang tepat untuk menampung aspek-aspek yang ada. Untuk mendukung usaha tersebut pada penelitian ini digunakan metodeFuzzy AHP dan untuk memudahkan perhitungan, dibutuhkan suatu program untuk membantu perhitungannya. Tujuan penelitian ini adalah membuat program untuk menentukan prioritas penanganan jalan pada ruas jalan kabupaten  Pasuruan.Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan, data yang sudah diketahui keakuratannya di implementasikan kedalam suatu program dengan bahasa pemrograman PHP. Data yang digunakan adalah data tahun 2016 yang diperoleh dari dinas pekerjaan umum bina marga kabupaten Pasuruan. Pada penelitian ini,metode pembuatan program menggunakan metode Waterfall Model dimana tahap-tahap dalam model pengembangan ini terdiri dari analisis yaitu proses pengambilan data yang dibutuhkan. Pada penelitian ini data yang dibutuhkan meliputi data kondisi jalan, volume lalu lintas, ekonomi, dan tata guna lahan. Setelah tahap analisis selanjutnya adalah tahap desain yaitu merancang inputan sesuai data yang akan diolah yang biasa disebut dengan perancangan interface serta merancang kerangka bagaimana alur sebuah program (flowchart). Selanjutnya tahappengodean yaitu mengimplementasikan hasil desain kedalam bentuk program dengan menggunakan algoritma. Dalam penelitian ini algoritma yang digunakan yaitu Fuzzy AHP, setelah tahap pengodean selesai, taha

    Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah dalam meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Islam Almaarif Singosari-Malang

    No full text
    ABSTRAK Pendidikan adalah sesuatu yang esensial bagi manusia. Melalui pendidikan manusia dapat belajar menghadapi problematika yang ada di alam semesta demi mempertahankan kehidupannya. Kebutuhan manusia akan pendidikan merupakan suatu yang sangat mutlak dalam hidup ini, dan manusia tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pendidikan. Pendidikan secara alami merupakan kebutuhan hidup manusia, upaya melestarikan kehidupan manusia dan telah berlangsung sepanjang peradaban manusia itu ada. Pendidikan sangatlah penting dalam kehidupan, tanpa adanya pendidikan seorang tidak bisa berkembang. Pendidikan juga merupakan bagian dari upaya untuk membantu manusia memperoleh kehidupan yang bermakna hingga diperoleh suatu kebahagian hidup. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi yang semakin pesat, secara langsung maupun tidak langsung dalam dunia pendidikan akan mendapatkan pengaruh dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Untuk itu seorang guru harus berusaha mengembangkan dan memajukan pendidikan. Dalam kenyataan sehari-hari permasalahan yang dihadapi seorang guru adalah bagiamana seoranng guru tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, Apakah hal ini disebabkan karena siswa kurang aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar atau cara guru yang monoton sehinngga menyebabkan siswa menjadi pasif. Oleh karena itu, untuk menghindari siwa yang pasif guru hendaknya lebih cermat dalam memilih dan menggunakan strategi untuk menanggulangi masalah siswa yang pasif menjadi siswa yang aktif. Untuk itu maka, peran seorang guru sangat dikedepankan mengingat begitu pentingnya peran guru dalam menjawab tantangan dari permasalahan tersebut. Berawal dari pemikiran tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah Guru Ekonomi dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa”. Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah : (1) bagaimanakah strategi guru ekonomi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. (2) faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas pembelajaran. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun untuk menganalisis data digunakan metode deskriptif kualitatif, yakni uraiannya didasarkan pada gejala-gejala yang tampak. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan guru ekonomi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di SMA Islam Almaarif Singosari sudah berjalan baik, meskipun masih ada sedikit kekurangannya. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru berdasarkan materi yang akan disampaikan, sehingga mempermudah proses belajar mengajar di kelas. Adapun di kelas siswa aktif bertanya tentang pelajaran yang belum dimengerti, baik pada saat di dalam kelas maupun di luar kelas, siswa aktif mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru di kelas atau tugas di luar jam sekolah, siswa lebih aktif dalam mencari informasi yang diberikan oleh guru. Adapun faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran siswa yaitu, guru, anak didik, sarana dan prasarana, lingkungan dan kegiatan pembelajaran Dengan adanya strategi pembelajaran yang bervariasi yang dilakukan oleh guru ekonomi, maka proses belajar mengajar akan kondusif dan siswa akan lebih mempunyai gairah untuk aktif belajar ekonomi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas guru sudah diminimalkan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. ABSTRACT Education is very important for humans. Through education people can learn to face the problems that exist in the universe to sustain life. Human need for education is very absolute in this life, and man can not be separated from educational activities. Education is a natural requirement of human life, an effort to preserve human life and has existed throughout human civilization. Education is very important in life, without education one can not develop. Education is also part of an effort to help people get a life means to achieve happiness in life. Development and advancement of science and technology more quickly, directly or indirectly in the education world will have the effect of the progress of science and technology (Science and Technology). For that reason a teacher should try to develop and promote educational. Even the problems faced daily by teachers is how North seoranng teachers can do their job properly, Is this because students are not active enough in following the teaching-learning process or the way teachers make students become monotonous sehinngga passive. Therefore, to avoid passive teacher Shiva should be more careful in selecting and using strategies to overcome the problem of passive students into student inactive. Therefore, the teacher's role is very advanced given the important role teachers in answering the challenge problem. Starting from these ideas the author is interested in conducting research on "Problem Based Learning Strategies in Improving Teacher Quality Student Learning in Economics." The issues will be addressed in this study were: (1) how economic strategies of teachers in improving the quality of student learning. (2) what factors affect the quality of learning in this research uses a qualitative approach to collecting data through observation, interviews, and documentation. The data used to analyze the qualitative descriptive method, which is based on the description of symptoms. Based on the results, it can be concluded that the economic strategy used by teachers in improving student learning in high school Singosari Almaarif Islam has been going well, although some deficiencies. It can be seen from a variety of learning strategies used by teachers based on materials that will be delivered, thus simplifying the process of teaching and learning in the classroom. Active students in the class asked about the lessons that are not well understood, both at the time in class and outside the classroom, students are actively working on the tasks given by teachers in class or working outside school hours, students are more active in seeking information given by teachers. Factors that affect the quality of student learning, teachers, students, facilities and infrastructure, environment and instructional activities Given the variety of learning strategies conducted by economics teacher, will be conducive to teaching and learning process and students will be more active has a passion to learn economics. Factors that affect the quality of teachers has been minimized, whether originating from inside or outside

    Analisis pengalokasian dana insentif untuk meningkatkan kesejahteraan tokoh agama di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes

    Full text link
    Dana insentif merupakan sebuah rangsangan yang diberikan berupa penghargaan, dimana dapat berupa bonus dan sejenisnya, dengan tujuan meningkatkan produktivitas pegawai atau masyarakat dari perusahaan atau pemerintah. Skripsi ini membahas tentang proses pengalokasian dana insentif untuk tokoh agama yang mana dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan analisis kesejahteraan tokoh agama menurut Islam. Adapun pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana proses pengalokasian dana insentif untuk tokoh agama di kecamatan Larangan Kabupaten Brebes dan apakah dana insentif yang dibagikan dapat meningkatkan kesejahteraan tokoh agama di kecamatan tersebut berdasarkan perspektif Islam. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penulis melakukan wawancara dengan pemerintah kabupaten khususnya bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Brebes dan Bagian Kesejahteraan Sosial Kecamatan Larangan. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam mengenai proses pengalokasian dana insentif untuk tokoh agama serta mengetahui apakah adanya dana insentif yang dibagikan untuk tokoh agama dapat meningkatkan kesejahteraan menurut perspektif Islam. Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa proses pengalokasian dana insentif untuk tokoh agama masih belum sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembagian dana insentif untuk tokoh agama di Kabupaten Brebes. Pembagian dana insentif untuk tokoh agama masih kurang maksimal dari beberapa segi pengalokasiannya. Selanjutnya dalam perspektif Islam, adanya dana insentif yang dibagikan oleh pemerintah sudah meningkatkan kesejahteraan tokoh agama tersebut karena sudah tercapainya suatu kemashlahatan atau kedamaian dalam diri masing-masing tokoh agama. ABSTRACT: Incentive funds are a stimulus that is given in the form of awards, which can be in the form of bonuses and the other, with the aim of increasing the productivity of employees or the public from companies or governments. This research explain about the process of allocating incentive funds for religious leaders where the funds come from the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) and an analysis of community welfare for religious leaders according to Islam. The main problem in this research is how is the process of allocating incentive funds for religious leaders in Larangan sub-district, Brebes Regency and what the incentive funds distributed can improve the welfare of religious leaders in the sub-district based on an Islamic perspective. The research method in this study is qualitative with a descriptive analysis approach. Data sources in this study consist of primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques in this study through observation, interviews and documentation. The author conducted interviews with the district government, especially the People's Welfare Section of Brebes Regency and the Social Welfare Section of Larangan District. The analysis technique used is data reduction, data presentation and conclusion. The purpose of this research is to find out in depth about the process of allocating incentive funds for religious leaders and to find out whether incentive funds distributed to religious leaders can improve welfare according to an Islamic perspective. The results of the research that has been done show that the process of allocating incentive funds for religious leaders is still not in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP) for distributing incentive funds for religious leaders in Brebes Regency. The distribution of incentive funds for religious leaders is still not optimal in terms of their allocation. Furthermore, in an Islamic perspective, the existence of incentive funds distributed by the government has increased the welfare of these religious leaders because a benefit or peace has been achieved within each religious leader

    The nyai in Njai Dasima, Nyai Ratna, and Njai Alimah : a reflection of Indonesian women's lives as concubines of Europeans in Indonesia's colonial period

    No full text
    This thesis was scanned from the print manuscript for digital preservation and is copyright the author. Researchers can access this thesis by asking their local university, institution or public library to make a request on their behalf. Monash staff and postgraduate students can use the link in the References field

    De-mystifying the Muslimah: Exploring Different Perceptions of Selected Young Muslim Women in Britain

    No full text
    In this research I argue that although Islam as a faith is inherently emancipatory, Muslim women are doubly marginalised: by patriarchal interpretations of their faith within Muslim communities and by pluralist society that often does not understand the faith-based values and practices of Muslim women. The empowerment of Muslim women is crucial not just for the women themselves but also for socio-political dynamics within the Muslim community and its relationships in pluralist society. It is from this context, and acknowledging the paucity of academic literature written by Muslim women, that I set out to give voice to them, so that their opinions may be heard in discourses that they think are relevant to their lives. By encouraging Muslim women to take voice and by facilitating mechanisms for these voices to be heard, this research presents alternate narratives of Muslim women that challenge dominant media imagery of the oppressed and subjugated Muslim woman. These narratives, which are by and for Muslim women, portray instead the inherent diversity in the category 'Muslim woman' and thus add more facets to the category 'woman'. I used an ethnographic methodology that involved participants as contributors in the creation of new knowledge. Semi-structured interviews with 45 young university-educated Muslim women and 7 group discussions were used as initial data-gathering tools. The penultimate ethnographic stage involved Muslim women creating 3-minute long self-representational digital stories (DSTs), which consist of an autobiographical narrative accompanied by still pictures. This was a process of self-reflection for the women and an opportunity to take voice and to be heard. The subsequent screening of these DSTs to audiences who were not Muslim resulted in discussion and active debate about the reasons for prevalent (mis)understandings of Muslim women and stereotypes were challenged. In its initiation of more balanced representations of Muslim women this research empowers Muslim women, and by contributing to dialogue and cohesion it also empowers pluralist society as a whole. This research clarifies the overlapping priorities and identities of young British Muslim women and initiates new discourses, as narrated by the women, on subjects including religious interpretation and practice, feminism, media representation and social cohesion. In the research findings I propose an evolving British-Muslim identity among Muslim youth (in this case young women) which is distinct from that of their parents; a theological articulation of a 'feminist' struggle for women's rights; and the need to engage with the media and others to create positive representations of Muslim women. Experiences with DSTs indicate the potential of personal narratives and interaction for the purposes of inter-community dialogue
    corecore