33 research outputs found

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X IIS SMA NEGERI 2 BATU

    No full text
    RINGKASAN Lestari, Tri Yuni. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X IIS SMA Negeri 2 Batu. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd.,M.Si. (2) Drs. Hendri Purwito, M.Si. Kata Kunci: Inquiry Terbimbing, Kemampuan Berpikir Kritis Kemampuan berpikir kritis penting untuk dikembangkan. Hal tersebut dikarenakan siswa dituntut untuk tidak sekedar menerima materi tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap materi yang disampaikan. Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan melalui model pembelajaran yang bersifat deduktif dan induktif. Model pembelajaran yang dimaksud yaitu model pembelajaran yang dapat memberikan keterampilan belajar dan berinovasi, menggunakan teknologi dan media informasi, serta penguasaan life skils yang baik terhadap peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dimaksud yaitu inquiry terbimbing. Model pembelajaran inquiry merupakan proses pembelajaran yang melibatkan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis dan logis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Batu. Penelitian ini termasuk dalam jenis Quasi Experiment dengan desain penelitian menggunakan posttest only control group design. Subjek penelitian yaitu kelas X IIS 2 sebagai kelas kontrol dan kelas X IIS 3 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa soal tes essai kemampuan berpikir kritis dengan teknik analisis data menggunkan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inquiry terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Batu. Hal ini dibuktikan dengan perolehan rata-rata nilai kelas yang menggunakan model inquiry terbimbing lebih besar (81,9) dibandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan model inquiry terbimbing (71,3). Hasil signifikasi uji-t sebesar 0.00 < 0.05 yang menandakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiry terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Batu

    SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA SMK NEGERI 5 PALEMBANG BERBASIS WIRELESS APPLICATION PROTOCOL (WAP) MOBILE

    Full text link
    The academic information system in SMK Negeri 5 Palembang Wireless Application Protocol (WAP) mobile based has purpose to easily information academic distributing student in order to can access any time and everywhere because information academic distributing now do with manually system. The writer use research methodology by interview, observasion, questioner and reference. The development of this the academic information system is using programming language based on WAP (WML and PHP) and database MYSQL. This system has used system development model of web engineering model which provides the software life flow approach with sequential begin to customer communication, planning, modeling, construction and deployment. This academic information system is managing data for student, teacher, subject, value, announcement and news

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN DI POLI KIA PUSKESMAS SEDAYU 2 BANTUL YOGYAKARTA

    Full text link
    Latar Belakang : ASI eksklusif merupakan ASI yang hanya diberikan tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa pemberian makanan tambahan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim kepada bayi. Setelah 6 bulan bayi baru mulai diberikan makanan tambahan pendamping. ASI dapat diberikan dari anak umur 0-6 bulan atau sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Rendahnya cakupan pemberian ASI secara eksklusif disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pengetahuan ibu yang kurang memadai tentang ASI Eksklusif serta ibu yang sibuk bekerja dan tidak sempat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang asi eksklusif dengan pemberian asi ekslusif pada bayi 0-6 bulan di Poli KIA Puskesmas Sedayu 2 Bantul Yogyakarta. Metode Penelitian : Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif Analitik melalui pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di Poli KIA Puskesmas Sedayu 2 Bantul Yogyakarta. Sampel berjumlah 47 responden di ambil menggunakan rumus slovin dengan tingkat toleransi eror 5%. Analisa Data menggunakan chi square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai signifikansi probability 0,302 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan dengan pemberian ASI di Poli KIA Puskesmas Sedayu 2 Bantul Yogyakarta. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang asi eksklusif dengan pemberian asi eksklusif di Poli KIA Puskesmas Sedayu 2 Bantul Yogyakarta. Kata Kunci : Pengetahuan asi, eksklusi

    PEMBENTUKAN PENGETAHUAN LINGKARAN MELALUI PEMBELAJARAN ASIMILASI DAN AKOMODASI TEORI KONSTRUKTIVISME PIAGET

    No full text
    Teachers are still considered the only centers of learning in mathematics, in the sense that only teachers in the delivery of materials that play an active role in the classroom, so that the learning process becomes ineffective. It can be to affect the low students’ result. Efforts are being made to overcome this is to involve students actively and creatively in the process of formation of knowledge. The Piaget’s theory of constructivism assimilation and accommodation is a learning that allows students to be active and critical in the process of learning and allow students to construct their own knowledge based on experience and knowledge they have. The population was all of the students in eight grade of SMP 25 Bandar Lampung in the academic year of 2013-2014. The samples of the research were taken by using the cluster random sampling technique. To obtain data through the students’ result in the form of an essay test consists of 5 items, then the data were analyzed using t-test. Based on hypothesis test, it can be included that, there is influence the Piaget’s theory of constructivism assimilation and accommodation to the improvement of knowledge formation about circle. Keywords: The Learning Assimilation and Accomodation, The Piaget’s Theory of Constructivism, The Knowledge Formation About Circl

    Analisis Beban Kerja Mental Dengan Metode Nasa-Tlx Pada Mahasiswa Teknik Industri Universitas Brawijaya

    Full text link
    Teknik Industri Universitas Brawijaya merupakan salah satu penyelenggara pendidikan tinggi Teknik Industri yang menjalankan kegiatan Tri Dharma Pendidikan. Salah satu Tri Dharma adalah kegiatan pendidikan yang melibatkan mahasiswa sebagai peserta didik. Mahasiswa merupakan pelajar yang mencari ilmu pada perguruan tinggi yang dianggap memiliki kematangan secara fisik dan psikologis yang lebih baik dibandingkan dengan siswa sekolah. Dalam belajar di perguruan tinggi, mahasiswa dapat mengambil beban studi lebih tinggi ataupun rendah yang dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Pengambilan sks yang lebih banyak inilah dapat mengindikasikan meningkatnya beban kerja mental. Beban ini juga dipengaruhi oleh karakter-karakter lain yang ada pada mahasiswa. Selama masa studi mahasiswa dihadapkan pada berbagai kegiatan baik akademis maupun kemahasiswaan yang dapat menimbulkan beban kerja mental yang dirasakan para mahasiswa. Maka diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah pengambilan sks yang banyak dapat menimbulkan beban kerja mental yang tinggi pada mahasiswa, serta faktor manakah yang menimbulkan beban kerja mental yang tinggi pada mahasiswa. Pengukuran beban kerja mental mahasiswa dilakukan dengan metode NASA-TLX dengan enam dimensi yaitu mental demand, physical demand, temporal demand, effort, frustration level dan performance. Pada penelitian ini responden diminta untuk memberikan penilaian terkait beban kerja mental yang dirasakan selama melaksanakan kegiatan perkuliahan pada kuisioner NASA-TLX. Pengukuran beban kerja mental dengan metode NASA-TLX terdiri dari beberapa tahap diantaranya pembobotan, pemberian rating, dan perhitungan skor akhir rata-rata beban kerja mental. Setelah didapatkan skor rata-rata beban kerja mental kemudian dilakukan uji statistik dengan uji independent sample t-test untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan beban kerja mental mahasiswa berdasarkan masing-masing kategori jumlah sks yang diambil, angkatan, jenis kelamin dan keterlibatan dalam kegiatan kemahasiswaan. Selanjutnya untuk mengetahui apakah beban kerja mental yang dirasakan mahasiswa dengan sks tinggi masih dalam ambang batas normal dilakukan pengujian dengan uji one sample t-test. Kemudian dilakukan identifikasi terkait faktor manakah dari NASA-TLX yang dirasakan paling dominan mempengaruhi beban kerja mental mahasiswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan beban kerja mental mahasiswa berdasarkan jumlah sks yang diambil dan jenis kelamin mahasiswa. Sedangkan beban kerja mental mahasiswa berbeda dari faktor angkatan dan keterlibatan dalam kegiatan kemahasiswaan. Selain itu beban kerja mental mahasiswa degan jumlah sks tinggi diatas ambang batas normal. Sedangkan faktor yang paling dominan mempengaruhi beban kerja mental mahasiswa yaitu frustration level dengan nilai sebesar 21,42%. Berdasarkan hasil ini maka diperlukan evaluasi manajemen waktu belajar mahasiswa untuk mengurangi tingkat beban kerja yang dirasakan mahasiswa serta menentukan skala prioritas terkait aktivitas-aktivitas yang akan diikuti oleh mahasiswa yang bersangkutan

    analisis faktor faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih penginapan di Jember (Studi kasus pada hotel lestari dan hotel ardicandra di kota Jember)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh bauran pemasaran terhadap perilaku konsumen dalam memilih penginapan. Hipotesisi menyatahan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari bauran pemasaran terhadap perilaku konsumen dalam memilih penginapan dan faktor harga memiliki pengaruh yang paling domimm mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih penginapan. Data utama diambil melalui angkect yang disebarkan kepada 40 responden. Analisis data menggunakan tekhnik anaiisis regresi linier berganda. uji f dan uji T dengan menggunakan program SPSS Window-s l 0 Hasil analisis dengan menggunakan SPSS Windows 10 menunjukkan 21.452 dengan proporsi sumbangan 71% bahwa bauran pemasaran berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam memilih penginapan. Uji t membuktikan bahwa variable X berrpengaroh positif terhadap variable Y, dimana variabel produk sebesar 2,903 dengan sumbangan sebesar 9,3288%, variabel harga sebesar 4,188 dengan sumbangan 35.5 I 79%, variable harga sebesar 3.4 11 dengan Sumbangan 16.9839%, dan variabel promosi sebesar 3,033 dengan sumbangan 9.178

    Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien: The Effect of Service Quality on Patient Satisfaction

    Full text link
    The purpose of this study was to determine the effect of service quality dimensions of service quality are tangibles, reliability, responsiveness, assurance and empathy toward patient satisfaction. The sample used in this study is 100 respondents. The sampling method used purposive sampling and accidental sampling. Data collection used questionnaires. Data analysis method used quantitative analysis using validity and reliability test, F test, the coefficient of determination, t test and linear regression analysis. Based on the results of this study showed that the quality of service that consists of tangibles (X1), reliability (X2), responsiveness (X3), assurance (X4) and empathy (X5) simultaneously significant effect on patient satisfaction. Partially, Tangibles variable (X1), Reliability (X2) and Empathy (X5) showed significant effect on satisfaction (Y). While, variable Responsiveness (X3), Assurance (X4) partially did not show significant effect on satisfaction (Y)

    Hubungan Pengalaman Organisasi Mahasiswa dan Motivasi Berprestasi Mahasiswa terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa JurusanTeknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Lestari, Sriani. 2017. Hubungan Pengalaman Organisasi Mahasiswa dan Motivasi Berprestasi Mahasiswa terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.H. Tri Atmadji, M.Pd, (2) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.   Kata Kunci:Hubungan, Pengalaman Organisasi, Motivasi Berprestasi, Prestasi Belajar Mahasiswa   Pengalaman dalam berorganisasi kemahasiswaan berperan dalam  menumbuhkan kemampuan soft skill mahasiswa. Soft skill yang terlatih dibutuhkan mahasiswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Selain itu, motivasi berprestasi berperan dalam mendorong mahasiswa untuk mencapai tujuannya dalam meraih prestasi, baik prestasi belajar maupun prestasi non akademik lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap hubungan antara pengalaman organisasimahasiswa (X1) dan motivasi berprestasi mahasiswa(X2) terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang (Y) baik secara parsial maupun simultan, serta mendeskripsikan masing-masing variabel X1, X2 dan Y. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan penelitian deskriptif korelasional. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik Elektro angkatan 2013 dan 2014 yang terdiri dari 695 mahasiswa dengan sampel sebesar 233 mahasiswa. Data yang diperoleh diuji dengan uji korelasi parsial dan uji hipotesis untuk mengungkap hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini adalah pengalaman organisasi (X1) mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dalam kategori tinggi yaitu sebesar 96 mahasiswa (41%), motivasi berprestasi (X2) mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dalam kategori tinggi yaitu sebesar 88 mahasiswa (38%), dan prestasi belajar (Y)  mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dalam kategori tinggi dan sangat tinggi sebesar 105 mahasiswa (45%) dan 109 mahasiswa (47%), sedangkan sumbangan prediktor terhadap kriterium sebesar 54%, dan 46% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar faktor yang diteliti. Kesimpulan dari peneitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman organisasi mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, terdapat hubungan antara motivasi berprestasi mahasiswa terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman organisasi kemahasiswaan dan motivasi berprestasi mahasiswa terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.                   ABSTRACT   Lestari, Sriani. 2017.Correlation Between Organizational Experience and Achievement Motivation with Student Learning Achievement at Department of Electrical Engineering State University of Malang. Thesis, Education of Electrical Engineering Study Program, Department of Electrical Engineering, State University of Malang. Advisor: (1) Dr.H. Tri Atmadji, M.Pd, (2) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.   Keyword: Correlation, Organizational Experience, Achievement Motivation, Student Learning Achievement   Organizational experience play a role in grow the ability soft skill college student. Soft skill capability is needed to improved student academic achievement in addition, achievement motivation also plays a role in encouraging studets to achieve their goals in achieving achievement, both learning achievement and other non academic achievement. Purpose of this study is to uncover the correlation between organizational experience (X1) and achievement motivation (X2) with the learning achievement (Y) majoring in Electrical Engineering State University of Malang either partially or simultaneously, and describes each of the variable X1, X2 and Y. Design methods in the research was quantitative with descriptive correlational. Samples from this study were student majoring Electrical Engineering period of 2013 and 2014 is 233 college student. The data obtained were tested with the correlation parsial tested and hypothesis testing to uncover the relationship between indepedet variables eith the dependent variable either parsial or simultaneously. The results of research are organizational experience (X1) majoring in Electrical Engineering in the high category is equal to 96 college student (41%), achievement motivation (X2) majoring in Electrical Engineering in the high category is equal to 88 college student (38%), andlearning achievement (Y)  majoring in Electrical Engineering in the high and very high category is equal to 105 college student (45%) and 109 college student (47%), while the contributing of predictors to the criterion of 54%, and 46% are influencewd by factors other than the factors under study. Conclusions of research there is a positive and significant correlation between the  organizational experience and the learning achievement of student majoring in Electrical Engineering, there is a correlation between achievement motivation and the learning achievement of student majoring in Electrical Engineering; there is a positive and significant correlation between the organizational ecperience and achievement motivation with the learning achievement of student majoring Electrical Engineering, State University of Malang
    corecore