195 research outputs found

    STUDI TENTANG IMPLEMENTASI MOBILE LEARNING YANG DIKEMBANGKAN OLEH YAYASAN TELEMATIKA EDUKASI INDONESIA PADA PELAJARAN IPA DI KELAS IX SMP

    No full text
    Esti Lestari Septianti (2010) Studi Tentang Implementasi Mobile Learning Yang Dikembangkan Oleh Yayasan Telematika Edukasi Indonesia Pada Pelajaran IPA Di Kelas IX SMP. Mobile learning merupakan salahsatu alternatif pembelajaran yang merupakan bagian dari distance learning (pembelajaran jarak jauh) dan merupakan pengembangan dari electronic learning (pembelajaran elektronik) yang menggunakan mobile device (peralatan bergerak) seperti notebook, netbook, handphone, PDA, dan smartphone yang kesemua peralatan tersebut terhubung ke internet, sehingga memungkinkan kegiatan pembelajaran yang tidak terikat oleh ruang dan waktu, mengajak siswa belajar mandiri dan lebih interaktif. Masalah yang dikaji pada penelitian kali ini adalah bagaimanakah implementasi mobile learning yang dikembangkan oleh Yayasan Telematika Edukasi Indonesia pada pelajaran IPA di kelas IX SMP?, dengan rumusan masalah: (1) Bagaimanakah perancangan aplikasi mobile learning yang dikembangkan oleh Yayasan Telematika Edukasi Indonesia; (2) Bagaimanakah pelaksanaan aplikasi mobile learning yang dikembangkan oleh Yayasan Telematika Edukasi Indonesia pada pelajaran IPA di kelas IX SMP?; (3) Bagaimanakah evaluasi dari aplikasi mobile learning yang dikembangkan oleh Yayasan Telematika Edukasi Indonesia pada pelajaran IPA di kelas IX SMP?; (4) Bagaimanakah upaya yang dilakukan oleh Yayasan Telematika Edukasi Indonesia agar aplikasi mobile learning yang telah dikembangkan dapat terus berkelanjutan?. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif merupakan cara yang dilakukan pada penelitian ini karena penelitian ini memusatkan perhatian kepada masalah aktual yang terjadi pada saat berlangsungnya penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif dari perilaku yang diamati. Penelitian ini menjadikan peneliti sebagai instrumen yang harus menganalisis data faktual di lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Implementasi mobile learning yang telah dikembangkan oleh yayasan Telematika Edukasi Indonesia pada pelajaran IPA Kelas IX SMP dengan tahapan kegiatan perancangan, pelaksanaan, evaluasi serta mengupayakan beberapa upaya tindak lanjut agar aplikasi mobile learning yang telah dikembangkan dapat terus berkelanjutan. Mobile learning disini sebagai media pembelajaran yang sesuai dengan prinsip repetisi yaitu kegiatan pengulangan dalam kegiatan pembelajaran agar siswa belajar lebih bermakna, serta berfungsi sebagai suplement, complement, enrichment dan program remedial dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan model pembelajaran berbasis internet yaitu web centric course dan web enhanced course. Walaupun dalam segi perancangan, pelaksanaan dan evaluasi yang telah dilaksanakan oleh Yayasan Telematika Edukasi Indonesia ini masih belum dapat dikatakan lengkap namun mobile learning dirasa perlu untuk lebih dikembangkan di Indonesia agar kualitas sumber daya manusia Indonesia dapat ditingkatkan

    Pengaruh Kompetensi dan Insentif Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Hijau Lestari Raya Fibreboard Pematang Palas

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi dan Insentif Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Hijau Lestari Raya Fibreboard Pematang Palas. Populasi dalam penelitian ini adalah 210 karyawan yang merupakan seluruh jumlah karyawan di PT. Hijau Lestari Raya Fibreboard Pematang Palas. Sampel pada penelitian ini menggunakan metode dengan rumus slovin dengan karyawan berjumlah 68 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji t dan uji F dengan menggunakan program spss for windows versi 22. Hasil pengujian hipotesis uji t secara parsial antara variabel Kompetensi Terhadap Variabel Kinerja Karyawan diperoleh nilai sig 0,004 < signifikan 0,05. Maka disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan. Hasil uji t untuk variabel Insentif Terhadap variabel Kinerja Karyawan diperoleh nilai sig 0,005 < signifikan 0,05. Maka disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara Insentif Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Hijau Lestari Raya Fibreboard Pematang Palas. Sedangkan hasil penelitian uji F  untuk variabel Kompetensi dan Insentif Terhadap Kinerja Karyawan diperoleh nilai sig 0,000 < 0,05 maka menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara Kompetensi dan Insentif secara bersama-sama terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Hijau Lestari Raya Fibreboard Pematang Palas. Kata Kunci : Kompetensi, Insentif dan Kinerja Karyawan  ABSTRACT This study aims to determine the Effect of Competencies and Incentives on Employee Performance at PT. Hijau Lestari Raya Pematang Palas Fibreboard. The population in this study were 210 employees which constituted the entire number of employees at PT. Hijau Lestari Raya Pematang Palas Fibreboard. The sample in this study used the method with the Slovin formula with 68 employees. The method of data collection is done by using a questionnaire. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis, correlation coefficient, coefficient of determination, t test and F test using the SPSS for windows version 22 program. The results of partial t test hypothesis testing between the variable Competence Against Employee Performance Variables obtained a sig value of 0.004 < significant 0.05. So it is concluded that there is a significant influence between Competence on Employee Performance. The results of the t test for the Incentive variable on the Employee Performance variable obtained a sig value of 0.005 <significant 0.05. So it is concluded that there is a significant influence between Incentives on Employee Performance at PT. Hijau Lestari Raya Pematang Palas Fibreboard. While the results of the F test research for the variable Competence and Incentives on Employee Performance obtained a sig value of 0.000 <0.05, it shows that there is a significant influence between competence and incentives together on employee performance at PT. Hijau Lestari Raya Pematang Palas Fibreboard. Keywords: Competence, Incentives and Employee Performanc

    Pemanfaatan Teknologi dalam Pengelolaan Minyak Jelantah Serta Dampaknya Bagi Perekonomian Warga Lokal Studi Kasus: Bank Sampah Ngudi Lestari, Kota Semarang

    No full text
    Every household produces used cooking oil as waste that has no economic value. Some people still dispose of used cooking oil into water channels and soil, due to a lack of insight into the impact of this behavior on the environment. The Ngudi Lestari Waste Bank in Tinjomoyo Village became an educational place for the community to understand the importance of managing used cooking oil and providing economic opportunities for the community. This study aims to identify the characteristics of used cooking oil management at the Ngudi Lestari Waste Bank, describe the use of technology in the process of managing used cooking oil and wax at the Ngudi Lestari Waste Bank, analyze the economic value of used cooking oil management and strategies that can be developed to expand the network and use of technology in the management of used cooking oil at the Ngudi Lestari Waste Bank. The analysis was carried out using the recognition survey method, descriptive analysis, cost and return, transaction cost, and triangulation. It was found that they do not use any technology from the collection to the marketing stages in the Ngudi Lestari Waste Bank system. Strategies such the use of online questionnaires, collaborating with third parties, using e-commerce platforms to utilizing social media in marketing aspects can be used. Overall, the management of used cooking oil at the Ngudi Lestari Waste Bank not only contributes to the environment but also provides economic benefits to improve the economy of local residents. Keywords: management, strategy, used cooking oil, utilization of technology, waste bankSetiap rumah tangga menghasilkan minyak jelantah sebagai limbah yang tidak memiliki nilai ekonomi. Sebagian masyarakat masih membuang minyak jelantah ke saluran air dan tanah, dikarenakan kurangnya wawasan akan dampak perilaku tersebut terhadap lingkungan. Bank Sampah Ngudi Lestari di Kelurahan Tinjomoyo menjadi Salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat akan pentingnya pengelolaan minyak jelantah dan memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat melalui penjualan produk yang dihasilkan dari limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pengelolaan minyak jelantah di Bank Sampah Ngudi Lestari, mendeskripsikan pemanfaatan teknologi pada proses pengelolaan minyak jelantah dan lilin di Bank Sampah Ngudi Lestari, menganalisis nilai ekonomi dari pengelolaan minyak jelantah di Bank Sampah Ngudi Lestari, menganalisis Strategi yang dapat dikembangkan untuk memperluas jaringan dan penggunaan teknologi pada pengelolaan minyak jelantah di Bank Sampah Ngudi Lestari. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode recognition survey, analisis deskriptif, cost and return, transaction cost dan triangulasi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa belum adanya pemanfaatan teknologi mulai dari tahap pengumpulan, pengolahan, hingga pemasaran dalam sistem Bank Sampah Ngudi Lestari. Rekomendasi strategi yang dapat diberikan yaitu pemanfaatan teknologi seperti penggunaan kuesioner online, bekerja sama dengan pihak ketiga, penggunaan platform e-commerce hingga pemanfaatan media sosial pada aspek pemasaran. Secara keseluruhan, pengelolaan minyak jelantah di Bank Sampah Ngudi Lestari tidak hanya berkontribusi pada lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi untuk dapat meningkatkan perekonomian warga lokal. Kata kunci: bank sampah, minyak jelantah, pengelolaan, pemanfaatan teknologi, strateg

    KOREOGRAFI TARI SAMPUR KUNING KARYA ESTI SETYAWATI

    No full text
    Tari Sampur Kuning merupakan suatu karya tari garapan Esti Setyawati di Sanggar Mardayu Semarang. Sampur Kuning merupakan tari kreasi baru yang bernuansa tradisional dan ditarikan oleh kelompok puteri yang berjumlah ganjil. Salah satu penari membawakan tembang khusus yang mencakup doa-doa pada awal tarian. Pertama kali dipentaskan pada acara “GATRA” Gema Karawitan Nusantara 36 Jam di RRI Semarang pada tahun 2016. Gendhing Ketawang Sampur Kuning yang merupakan karya Ki Nartosabdho digunakan sebagai iringan utamanya, yang memiliki ciri khas yaitu memakai ketukan birama ¾ yang jarang digunakan pada tari-tarian lainnya. Rumusan masalah yang diambil adalah bagaimana proses dan bentuk koreografi tari Sampur Kuning karya Esti Setyawati. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan proses koreografi dan bentuk koreografi Tari Sampur Kuning. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan koreografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber, metode, dan teori. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koreografi Sampur Kuning dibagi menjadi dua yaitu proses koreografi dan bentuk koreografi. Koreografer melakukan proses koreografi tari Sampur Kuning selama 3 bulan dengan melaksanakan tahapan eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Bentuk Koreografi diwujudkan melalui struktur dan komponen. Struktur bentuk koreografi tari Sampur Kuning yaitu maju beksan, beksan, mundur beksan. Bentuk koreografi tari Sampur Kuning memuat perpaduan komponen elemen pokok tari yaitu gerak dengan berbagai elemen pendukung tari seperti tema, penari, iringan, tata busana, dan tata rias. Keunikan tari Sampur Kuning terletak pada iringan tari yang menggunakan gendhing Ladrang Sampur Kuning dengan birama ¾, serta memiliki keunikan pada tata busananya yaitu penggunaan smekan cindhe yang berbentuk pita dan cundhuk melati, cundhuk sekar mawar, yang mengandung makna tersendiri. Saran penulis kepada koreografer, diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dalam menciptakan karya-karya tari yang baru serta dapat mempertahankan eksistensi tari Sampur Kuning bagi Sanggar Seni Mardayu, diharapkan tari Sampur Kuning terus diajarkan dan dipentaskan di Kota Semarang maupun luar daerah sehingga tari Sampur Kuning dapat terus lestari

    Multilevel Analysis on the Contextual Effect of Posyandu on Exclusive Breastfeeding in Sleman, Yogyakarta

    No full text
    Background: There is a piece of increasing evidence that exclusive breastfeeding (EBF) up to six-month of age has important consequences on health and nutritional outcomes of children. However, studies on the contextual effect of integrated health post (posyandu) on EBF are scarce. The purpose of this study was to examine the contextual effect of posyandu on exclusive breastfeeding using multilevel analysis.Subjects and Method: A cross-sectional study was conducted in Sleman, Yogyakarta, from November to December 2018. A sample of 200 lactating mothers was selected by simple random sampling. The dependent variable was exclusive breastfeeding. The independent variables were knowledge, education, age, parity, birth spacing, employment, and family support. The data were collected by a multilevel logistic regression.Results: Exclusive breastfeeding increased with good knowledge (b= 2.66; 95% CI= 0.85 to 4.47; p= 0.004), high education (b= 2.10; 95% CI= 0.29 to 3.91; p= 0.023), maternal age 20-35 years (b= 3.35; 95% CI= 1.46 to 5.24; p<0.001), multiparous (b= 2.90; 95% CI= 0.41 to 3.39; p= 0.012), birth spacing ≥2 years (b= 2.91; 95% CI= 0.92 to 4.89; p= 0.004), unemployed mother (b= 4.53; 95% CI= 2.39 to 6.67; p<0.001), strong family support (b= 2.88; 95% CI= 1.04 to 4.72; p= 0.002). Integrated health post had substantial contextual effect on exclusive breastfeeding with ICC= 29.2%.Conclusion: Exclusive breastfeeding increases with high knowledge, high education, maternal age 20-35 years, multiparous, birth spacing, unemployed mother, strong family support. Integrated health post has the substantial contextual effect on exclusive breastfeeding.Keywords: exclusive breastfeeding, integrated health post, multilevel analysisCorrespondence: Esti Lestari. Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126, Central Java, Indonesia. Email: [email protected]. Mobile: 082363242993.Journal of Maternal and Child Health, 2019, 4(4): 250-259https://doi.org/10.26911/thejmch.2019.04.04.0

    PENERAPAN MEDIA PERMAINAN 5 SEKUNDEN DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA JERMAN

    No full text
    ABSTRAKSI Lestari, Esti Dwi. 2019. Penerapan Media Permainan 5 Sekunden dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Jerman. Bandung. Skripsi: Departemen Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra. Universitas Pendidikan Indonesia. Dalam pembelajaran kosakata di sekolah, siswa masih mengalami kesulitan. Salah satunya adalah kesulitan dalam menghapal kosakata. Kesulitan tersebut diduga karena kecenderungan penggunaan kamus dan smartphone pada proses pembelajaran di kelas. Dalam proses pembelajaran, dibutuhkan sebuah media pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk melatih kosakata yang telah dipelajari. Untuk mengatasi persoalan ini, dilakukan sebuah penelitian berupa penerapan media permainan 5 Sekunden dalam pembelajaran kosakata bahasa Jerman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa sebelum penerapan permainan 5 Sekunden. 2) Penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa sesudah penerapan permainan 5 Sekunden. 3) Perbedaan dalam penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa antara sebelum dan sesudah penerapan permainan 5 Sekunden. 4) Efektivitas permainan 5 Sekunden dalam pembelajaran kosakata bahasa Jerman. Pada penelitian ini digunakan metode eksperimen semu dengan desain penelitian one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Pasundan 1 Bandung dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 4 tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 36 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tulis dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: 1) Penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa sebelum penerapan media permainan 5 Sekunden termasuk ke dalam kategori “cukup”. 2) Penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa setelah penerapan media permainan 5 Sekunden termasuk ke dalam kategori “baik sekali”. 3) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa sebelum dan setelah penerapan media permainan 5 Sekunden. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan hasil nilai rata-rata pretest sebesar 64,7 dan nilai rata-rata posttest sebesar 89,5. 4) Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan 5 Sekunden efektif dalam pembelajaran kosakata bahasa Jerman. Berdasarkan hal tersebut, media permainan 5 Sekunden dapat menjadi salah satu alternatif yang digunakan guru untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa. Some students in high school still have difficulties in learning German vocabulary. One of the difficulties is memorizing vocabulary. These things allegedly caused due to the tendency to use dictionaries and smartphones in the learning process in the classroom. The learning process requires a learning media that can help students to practice the vocabulary they have learned. To solve this problem, a research was conducted through- application of 5 Sekunden Game in Learning German Vocabulary. The purpose of this research is to know: 1) The mastering German vocabulary of students before the application of the game “5 Sekunden”. 2) The mastering German vocabulary of students after the application of the game “5 Sekunden”. 3) The Differences in mastery of students' German vocabulary before and after the application of the game “5 Sekunden”. 4) The Effectivness of the application of the game “5 Sekunden” in learning German vocabulary. This research used quasi experimental method with research design one group of pretest and posttest class. The population in this research was all the students of the class X of SMA Pasundan 1 Bandung and the sample of this research was 30 students of the class X MIPA 4 of the year 2018/2019. The instruments used in this research were the written test and the teaching plant. Based on the results of the research, it could be seen that: 1) The mastering German vocabulary of students before the application of the game “5 Sekunden” is in the “sufficient”category. 2) The mastering German vocabulary of students after the application of the game “5 Sekunden” is in the “very good”category. 3) There were significant differences in mastering German vocabulary before and after the application of the game “5 Sekunden”. This is indicated by the results of the pretest mean value of 64.7 and the posttest mean value of 89.5. 4) Based on the results of this research, it could be concluded that the game “5 Sekunden” had a positive impact in learning German vocabulary. Therefore, this game could be used as one of alternative in order to improve the mastering of students' German vocabulary.Beim Wortschatzlernen in der Schule haben einige Schüler noch Schwierigkeiten. Eine der Schwierigkeiten ist die Wortschatzbeherrschung. Eine der Ursachen liegt darin, dass sie nur Wörterbuch und Smartphone beim Lernprozess im Klassenzimmer verwendet. Der Lernprozess erfordert ein Lernmedium, das den Schülern helfen kann, den gelernten Wortschatz zu üben. Um dieses Problem zu lösen, wurde eine Untersuchung mit dem Thema – der Einsatz des 5 Sekunden-Spiels beim Wortschatzlernen – durchgeführt. Die Ziele dieser Untersuchung sind: 1) die Wortschatzbeherrschung der Schüler vor dem Einsatz des 5 Sekunden-Spiels beim Wortschatzlernen herauszufinden. 2) die Wortschatzbeherrschung der Schüler nach dem Einsatz des 5 Sekunden-Spiels beim Wortschatzlernen zu erkennen. 3) der Unterschied der Wortschatzbeherrschung der Schüler vor und nach dem Einsatz des 5 Sekunden-Spiels festzustellen . 4) die Effektivität des 5 Sekunden-Spiels zur Verbesserung der Wortschatzbeherrschung zu finden. In dieser Untersuchung wurde die quasi-experimentelle Methode mit dem Ein-Gruppen-Prätest-Posttest-Versuchplan verwendet. Alle Schüler der X Klasse an der SMA Pasundan 1 Bandung im Schuljahr 2018/2019 galten als Population dieser Untersuchung und zu den Probanden zählten die Schüler in der Klasse X MIPA 4. Die Forschungsinstrumente dieser Untersuchung waren ein Test und Lehrskizze. Anhand von Forschungsergebnissen kann man herausfinden, dass: 1) die Wortschatzbeherrschung der Schüler vor dem Einsatz des 5 Sekunden-Spiels zu der Kategorie “befriedigend” gehört. 2) die Wortschatzbeherrschung der Schüler nach dem Einsatz des 5 Sekunden-Spiels zu der Kategorie “sehr gut” gehört. 3) Es gab signifikante Unterschiede der Wortschatzbeherrschung der Schüler vor und nach dem Einsatz des 5-Sekunden-Spiels. Dies wird durch die Ergebnisse des Mittelwerts von dem Prätest von 64,7 und des Mittelwerts von dem Posttest von 89,5 angezeigt. 4) die Untersuchung hat bewiesen, dass das 5 Sekunden-Spiel einen positiven Einfluss auf die Wortschatzbeherrschung der Schüler hatte. Daher könnte das 5 Sekunden-Spiel als eines der alternativen Lehrmedien dienen, das die Lehrer nutzen könnten, um die Wortschatzbeherrschung der Schüler zu verbessern

    ANALISIS KADAR PROTEIN TERLARUT HASIL FERMENTASI DAUN KEDELAI EDAMAME (Glycine max (L.) Merr) OLEH Aspergillus niger L. DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KEDELAI

    No full text
    Fermentasi daun kedelai edamame dengan penambahan tepung kedelai dilakukan selama 0, 2, 4, 6, 8 dan 10 hari dengan menggunakan inokulum dari PDA miring yang berumur 4 hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan protein terlarut pada daun kedelai edamame setelah difermentasi dengan A. niger dan penambahan tepung. Kadar protein terlarut ini dianalisis dengan metode Bradford. Semakin lama proses fermentasi berlangsung, maka kandungan protein terlarut daun kedelai edamame mengalami peningkatan dengan fase optimal pada hari ke-8. Namun, pada hari ke-10 protein terlarutnya mengalami penurunan. Kadar protein terlarut yang terbentuk pada proses fermentasi selama 0, 2, 4, 6, 8 dan 10 hari tersebut mempunyai nilai rata-rata berturut-turut sebesar: 3, 5.93, 9.58, 15, 21.65, 20.55 mg/g pada perlakuan sedangkan pada kontrol adalah 1.71, 1.77, 3.92, 6.52, 12.08, 11.60 mg/g. Peningkatan kadar protein terlarut ini diduga karena adanya penambahan tepung kedelai pada proses fermentasi yang dapat menyebabkan peningkatan aktivitas A. niger dalam mendegradasi senyawa komplek menjadi senyawa yang lebih sederhana dan adanya penurunan pada hari ke-10 tersebut diduga karena adanya proses fermentasi berlebihan (over fermented)

    Pengaruh Pendapatan dan Beban Terhadap Laba Pada Lembaga Pendidikan Indonesia Amerika (LPIA) Cabang Buaran, Jakarta Timur

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara pendapatan dan beban terhadap laba. Selain itu, penelitian dilakukan guna mengetahui seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan antara pendapatan, beban terhadap pencapaian laba perusahaan. Variabel yang digunakan adalah melihat laporan keuangan, data pendapatan , beban dan laba pada Lembaga Pendidikan Indonesia Amerika (LPIA) yang terdiri atas laporan keuangan bulanan selama 3 tahun. Adapun kurun waktu periode keuangan yang diteliti adalah tahun 2010 sampai dengan 2012. Penulis menggunakan analisis data linier berganda untuk mengetahui pengaruh pendapatan dan beban terhadap pencapaian laba serta uji t dan uji f untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendapatan dan beban terhadap laba. Hasil analisa data menunjukkan bahwa penjualan sangat berpengaruh terhadap pencapaian laba bersifat negatif sebesar -0,12 lebih besar dari nilai α = 0,1 maka dari hasil uji tersebut dapat dinyatakan bahwa pendapatan berpengaruh tidak signifikan terhadap pencapaian laba. Dan hasil analisis data menunjukkan bahwa beban sangat berpengaruh terhadap pencapaian laba yang dapat dilihat pada pengujian yaitu sebesar 0,833 lebih besar dari nilai α = 0,1 yang dapat dinyatakan bahwa pendapatan berpengaruh secara signifikan terhadap pencapaian laba. Hasil analisis data dapat disimpulkan secara simultan variabel pendapatan dan beban berpengaruh sangat signifikan terhadap pencapaian laba. Hal tersebut dinyatakan dengan uji f pada tabel 4.19 Prob (F-stat) sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai α = 0,1 dan Fstat = 20,709 dimana sebesar F-stat itu pendapatan dan beban mempengaruhi pencapaian laba dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kata Kunci : Pendapatan, beban dan laba setelah paja

    HUBUNGAN MUTU PELAYANAN PERSALINAN DENGAN KEPUASAN IBU BERSALIN

    No full text
    Politeknik Kesehatan Kemenkes SemarangJurusan Kebidanan MagelangProgram Studi D IV Kebidanan Magelang2020ABSTRAKAyu Lestari, Esti Handayani, Nuril NikmawatiHubungan Mutu Pelayanan Persalinan dengan Kepuasan Ibu Bersalinxiv+85 Hal + 9 Tabel + 2 Gambar + 10 LampiranMutu merupakan proses pemenuhan kebutuhan dan harapan pasien. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator untuk menentukan kualitas pelayanan oleh karena itu komponen kepuasan pasien dari mutu pelayanan kesehatan menjadi salah satu komponen utama atau penting. Pelayanan kebidanan harus mengupayakan peningkatan mutu dan memberi pelayanan sesuai dengan standar yang mengacu pada semua persyaratan kualitas pelayanan dan peralatan kesehatan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Puskesmas kaloran melakukan survey kepuasan dengan menggunakan sticker yang dimasukkan dalam kotak bertuliskan puas dan tidak puas, lalu dilakukan evaluasi setiap bulan untuk memperbaiki kualitas pelayanan.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan persalinan dan kepuasan ibu bersalin. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kaloran Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitk corelation dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini semua ibu yang pernah bersalin di Puskesmas Kaloran yang masuk dalam kriteria inklusi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan mutu pelayanan persalinan dengan kepuasan ibu bersalin di Puskesmas Kaloran kabupaten Temanggung dengan p value 0,00. Keeratan hubungan mutu pelayanan persalinan dengan kepuasan ibu bersalin terhadap pelayanan persalinan memiliki koefisien korelasi sebesar 0,731 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang kuat. Saran pada penelitian ini Tenaga kesehatan di Puskesmas Kaloran terutama Bidan untuk tetap mempertahankan mutu layanan yang sudah dinilai sangat baik dan meningkatkan mutu layanan persalinan yang dinilai kurang baik terutama dalam meningkatkan kemampuan menangani kegawatdaruratan selama proses persalinan.Kata Kunci : Mutu Pelayanan, Kepuasan Ibu Bersali
    corecore