619 research outputs found

    Wanda Canada

    No full text
    Photograph of Wanda Canada. Wanda R. Canada (1941- ) is a local author. She has set her murder mystery series in the Cape Fear area

    Colias wanda subsp. wanda wanda Grum-Grshimailo 1907

    No full text
    Colias wanda wanda Grum-Grshimailo, 1907 (Figs. 3, 5, 7, 41, 43–44, 46–47, 49 –50, 52–53, 68) Colias eogene wanda Grum-Grshimailo, 1907: 13 (TL: Hachen, Lajishan, Qinghai: Grieshuber et al., 2012). Colias baeckeri Kotzsch, 1930: 236 (TL: Dingtsiang-miau = Dingqiangmiao, Gansu); Verhulst, 1994b: 587, 589- figs. for ♂♂ & ♀♀; Grieshuber, 1999: 47, synonymic list; Verhulst, 2001: pl. 55, figs. 1–24 for ♂♂ & ♀♀; Dietz, 2002: 93, 95- figs. 3, 6–12 for ♂♂ & ♀♀; Grieshuber & Lamas, 2007: 164, synonymic list; Grieshuber et al., 2012: 57, discussions on type series, type locality and historical overview on taxonomic status (these various historical taxonomic changes in literature are not repeatedly cited herein); Grieshuber, 2016b & 2020: photos of type specimens. Colias stoliczkana wanda: Rose & Schulte, 1992: 96. Colias arida baeckeri: Rose & Schulte, 1992: 98. Colias stoliczkana baeckeri: Hoshiai, 1996: 10, figs. 62–65 for ♂ & ♀. Colias stoliczkana ssp.: Hoshiai, 1996: 10, figs. 54–57 for ♂ & ♀. Colias baeckeri paskoi Kocman, 1999: 56, pl. 8, figs. 3–4 (TL: Chiehku = Yushu, S. Qinghai); Dietz, 2002: 93, synonymy for C. baeckeri; Grieshuber & Lamas, 2007: 164, synonymic list; Grieshuber et al., 2012: 177, discussions on type series, type locality and taxonomic status. Colias wanda: Grieshuber & Churkin, 2003: 249–251, lectotype designation; Grieshuber et al., 2012: 235–237, discussions on type series, type locality and taxonomic status, records from Tsona, S. Tibet, 239, record from W. Sichuan (no further information), pl. 23, figs. 1–12 for ♂♂ & ♀♀ (type specimens); Grieshuber, 2014: 60, figs. for ♂♂ & ♀♀, record from Qia la, Chamdo, E. Tibet; Grieshuber, 2016a: photos of type specimens. Colias wanda baeckeri: Grieshuber & Churkin, 2003: 253, synonymy for C. wanda. Colias wanda paskoi: Grieshuber & Churkin, 2003: 253, synonymy for C. wanda. Colias wernerbacki Miller, 2009: 482, pl. 5, figs. 2-2b (TL: Bhutan (West), Himalaya-Gebirge, Paro-Gebiet, nordl. Chomalhari-Hange, Umg. Jangothank); Grieshuber et al., 2012: 239, discussions on type series, type locality and taxonomic status, synonymy for C. wanda wanda. Material examined. CHINA: Qinghai: 13 ♂♂ & 2 ♀♀ (CSK, CHH), Niuxinshan, Babao, Qilian County, 27– 29.VII.2008, K. Song leg.; 6 ♂♂ (CSK), Erlonggou, Qilian County, 24–26.VII.2008, K. Song leg.; 33 ♂♂ & 14 ♀♀ (CSK, CHH), NE. of Dulan County, 24–26.VII.2010 & 26.VII.2015, K. Song leg.; 11 ♂♂ & 4 ♀♀ (CSK), SW. of Dulan County, 15.VII.2021, K. Song leg.; 1 ♂ & 2 ♀♀ (CSK), Guanjiaoshan, Tianjun, 4–10.VII.2020, Y. Yang leg.; 1 ♀ (CHH), Guanjiaoshan, 20 km SW. of Tianjun, 30.VII.2020, S.-Y. Lang leg.; 6 ♂♂ & 1 ♀ (CHH), Huashixia, 5.VII.2020, Z. Yao leg.; 3 ♂♂ (CSK), On road from Tongren to Xiahe, 10.VII.2018, K. Song leg.. Diagnosis. For differences between C. wanda wanda and C. arida cakana, see under C. arida cakana. For differences between C. wanda wanda and C. adelaidae adelaidae, see under C. adelaidae adelaidae. Identification. The photos of the type specimens of both Colias wanda and C. baeckeri presented by Grieshuber (2015, 2016a, 2020) on the internet are consulted. One of the male specimens from Tongren area (Fig. 7 - Specimen C27), neighbouring to the type locality of C. wanda, is almost identical with the lectotype of C. wanda in the wing-characters. Male and female specimens from Qilian County are in common with some of the type specimens of C. baeckeri. The authors agree with Grieshuber & Churkin (2003) in synonymizing C. baeckeri with C. wanda, considering the great individual variations in male and the consistence of the wing characters in female. The male specimens from Huashixia area are a little different in the more frequently greenish ground color on hindwing underside, but such difference is not out of the individual variations of C. wanda wanda. The female specimens from Huashixia are in common with the females from the other localities in Qinghai. Specimens from Dulan area are larger than in other populations of C. wanda, often as large as the specimens of C. arida cakana; they are identified as C. wanda wanda on the female characters. Flight period. Whole July. Altitude. 3800–4300m. Distributional notes. The junior author collected 3 ♂♂ from a locality of Tongren (Fig. 68), close to Xiahe, the type locality of C. adelaidae. He also collected a series of specimens from a locality of Dulan (Fig. 68), ca 15 km away from a new locality of C. adelaidae at Dulan.Published as part of Huang, Hao & Song, Kui, 2022, A review of the genus Colias Fabricius, 1807 (Lepidoptera: Pieridae) from Qinghai with descriptions of a new subspecies of Colias thrasibulus Fruhstorfer, 1910, pp. 451-489 in Zootaxa 5105 (4) on pages 455-456, DOI: 10.11646/zootaxa.5105.4.1, http://zenodo.org/record/633377

    Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Angkatan Tahun 2020 IAIN Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Ningsih, Wanda Lestari, 2023. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam AngkatanTahun 2020 IAIN Ponorogo. Pembimbing Asna Istya Marwantika, M.Kom.I. Kata Kunci : Media Sosial, Komunikasi Interpersonal, Mahasiswa. Media sosial mengalami peningkatan penggunaan dikalangan mahasiswa fenomena ini berpengaruh terhadap efektivitas berkomunikasi secara interpersonal saat ini. Adapun rumusan dalam penelitian ini yaitu adakah pengaruh penggunaan media sosial terhadap efektivitas komunikasi interpersonal pada mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan tahun 2020 IAIN Ponorogo? dan seberapa pengaruh penggunaan media sosial terhadap efektivitas komunikasi interpersonal pada mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan tahun 2020 IAIN Ponorogo? Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui adakah pengaruh penggunaan media sosial terhadap efektivitas komunikasi interpersonal dan seberapa besar pengaruh penggunaan media sosial terhadap efektivitas komunikasi interpersonal pada mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2020 IAIN Ponorogo. Teori dalam penelitian ini adalah teori uses and gratifications yang mengasumsikan bahwa pengguna memiliki pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya, pengguna media bebas memilih untuk memutuskan bagaimana media itu digunakan serta bagaimana dampak dari media tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif yang\ud bersifat asosiatif. Metode penelitian yang digunakan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan tahun 2020 IAIN Ponorogo yang berjumlah 146 populasi dan sampel yang digunakan adalah 60 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji asumsi, regresi linier sederhana serta uji hipotesis. Hasil dari analisis data yang ditemukan menunjukkan bahwa: Pertama, Penelitian tentang Penggunaan Media Sosial Terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Angkatan Tahun 2020 IAIN Ponorogo. Hasil yang diperoleh melalui proses pengolahan data yakn

    Perkembangan Mitigasi Bencana Letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri 1919-2014 dan Nilai Pendidikannya

    No full text
    ABSTRAK Lestari, Wanda Setyo. 2016. Perkembangan Mitigasi Bencana Letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri 1919-2014 dan Nilai Pendidikannya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Yuliati, M.Hum (2) Drs. Mashuri, M.Hum. Kata Kunci: Gunung Kelud, mitigasi, bencana, letusan Gunung Kelud merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia memiliki rentang waktu erupsi yang pendek yaitu antara 12 – 30 tahun. Letusannya bersifat eksplosif (ledakan). Setiap kali terjadi letusan menimbulkan dampak kerusakan dan korban jiwa. Oleh karena itu perlu adanya upaya mitigasi bencana untuk mencegah terjadinya banyak korban di kemudian hari. Kabupaten Kediri merupakan salah satu kawasan yang mengalami banyak kerugian dan korban jiwa saat Gunung Kelud meletus. Rumusan masalah dalam penelitian ini: pertama, bagaimana sejarah erupsi Gunung Kelud antara tahun 1919-2014 dan dampaknya? kedua, bagaimana perkembangan mitigasi bencana Gunung Kelud dari tahun 1919-2014 di Kabupaten Kediri? Penelitian ini menggunakan metode penulisan sejarah. Penelitian sejarah mempunyai lima tahap, yaitu: (1) pemilihan topik, (2) pengumpulan sumber, (3) verifikasi (kritik sejarah, keabsahan sumber), (4) interpretasi: analisis dan sintesis, dan (5) penulisan. Hasil dari penelitian ini mendapat kesimpulan. Gunung Kelud meletus tercatat dalam sejarah pertama kali pada tahun 1000. Pada abad ke-20 Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, dan 1990. Kemudian pada abad ke-21 Gunung Kelud kembali meletus pada tahun 2007 dan 2014. Perkembangan mitigasi bencana Gunung Kelud tercatat dalam sejarah adalah pembangunan sodetan terusan air sungai. Pada masa kolonial Hindia-Belanda pada saat Gunung Kelud meletus tahun 1919 dilakukan upaya pembangunan terowongan untuk mengalirkan dan mengurangi volume air danau kawah. Saat Gunung Kelud meletus kembali di tahun-tahun berikutnya, 1951-1990 upaya mitigasi terus dilakukan dengan memperbaiki dan membangun terowongan yang rusak. Mitigasi terus dilakukan seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Upaya mitigasi dilakukan tidak hanya oleh pihak pemerintah namun juga oleh masyarakat mandiri dengan kearifan lokalnya yaitu pengetahuan tradisional tentang tanda-tanda alam Gunung Kelud akan meletus. Masyarakat sekitar lereng Kelud masih memegang teguh tradisi seperti melakukan larung sesaji Gunung Kelud. Masyarakat lereng Gunung Kelud juga mendirikan komunitas-komunitas tanggap bencana seperti Jangkar Kelud dan Kelud FM. Upaya-upaya mitigasi tersebut membuat korban bencana Gunung Kelud dari tahun ke tahun semakin berkurang. Implementasi pendidikan karakter terkait dengan bencana alam letusan Gunung Kelud di sekolah dari 18 butir dapat diambil tiga, yaitu peduli lingkungan, peduli sosial, dan kreatif. Penerapan pada kurikulum di sekolah dapat diberikan melalui materi yang berkaitan dengan penanggulangan bencana, kesadaran kepedulian sosial dan proses kreatif pada saat menghadapi bencana. Saran kepada peneliti atau pembaca yang berminat untuk melanjutkan atau mengambil topik yang sama dapat membahas mengenai mitigasi bencana letusan gunung dan dapat mengambil tema penelitian mitigasi bencana gunung berapi lainnya yang ada di Indonesia.  

    Occupation: reporter : about Wanda Melcer, the involved flâneuse

    No full text
    In the paper "Occupation: reporter. About Wanda Melcer, the invoked flâneuse" the author analyses a reportage by Wanda Melcer which was published in 1936 as "The Dark Continent - Warsaw ". Firstly, the author reflects on the status and the perception of this book, then the role of woman-write.r in the publicsphere and space in the 20s ol die last century. Primarily, the text focuses on literary forms in which Melcer verbalises her experience and characterises the local Jewish community

    Pengaruh Fleksibilitas Kerja dan Spesialisasi Pekerjaan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus pada Cv. Lestari Plastik Pagak Malang)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh flesksibilitas kerja dan spesialisasi pekerjaan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lestari Plastik Pagak Malang. Lokasi penelitian ini dilakukan pada karyawan CV. Lestari Plastik Pagak Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana data didapatkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada karyawan CV. Lestari Plastik Pagak Malang yang dipilih menggunakan probably sampling dengan random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak dari populasi karena populasi dianggap homogen dan dalam penetapan sampelnya dihasilkan sejumlah 50 karyawan. Data dianalisa menggunakan uji regresi linear berganda dan uji determinasi. Berdasarkan hasil analisis data, hasil uji t menunjukkan bahwa fleksibelitas kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan CV. Lestari Plastik Pagak Malang. Dan spesialisasi pekerjaan berpengaruh terhadap kinerja karyawan CV. Lestari Plastik Pagak Malang. Hasil uji determinasi menunjukkan bahwa persentase sebesar 40,6%, yang mana kinerja karyawan mampu dipengaruhi oleh fleksibilitas kerja dan spesialisasi pekerjaan. Selanjutnya dalam penelitian ini, metode pengumpulan data bisa dilanjutkan dengan memperhatikan kesediaan karyawan serta fokus untuk membagikan kuesioner secara daring kepada responden, meski tetap dihubungi personal dan disertakan nomor telepon peneliti, sehingga jika responden ingin bertanya dapat menghubungi peneliti. Kata Kunci: Kinerja Karyawan, Flesksibilitas Kerja, Spesialisasi Pekerjaa

    MIMESIS PADA GAMELAN WANDA ANYAR

    Get PDF
    Koko Koswara (Mang Koko) which is a reformer figure in Sundanese music (karawitan) able to create a new genre art that remains oriented to the aesthetics of Sundanese gamelan. The genre is called Gamelan Wanda Anyar created around the 70s. The authors are interested to study the instrument / gending of this art which has a dynamic musical form structure. The phenomenon of sound that occurs in Gamelan Wanda Anyar dish stimulates the writer to trace it further in both textual and contextual. In dissecting this case the author uses the aesthetic theory that Aristotle devised about mimesis (imitation). The purpose of this paper is to provide cm overview of the work of Mang Koko mean poured in the Gamelan Wanda Anyar which until now is still a benchmark of the artists in developing Sundanese music(karawitan

    Wanda, królowa sarmacka – próba epopei

    Get PDF
    1809 saw an anonymous publication of a fragment of the poem Wanda, królowa sarmacka [Wanda, the Queen of Sarmathians]. We read that Wanda, the daughter of Krakus, wanders with her companions as an envoy to the Jazyges to ask them for help against the Germanic invaders led by Rotygar. On their way they meet a pious hermit who advises them on the value of virtue and predicts the princess’s future. During their further voyage, as they are sailing down the Danube, a storm caused by the wind god Pochwist on request of the love goddess Dzidziela destroys their barge. Wanda’s companions die while she survives and travels on, holding on to a piece of the barge. Wanda recalls the tradition of epic; the author introduces motifs typical for this genre, including the epic machinery, replacing the ancient gods with characters from the Slavic mythology, opposing the decrees of the Christian God. The work, however, has also some distinct features of a descriptive poem. Wanda is a very good indication of changes which occurred in epic poetry in early 19th century

    Wanda, królowa sarmacka – próba epopei

    No full text
    1809 saw an anonymous publication of a fragment of the poem Wanda, królowa sarmacka [Wanda, the Queen of Sarmathians]. We read that Wanda, the daughter of Krakus, wanders with her companions as an envoy to the Jazyges to ask them for help against the Germanic invaders led by Rotygar. On their way they meet a pious hermit who advises them on the value of virtue and predicts the princess’s future. During their further voyage, as they are sailing down the Danube, a storm caused by the wind god Pochwist on request of the love goddess Dzidziela destroys their barge. Wanda’s companions die while she survives and travels on, holding on to a piece of the barge. Wanda recalls the tradition of epic; the author introduces motifs typical for this genre, including the epic machinery, replacing the ancient gods with characters from the Slavic mythology, opposing the decrees of the Christian God. The work, however, has also some distinct features of a descriptive poem. Wanda is a very good indication of changes which occurred in epic poetry in early 19th century

    KINERJA BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK) KOTA PADANG

    Get PDF
    ABSTRAK Wanda Ayu Lestari. No. BP :1110841008. Kinerja Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Padang. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Andalas. Padang. 2018. Dibimbing oleh Drs. Yoserizal, M.Si dan Dr. Ria Ariany, M.Si. Skripsi ini terdiri dari 163 halaman dengan referensi 11buku teori, 7 buku metode, 5 Dasar Hukum, 4 Jurnal dan Skripsi dan 6 website internet. Penelitian ini mendeskripsikan tentang Kinerja Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Padang. Kajian ini dilator belakangi oleh keadaan dimana adanya fenomena konsumen yang cenderung menjadi objekaktivitas bisnis dari pelaku usaha untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya terhadap penggunaan dan pemanfaatanbarang dan/ ataujasa yang telah mereka sediakan.Sehingga menyebabkan kedudukan antara konsumen dengan pelaku usaha menjadi tidak seimbang.Situasi demikian mengakibatkan munculnya perselisihan atau sengketa antara konsumen dengan pelaku usaha. Makap emerintah memberikan alternative metode penyelesaian sengketa konsumen diluar pengadilan yang dapat ditempuh melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana kinerja BPSK Kota Padang dalam melaksanakan penanganandaan penyelesaian sengketa konsumen melalui konsiliasi, mediasi dan arbitrase. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif denganti pedeskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Unit analisisnya adalah lembaga, BPSK Kota Padang. Teknik keabsahan data yang peneliti gunakan adalah triangulasi sumber. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan Teori Sistem yang dikemukakan oleh Tri Kadarwati dalam Graldino A. Sayd. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kinerja BPSK Kota Padang dalam melaksanakan penanganan dan penyelesaian sengketa onsumen melalui konsiliasi, mediasi dan arbitrase telah berjalan cukup baik. Karena masih adanya kendala-kendala dari segi sediaan sumber daya pada masukan (input) masih belum memadai. Ketersediaan sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan lagi; jumlah anggaran yang tersedia saat ini belum mencukupi dan jauh dari yang diharapkan; serta masih minimnya ketersediaan sarana dan prasarana. Pada aktivitas (proses) masih terkendala dalam pelaksanaan penanganan dan penyelesaian sengketa konsumen melalui konsiliasi, mediasi dan arbitrase. Meskipun sudah bekerja sesuai dengan SOP tetapi anggota majelis BPSK Kota Padang tidak mampu menyelesaikan sengketa konsumen dalam jangka waktu 21 Hari Kerja. Pada variable keluaran (output) dikarenakan terjadinya penunggakan kasus sengketa konsumen dari tahun sebelumnya alhasil target yang sudah ditetapkan oleh BPSK Kota Padang setiap tahunnya tidak tercapai. Kata Kunci :Kinerja, Badan Penyelesaian Sengketa Konsume
    corecore