213,721 research outputs found
Sphenoptera ardua Cast et Gory appartient-il à la faune française ? Réponse de M. L. Schaefer
Schaefer Léon. Sphenoptera ardua Cast et Gory appartient-il à la faune française ? Réponse de M. L. Schaefer. In: Bulletin mensuel de la Société linnéenne de Lyon, 13ᵉ année, n°1, janvier 1944. pp. 6-7
INVASI TIMUR LENK TERHADAP WILAYAH ISLAM (1370-1405 M)
Rohendi. NIM 14123141146. “Invasi Timur Lenk Terhadap Wilayah
Islam (1370-1405 M)”. Skripsi. Cirebon : Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah.
Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam. Februari 2017.
Invasi yang dilakukan oleh Timur Lenk yang juga masih keturunan
Mongol mewakili gelombang besar ketiga penaklukkan suku bangsa Asia Tengah
terhadap dunia Islam. Ia mulai melakukan serangkaian penaklukan panjang yang
diiringi dengan penghancuran selama tiga puluh lima tahun sampai ia meninggal
dunia. Tidak heran bila banyak kota dan daerah yang dikuasai dinasti lain berhasil
dikuasai Timur. Ia melihat dirinya sebagai cambuk Allah yang dikirim untuk
menghukum para Amir Muslim atas tindakan mereka yang menurut Timur tidak
adil. Ia berkata “jika hanya ada satu Tuhan yang berkuasa di langit, maka di
dunia ini pun hendaknya hanya satu raja pula yang berkuasa”, yaitu dirinya
sendiri. Namun, meski terkenal sebagai seorang penakluk yang kejam, ia juga
dikenal sebagai seorang pembangun peradaban.
Maka dalam Skripsi ini penulis merumuskan tujuan sebagai berikut yaitu
daerah mana saja yang ditaklukkan Timur Lenk dan dampak dari invasi yang
dilakukan Timur Lenk terhadap kemajuan pemerintahannya.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode sejarah (studi historis)
dan menggunakan metode analisis-deskriptif sebagai seperangkat prosedur.
Adapun metode sejarahnya terdiri dari empat langkah yaitu: Pertama,
pencarian/pengumpulan data (heuristik). Kedua, vertifikasi sumber data yang di
dapat. Ketiga, interpretasi data yang telah ada. Dan keempat, penulisan data-data
(historiografi), Adapun dalam penulisan ini mengkaji seputar invasi Timur Lenk
dan dampak dari invasi yang dilakukan Timur Lenk terhadap kemajuan
pemerintahannya.
Dari penelitian ini penulis memiliki kesimpulan bahwasanya wilayah yang
ditaklukkan Timur Lenk merupakan wilayah-wilayah yang pernah menjadi
kekuasaan Mongol Raya, mulai dari wilayah Chaghatay, Hulagu Khan di Persia,
kemudian ke utara pada ulus (wilayah) Jochi yang sebagian besarnya dihuni oleh
suku Turki Kipchak yang sering disebut sebagai Gerombolan Emas (Golden
Horde). Hal ini berdampak pada perkembangan pemerintahannya yang terus
menerus mengalami kemajuan, baik dari jumlah pasukan yang semakin bertambah
banyak, wilayah kekuasaan yang semakin luas, kemakmuran perekonomian
negara, dan juga ilmu pengetahuan serta seni arsitektur.
Kata kunci : Timur Lenk, Invas
[Michael Hooker and Governor William Donald Schaefer]
Michael Hooker watching Governor William Donald Schaefer look through microscopeFrom verso: M. Hooker, Gov. Schaefer 199
Politik Islam Mongolia: Mencermati Strategi Ekspansi Timur Lenk
This paper discusses Timur Lenk who is ambitious to dominate the world through the founding of the great Mongol Empire as a mission ever launched by the grandchildren of Genghis Khan and Hulagu Khan. Timur Lenk himself continued the tradition of the Mongolian invasion force that is not forcing religion or spiritual practices to a conquered nation; they even build the conquest countries with the principle of regionalism. Even, in the end, the King of Mongolia turned to Islam, including Timur Lenk himself at the end of the 13th century and early 14th century. Then Mongolism Ideology becomes a major platform in conquering the entire countries with the royal and military strength. There are two basic frameworks of the Mongolian nation in its military power expansion, as the one done by Timur Lenk: first, the geneolis theory: the world hegemony to perpetuate the Mongol Empire using military force and running the ancient absolutism politic believing that the greater authority of the ruler could result on achieving peace and security. Second, attack and defend theory: rebuilding a country that has been destroyed with luxurious infrastructures like an extraordinary magnificent palace, developing science, history, Sufism and then try to defend them
POLITIK ISLAM MONGOLIA: MENCERMATI STRATEGI EKSPANSI TIMUR LENK
Abstract
This paper discusses Timur Lenk who is ambitious to dominate the world through the founding of the great Mongol Empire as a mission ever launched by the grandchildren of Genghis Khan and Hulagu Khan. Timur Lenk himself continued the tradition of the Mongolian invasion force that is not forcing religion or spiritual practices to a conquered nation; they even build the conquest countries with the principle of regionalism. Even, in the end, the King of Mongolia turned to Islam, including Timur Lenk himself at the end of the 13th century and early 14th century. Then Mongolism Ideology becomes a major platform in conquering the entire countries with the royal and military strength. There are two basic frameworks of the Mongolian nation in its military power expansion, as the one done by Timur Lenk: first, the geneolis theory: the world hegemony to perpetuate the Mongol Empire using military force and running the ancient absolutism politic believing that the greater authority of the ruler could result on achieving peace and security. Second, attack and defend theory: rebuilding a country that has been destroyed with luxurious infrastructures like an extraordinary magnificent palace, developing science, history, Sufism and then try to defend them.
Keywords: Mongolia, Timur Lenk, Jenghiz Kha
Ekspansi Timur Lenk terhadap dunia Islam (1370-1405)
Penelitian ini menggunakan pendekatan historis. Pendekatan historis digunakan untuk menjelaskan riwayat hidup, pendirian dinasti Timuriyah dan perjalanan Timur Lenk dalam melakukan ekspansi. Adapun teori yang digunakan adalah teori kekuasaan Ibnu Khaldun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang memiliki beberapa tahapan, antara lain heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Timur Lenk adalah seorang penakluk dari bangsa Mongol yang bergama Islam. Ia lahir di Kesh pada bulan Sya’ban 736 H/ April 1336 M. Sejak remaja Timur sudah menguasai seni perang dan sering ikut andil dalam peperangan. Di tahun 1370 M, Timur telah berhasil mendirikan dinasti Timuriyah setelah mengalahkan Amir Hussein. 2) Timur Lenk telah melakukan ekspansi selama hampir tiga puluh lima tahun. Kemampuannya dalam menyusun strategi membuatnya berakhir sebagai pemenang dalam setiap peperangan. Wilayah ekspansinya terbentang luas hampir seperempat dunia. Ekspansi terbaiknya adalah menaklukkan Sultan Bayazid I penguasa Turki Ustmani. 3) ekspansi yang dilakukan oleh Timur Lenk memberikan pengaruh yang besar terhadap kekuasaannya. Samarkand yang menjadi ibu kotanya menjadi pusat peradaban Islam yang maju. Para cendekiawan dan ulama besar dibawanya menuju ibu kotanya
Cyrtocoris egeris Packauskas & Schaefer 1998
Cyrtocoris egeris Packauskas & Schaefer, 1998 Distribution. Argentina: Misiones and Santa Fe; Bolivia, Brazil, Colombia, Ecuador, Honduras, Costa Rica, Mexico, Panama, Trinidad, and Venezuela (Packauskas and Schaefer 1998, Grazia and Schwertner 2008) Material examined. 1♂, 11-XII-2013, P.M. Dellapé coll., PNI0636 (MLP).Published as part of María C. Melo, Gimena Dellapé, Leonela Olivera, Pablo S. Varela, Sara I. Montemayor & Pablo M. Dellapé, 2017, Diversity of true bugs from Iguazú National Park, Argentina, pp. 479-511 in Check List 13 (5) on page 497, DOI: 10.15560/13.5.479, http://zenodo.org/record/114351
F. Schaefer: Schule und Arbeit. I. Wie erzieht die Schule zur Arbeitsfreudigkeit? II. Gegen den Handfertigkeitsunterricht in den Schulen. Leipzig u. Frankfurt a. M., Mayer, 1898. 90 S.
F. SCHAEFER: SCHULE UND ARBEIT. I. WIE ERZIEHT DIE SCHULE ZUR ARBEITSFREUDIGKEIT? II. GEGEN DEN HANDFERTIGKEITSUNTERRICHT IN DEN SCHULEN. LEIPZIG U. FRANKFURT A. M., MAYER, 1898. 90 S.
Zeitschrift für Psychologie und Physiologie der Sinnesorgane (-)
Zeitschrift für Psychologie und Physiologie der Sinnesorgane (21) (a0006)
F. Schaefer: Schule und Arbeit. I. Wie erzieht die Schule zur Arbeitsfreudigkeit? II. Gegen den Handfertigkeitsunterricht in den Schulen. Leipzig u. Frankfurt a. M., Mayer, 1898. 90 S. (21) (p0444
- …
