1,720,954 research outputs found
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGARANG NARASI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS IV MI MIFTAHUL HUDA PROBOLINGGO
Menulis merupakan salah satu dari keterampilan berbahasa yang harus
dikuasai dengan baik oleh siswa. Menulis dapat melatih siswa untuk berfikir kritis
dan logis, serta dapat mengungkapkan perasaan, ide,dan gagasan. Dalam pembelajaran
menulis terdapat teknik-teknik pengajaran mengarang. Mengarang narasi
merupakan kegiatan mengarang yang menceritakan rangkaian peristiwa yang terjadi
ke dalam bentuk tulisan. Dengan mengarang narasi, siswa dapat mengungkapkan atau
mengekspresikan gagasan atau pendapat, pemikiran, dan perasaan yang dimiliki.
Selain itu, mengarang narasi dapat mengembangkan daya pikir dan kreativitas siswa
dalam menyusun kalimat dan paragraf serta menatanya menjadi suatu karangan yang
utuh dan sistematis. Penelitian ini dilakukan karena pengamatan awal di lapangan
menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan merumuskan ide atau gagasan dalam
membuat sebuah karangan. Dengan digunakannya media gambar seri, siswa dapat
lebih mudah menuangkan ide atau gagasan kreatif dalam mengarang. Penelitian ini
ditekankan pada mengarang narasi ekspositoris. Siswa menceritakan peristiwa atau
pengalaman melalui gambar seri. Media gambar seri dalam penelitian adalah gambar
bertema lingkungan yang disusun secara berurutan (berseri). Rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah (1) bagaimanakah pelaksanaan meningkatkan kemampuan mengarang
siswa dengan menggunakan gambar seri, dan (2) bagaimanakah peningkatan
kemampuan mengarang siswa setelah dilakukan pembelajaran menggunakan gambar
seri. Tujuan dari penelitian adalah (1) pelaksanaan peningkatan kemampuan mengarang
siswa dengan menggunakan gambar seri, (2) kemampuan mengarang siswa
setelah dilakukan pembelajaran menggunakan gambar seri.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Jenis
penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif berupa hasil observasi
dalam pembelajaran mengarang, sedangkan data kuantitatif didapat dari tes berupa
skor dan nilai siswa dalam mengarang dengan menggunakan gambar seri. Penelitian
ini dilakukan secara kolaboratif yang terdiri atas dua siklus. Teknik pengumpulan
data penelitian antara lain wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Data yang
diperoleh dianalisis dengan menggunakan ketentuan ketuntasan belajar secara
individual maupun secara klasikal. Dinyatakan tuntas secara individual apabila siswa
mencapai nilai " 65. Dan dinyatakan tuntas secara klasikal apabila siswa yang
mendapat nilai "65 mencapai 75%. Lokasi penelitian di MI Miftahul Huda
Probolinggo. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini instrumen pengumpul
ix
data dan instrumen analisis data. Instrumen pengumpul data terdiri dari peneliti,
lembar kerja siswa, lembar kerja observasi, kamera HP, dan alat perekam suara HP.
Instrumen analisis data terdiri dari ketuntasan hasil belajar mengarang dengan
menggunakan gambar seri dan hasil perbandingan nilai tes siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan peningkatan kemampuan
mengarang dengan menggunakan gambar seri berjalan lancar. Pada siklus I,
kemampuan siswa dalam menyusun gambar seri, menentukan tema dan membuat
kerangka karangan sudah baik. Pada pengembangan kalimat dan paragraf serta
menentukan ejaan dalam membuat sebuah karangan masih kurang. Hal ini
disebabkan guru kurang membimbing siswa selama proses pembelajaran, sehingga
siswa kurang mampu dalam mengembangkan kalimat dan menentukan ejaan. Pada
siklus II, siswa mengalami peningkatan dalam menyusun karangan dalam pengembangan
kalimat dan paragraf serta penggunaan ejaan. Peningkatan-peningkatan
tersebut dikarenakan guru memberikan bimbingan lebih maksimal kepada siswa,
sehingga dapat meningkatkan pengembangan kalimat dan paragraf dalam membuat
sebuah karangan dan penggunaan ejaan. Selain itu, guru menampilkan tema dan
gambar seri yang berbeda dari siklus I, sehingga dapat meningkatkan kreatifitas siswa
menuangkan ide atau gagasan dalam membuat karangan. Pada siklus I, persentase
kemampuan siswa menyusun gambar seri mencapai 100%, menentukan tema mencapai
100%, membuat kerangka karangan mencapai 75%, pengembangan kalimat dan
paragraf mencapai 47,9%, dan menentukan ejaan mencapai 41,7%. Pada siklus II
persentase kemampuan siswa menyusun gambar seri mencapai 100%, menentukan
tema mencapai 100%, membuat kerangka karangan mencapai 89,6%, pengembangan
kalimat dan paragraf mencapai 65,4%, dan menentukan ejaan mencapai 56,3%.
Peningkatan kemampuan mengarang siswa pada siklus I mencapai ketuntasan 4 siswa
atau 50% dari total 8 siswa. Pada siklus II, siswa yang mencapai ketuntasan 7 siswa
atau 87,5% dari total 8 siswa.
Peningkatan kemampuan mengarang siswa dengan menggunakan gambar seri
mencapai ketuntasan secara individual maupun klasikal. Saran yang dapat diberikan
dari penelitian ini adalah: (1) guru SD, sebaiknya dapat mengembangkan media
gambar seri dalam pembelajaran mengarang, sehingga memudahkan siswa dalam
menemukan ide atau gagasan dalam membuat sebuah karangan, (2) mahasiswa
Program Studi Guru Sekolah Dasar (PGSD), sebaiknya hasil penelitian ini dapat
dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dalam menyusun tugas akhir kuliah,
(3) peneliti lain, sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan penelitian lebih
lanjut tentang pembelajaran mengarang bahasa Indonesia dengan menggunakan
media gambar seri
Istinbath Hadis Reproduksi; Relevansi Anjuran Memperbanyak Keturunan Perspektif Ḥifẓ al-Bī’ah
Peningkatan populasi manusia di bumi menimbulkan berbagai permasalahan seperti kepadatan penduduk, degradasi lingkungan, dan tekanan terhadap sumber daya alam. Di sisi lain, terdapat hadis Nabi Muhammad saw. yang menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis anjuran tersebut dalam konteks modern, dengan menggunakan pendekatan maqa>s}id al-nikāḥ dan teori ḥifẓ al-bi>’ah. Salah satu maqa>s}id utama dalam pernikahan adalah ḥifẓ al-nasl (melestarikan keturunan), yang merupakan bagian dari kebutuhan primer (al-ḍ}arūriyyāt al-khamsah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, mengkaji literatur klasik dan kontemporer terkait hadis, maqa>s}id al-shari>‘ah, dan tantangan ekologi modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ditemukan naṣ yang membatalkan anjuran memperbanyak keturunan, sehingga hadis tersebut tetap relevan. Namun, relevansi tersebut harus dipahami dengan memerhatikan maqa>s}id al-shari>‘ah secara komprehensif, yang meliputi keseimbangan antara maslahat (kebaikan) dan mafsadat (kerusakan). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa anjuran memperbanyak keturunan dapat diimplementasikan dengan mempertimbangkan tanggung jawab ekologis, kualitas generasi yang dihasilkan, serta kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan pendekatan maqa>s}id al-shari>‘ah, ajaran agama tetap dapat relevan dan memberikan solusi bagi permasalahan kehidupan modern.Peningkatan populasi manusia di bumi menimbulkan berbagai permasalahan seperti kepadatan penduduk, degradasi lingkungan, dan tekanan terhadap sumber daya alam. Di sisi lain, terdapat hadis Nabi Muhammad saw. yang menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis anjuran tersebut dalam konteks modern, dengan menggunakan pendekatan maqāṣid al-nikāḥ dan teori ḥifẓ al-bī’ah. Salah satu maqāṣid utama dalam pernikahan adalah ḥifẓ al-nasl (melestarikan keturunan), yang merupakan bagian dari kebutuhan primer (al-ḍarūriyyāt al-khamsah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, mengkaji literatur klasik dan kontemporer terkait hadis, maqāṣid al-syarī‘ah, dan tantangan ekologi modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ditemukan naṣ yang membatalkan anjuran memperbanyak keturunan, sehingga hadis tersebut tetap relevan. Namun, relevansi tersebut harus dipahami dengan memerhatikan maqāṣid al-syarī‘ah secara komprehensif, yang meliputi keseimbangan antara maslahat (kebaikan) dan mafsadat (kerusakan). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa anjuran memperbanyak keturunan dapat diimplementasikan dengan mempertimbangkan tanggung jawab ekologis, kualitas generasi yang dihasilkan, serta kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah, ajaran agama tetap dapat relevan dan memberikan solusi bagi permasalahan kehidupan modern
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
