1,720,958 research outputs found
ANALISIS PEMASARAN CABAI RAWIT MERAH DI PASAR TERDISIONAL DI DESA TARAILU KECAMATAN SAMPAGA KABUPATEN MAMUJU
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi pemasaran cabai rawit merah di pasar tradisional Desa Tarailu, Kabupaten Mamuju. Kegunaan dari penelitian ini adalah Adanya upaya untuk peningkatan pendapatan usaha tani cabai rawit khususnya petani. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu 7 orang pedagang Perantara, 1 orang pedagang Pengumpul dan, 5 orang pedagang pengecer. Jumlah sampel petani pada lokasi penelitian bersifat relative, tergantung pada heterogenitas populasi. Data dari lembaga pemasaran dalam hal ini pedagang perantara merupakan informasi awal yang digunakan sebagai patokan untuk menelusuri petani cabe rawit merah yang terlibat dalam pemasaran. Hasil penelitian bahwa keuntungan yang diterima petani cabe rawit merah di pasar tradisional Tarailu dari saluran pemasaran I adalah sebesar Rp.8.400,-/Kg atau share margin 33,6%, dengan penjualan langsung kepada pedagang pengepul sebesar Rp.17.000/Kg. Sementara keuntungan pada saluran pemasaran II sebesar Rp.6.400/Kg dengan share margin 27,33% yang dijual pada pedagang Perantara dengan harga Rp.15.000,-/Kg. Rendahnya harga tersebut disebabkan karena petani terlebih dahulu mengambil sarana produksi seperti pupuk dan uang untuk keperluan rumah tangga petani. Dari hasil perhitungan saluran pemasaran I lebih efisien dibanding Saluran pemasaran II ini dapat dilihat bahwa nilai Ec untuk Saluran Pemasaran I sebesar 4,4% sedangkan saluran pemasaran II nilai 3,7%
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH KE PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elais guinensiss) DI DESA POLONGAAN KECAMATAN TOBADAK KABUPATEN MAMUJU TENGAH
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan sawah ke perkebunan kelapa sawit.. Masalah yang di ajukan yaitu alih fungsi lahan tersebut menghilangkan lokasi-lokasi pertanian tanaman pangan seperti padi yang dapat mengancam ketahanan pangan, baik secara lokal, regional maupun nasional. Saat ini di Kabupaten Mamuju Tengah khusunya desa polongaan cukup luas alih fingsi lahan pangan keperkebunan khusunya kelapa sawit. Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor apa yang mempengaruhi petani mengalihfungsikan lahannya dengan melihat faktor usia, tingkat pendidikan, pendapatan serta luas lahan yang dimiliki oleh petani. Analisi data menggunakan regresi linear berganda dengan penghitungan data menggunakan SPSS versi 16. Faktor - faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan sawah ke perkebunan kelapa sawit di desa polongaan kecamatan tobadak yaitu pendidikan, pendapatan, usia dan luas lahan. Berdasarkan pengujian secara parsial ( Uji-t ) yang terlihat bahwa faktor pendapatan sangat berpengaruh signifikan terhadap alih fungsi lahan sawah keperkebunan kelapa sawit. Berdasarkan pengujian secara simultan (Uji-F) yang telihat bahwa nilai F-hitung lebih besar dari pada F-tabel. ini menujukkan bahwa variabel bebas ( pendidikan, penadapatan, usia dan luas lahan) secara bersama-sama mempengaruhi alih fungsi lahan di Desa Polongaan Kecamatan Tobadak
ANALISIS TATANIAGA KOPRA DI DESA LAMPOKO KECAMATAN CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Petunjuk Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana saluran pemasaran pada usahatani kopra di Desa Lampoko, 2. Berapa harga kopra di tingkat petani dan pedagang Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada usahatani kopra di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling, Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai Juli 2018 yang berlokasidi Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saluran pemasaran di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar ada dua yaitu, petani, pedagang, konsumen, dan Saluran Langsung petani, ke pedagang 2. harga jual petani yang terendah terdapat pada pedagang pengumpul desa sebesar Rp 5.000/Kg, Kemudian yang tertinggi adalah pedagang Kecamatan Rp 5.500/Kg dan apabila petani menjual langsung ke pedagang besar dan konsumen karena modal untuk memasarkan produksi sangat terbatas. 
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
ANALISIS POTENSI WILAYAH KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN MAMUJU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi komoditas unggulan sektor pertanian dan penyebaran komoditas unggulan di setiap kecamatan yang ada di kabupaten mamuju. Penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi dan mendokumentasikan kegiatan pembangunan bidang pertanian. Data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data tentang dokumentasi kinerja bidang pertanian di Kabupaten Mamuju. Metode analisis Location Quotient (LQ) digunakan untuk mengetahui potensi komoditas unggulan sektor pertanian. Analisis koefisien lokalita digunakan untuk mengetahui karakteristik penyebaran komoditas sektor pertanian di kabupaten mamuju. Berdasarkan hasil Analisis Koefisien Lokalita secara keseluruhan diketahui tidak ada yang mencapai nilai diatas satu. Hal ini menunjukkan bahwa semua komoditas–komoditas dari sub sektor pada sektor pertanian tersebar disemua kecamatan dan tidak ada terkonsentrasi di satu kecamatan
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
INOVASI ALAT TANGKAP IKAN MASYARAKAT PESISIR DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN NELAYAN DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT
Wilayah pesisir merupakan sebuah kawasan dinamis yang sangat strategis untuk mengembangkan berbagai sektor usaha khususnya sektor dalam bidang perikanan. Hasrat untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sebenarnya terus diusahakan. di Kabupaten Polewali Mandar sulawesi Barat, Peningkatan kesejahteraan nelayan dapat terjadi apabila pendapatan penduduk mengalami kenaikan pendapatan yang cukup untuk kebutuhan keluarga nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisa pendapatan Nelayan tradisional yang beralih menjadi nelayan bermesin motor. Menganalsisi tingkat pendapatan nelayan untuk mengetahui tingkat kesejateraan nelayan di kelompok takatidung kabupaten polewali mandar jumlah sampel yang di ambil sebenyak 20 responden yang di ambil secara purposive sampling. Penelitian ini menggukan deskriptif kwalitatif dan kwantitatif. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Inovasi teknologi alat tangkap nelayan di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat rata rata nelayan sudah menggunakan parahu motor ( perahu katinting ) untuk penangkapan ikan, nelayan yang menggunakan perahu motor hampir setiap hari pergi melaut karena menganggap bahwa dengan memakai perahu motor memudahkan mencari ikan dengan wilayah tertentu yang dimana ikan berkumpul di suatu wilayah sekitar Kabupaten Polewali Mandar, dan ada beberapa nelayan yang masih menggunakan perahu trasdisional untuk menangkap ikan atau masyarakat nelayan tidak menggunakan mesin perahu motor, meraka pergi melaut di waktu waktu tertentu melihat dari kondisi cuaca atau arah angin dan musim ikan pada bulan tertentu keterbatasan nelayan trasdisional seperti biaya merupakan permasalahan yang di hadapi saat ini, keuntungan nelayan di Kelompok Takatidung Kacamatan Polewali Mandar masih tergolong rendah di lihat dari keuntungan nelayan tiap bulanya yang tertinggi Rp2,160.00 per bulan sedangakan keuntungan nelayan yang terendah Rp1,300.00 per bulan.Wilayah pesisir merupakan sebuah kawasan dinamis yang sangat strategis untuk mengembangkan berbagai sektor usaha khususnya sektor dalam bidang perikanan. Hasrat untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sebenarnya terus diusahakan. di Kabupaten Polewali Mandar sulawesi Barat, Peningkatan kesejahteraan nelayan dapat terjadi apabila pendapatan penduduk mengalami kenaikan pendapatan yang cukup untuk kebutuhan keluarga nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisa pendapatan Nelayan tradisional yang beralih menjadi nelayan bermesin motor. Menganalsisi tingkat pendapatan nelayan untuk mengetahui tingkat kesejateraan nelayan di kelompok takatidung kabupaten polewali mandar jumlah sampel yang di ambil sebenyak 20 responden yang di ambil secara purposive sampling. Penelitian ini menggukan deskriptif kwalitatif dan kwantitatif. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Inovasi teknologi alat tangkap nelayan di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat rata rata nelayan sudah menggunakan parahu motor ( perahu katinting ) untuk penangkapan ikan, nelayan yang menggunakan perahu motor hampir setiap hari pergi melaut karena menganggap bahwa dengan memakai perahu motor memudahkan mencari ikan dengan wilayah tertentu yang dimana ikan berkumpul di suatu wilayah sekitar Kabupaten Polewali Mandar, dan ada beberapa nelayan yang masih menggunakan perahu trasdisional untuk menangkap ikan atau masyarakat nelayan tidak menggunakan mesin perahu motor, meraka pergi melaut di waktu waktu tertentu melihat dari kondisi cuaca atau arah angin dan musim ikan pada bulan tertentu keterbatasan nelayan trasdisional seperti biaya merupakan permasalahan yang di hadapi saat ini, keuntungan nelayan di Kelompok Takatidung Kacamatan Polewali Mandar masih tergolong rendah di lihat dari keuntungan nelayan tiap bulanya yang tertinggi Rp2,160.00 per bulan sedangakan keuntungan nelayan yang terendah Rp1,300.00 per bulan
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
