1,721,714 research outputs found
E-SERVICE QUALITY PADA SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK (SPBE) DI DINAS TENAGA KERJA DAN PERINDUSTRIAN KOTA TEGAL TAHUN 2023
Nama: Lestari Puji Astuti, NPM:2120600013, Judul: E-service Quality Pada Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) di Dinas Tenaga Kerja Dan Perindustrian Kota Tegal Tahun 2023. Skripsi, Ilmu Pemerintahan Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbingan 1: Unggul Sugi Harto, S.IP, M.Si, dan Pembimbing II: Akhmad Habibullah, M.IP.
System pemerintahan berbasis elektronik Merupakan penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan kualitas layanan kepada penggunanya, penerapan SPBE diharapkan dapat membantu memperbaiki tata Kelola pemerintahan daerah dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat sehingga bisa mencapai efisiensi dan integrasi. Namun dalam pelaksanaanya masih belum berjalan sesuai dengan fungsi kepuasaan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Bagaimana E-service Quality dinas tenaga kerja dan industri pada penggunaan Sistem pemerintahan berbasis elektronik di kota Tegal dan mendeskripsikan Hambatan-hambatan apa saja yang ada pada pengelolaan Sistem pemerintahan berbasis elektronik dikota Tegal. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini tipe penelitian yang digunakkan adalah penelitian dekriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan Teknik analis data NVIVO. hasil penelitian menunjukan bahwa E-service Quality pada sistem pemerintahan berbasis elektronik di dinas tenaga kerja dan perindustrian pada tiga layanan yang berbentuk aplikasi online, yaitu : Layanan Pertama, layanan pembuatan AK.1 memiliki hasil yang menjelaskan bahwa penerapan aplikasi LAPUR SIJAJA terbukti sangat baik, Layanan yang kedua, layanan verifikasi perjanjian penempatan calon PMI memiliki hasil yang menjelaskan bahwa penerapan aplikasi SIAP KERJA terbukti baik. Layanan yang ketiga, layanan Verifikasi pemenuhan persyaratan standar memiliki hasil yang menjelaskan bahwa penerapan aplikasi OSS terbukti sudah cukup baik.
Kata Kunci : E-service Quality, SPBE, aplikas
Use of local wisdom (purpusage) through heart-to-heart communication in settling of social conflicts in Karo, North Sumatra Indonesia
Refusal of refugee relocation policy due to the eruption of Mount Sinabung from the community members in Lingga Village, Karo Regency, in North Sumatra Province has created social conflict. This study aims to find a model of social conflict management through heart-to-heart local wisdom, known as communication purpusage in Karo, North Sumatra. This research uses a qualitative approach in order to further explore and understand the process of heart to heart basis of communication and local wisdom. Data collection techniques used in this research are observation and in-depth interviews on research subjects, more specifically the background of the conflict, the parties involved in the conflict, the impacts of the conflict, and the solutions adopted. The results of this study show that a heart-to-heart communication model in the Karo culture through a process of runggu (communication for peace) produces local wisdom of purpusage that effectively resolves the conflict. This research contributes in offering a new concept of heart-to-heart communication for resolving social conflicts using a local wisdom called purpusage. Heart-to-heart communication among all conflicting parties has created a sincere communication attitude, which tends to accept the situation, willingness to overcome the conflict, and a strong desire to live peacefully. Village Community of Lingga Karo in North Sumatra has agreed to emphasize on heart to heart communication because it is rooted in their local culture named runggu and purpusage. This research recommends that local wisdom can effectively be used as an effort to resolve social conflicts
al-sail daloam al-qur'an dan implementasinya dalam kehidupan (studi tafsir tematik)
ABSTRAK
Lestari, Puji. 2019. al-Sa>il dalam al-Qur`an dan Implementasinya dalam Kehidupan (Studi Tafsir Tematik). Skripsi. Jurusan Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing, Dr. Iswahyudi, M.Ag.
Kata kunci: al-sa>il, Peminta-minta, Penanya, Semantik, Implementasi.
al-Sa>il merupakan sebuah term yang digunakan oleh al-Qur’an. Keberadaan kata al-sa>il yang tidak hanya satu kali disebut dalam al-Qur’an dan adanya dua arti yang diberikan oleh para mufassir yaitu al-sa>il sebagai peminta –minta dan sebagai penanya sudah cukup membuat daya tarik tersendiri untuk dibahas. Belum lagi jika ditambah dengan dua paradoksi yang dijumpai oleh penulis dalam kehidupan terkait fenomena al-sa>il . Pertama: al-sa>il dalam konteks sebagai peminta-minta (red: pengemis). Dalam realita kehidupan bermasyarakat, semakin bertambahnya jumlah penduduk yang melakukan urbanisasi dan karena minimnya ketrampilan kerja yang mereka miliki, mengakibatkan jumlah pengangguran semakin meningkat. Peningkatan angka pengangguran tersebut memicu munculnya peminta-minta. Pemandangan tersebut terkadang membuat orang menjadi tidak sabar untuk menghadapi mereka. Ekpresi ketidaksabaran ini beraneka ragam seperti penolakan dengan ucapan yang keras (menghardik). Padahal al-Qur’an telah menjelaskan bahwa perbuatan menghardik peminta-minta tidak diperbolehkan. Kedua: al-sa>il dalam konteks sebagai penanya. Ketika ada orang yang bertanya, maka wajib atas orang yang ditanya untuk menjawab dan tidak boleh menyembunyikan kebenaran dan ilmu yang ia ketahui. Namun, terkadang ada orang yang ketika ditanya, tidak mau menjawab apabila pertanyaan tidak berkenan dalam hati. Padahal menolak memberi jawaban saat ditanya itu merupakan perbuatan yang dilarang.
Paradoksi inilah yang membawa penulis untuk membahas kata al-sa>il yang digunakan oleh al-Qur’an. Dari paradoksi tersebut memunculkan pertanyaan penting: bagaimana makna leksikal dan relasional kata al-sa>il dalam al-Qur’an dan bagaimana cara mengimplementasikan kata tersebut dalam kehidupan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian library research dengan pendekatan mawd}u>’i> (tematik) dan analisis semantik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa makna leksikal kata al-sa>il yaitu peminta-minta apabila yang diminta sesuatu yang bersifat materi dan sebagai penanya apabila yang diminta adalah sesuatu yang bersifat informasi. Makna relasional kata al-sa>il adalah menanyakan suatu hukum, perintah menuntut ilmu, mempertegas kualitas sesuatu yang ditanyakan, kecaman terhadap suatu perbuatan atau menhinakan pelaku atas suatu perbuatan, sindiran untuk menyadarkan dari kesesatan, ungkapan untuk mencela atau mengolok-olok, dan perintah untuk menyantuni fakir miskin. Sedang implementasi kata al-sa>il dalam kehidupan adalah bahwa seorang muslim dalam kehidupan harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi dalam bermasyarakat
Pengaruh Manajemen Kesantrian Dan Lingkungan Pesantren Terhadap Kinerja Organisasi Santri Putri Di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo
Lestari, Puji. 2023. Pengaruh Manajemen Kesantrian dan Lingkungan Pesantren Terhadap Kinerja Organisasi Santri Putri di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo. Skripsi. Jurusan Manajamen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Afni Ma’rufah, M.Pd
Kata Kunci: Manajemen Kesantrian, Lingkungan Pesantren, Kinerja Organisasi
Manajemen kesantrian merupakan suatu penataan atau pengaturan segala aspek aktivitas yang berkaitan dengan santri, yaitu dari mulai masuknya sampai keluarnya santri tersebut dari suatu lembaga pendidikan. Adapun juga manajemen kesantrian adalah suatu proses yang khas terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya agar berjalan dengan efektif dan efesien. Sedangkan lingkungan pesantren merupakan faktor utama dalam pencapaian pembelajaran, karena pada dasarnya lingkungan memiliki pengaruh terhadap setiap kegiatan yang dilaksanakan, dan juga sebagai sarana berhasil atau tidaknya kegiatan tersebut. Kemudian kinerja organisasi merupakan sebuah tingkat pencapaian suatu tim atau individu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan aturan yang telah ada.
Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui signifkansi pengaruh manajemen kesantrian terhadap kinerja organisasi santri putri di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo, (2) untuk mengetahui signifikansi pengaruh lingkungan pesantrren terhadap kinerja organisasi santri putri di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo, (3) untuk mengetahui signifikansi pengaruh manajemen kesantrian dan lingkungan pesantren terhadap kinerja organisasi santri putri di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo.
Adapun penelitian ini dirancang menggunakan metode kuantitatif yang bersifat ex-post facto. Untuk memperoleh data-data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik dengan cara menyebar angket dan dokumentasi yang digunakan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan oleh peneliti. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Sampel jenuh adalah teknik sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sehingga sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anggota organisasi santri putri di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo yang berjumlah 25 anggota santri putri. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas yang ada dalam model mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat menggunakan regresi linier sederhana, dan teknik analisi data untuk mengetahui secara bersama-sama pengaruh manajemen kesantrian (X1) dan lingkungan pesantren (X2) terhadap kinerja organisasi santri putri (Y) menggunakan regresi linier berganda dengan 2 variabel bebas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) manajemen kesantrian mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja organisasi santri putri di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo, dengan persentase sebesar 42,6%. 2) lingkungan pesantren mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja organisasi santri putri di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo, dengan persentase 39,8%. 3) manajemen kesantrian dan lingkungan pesantren secara bersama-sama mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja organisasi santri putri di Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo, dengan persentase sebesar 41,2%
Pengaruh Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi terhadap Organisasi Muhammadiyah pada 1903 - 1923
Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana kehidupan atau perjalanan hidup seorang tokoh terkemuka yaitu Kyai Ahmad Dahlan, sebagai sosok pembaharu pemikiran dalam bidang agama, pendidikan, dan sosial. Namun dalam hal ini penulis lebih kepada mendeskripsikan bagaimana perjalanan hidup Kyai Haji Ahmad Dahlan dan peranan nya pada Bidang Pendidikan.
Dan metode yang digunakan ialah metode “deskripsi kualitatif”. Melalui metode penelitian ini, maka akan menghasilkan data-data yang akurat. Dan dengan begitu kita bisa mengetahui bagaimana Perjalanan kehidupan yang dilalui oleh setiap orang bukanlah hal mudah dan tentu berbeda-beda jalannya. Melihat dari perjalanan tokoh Kyai Haji Ahmad Dahlan ini dalam menghidupi keluarganya, ketika ditinggalkan oleh kedua orangtuanya, semangat berdagangnya dan dalam memperjuangkan syiar-syiar Islam menjadi sebuah fakta sejarah melalui gagasan-gagasan nya yang disampaikan lewat jalan dakwah yang awalnya dilakukan di tempat tinggalnya, hingga beliau mendirikan sebuah organisasi Muhammadiyah.Dan peran Kyai Haji Ahmad Dahlan dalam Bidang Pendidikan hingga beliau bertekad dengan penuh keyakinan untuk mendirikan sekolah-sekolah dapat terwujud
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
