1,720,976 research outputs found

    Analisis kandungan pewarna sintesis pada produk pangan di wilayah Jakarta dan Ciputat

    No full text
    Buku yang menjelaskan kandungan pewarna sintetis pada produk pangan khususnya di wilayah Jakarta dan Ciputa

    BIOKIMIA: DASAR-DASAR BIOMOLEKUL DAN KONSEP METABOLISME

    No full text
    BIOKIMIA INI DISIAPKAN KHUSUS BAGI PARA MAHASISWA PADA PROGRAM STUDI YANG RELEVAN SERTA MEREKA YANG BERMINAT MENGETAHUI TENTANG PROSES KIMIA YANG TERJADI DALAM TUBUH MAKHLUK HIDUP.VIII, 158 p: 24 cm

    Aktivitas imunologi senyawa bioaktif madu dan turunannya

    No full text
    Buku ini secara khusus menguraikan berbagai senyawa bioaktif yang terdapat dalam madu dan produk turunannya, dalam hal ini propolis dan royal jelly. Tidak hanya sampai di situ, buku ini juga menguraikan mekanisme yang terdapat pada masing-masing senyawa bioaktif tersebut secara molekuler (in vivo maupun in vitro). Oleh karena itu buku ini sangat penting dan relevan menjadi pegangan bagi para mahasiswa ataupun dosen terutama kajian tentang manfaat bahan alam khususnya madu dan produk turunannya pada berbagai bidang keilmuan

    Analisis gelatin sapi dan babi dengan perlakuan pengendapan oleh garam (NH4)2SO4, pH, dan pemanasan

    No full text
    Buku ini menjelaskan tentang analisis gelatin sapi dan babi dengan cara di endapkan oleh garam dan di panaskan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Aktivitas Protease Dari Bacillus circulans Pada Media Pertumbuhan Dengan pH Tidak Terkontrol

    Get PDF
    Salah satu enzim yang telah banyak dipelajari adalah enzim protease. Jenis enzim ini merupakan enzim yang penting dari segi ekonomi karena menguasai 59% dari total penjualan enzim di dunia. Aplikasi protese telah meluas, baik pada industri pangan maupun nonpangan. Industri pangan memanfaatkan protease untuk memperbaiki tekstur, mempersingkat waktu pencampuran, dan meningkatkan volume adonan pada pembuatan roti, menjernihkan bir, mengempukkan daging, dan menggumpalkan susu. Enzim ini dapat dproduksi oleh mikroba dalam suatu media mengandung Air Rendaman Kedelai (ARK) dengan pH tidak terkontrol. Pengukuran aktivitas enzim menggunakan metode Bergmeyer dan Grassl sedangkan kadar protein ditentukan dengan metode Bradford. Hasil analisis menunjukkan bahwa Aktivitas Protease (AP) pada media Air Rendaman Kedelai dan media standar dengan pH tidak terkontrol masing-masing sebesar 0,1814 U/ml dan 0,0342 U/ml. Produksi protease pada media tersebut optimum pada pH 9,28, jam ke-56 pada fase akhir eksponensial dari fase pertumbuhan mikroba. Perkembangan ilmu bioteknologi telah menempatkan penggunaan enzim sebagai salah satu alternatif untuk berbagai keperluan misalnya di bidang industri, pengobatan, dan analisis. Keuntungan penggunaan enzim antara lain : (1) enzim merupakan bahan alami yang tidak beracun, (2) enzim dapat mempercepat reaksi tanpa menyebabkan terbentuknya hasil reaksi yang tidak diinginkan, (3) enzim aktif pada konsentrasi rendah, (4) kecepatan reaksi enzim dapat diatur dengan mengatur suhu, pH, dan jumlah enzim yang digunakan, (5) enzim dapat diinaktifkan jika reaksi yang diinginkan sudah diperoleh, (6) enzim merupakan senyawa alamiah yang ramah lingkungan (Suhartono, 1993). Enzim juga masih mempunyai kemampuan transformasi kimia meskipun telah terpisah dari sel (Bakhtiar, A 1991). Salah satu enzim yang telah banyak dipelajari adalah enzim protease. Jenis enzim ini merupakan enzim yang penting dari segi ekonomi karena menguasai 59% dari total penjualan enzim di dunia (Suhartono, 1993). Aplikasi protese telah meluas, baik pada industri pangan maupun nonpangan. Industri pangan memanfaatkan protease untuk memperbaiki tekstur, mempersingkat waktu pencamuran, dan meningkatkan volume adonan pada pembuatan roti, menjernihkan bir, mengempukkan daging, resep masakan indonesia dan menggumpalkan susu. Protease pada industri non pangan digunakan antara lain dalam bidang kesehatan, fotografi, industri detergen, dan industri kulit. Enzim ini dapat dihasilkan oleh tanaman, hewan, dan mikroba. Protease yang dihasilkan oleh mikroba sangat potensial untuk digunakan karena sumbernya yang berlimpah, produksi enzim yang cepat, biaya produksi relatif murah, dan mudah dikontrol. Enzim mempunyai aktivitas maksimum pada kisaran pH yang disebut pH optimum, yang umumnya antara pH 4,5 sampai 8.0. Suatu enzim tertentu mempunyai kisaran pH yang sempit. Disekitar pH optimum enzim mempunyai stabilitas yang tinggi. Stabilitas enzim terhadap panas berhubungan erat dengan stabilitasnya terhadap pH, sering stabilitas terhadap panas tidak pada pH isoelektrik dari enzim. Bila pH di bawah atau di atas pH optimum, semakin jauh dari pH optimum maka enzim semakin tidak stabil dan semakin tinggi suhu maka stabilitasnya semakin menurun. Pada penelitian ini telah diidentifikasi mikroba yang memproduksi protease dalam jumlah banyak, yaitu Bacillus circulans. Mikroba tersebut diisolasi dalam limbah padat kecap. Pemurnian dilakukan untuk memisahkan enzim tertentu dari ekstrak kasar yang masih mengandung sel mikroba dan komponen lainnya. Penelitian selanjutnya adalah mempelajari aktivitas protease Air Rendaman Kedelai pada pH yang tidak terkontrol dari Bacillus circulans. Melalui penelitian ini diharapkan akan memberikan informasi mengenai pH optimum enzim protease dari Bacillus circulans

    Identifikasi Pewarna Sintetis Pada Produk Pangan Yang Beredar di Jakarta dan Ciputat

    Get PDF
    Warna merupakan faktor yang dapat digunakan sebagai indikator kesegaran atau kematangan suatuproduk. Warna merupakan daya tarik terbesar untuk menikmati aroma makanan. Warna dalammakanan dapat meningkatkan penerimaan konsumen tentang sebuah produk. Namun, penggunaanpewarna sintetis harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena dapat merugikankesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring pewarna sintetis berbagai produk makananyang dikonsumsi oleh masyarakat. Metode analisis kualitatif yang digunakan adalah kromatografikertas. Sementara analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Pewarna sintetis yangterkandung dalam sebagian besar sampel yang dianalisis adalah pewarna yang memungkinkanpenggunaannya untuk makanan oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI seperti sunset yellow, ponceau4R, tartrazine, dan carmoisin. Namun sampel krupuk pati mengandung zat yag dilarang yaituRhodamin B dengan konsentrasi 2,1892 ppm. Sampel mengandung zat pewarna campuran dari duaatau tiga jenis warna tunggal seperti es limun botol/orange (Amaranth,Tartrazine dan KuningFCF/Sunset Yellow) dan sampel permen merah (Ponceau 4R, Kuning FCF). Namun sebagian besarberupa pewarna tunggal. Pewarna sintetik yang ada dalam sampel permen kuning sebesar 22,642ppm dan 9,0119 ppm pada mie basah

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore