101 research outputs found

    Unsur-Unsur Fantasi dalam Motif Novel Franskenstein Karya Marry Shelly

    No full text
    This writing study of novels which contain elements of fantasy. Data taken from a novel titled frankenstein the work of marry shelly. That has been a problem in writing this is fantasy elements that was found in a motive. The purpose of this writing is described the fantasy elements that was found in a motive a novel franskenstein shelly marry work. Data collection techniques use the technique of documentation. The result of for the assessment of novels states that there are several motives that was found in the novel. Namely the motives have good enough fantasy elements, oddity as well as something that was felt to be does not make sense that was found in the motives. Motives which contain elements of fantasy of them the success of created man, pursued shadow fear, the sinister which is thirsty creature is knowledge, the sinister which is benevolent creature, the wickedness of human beings, heartache and revenge, the creation of the new man. In that they exist motives fantasy elements commit the morbidly artist footage, oddity, as well as something that does not make sense

    KAJIAN DEKONSTRUKSI DALAM NOVEL THE NAME SAKE KARYA JHUMPA LAHIRI

    No full text
    Pada awalnya dekonstruksi merupakan teknik atau metode dalam membaca dan memahami teks. Dalam pembacaan secara dekonstruktif pembaca perlu menghadirkan unsur-unsur yang memungkinkan teks tersebut berbeda dari yang lain. Dalam dekonstruksi unsur-unsur yang semula terlupakan dan termarjinalkan seperti kelompok-kelompok minoritas, kelompok yang terpinggirkan, kawasan kumuh diberikan perhatian secara seimbang dan proporsional. Dalam tulisan ini dibahas tentang dekonstruksi dalam karya sastra. Karya sastra yang didekonstuksi adalah The Name Sake. Novel ini berupakan novel terjemahan karya Jhumpa Lahiri, pengarang dari India. Teori yang digunakan untuk membedah novel ini adalah teori Dekonstruksi Jacques Derrida. Ada dua hal yang dibahas dalam tulisan ini yakni upaya pengarang dalam menghadirkan oposisi-oposisi dan kelompok-kelompok termarjinalkan dalam teks. Oposisi-oposisi yang dihadirkan oleh pengarang dalam teks antara lain: (1) oposisi antara laki-laki dan perempuan, antara suami dan istri yang diwakili oleh kehadiran tokoh Ashoka dan Ashima. Ashoka digambarkan sebagai pusat dan Ashima sebagai pinggiran; (2) oposisi antara dunia Barat dan Timur. Dunia Timur diwakili oleh India yang tecermin dalam kehidupan keluarga Ashoka dan Ashima. Dunia Barat yang diwakili oleh Amerika menghadirkan tokoh-tokoh dari keluarga Amerika; (3) Oposisi ketiga adalah antara kesetiaan dan ketidaksetiaan. Kelompok-kelompok termarjinalkan yang diangkat oleh pengarang dalam teks antara lain kaum perempuan dan masyarakat India

    PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAMONG SEKOLAH MITRA UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS

    No full text
    Kegiatan  pengembangan kompetensi profesional guru pamong sekolah mitra PPG Universitas Wijaya Kusuma Surabaya melalui Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para guru pamong sekolah mitra program Pendidikan Profesi Guru Fakultas Bahasa dan Sains yang berpengaruh pada peningkatan kompetensi keprofesionalan  mereka dalam hal penelitian tindakan kelas. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2021 melalui aplikasi zoom. Peserta dari kegiatan ini berjumlah 25 orang yang terdiri atas guru-guru sekolah mitra PPG UWKS. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman para guru sekolah mitra tentang konsep PTK dan cara pelaksanaan PTK di sekolah

    MASSAGE ABDOMINAL SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENJAGA KETERATURAN POLA ELIMINASI DEFEKASI PADA PASIEN DI RUANG ICU

    No full text
    Konstipasi adalah satu masalah yang sering terjadi pada pasien kritis yang dirawat di Ruang ICU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa massage abdominal digunakan sebagai terapi komplementer untuk mencegah konstipasi dan mempermudah serta memperlancar pengeluaran feses. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh massage abdominal terhadap pola defekasi pasien yang dirawat di Ruang ICU RS Panti Rapih Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimental post test only non equivalent control group. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, yaitu sampel harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Jumlah sampel yaitu 36 pasien yaitu pada kelompok intervensi (n=18) dan kelompok kontrol (n=18). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pola defekasi pada kelompok intervensi (1,33), lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (0,67). Hasil uji statistik menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney didapatkan hasil p-value 0,025 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh massage abdominal terhadap pola defekasi pada pasien yang dirawat di Ruang ICU RS Panti Rapih Yogyakarta. Terapi  komplementer dengan teknik massage abdominal dapat menjadi salah satu metode untuk mengatasi masalah konstipasi pada pasien yang dirawat di ICU. Constipation is a problem that often occurs in critically ill patients admitted to the ICU. The results showed that abdominal massage was used as a complementary therapy to prevent constipation and facilitate and expedite expenditure. The purpose of this study was to determine the effect of abdominal massage on the pattern of defecation of patients treated in the ICU room at Panti Rapih Hospital, Yogyakarta. This study uses a post-test only non-equivalent control group quasi-experimental research design. The sampling technique used purposive sampling, namely the sample must meet the inclusion and exclusion criteria that have been determined by the researcher. The number of samples was 36 patients, namely in the intervention group (n=18) and the control group (n=18). The results showed that the average score of the pattern of defecation in the intervention group (1.33) was higher than the control group (0.67). The results of statistical tests using the non-parametric Mann-Whitney test showed a p-value of 0.025 (p<0.05), so it can be ascertained that there is an effect of abdominal massage on the pattern of defecation in patients treated in the ICU room at Panti Rapih Hospital, Yogyakarta. Complementary therapy with abdominal massage techniques can be a method to overcome the problem of constipation in patients treated in the ICU

    PENGARUH ABDOMINAL MASSAGE DALAM UPAYA PENCEGAHAN KONSTIPASI PADA LANJUT USIA DI BPSTW ABIYOSO YOGYAKARTA

    No full text
    Salah satu gangguan pola eliminasi defekasi adalah konstipasi. Dari 20 lansiadi BPSTW Abiyoso, ternyata 9 diantaranya mengungkapkan mengalami kesulitan untuk buang air besar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh abdominal massage untuk mencegah konstipasi pada lansia di BPSTW Abiyoso Yogyakarta dan faktor counfounding yang mempengaruhi pola eliminasi defekasi lansia di BPSTW Abiyoso Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental, dimana peneliti membandingkan perbedaan pola eliminasi defekasi pada kelompok kontrol dan intervensi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 16 responden pada kelompok kontrol dan 16 responden pada kelompok intervensi. Hasil uji t-independen menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan score defekasi pada kelompok kontrol dan intervensi artinya ada pengaruh pemberian abdominal massage pada lansia terhadap keteraturan pola eliminasi defekasi pada lansia (p value = 0.049; ? = 0.05). Perawat dapat menggunakan abdominal massage sebagai salah satu terapi non farmakologi untuk menjaga keteraturan pola eliminasi defekasi pada lansia.   One disruption of the pattern of elimination of defecation is constipation. Elderly and someone who has a decreased physical ability are at risk for constipation. The purpose of this research is to know the effect of abdominal massage to prevent constipation toward elderly at BPSTW Abiyoso in Yogyakarta.  This research uses quasi experimental, which compares the differences of elimination defecation patterns between kontrol and intervention groups. The number of sampels were 32 respondents, divided into 2 groups, i.e. 16 respondents in the kontrol group and 16 respondents in the intervention group. Independent t-test results showed significant difference defecation scores between the kontrol and intervention groups, meaning that there is the effect of abdominal massage to prevent constipation towrad elderly (p value = 0.049; ? = 0.05). Confounding variables related with the pattern of elimination is physical activity

    PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL DAN PUBLIKASI ILMIAH BAGI GURU-GURU PESERTA PENDIDIKAN PROFESI GURU UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA

    No full text
    Guru-guru peserta Pendidikan Profesi Guru di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya sangat membutuhkan kompetensi tambahan dalam menulis artikel ilmiah. Kompetensi menulis artikel ilmiah dibutuhkan oleh para guru untuk membantu mereka meningkatkan keprofesionalan sebagai seorang guru. Sebagai seorang guru dituntut mampu menulis artikel yang dipublikasikan di jurnal. Publikasi di jurnal ilmiah sangat membantu para guru saat mereka berkeinginan meningkatkan pangkat dan golongan saat mereka kembali ke sekolah masing-masing. Didasarkan pada keinginan membantu para guru dalam meningkatkan kompetensi menulis artikel ilmiah, pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan. Apabila memungkinkan rencana kegiatan kepada masyarakat akan dilaksanakan luring dan apabila tidak memungkinkan akan dilaksanakan secara daring. Pelaksanaan secara daring dilakukan mengingat guru-guru peserta PPG DalJab Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tersebar di seluruh Wilayah Indonesia. Sedangkan untuk pelaksanaan secara luring dikhususkan peserta yang berada di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Dengan demikian meskipun dilaksanakan secara luring atau daring tidak mengesampingkan esensi dari rencana kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah kurang lebih seratus lima puluh guru. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah peserta antusias dalam mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan, yang dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan. Hasil yang diharapkan setelah kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menulis dan memublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukanny

    PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGI GURU PAMONG SEKOLAH MITRA FAKULTAS BAHASA DAN SAINS UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA MELALUI PEMBELAJARAN HOTS

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh para dosen  Program Studi Pendidikan Profesi Guru. Topik yang diambil dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pengembangan kompetensi pedagogi guru pamong sekolah mitra Fakultas Bahasa dan Sains melalui pembelajaran HOTS. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru-guru pamong sekolah mitra kerja sama Fakultas Bahasa dan Sains Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mengenai pembelajaran HOTS. Metode pelatihan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab. Pelaksanakan kegiatan dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, kegiatan ini mendapatkan respon positif dari guru-guru. Kedua, kegiatan ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran HOTS. Ketiga, pada umumnya guru-guru perlu menambah wawasan dalam memahami metode-metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk menerapkan konsep pembelajaran HOTS

    HUBUNGAN ANTARA STRES PSIKIS MENJELANG UAN DAN SNMPTN DENGAN KEJADIAN FLUOR ALBUS PADA SISWI SMA PESERTA BIMBINGAN BELAJAR

    No full text
    Jeanne Fransisca, G0010106, 2013. Hubungan antara Stres Psikis Menjelang UAN dan SNMPTN dengan Kejadian Fluor Albus pada Siswi SMA Peserta Bimbingan Belajar. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang: Angka kejadian stres psikis menjelang UAN dan SNMPTN pada para murid kelas XII SMA cukup tinggi. Hal tersebut tentunya akan sangat merugikan karena stres psikis yang terjadi dapat mengganggu kesehatan para murid itu sendiri. Sebagai contoh, stres psikis dapat menyebabkan terjadinya keputihan atau fluor albus pada para siswi. Jika fluor albus yang terjadi dibiarkan saja, maka akan sangat membahayakan. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk membuktikan ada tidaknya hubungan antara stres psikis menjelang UAN dan SNMPTN dengan kejadian fluor albus pada siswi SMA peserta bimbingan belajar, sehingga nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan perlu tidaknya dilakukan tindakan pencegahan. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah siswi kelas XII peserta bimbingan belajar di Kota Surakarta, dimana teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner Lie-Minnesota Multiphasic Personality Inventory (L-MMPI), kecemasan menghadapi UAN dan SNMPTN, stres DASS42, dan kejadian fluor albus. Diambil data sebanyak 60 yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square (X2) dan Coefisien Continquency (CC) melalui program SPSS version 20.00 for Windows. Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian didapatkan nilai X2 hitung (5,406) lebih besar dari nilai X2 tabel (3,841) dengan taraf signifikansi (α) = 0,05 dan derajat kebebasan (df) = 1. Sedangkan untuk nilai p yang didapat (0,02) lebih kecil dari taraf signifikansi yang sudah ditentukan sebelumya (0,05). Hal itu semua menunjukkan bahwa H0 ditolak, maka analisis data dilanjutkan dengan uji Coefisien Continquency (CC) yang kemudian didapatkan nilai CC sebesar 0,287. Artinya hubungan yang ada bersifat lemah. Simpulan Penelitian: Terdapat hubungan yang bersifat lemah secara statistik antara stres psikis menjelang UAN dan SNMPTN dengan kejadian fluor albus pada siswi SMA peserta bimbingan belajar. Kata Kunci: Stres psikis; UAN; SNMPTN; Fluor albus Jeanne Fransisca, G0010106, 2013. The Relation between Psychological Stress before National Examination (UAN) and National University Entrance Examination (SNMPTN) to Fluor Albus Incidence in Female High School Study Course Participants. Mini Thesis. Medical faculty of Sebelas Maret University. Background: The incidence number of psychological stress before UAN and SNMPTN in XII grade of high school students is quite high. This is so adverse because psychological stress itself could affect students’ health. For example, psychological stress could be a cause of whitish or fluor albus in female students. If this is ignored, it would be dangerous. For those reasons, this research was done to reveal the relation between psychological stress before UAN and SNMPTN to fluor albus incidence in female high school study course participants. Methods: The method of this research was analytical observation with cross sectional approach. The subject was female high school students grade XII and participants of study course in Surakarta. Author used purposive sampling as sampling technique and to gather the data author used Lie-Minnesota Multiphasic Personality Inventory (L-MMPI) questionnaires, anxiety facing UAN and SNMPTN questionnaires, DASS42 questionnaires, and fluor albus incidence questionnaires. Author collect the data from 60 samples which then was analyzed by Chi Square (X2) test and Coefficient Continquency (CC) in SPSS program version 20.00 for Windows. Results: From the research, author obtained X2 hitung value (5,406) is bigger than X2 tabel value (3,841) with signification rate (α) = 0,05 and independence degree (df) = 1. As for the p value obtained (0,02) is smaller than the significance level which is already defined previously (0,05). Those were shown that H0 was rejected. Data analysis was continue to Coefisien Continquency (CC) test which then obtained the value of CC = 0,287. It means that the relation is weak. Conclusion: There is a weak relation statistically between psychological stress before national examination (UAN) and national university entrance examination (SNMPTN) to fluor albus incidence in female high school study course participants. Keywords: Psychological Stress, UAN, SNMPTN, Fluor albu

    Early reasoning about moral obligations and rights

    No full text
    Recent studies suggest that infants have the ability to reason about how individuals should act toward others, and that this early moral reasoning is guided by at least four moral principles: fairness, harm avoidance, ingroup support and authority. For example, infants expect an individual to divide windfall resources equally between similar recipients (e.g., Buyukozer-Dawkins, et al., 2019) and to provide help to an ingroup member in need (helping or ignoring an outgroup member in need are both viewed as acceptable; e.g., Jin & Baillargeon, 2017). Here, I built on these and related findings and in 7 experiments, I addressed two major questions. First, is it the case that early moral expectations are normative in nature and carry a sense of obligation? Second, whom do infants perceive as having moral rights? In Experiments 1-3, 18-month-old infants showed a preference for a character who helped an outgroup (and thus performed a supererogatory action she was not obligated to do) over a character who helped an ingroup (and thus performed an action she was obligated to do). These results provide support for the idea that early moral expectations are not mere reflections of learned behavioral regularities; rather, they are prescriptive in nature, outlining what an individual should do in a particular situation. In Experiments 4-7, we found that infants expect only novel animates (entities that are both self-propelled and agentive) to be treated fairly; they do not extend this expectation to entities that are only self-propelled or only agentive. Furthermore, infants perceive humans (animates) as having reduced moral rights if they display defective animacy cues, such as behaving in an irrational manner. Together, these findings indicate that early human moral cognition is remarkably sophisticated and provides a rich foundation for infants’ adaptation to their social worlds.Submission published under a 24 month embargo labeled 'Closed Access', the embargo will last until 2022-12-01The student, Fransisca Tranggono Ting, accepted the attached license on 2020-12-03 at 10:52.The student, Fransisca Tranggono Ting, submitted this Dissertation for approval on 2020-12-03 at 10:56.This Dissertation was approved for publication on 2020-12-03 at 13:28.DSpace SAF Submission Ingestion Package generated from Vireo submission #16054 on 2021-03-04 at 16:33:37Made available in DSpace on 2021-03-05T21:47:31Z (GMT). No. of bitstreams: 2 TRANGGONOTING-DISSERTATION-2020.pdf: 3102561 bytes, checksum: ac29e5b4a905c3eeb5b19e67eb8c2048 (MD5) LICENSE.txt: 4221 bytes, checksum: 7fec45721e0a7d71daa0804def4316ef (MD5) Previous issue date: 2020-12-03Embargo set by: Seth Robbins for item 117335 Lift date: 2023-03-05T21:47:41Z Reason: Author requested closed access (OA after 2yrs) in Vireo ETD systemAuthor requested closed access (OA after 2yrs) in Vireo ETD systemLimite

    Penerapan Analisis Value Chain Cost Untuk Mencapai Keunggulan Biaya Pada CV. AM Di Gresik

    No full text
    Tujuan dalam penulisan skripsi ini adalah untuk membahas mengenai pentingnya perspektif value chain sebagai alat untuk menciptakan keunggulan dalam hal biaya pada CV AM guna mendukung keunggulan bersaing. Studi ini menelusuri komponen biaya produk baik itu biaya yang terjadi secara internal maupun eksternal. Sehingga diharap untuk dapat memberikan masukan pada badan usaha bagaimana cara untuk mengefisiensikan komponen komponen biaya tersebut sehingga pada akhirnya badan usaha dapat menciptakan keunggulan dalam bidang biaya. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode value chain untuk mencapai keunggulan biaya oleh badan usaha dengan distribusi biaya dan aktiva tetap kedalam aktivitas nilai yang ada, untuk mengetahui dan mengendalikan efisiensi beban produksinya. Analisis data dibatasi pada perhitungan biaya biaya dan penggunaan aktiva tetap yang tetjadi pada CV AM selama tahun 1996, kemudian berdasarkan perhitungan tersebut akan dianalisis menggunakan value chain untuk menciptakan keunggulan bersaing badan usaha. Pada analisis beban berdasarkan value chain, aktivitas-aktivitas yang terdapat dalam badan usaha dapat dikendalikan dengan menetapkan beban-beban dan aktiva tetap pada aktivitas nilai badan usaha, sehingga dapat diketahui beban yang non value added dan sekaligus dapat mengendalikan beban tersebut
    corecore