1,721,172 research outputs found

    Peran Kusnoto Setyodiwiryo dalam mengembangkan kebun raya Indonesia (1936-1959)

    Full text link
    Kusnoto Setyodiwiryo merupakan seorang agrikultur yang banyak menghabiskan waktunya di Kebun Raya Indonesia sejak 1936 menjadi pemulia tanaman dan peneliti tanaman kering. Ia adalah Direktur Utama pertama yang berasal dari Indonesia di ‘slands Plantentuin Buiternzorg/ Kebun Raya Indonesia/Lembaga Pengembangan Penjelidikan Alam di tahun 1949 sampai 1959 tetapi karya dan namanya masih asing bagi kebanyakan orang Indonesia yang merupakan pemilik Kebun Rayanya sendiri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : pertama, bagaimana riwayat dan karya Kusnoto Setyodiwiryo?. Kedua, bagimana peranan Kusnoto dalam mengembangkan Kebun Raya Indonesia?. Untuk membahas masalah tersebut maka penulis menggunakan metode kerja sejarah dalam mengungkapkan fakta sejarah Kusnoto Setyodiwiryo peran dalam mengembangka Kebun Raya Indonesia 1936-1959. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, yaitu model penelitian yang mempelajari peristiwa atau kejadian di masa lampau berdasarkan jejak-jejak yang ditinggalkan. Metode penelitian ini melalui empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan pertama, Kusnoto Setyodiwiryo seorang yang lahir pada 1911 di Banyuurip menjadi seorang Agrikultur jebolan sekolah Belanda, ia memiliki empat orang anak dan banyak berkarir di Kebun Raya Indonesia. Kedua, Kusnoto mulai berkiprah di Kebun Raya pada tahun 1936 menjadi pemulia tanaman dan peneliti tanaman kering. Pada tahun 1949 ia menjabat sebagai Direktur Utama Lembaga Pengembangan Penjelidikan Alam/Kebun Raya Indonesia. Di tahun 1955 sekolah Akademi Biologi ia dirikan untuk mengisi Kebun Raya dan Ilmuwan Biologi Indonesia dikemudian hari, ditambah Lembaga Mikrobiologi dan Museum Zoologi untuk menunjang pembelajaran. Dan ditahun 1959 ia mendirikan Kebun Raya Bedugul Eka Bali sebagai Kebun Raya di tanah kering/ gersang

    IN MEMORIAM PROF. IR. KUSNOTO SETYODIWIRYO

    No full text
    After a long illness, Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo died peacefully in his home in Bogor on 29 April 1981. He was the first Indonesian to become the Director of the Botanical Gardens of Indonesia, the forerunner of the National Biological Institute

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP ECOPRENEURSHIP BERBASIS PARIWISATA KESEJARAHAN MASYARAKAT DAERAH ALIRAN SUNGAI KAPUAS DI KOTA PONTIANAK

    Full text link
    ABSTRAK Yuver kusnoto (2002375). Pemahaman Mahasiswa Terhadap Ecopreneurship Berbasis Pariwisata Kesejarahan Masyarakat Daerah Aliran Sungai kapuas Kota Pontianak Penelitian ini bertujuan untuk a) mengidentifikasi potensi sejarah dan budaya lokal yang terdapat pada masyarakat daerah aliran Sungai Kapuas di Kota Pontianak yang dapat dikembangkan dengan konsep ecopreneurship berbasis pariwisata kesejarahan, b) menganalisis langkah-langkah pemahaman ecopreneurship berbasis pariwisata kesejarahan masyarakat daerah aliran Sungai Kapuas di Kota Pontianak dalam perkuliahan, dan c) menganalisis pemahaman mahasiswa tentang konsep ecopreneurship berbasis pariwisata kesejarahan masyarakat daerah aliran Sungai Kapuas di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian etnografi kritis dan penelitian tindakan. Data dikumpulkan dengan mengkaji dokumen, observasi, wawancara, dan studi kepustakaan, serta angket tertutup dan terbuka. Temuan penelitian; 1) pontensi sejarah dan budaya lokal masyarakat daerah aliran sungai yang dapat dikembangkan dengan konsep ecopreneurship berbasis pariwisata kesejarahan yakni permukiman tradisional, ragam transportasi air, wisata kuliner tradisional, dan permainan tradisional. Potensi ini mengandung nilai ecological values, historical values, social values, dan economical values; 2) Nilai yang terkandung dalam potensi pariwisata kesejarahan ini diintegrasikan dalam tiga siklus melalui mata kuliah-mata kuliah yang relevan seperti sejarah lingkungan, kepariwisataan sejarah, maupun kewirausahaan dengan menyusun sintak perkuliahan mulai dari perencanaan, proses, observasi, refleksi dan evaluasi perkuliahan; 3) berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi pada setiap siklus proses perkuliahan terjadi peningkatan pemahaman mahasiswa tentang definisi, idetifikasi, tujuan konsep nilai ecopreneurship berbasis pariwisata kesejarahan masyarakat daerah aliran Sungai Kapuas di Kota Pontianak pada setiap siklus yang dilalui yakni pemahaman tentang ecological values, historical values, social values, maupun economical values. Siklus pertama 71,8% ., siklus kedua 77,4 % dan siklus ketiga 88,8%. Kata kunci: Ecopreneurship, Pariwisata Kesejarahan, Masyarakat Daerah Aliran Sunga, Pendidikan Sejara

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN REWARD TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH ALIYAH ASY-SYAFI’IYAH MARGASARI KABUPATEN TEGAL

    Full text link
    Kusnoto, Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Reward terhadap Kinerja Guru di Madrasah Aliyah Asy-Syafi’iyah Margasari Kabupaten Tegal, Tesis Program Pascasarjana Institut Agama Islam (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Upaya meningkatkan kinerja guru berkaitan dengan corak gaya kepemimpinan dan reward yang diterima guru ini secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kinerja guru. Oleh karena itu dapat diasumsikan bahwa pelaksanaan kepemimpinan kepala madrasah dan reward guru berpengaruh dengan kinerja. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh gaya kepemimpinan dan Reward secara simultan terhadap kinerja guru? Tujuan penelitian untuk 1) Untuk menjelaskan gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru, 2) Untuk menjelaskan Reward terhadap kinerja guru, 3) Menemukan pengaruh gaya kepemimpinan dan Reward secara simultan terhadap kinerja guru. Penelitian ini bertitik tolak pada asumsi kinerja guru menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu optimalisasi kinerja guru perlu didorong melalui kepemimpinan yang baik dan penghargaan atau reward yang memadai. Kerangka berpikir penelitian ini adalah 1) Gaya kepemimpinan sebagai variabel bebas pertama (X1) adalah pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu, 2) Reward sebagai variabel bebas kedua (X2) adalah imbalan atau jasa yang diterima oleh guru, baik dalam bentuk materi moneter maupun non moneter, langsung atau tidak langsung atas sejumlah karya atau karsa yang telah diberikan dalam jangka waktu tertentu atau sewaktu-waktu, dan 3) Kinerja guru sebagai variabel terikat (Y) adalah tampilan prestasi kerja yang ditunjukkan atau hasil yang dicapai oleh guru atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya yang ditentukan dalam kurun waktu. Pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional . Sampel penelitian sebanyak 40 orang guru, teknik pengambilan sampel adalah total sampel. Instrumen penelitian ini dengan angket untuk mengungkap data tentang kepemimpinan, reward, dan kinerja guru. Data dianalisis dengan rumus korelasi product moment dan anova. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kinerja guru selalu terkait dengan kepemimpinan kepala madrasah dan reward yang diterima guru. Bahwa pengaruh kepemimpinan kepala Madrasah (X1) terhadap kinerja guru (Y) cukup signifikan artinya semakin baik kepemimpinan kepala madrasah maka, semakin tinggi pula kinerja guru, pengaruh reward (X2) terhadap kinerja guru (Y) cukup signifikan artinya semakin baik reward yang diterima maka semakin tinggi pula kinerja guru. Hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi ada pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru dan reward terhadap terhadap kinerja guru diterima, dengan bukti harga rx1y sebesar 0,494 lebih besar dari harga rtabel sebesar 0,294 pada taraf signifikansi 5% dan sebesar 0,380 pada taraf signifikansi 1% dan harga rx2y sebesar 0,578 lebih besar dari harga rtabel sebesar 0,294 pada taraf signifikansi 5% dan sebesar 0,380 pada taraf signifikansi 1%. Dengan demikian gaya kepemimpinan kepala madrasah dan reward berpengaruh terhadap kinerja guru, semakin baik gaya kepemimpinan kepala madrasah dan reward yang diterimakan maka semakin tinggi kinerja gur

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore