106,971 research outputs found

    L'indicizzazione del contenuto semantico del documento nei metadata: i costi dell'interoperabilità

    No full text
    Interoperability languages have Dublin Core standard as their basis. There are some KOS for cultural heritage: Iconoclass, AAT, TGM, Thesaurus de l'architecture, ICCD thesaurus. To facilitate interoperability it becomes possible to create a common KOS or different mapping

    STRESS TESTS IN COMMERCIAL BANKS

    No full text
    Obremenitveno testiranje je pomembno orodje za ocenjevanje tveganj. Banke ga uporabljajo kot del svojih notranjih ocenjevalnih programov, ki ga skozi program Basel spodbujajo nadzorniki. Obremenitvena testiranja opozarjajo uprave bank na nepričakovane negativne učinke, povezane z različnimi tveganji in nakazujejo na količino kapitala, ki bi bila potrebna za ublažitev izgub v primeru večjih šokov. Obremenitveni test je način ocenjevanja portfelja na podlagi različnih predpostavk, ki kaže občutljivost portfelja na določeno krizno situacijo. Ti testi so lahko koristni, saj pri večini kapitalskih trgov zgodovina donosov ne nudi dovolj podatkov o vedenju trgov pod ekstremnimi pogoji, poleg tega pa dopolnjujejo tradicionalne modele z ocenami o tem, kako se spreminja vrednost portfelja v odnosu do izrednih a verjetnih sprememb pod osnovnimi kriznimi pogoji.Stress testing is an important risk management tool that is used by banks as part of their internal risk management and, through the Basel II capital adequacy framework, is promoted by supervisors. Stress testing alerts bank management to adverse unexpected outcomes related to a variety of risks and provides an indication of how much capital might be needed to absorb losses should large shocks occur. A stress test is a way of revaluing a portfolio using a different set of assumptions. The result of a stress test show the sensitivity of a portfolio to a particular shock. Stress tests can be useful because for most asset markets, the history of returns does not provide sufficient information about the behavior of markets under extreme events. Stress tests complement traditional models with estimates of how the value of a portfolio changes in response to exceptional but plausible changes in the underlying risk factors

    Persepsi Pemilik Kos Mengenai Kebijakan Pajak Rumah Kos di Kota Malang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Pemilik Kos tentang Kebijakan Pajak Rumah Kos Di Kota Malang dan untuk mengetahui alasan pemilik kos tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak rumah kos. Dan sampel yang diambil sebanyak 15 responden. Jenis penelitian yang dipakai adalah kualitatif, dan metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi menulis dan dokumentasi. Metode penyelidikan informasi adalah pengurangan informasi, penyajian informasi, pencapaian penentuan. Konsekuensi dari ulasan ini menunjukan bahwa, persepsi pemilik penginapan sehubungan dengan kebijakan pajak indekos masih kurang. Karena tidak adanya sosialisasi yang dilaksanakan pemerintah belum melaksanakan secara merata atau belum menjangkau indekos lainnya. Jadi pemahaman dan informasi pengusaha rumah kos tentang pajak rumah kos masih kurang. Sehingga terdapat 8 pemilik penginapan yang telah mengikuti sosialisasi biaya motel,dan terdapat 7 indekos yang belum mengikuti sosialisasi.Yayasan Bina Patria Nusantar

    A Strategic Household Purchase: Consumer House Buying Behavior

    No full text
    The aim of this study is to examine consumer house-buying behavior from the consumers’ perspective. In view of the existing literature exploring consumer decision making, the purpose of this research was threefold: (a) to propose a conceptual model of consumer decision making within the frame of consumer behavior; (b) to gain knowledge of factors impacting this process from the empirical standpoint with the focus on prefabricated house purchases; and (c) to offer implications for beneficial purchases of prefabricated houses. The results of our in-depth interviews with recent owners and potential buyers of a custom-made prefabricated house suggest that cognitive and rational factors do not offer sufficient explanation of consumer behavior in the case of a high-involvement product such as a house. In addition to the idiosyncratic characteristics of the customer, his/her personal situation and environmental factors, the role of feelings, experience, subconscious factors, needs and goals should to be taken into account to better understand this kind of decision making.consumer decision-making, strategic purchase, prefabricated house, qualitative research

    PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA KOS DI RUMAH KOS ( STUDI DI KELURAHAN SUMBERSARI KECAMATAN SUMBERSARI )

    No full text
    Para remaja yang melanjutkan pendidikan dengan lokasi rumah yang berjauhan dari tempat sekolah atau kuliah akan memilih rumah kos sebagai tempat tinggal sementara. Lemahnya pengawasan dan kebebasan yang diberikan oleh pengelola rumah kos membuat remaja kos semakin leluasa melakukan aktivitas seksual pranikah di dalam kamar kos. Masalah seks dikalangan remaja kos perlu mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak. Mengingat dampak yang dihasilkan akibat perilaku seksual pranikah cukup serius dan dapat berpengaruh pada kehidupan remaja sendiri dimasa yang akan datang, diantaranya adalah kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi, risiko terkena penyakit menular seksual (PMS), dan risiko tertular HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan perilaku seksual pranikah remaja kos di rumah kos yang dijaga dan yang tidak dijaga pengelola di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian yaitu remaja yang berusia 15-24 tahun yang tinggal di rumah kos baik yang dijaga pengelola maupun yang tidak dijaga pengelola di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember dengan kriteria inklusi pernah atau sedang pacaran, belum pernah menikah, dan bersedia menjadi subjek penelitian atau menjadi responden. Penelitian ini dilakukan di wilayah rumah kos Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Populasi berjumlah infinit (tidak dapat ditentukan) dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu proportional sampling. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, dimana pengisiannya dilakukan oleh responden sendiri. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji statistik Chi Square program SPSS 11.5 dengan ɑ = 0,05. Hasil uji statistik chi square pada variabel pengetahuan menunjukkan bahwa nilai p (0,838) > ɑ (0,05) atau dikatakan bahwa H diterima. Artinya, tidak ada perbedaan yang signifikan mengenai pengetahuan tentang perilaku seksual pranikah antara remaja kos di rumah kos yang dijaga dan yang tidak dijaga pengelola di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Sebagian responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi yaitu sebesar 49 responden (51,04%), sedangkan yang memiliki tingkat pengetahuan sedang sebesar 48,96% atau sebanyak 47 responden dan tidak ada responden yang memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang perilaku seksual pranikah. ix 0 Hasil uji statistik chi square pada variabel sikap menunjukkan nilai p (0,102) > ɑ (0,05) atau dikatakan bahwa H diterima. Artinya, tidak ada perbedaan yang signifikan mengenai sikap terhadap perilaku seksual pranikah antara remaja kos di rumah kos yang dijaga dan yang tidak dijaga pengelola di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Sebagian besar responden memiliki sikap tidak mendukung terhadap perilaku seksual pranikah yaitu sebesar 56 responden (58,33%), dan 40 responden (41,67%) menyatakan mendukung terhadap perilaku seksual pranikah. 0 Hasil uji statistik chi square pada variabel tindakan menunjukkan nilai p (0,000) < ɑ (0,05) atau dikatakan bahw H ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada tindakan seksual pranikah antara remaja kos di rumah kos yang dijaga dan yang tidak dijaga pengelola di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Perilaku seksual pranikah yang pernah dilakukan oleh responden, bila dilihat dari persentasenya, tindakan buruk banyak dilakukan oleh remaja kos di rumah kos yang tidak dijaga pengelola. Terdapat perbedaan yang sangat mencolok pada tindakan yang dilakukan responden antara yang tinggal di rumah kos yang dijaga pengelola dengan yang tidak dijaga pengelola yaitu pada tindakan memegang daerah sensitif, petting, oral, senggama, dan masturbas

    Quantitative analysis of snoRNA association with pre-ribosomes and release of snR30 by Rok1 helicase

    No full text
    In yeast, three small nucleolar RNAs (snoRNAs) are essential for the processing of pre-ribosomal RNA—U3, U14 and snR30—whereas 72 non-essential snoRNAs direct site-specific modification of pre-rRNA. We applied a quantitative screen for alterations in the pre-ribosome association to all 75 yeast snoRNAs in strains depleted of eight putative helicases implicated in 40S subunit synthesis. For the modification-guide snoRNAs, we found no clear evidence for the involvement of these helicases in the association or dissociation of pre-ribosomes. However, the DEAD box helicase Rok1 was required specifically for the release of snR30. Point mutations in motif I, but not in motif III, of the helicase domain of Rok1 impaired the release of snR30, but this was less marked than in strains depleted of Rok1, and resulted in a dominant-negative growth phenotype. Dissociation of U3 and U14 from pre-ribosomes is also dependent on helicases, suggesting that release of the essential snoRNAs might differ mechanistically from release of the modification-guide snoRNAs. Keywords: ribosome biogenesis; RNA helicase; snoRN

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Perilaku Seksual Pranikah Remaja Kos di Rumah Kos yang Dijaga dan yang Tidak Dijaga Pengelola (Studi di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember)

    No full text
    Para remaja yang melanjutkan pendidikan dengan lokasi rumah yang berjauhan dari tempat sekolah atau kuliah akan memilih rumah kos sebagai tempat tinggal sementara. Lemahnya pengawasan dan kebebasan yang diberikan oleh pengelola rumah kos membuat remaja kos semakin leluasa melakukan aktivitas seksual pranikah di dalam kamar kos. Masalah seks dikalangan remaja kos perlu mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak. Mengingat dampak yang dihasilkan akibat perilaku seksual pranikah cukup serius dan dapat berpengaruh pada kehidupan remaja sendiri dimasa yang akan datang, diantaranya adalah kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi, risiko terkena penyakit menular seksual (PMS), dan risiko tertular HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan perilaku seksual pranikah remaja kos di rumah kos yang dijaga dan yang tidak dijaga pengelola di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian yaitu remaja yang berusia 15-24 tahun yang tinggal di rumah kos baik yang dijaga pengelola maupun yang tidak dijaga pengelola di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember dengan kriteria inklusi pernah atau sedang pacaran, belum pernah menikah, dan bersedia menjadi subjek penelitian atau menjadi responden. Penelitian ini dilakukan di wilayah rumah kos Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Populasi berjumlah infinit (tidak dapat ditentukan) dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden menggunakan teknik viii pengambilan sampel yaitu proportional sampling. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, dimana pengisiannya dilakukan oleh responden sendiri. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji statistik Chi Square program SPSS 11.5 dengan ɑ = 0,05. Hasil uji statistik chi square pada variabel pengetahuan menunjukkan bahwa nilai p (0,838) > ɑ (0,05) atau dikatakan bahwa H diterima. Artinya, tidak ada perbedaan yang signifikan mengenai pengetahuan tentang perilaku seksual pranikah antara remaja kos di rumah kos yang dijaga dan yang tidak dijaga pengelola di ix 0 Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Sebagian responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi yaitu sebesar 49 responden (51,04%), sedangkan yang memiliki tingkat pengetahuan sedang sebesar 48,96% atau sebanyak 47 responden dan tidak ada responden yang memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang perilaku seksual pranikah. Hasil uji statistik chi square pada variabel sikap menunjukkan nilai p (0,102) > ɑ (0,05) atau dikatakan bahwa H diterima. Artinya, tidak ada perbedaan yang signifikan mengenai sikap terhadap perilaku seksual pranikah antara remaja kos di rumah kos yang dijaga dan yang tidak dijaga pengelola di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Sebagian besar responden memiliki sikap tidak mendukung terhadap perilaku seksual pranikah yaitu sebesar 56 responden (58,33%), dan 40 responden (41,67%) menyatakan mendukung terhadap perilaku seksual pranikah. 0 Hasil uji statistik chi square pada variabel tindakan menunjukkan nilai p (0,000) < ɑ (0,05) atau dikatakan bahw H ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada tindakan seksual pranikah antara remaja kos di rumah kos yang dijaga dan yang tidak dijaga pengelola di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Perilaku seksual pranikah yang pernah dilakukan oleh responden, bila dilihat dari persentasenya, tindakan buruk banyak dilakukan oleh remaja kos di rumah kos yang tidak dijaga pengelola. Terdapat perbedaan yang sangat mencolok pada tindakan yang dilakukan responden antara 0 yang tinggal di rumah kos ya ng dijaga pengelola dengan ya ng tidak dijaga pengelola yaitu pada tindakan memegang daerah sensitif, petting , oral , senggama, dan masturbasi
    corecore