22 research outputs found

    Konsep Pendidikan Islam Menurut Muhammad Natsir Dan Aktualisasinya Dalam Pendidikan Di Indonesia

    No full text
    Discussing the issue of Islamic education means talking about man himself as a creature of God which prepared to be a caliph (leader) on earth in order to serve the God. One of the challenges of Islamic education is still the dichotomy of science. It’s meaning, there’s a separation between religious sciences and world sciences that get rid of each other. This perspective will obviously have a big impact on one’s attitude in looking at science. Based on that point, the author discusses more about thought of figure and Indonesian muslim intellectuals who tried to formulate Islamic education in line with the religion’s hope, nation and state, he is Muhammad Natsir. Therefore, the author has taken the title “The Concept of Islamic Education According to Muhammad Natsirand Actualization in Education in Indonesia”. This research aims to get information about the concept of Islamic education according to Muhammad Natsir and actualization of his thought in education in Indonesia. This research already use qualitative research methods with type of literature and historical approach. And documentation for method of collecting data, and content analysis for data analysis. By it framework, can be seen that the concept of Islamic education according to Muhammad Natsir is the concept of education that combines between general education and religious education, sustainability is evidenced by not dispute between west and east. Islam only knows the difference between right and falsehood. All the rights are acceptable although coming from the west, and all falsehood will be removed although coming from the east. Therefore, will be create students who are concerned their spiritual and their physical. Actualization of Natsir’s thought in education in Indonesia can be seen from the schools that combined between religious sciences and world sciences in the curriculum. At general schools already incorporate Islamic education in a balanced, as well as Islamic schools or boarding schools have entered the national curriculum in a balanced anyway

    Pemikiran Mohammad Natsir Dalam Menangkal Sekularisasi Politik Di Indonesia

    No full text
    Perdebatan tentang dasar negara Indonesia pra dan pasca-kemerdekaan selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas karena menjadi sesuatu yang tidak terlupakan, baik oleh kaum nasionalis sekuler yang diwakili oleh Ir.Soekarno, maupun nasionalis Islam yang diwakili oleh Mohammad Natsir. Dalam perdebatan ini, terlihat jelas pertentangan dua idiologi besar pemahaman tentang dasar negara yang berlanjut hingga Sidang Majelis Konstituante yang berlangsung alot pada tahun 1957-1959. Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk memenuhi persyaratan pendaftaran sidang munaqosah Skripsi di Fakultas Agama Islam prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIKA Bogor, kemudian juga dimaksudkan untuk meneliti lebih dalam lagi tentang pemikiran dan konsep kenegaraan yang dicanangkan dan diperjuangkan secara Konstitusional oleh Mohammad Natsir untuk menyatukan konsep negara yang sesuai dengan ajaran Islam dan terhindar dari sekularisasi politik, yang nantinya akan berdampak pada kehidupan Umat Islam di Indonesia. Kemudian untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan sekularisasi politik, proses sekularisasi politik yang terjadi di Indonesia, serta apa pemikiran Muhammad Natsir dalam membendung sekularisasi politik di Indonesia. Dalam jurnal ini dijelaskan bagaimana konsep pemikiran kenegaraan Soekarno yang dibantah oleh natsir yang tidak ingin Indonesia menjadi negara sekuler, yang memisahkan urusan negara dan pemerintahan dengan agama. Konsep negara Demokrasi Islam yang ditawarkan Natsir merupakan konsep matang yang dirancang agar syariat Isla bisa diterapkan di Indonesia dengan baik, namun tetap mengedepankan kebhinnekaan yang melindungi dan menjamin kehidupan dan keadilan bagi pengikut agama dan ras lainnya. Dalam penulisan jurnal  ini, penulis menggunakan metode kualitatif library research, yaitu penulis menguraikan secara teratur seluruh konsepsi tokoh, yakni dengan langkah mengumpulkan data-data dari beberapa sumber primer berupa buku induk dan sumber sekunder berupa buku-buku pendukung dan karya ilmiah lainnya.Abstract The debate about the basis of the pre- and post-independence Indonesian state has always been an interesting matter to discuss because it has become something that is not forgotten, both by secular nationalists represented by Ir. Soekarno, and Islamic nationalists represented by Mohammad Natsir. In this debate, it is clear that the two major ideological contradictions in understanding the basics of the state continued until the difficult Constituent Assembly Session in 1957-1959. This journal explains how Soekarno's concept of state thought was refuted by Natsir who did not want Indonesia to become a secular state, which separated state and government affairs from religion. The concept of an Islamic democratic state offered by Natsir is a mature concept designed so that Islamic law can be implemented in Indonesia properly, but still prioritizes diversity that protects and guarantees life and justice for followers of other religions and races. In writing this journal, the author uses a qualitative library research method, where the author describes regularly all the conceptions of the characters, namely by collecting data from several primary sources in the form of main books and secondary sources in the form of supporting books and other scientific works

    KEARIFAN LOKAL MENUJU SDGs’14: STUDI KASUS LUBUK LARANGAN TEPIAN NAPAL KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI

    No full text
    Pergeseran kualitas habitat, pencemaran dan masuknya beberapa spesies asing menyebabkan perubahan lingkungan ekologis perairan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kearifan lokal menuju SDGs’14, studi kasus kearifan lokal lubuk larangan tepian napal Sungai Batang Tebo Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juli-Agustus 2019 dengan metode survei. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan teknik flag modelling Ecosystem Approach Fisheries Management (EAFM) yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal lubuk larangan tepian napal sudah mengarah ke SDGs’14 dengan kategori baik (light green flag). Sistem partisipatif, adat-istiadat dan kekeluargaan menjadi ciri khas kearifan lokal lubuk larangan dalam menjaga sumberdaya perikanan di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Kata kunci: EAFM, Muara Bungo, SDGs’14, sungai, Tanah Tumbu

    READINESS OF DAKWAH INSTITUTIONS FACING THE MILLENNIAL ERA

    No full text
    Research Objectives: To determine the preparation of da'wah institutions in facing the millennial era. Research Methods: Qualitative. Research Results: The six da'wah institutions that the author has researched (Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Persatuan Islam (PERSIS), IKADI, Hidayatullah, Wahdah Islamiyah, and University of Da’wah Mohammad Natsir (STID MOHAMMAD NATSIR) state that they are ready and even each of them has developed strategies and concrete steps to preach and guide people in this millennial era. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui kesiapan lembaga dakwah dalam menghadapi era milenial. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Keenam lembaga dakwah yang penulis teliti (Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Persatuan Islam (PERSIS), IKADI, Hidayatullah, Wahdah Islamiyah, and University of Da’wah Mohammad Natsir (STID MOHAMMAD NATSIR) menyatakan siap bahkan masing-masing telah menyusun strategi dan langkah konkrit untuk berdakwah dan membimbing umat di era milenial ini

    SELECTION OF KURAU FISHING TECHNOLOGY UNITS Eleutheronema tetradactylum WHICH COMPETITIVE AND SUSTAINABLE

    No full text
    Environmentally friendly fishing technology unit is needed in sustainable fisheries management. The purpose of this study was to determine the fishing technology unit of kurau competitive and sustainable. Data collection was carried out from July to September 2016 in the Coastal Pambang of Bengkalis District of Riau Province, by using the survey method. The analytical data method used is scoring the biological, technical and socioeconomic aspects the fishing technology unit of kurau. Results of research show that combined analysis of biological, technical and socioeconomic aspects have the value of the VA fishing line function (2.48) is higher than the other three fishing gear. Thus, the fishing line is a selected fishing technology unit of kurau competitive and sustainable in the Coastal Pambang Bengkalis District. Keywords: competitive,coastal pambang, fishing technology, kurau fish,sustainable fishing</jats:p

    STUDI BATANG PIMPING (Themoda gigantea) SEBAGAI BAHAN DASAR PELAMPUNG ALAT TANGKAP PANCING

    No full text
    Batang pimping (Themoda gigantea) merupakan tumbuhan sejenis suku padi-padian yang tersebar di semua pulau Indonesia, mulai dari daratan rendah hingga ketinggian 1450 m dpl. Batang pimping belum banyak dimanfaatkan kegunaannya. Penelitian ini akan memanfaatkan batang pimping untuk dibuat menjadi pelampung. Tujuan penelitian untuk menguji batang pimping sebagai bahan dasar pembuatan pelampung pancing dan menganalisis biaya pembuatannya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen (pengamatan pada sebuah percobaan). Sumber data yang diperoleh adalah data primer dari hasil uji coba dan pengamatan langsung di laboratorium. Unit percobaan dibuat sebanyak 3 model dengan 9 sampel dan satu kontrol. Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batang pimping (Themoda gigantea) dapat dijadikan pelampung pada alat tangkap pancing dengan rata-rata daya apung terbaik 8.390 kgf.m3, dry weight 1,1 g, wet weight dan water absorption 1,22 % serta kerapatan 0,28 g/cm3. Pelampung berbahan batang pimping juga mudah dibuat dan biaya murah

    PREDIKSI DAMPAK COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN JARING INSANG DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Fluktuasi pendapatan nelayan memiliki banyak faktor, ada yang dapat dikendalikan dan ada faktor yang tidak dapat dikendalikan. Salah satu faktor yang diyakini mempengaruhi pendapatan nelayan yaitu pandemi COVID-19. Penelitian dilaksanakan pada Bulan April-Mei 2020 di Kota Bengkulu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memprediksi dampak COVID-19 terhadap pendapatan nelayan jaring insang di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan yaitu metode studi kasus dengan menggunakan analisis tren (time series). Hasil penelitian menunjukkan total pendapatan nelayan jaring insang di Kota Bengkulu memiliki garis persamaan Ŷ = 1.899.371 -358562.86 (x). Persamaan tersebut memprediksi tren pendapatan nelayan jaring insang di Kota Bengkulu akan menurun tajam hingga bulan Desember 2020. Dampak dari pandemi COVID-19 sangat dirasakan nelayan akibat turunnya harga penjualan ikan. Nelayan jaring insang diprediksi akan berhutang mulai Bulan Juli 2020 sampai Bulan Desember 2020, dengan prediksi puncak penurunan pendapatan tertinggi dan awal berhutang pada Bulan Juli 2020 dengan persentase sebesar -336%. Kata kunci: Bengkulu, COVID-19, Jaring Insang, Pendapata

    Demokrasi Pendidikan Islam Perspektif Muhammad Natsir dan Relevansinya dengan Sistem Pendidikan Nasional

    No full text
    The article discusses Muhammad Natsir’s concept of democracy of Islamic education. Assessing democracy and Islamic education is inevitably important particularly when the modern people deal with such densely complicated problems within their life as they will lose a control upon the values of humanism. Therefore, emphasizing the values of humanity in their appropriate place within educational realm (in this context is Islamic education) is unquestionably pivotal matter. The study finds that democracy of Islamic education in Natsir’s perspective can be noticeably observed in his notions on integral, harmonious and universal education. Moreover, the author would argue that Natsir’s perspective of democracy within educational sphere has found its significance to the contemporary Indonesia’s national educational system. It can be visibly seen, among others, in efforts to inhabit and cultivate the values of democracy, which have been firmly itemized in the Act of National Educational System. In this context, Islamic educational institutions have also take part and put great priority in cultivating such values within their all formal educational levels

    KERAGAAN ASPEK TEKNIS UNIT TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN KURAU DI PAMBANG PESISIR KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU

    No full text
    Ikan kurau (Eleutheronema tetradactylum) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomi penting di Pambang pesisir Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis dan ekonomi (finansial)dari setiap unit teknologi penangkapan ikan kurau di Pambang pesisir. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2016 di Pambang pesisir Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dengan metode survei. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan finansial dengan menghitung nilai NPV, IRR, PP dan BCR. Hasil analisis aspek teknis menunjukkan karakteristik unit teknologi penangkapan ikan kurau di Pambang Pesisir untuk jaring kurau dan jaring tangsi menggunakan webbing berbahan PA (Polyamide) dan tangsi, mesh size yang digunakan berukuran 2.5 sampai 7 inci dan ukuran kapal berkisar 6 sampai 12m. Sedangkan rawai dan pancing menggunakan tali utama berbahan nilon 110, mata pancing bernomor 6 dan 7, dengan umpan ikan parang-parang, tenggiri, layur, udang dan  lomek. Ukuran kapal yang digunakan berkisar 6 sampai 8m. Sedangkan hasil analisis ekonomi (finansial) menunjukkan bahwa seluruh unit teknologi penangkapan ikan kurau di Pambang Pesisir layak untuk dikembangkan dengan nilai NPV yang positif, nilai IRR melebihi bunga suku bank yang ditetapkan dan BCR &gt;1.Kata kunci: aspek ekonomi, aspek teknis, ikan kurau, Pambang pesisir</p

    Estimation of gillnet selectivity for Tor tambra captured in Lirik River, Merangin Regency, Jambi Province

    No full text
    Fishing gear selectivity is the condition of a fishing gear that can catch fish the target of catching and escaped other fish so that selectivity has an essential role for fisheries managers who make regulations regarding the mesh size. The purpose of this study is to estimate the selectivity of gillnet fishing gear on Semah fish (Tor tambra). The method used in this research is the experimental fishing method. The results showed that the gillnet in the Lirik river has an estimated value of selectivity to Semah fish (Tor tambra) mesh size of 1.5 inches at a length of 48.59 cm and a mesh size of 2 inches at a length of 64.78 cm. Semah fish (Tor tambra) which have a length far below the estimated value of selectivity will be able to pass through the net without getting caught (escaped), and fish that have a length far above the estimated value of selectivity will be entangled
    corecore