86 research outputs found

    Pembelajaran Logika Matematika Anak Usia Dini (Usia 4 ?óôé¼ôç£ 5 Tahun) Di Tk Ikal Bulog Jakarta Timur

    No full text
    Penelitian tentang pembelajaran logika matematika anak usia dini (4-5 tahun) di TK Ikal Bulog Jakarta Timur bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk pembelajaran logika matematika di TK Ikal Bulog Jakarta dan (2)mengetahui strategi pembelajaran logika matematika di TK Ikal Bulog Jakarta.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan langkah-langkah penelitian dari Spradley. Data deskriptif yang diperoleh dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara dan angket. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap, yaitu: (1) tahap Pendahuluan dilakukan dengan observasi lapangan, (2) kedua, Tahap ini peneliti terlibat di lapangan, dimana peneliti melakukan pengumpulan data terkait dengan tema penelitian, (3)tahap ketiga adalah menganalisis data yang diperoleh, dan (4) Tahap keempat adalah menyusun laporan hasil analisis lapangan.Temuan dari penelitian ini adalah: kegiatan yang dilakukan guru bersama-sama dengan anak anak yang berupa pengenalan angka, pengenalan perbedaan, pengenalan lambang bilangan, klasifikasi, pengenalan bentuk geometri, dan pengenalan warna, maka guru telah mengajarkan bentuk pembelajaran logika matematika?óÔé¼?Ø. Dan Apabila guru telah melakukan serangkaian proses pembelajaran seperti menggunakan metode pembelajaran dengan melibatkan anak dalam tanya jawab dan percakapan, memperagakan, praktek langsung, bercerita kepada anak, bernyanyi, melakukan bimbingan dengan penguatan dan peringatan, membiasakan, menggunakan media yang bervariasi dan melakukan evaluasi pembelajaran maka akan memudahkan anak dalam memahami logika matematika

    SUBSTITUSI TEPUNG UMBI UWI PUTIH (DIOSCOREA ALATA) PADA PEMBUATAN PIE CREAM CHEESE

    Get PDF
    Uwi ini merupakan tumbuhan yang sudah ada sejak lama, Menurut pakar tanaman budidaya, tetapi masih sangat jarang di jumpai penanaman uwi secara besar-besaran di Indonesia. Umbi uwi dapat dijadikan sebagai sumber pangan fungsional. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Menemukan resep produk Pie Cream Cheese. 2. Menemukan cara pengemasan dan label yang menarik untuk produk Pie Cream Cheese 3. Menentukan harga jual dan BEP produk Banana Pie Uwi. 4. Mengetahui BusinessModel Canvas produk Pie Cream Cheese. 5. Mengetahui penerimaan masyarakat terhadap produk Pie Cream Cheese. Pada penelitian ini penambahan tepung uwi pada Pie Cream Cheese dilakukan dengan mengunakan perbandingan 25%, 50%, dan 75%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ubi ungu sebagai bahan pangan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai substitusi ahan dalam pembuatan Pie Cream Cheese dan dapat diterima dimasyarakat luas dan mahasiswa PTBB Jurusan Boga. Formula bahan utama Pie Cream Cheese yang tepat adalah 20 % tepug uwi putih.Kata kunci : Pie Cream Cheese, Substitusi tepung uwi

    ジャワ語における年少者への敬語使用 : 日本語の敬語使用と比較して

    Get PDF
    This paper investigated the use of honorific language by older people to younger people, on which two different surveys with conversation dialogue were conducted in both Javanese and Japanese. The survey was set up based on age and gender of the speaker and conversation partner (interlocutor) such as follows: 50-aged female lecturer to 30-aged female lecturer, 50-aged male lecturer to 30-aged male lecturer, 50-aged female ordinary person to 30-aged female ordinary person, 50-aged male ordinary person to 30-aged male ordinary person, a mother or a father to her/his daughter/son, older stranger (female/male) to younger people, and older person (female/male) to younger close-friends. The statistics revealed that the culture of using honorific language in Javanese and Japanese was significantly different. The results found that the use of honorific expressions by lecturers to students and by parents to children were applicable in Javanese, but not in Japanese. In Javanese, the use of honorific language by lecturers to students or by parents to their children do not intend for respectfulness, rather it shows the sense of affection to the conversation partner and essentially it is expected that they could use honorific language when they are talking with others

    PENGARUH KOLASE DAUN TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK PADA KELOMPOK A DI TK ABA AISYIYAH 51 SEMARANG BARAT 2016/2017

    No full text
    Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Pre Experiment Desaindengan desain yang digunakan adalah One Group Pre-Test And Post-Test Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa TK ABA Aisyiyah 51 Semarang Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel yang diambil terdiri dari dua kelas yaitu kelompok A1 berjumlah 23 anak dan kelompok A2 berjumlah 23 anak. Peneliti menggunakan teknik Non-probability sampling dengan jenis sampling purposive. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diperoleh melalui dokumentasi dan observasi. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada kolase daunterhadap keterampilan motorik halus anak padakelompok A di TK ABA Aisyiyah 51 Semarang Tahun Ajaran 2016/2017. Hal tersebut dapat diketahui dari perolehan   5,55  &gt;1,729 dan meningkatnya rata-rata kolase daun terhadap motorik halus anak, sebelum perlakuan 64,70 menjadi 73,83 sesudah perlakuan. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 9,13% setelah diberikan treatment empat kali.Kata Kunci : Kolase Daun,Ketrampilan Motorik Halus This type of research is quantitative research in the form of Pre Experiment Design with the design used is One Group Pre-Test And Post-Test Design. The population of the study were all students of Kindergarten ABA Aisyiyah 51 Semarang Academic Year 2016/2017. Samples taken consisted of two classes namely group A1 amounted to 23 children and group A2 amounted to 23 children. The researcher used Non-probability sampling technique with purposive sampling type. Data obtained in this study obtained through documentation and observation. The results of data analysis can be concluded that there is a significant effect on leaf collage of fine motor skills of children in group A in kindergarten ABA Aisyiyah 51 Semarang Academic Year 2016/2017. It can be known from the acquisition of 5.55&gt; 1.729 and the increase of leaf collage average to the child's fine motor, before treatment 64,70 to 73,83 after treatment. The experimental group experienced an increase of 9.13% after being given treatment four timesGoogle Terjemahan untuk Bisnis:Perangkat PenerjemahPenerjemah Situs WebPeluang Pasar GlobalTentang Google TerjemahanKomunitasSeluler.Keywords: Leaf Collage, Fine Motor Skill </jats:p

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KESEIMBANGAN MELALUI PERMAINAN SIMPAI PADA KELOMPOK A TK NASIONAL PAKARTI LUHUR SEMARANG TAHUN AJARAN 2016/2017

    No full text
    Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan keseimbngan anak. Hal ini disebabkan karena keterampilan dan keseimbangan anak pada saat melakukan gerakan fisik motorik belum stabil, anak juga belum mampu mempertahankan posisi tubuh tertentu untuk tidak bergoyang atau roboh. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana upaya meningkatkan keseimbangan anak usia dini melalui kegiatan bermain simpai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan anak melalui permainan simpai di TK Nasional Pakarti Luhur SemarangTahun Ajaran 2016/2017. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti sebagai fasilitator. Subjek penelitian adalah siswa umur 4-5 tahun yang berjumlah 18 anak dengan 10 laki-laki dan 8 perempuan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dokumentasi, observasi. Data penelitian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian melalui metode permainan lompat simpai pada kondisi awal hanya terlihat pada kriteria cukup sejumlah 5 anak (27,78%), kriteria kurang sejumlah 10 anak (55,56%), dan kriteria baik sejumlah 3 anak (16,67%). Setelah dilakukan pada siklus I hasilnya pada kemampuan keseimbangan melalui permainan lompat simpai yang dapat dilihat untuk kriteria baik sejumlah 11 anak (61,11%) kriteria cukup ada 4 anak (22,22%), dan untuk kriteria kurang berjumlah 3 anak (16,67%). Pada siklus II berkembang sangat baik dapat dilihat kriteria baik sejumlah 15 anak (83,33%) kriteria cukup sejumlah 2 anak (11,11%) dan kriteria kurang sejumlah 1 anak (5,56%). Penelitian tindakan kelas ini menyimpulkan bahwa permainan lompat simpai dapat meningkatkan kemampuan keseimbangan anak.</jats:p

    The Use of Code Mixing in the Japanese Viral Song Entitled “Shinunoga E-Wa”

    Get PDF
    Numerous languages are spoken in various countries. It is widely acknowledged that English holds the status of a worldwide language. English is frequently employed as a language of code mixing within the context of musical compositions. In the viral Japanese song titled "Shinunoga E-Wa" by Fujii Kaze, there is an amalgamation of Japanese and English linguistic elements. This study refers to the work of Lee (2004), who categorized the findings into six distinct categories of English code mixing. The present study employs a qualitative methodology known as content analysis. The data source utilized in this study originates from the song titled "Shinunoga E-Wa". The data was obtained through purposive sampling in order to select samples that possess specific criteria (Sugiyono, 2020). According to Lee (2004), the findings indicated the presence of two distinct forms of code mixing, specifically five variations related to aesthetic elements and an additional five variations associated with the expression of unresolved identity. The utilization of English code mixing demonstrates the efficacy of promoting Shinunoga E-Wa's music on social media platforms, extending its reach beyond the confines of Japan's mainstream audience

    Kegiatan Neurokinestetik Sebagai Bentuk Persiapan Motoric dan Literacy Anak Usia 4-5 Tahun

    Get PDF
    Perkembangan motorik sering dijadikan tolak ukur untuk membuktikan bahwa anak tumbuh dan berkembang dengan baik. Neurokinestetik merupakan bagian dari ilmu saraf terapan yang merupakan bentuk stimulasi yang dapat merangsang sel-sel otak anak untuk berkembang dengan baik dan membentuk kecerdasan kinestetik sehingga dapat mendukung perkembangan kecerdasan ganda. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pembelajaran neurokinestetik sebagai dasar pengembangan motorik dan literasi pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.  Sumber data penelitian ini adalah guru RA yang terdiri dari 5 orang, orang tua murid, dan Perangkat pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis dalam bentuk deskriptif kualitatif secara mendalam, berkelanjutan dan terus menerus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kinestetik adalah kemampuan kematangan saraf yang mematangkan gerakan refleks menjadi gerakan yang terkontrol dan terkoordinasi.  Hal ini dapat berdampak pada integrasi yang baik antara proses berpikir dan keseimbangan tubuh.  Selain itu, mereka memiliki keseimbangan tubuh yang baik, fleksibilitas yang baik dan tentu saja hal itu dapat berdampak pada kesiapan literasi yang lebih baik di masa depan

    SEMIOTIC ANALYSIS OF LINGUISTIC LANDSCAPES: ARABIC LANGUAGE PHENOMENA IN MALANG CITY PUBLIC SPACE

    Get PDF
    Abstract: Terms derived from foreign languages are no longer strange things in people\u27s lives in urban areas. Terms in foreign languages are increasingly spreading and perched in language markers in public spaces such as public infrastructure, shop signage, signage of an inn business. This study aims to determine the phenomenon of life of the people of Malang City who have Arab characteristics, who have an interesting background because of the Arab Ethnic Community. This use of Arabic in linguistic and semiotic landscapes has something to do with cultural patterns and the perspective of the people of Malang City towards the use of Arabic to be maintained. Linguistic and semiotic landscapes are used to study Arabic elements found in public spaces in Malang, East Java. Descriptive qualitative methods were used in this study to describe the results of the analysis conducted on the data. The data used is in the form of interviews that summarize the mindset and perspective of the community towards Arabic used in public spaces. From this study, 16 data from 3 sectors were found, including: (1) Education Sector, (2) Culinary Sector and (3) Economic Sector. These three emerge that the use of Arabic in the linguistic landscape of Malang City shows the function of symbols and the function of information. In addition, the semiotic pattern finds that there is a public mindset towards using Arabic naming is considered more unique, fashionable and has more selling points because the more unique the name or sign will be more attractive to the community even though people do not fully understand the meaning of naming in these various sectors
    corecore