1,724,614 research outputs found

    KEPEMIMPINAN KAPUDAN PASHA KHAIRUDDIN BARBAROSSA PADA MASA TURKI UTSMANI TAHUN 1514 - 1546 M

    Full text link
    Khairuddin Barbarossa merupakan pejuang muslim hebat pada masa Kesultanan Turki Utsmani di awal abad ke-16 M. Perjuangan Khairuddin Barbarossa dimulai dengan saudaranya Aruj untuk membalas dendam atas kematian adiknya, Ilyas. Meskipun motif awal perjuangan Khairuddin Barbarossa balas dendam dalam perjalannanya Khairuddin Barbarossa menjadi pejuang di Turki Utsmani. Setelah Aruj meninggal posisinya diteruskan oleh Khairuddin Barbarossa sebagai komandan armada laut dan gubernur di Aljazair. Pada tahun 1514 M awal hubungan Khairuddin Barbarossa dan Kesultanan Turki Utsmani terjalin ketika Sultan Salim I menyatukan kekuatan untuk melawan pasukan gabungan Kristen Eropa. Peristiwa ini bermula dari Dewan Inkuisisi Spanyol untuk mengusir muslim dari Andalusia. Sultan Salim I mengutus Khairuddin Barbarossa untuk menyelamatkan muslim Andalusia. Selain itu, Khairuddin Barbarossa berhadapan langsung dengan pasukan Spanyol dan pasukan Kristen lainnya di Laut Mediterania untuk mencegah perluasan Kristen dan menumpas sekutu Spanyol. Akumulasi dari kejadian tersebut nama Khairuddin Barbarossa menjadi tersohor. Kepemimpinan Khairuddin Barbarossa memberi dampak positif dan menjadi tokoh maritim yang hebat. Pembahasan utama penelitian ini tentang kepemimpinan Kapudan Pasha Khairuddin Barbarossa pada masa Kesultanan Turki Utsmani tahun 1514-1546 M. Penelitian ini menggunakan pendekatan politik dan teori kepemimpinan yang dikemukakan oleh Max Weber. Selain itu, penulis menggunakan metode sejarah meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi sehingga dapat membantu dalam mengungkapkan kepemimpinan Khairuddin Barbarossa secara kronologis, sistematis, serta sesuai dengan data dan fakta sejarah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Khairuddin Barbarossa adalah orang yang memiliki banyak pengalaman sebelum menjadi seorang pemimpin sehingga kepemimpinannya memegang kekuasaan sebagai Beylerbeyi di Aljazair dilaksanakan dengan baik dan sebagai Kapudan Pasha angkatan laut mampu memberi pengaruh Kesultanan Turki Utsmani di wilayah Afrika Utara dan laut Mediterania. Menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Khairuddin Barbarossa tidak lepas dari propaganda musuh yang menyebutnya sebagai seorang bajak laut akan tetapi dalam periode tahun 1514-1546 M telah bergabung dengan Turki Utsmani dan jihad Khairuddin Barbarossa maka dianggap legal

    Khairuddin Barbarossa Pada Masa Turki Ustmani Abad Ke-16 M: Studi Komperatif

    No full text
    This research discusses the Khairuddin Barabrossa movement in the ocean wich has attracted sympathy from several circles, with the result that giving rise to different views on his movement. His revenge action at sea created a negative stigma and was claimed as a pirate. Khairuddin Barbarossa alliance with the Ottoman goverment is a form of contradiction that will answer the Western stigma. The result of this study reveral that the Khairuddin Barbarossa movement originated from the motive of revenge, so tha the Western view claim that this his movement is an act of pirates who are separated from the official authority of the government or kingdom.  In contrast to the Islamic viewpoint, the Khairuddin Barbarossa movement is called material nautical jihad, that means a series of attacks carried out by Muslim againts oppression an looting by Spanish Christians. Islamic views are based on what Khairuddin Barbarossa did with the Ottoman Turks during the reign of Sultan  Salim I, with the result that movement at sea officially has the authority.Penelitian ini membahas tentang gerakan Khairuddin Barbarossa di lautan yang telah menarik simpati dari beberapa kalangan, sehingga memunculkan perbedaan pandangan terhadap gerakannya. Aksi balas dendamnya di lautan menciptakan stigma negatif dan diklaim sebagai bajak laut. Aliansi Khairuddin Barbarossa dengan kepemerintahan Turki Utsmani sebagai bentuk kontradiksi yang akan menjawab stigma dari Barat. Adapun hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa gerakan Khairuddin Barbarossa berawal dari motif balas dendam, sehingga pandangan Barat mengeklaim gerakannya sebagai tindakan bajak laut yang terlepas dari wewenang secara resmi dari pemerintah atau kerajaan. Berbeda dengan pandang Islam mengatakan bahwa gerakan Khairuddin Barbarossa disebut sebagai jihad bahari yang berarti  serangkaian serangan yang dilakukan orang Islam dalam melawan penindasan dan penjarahan yang dilakukan oleh Kristen Spanyol. Pandangan Islam didasari atas aliansi yang dilakukan Khairuddin Barbarossa dengan Turki Ustmani pada masa pemerintahan Sultan Salim I, sehingga gerakannya di lautan secara resmi telah memiliki wewenang
    corecore