4 research outputs found
Analysis of Quality of Critical Thinking Skills Test Based on Item Response Theory Using R-Program
This research aims to describe the quality of critical thinking skill test of fluid mechanics material in senior high schools in Makassar City. The emphasis is the content validity aspect, the characteristics of each item for the One-Parameter Logistic (1PL) model, the Two-Parameter Logistic (2PL) model, dan the Three-Parameter Logistic (3PL) model. It is a descriptive quantitative research with the subject of all student responses to the critical thinking skills test of fluid mechanics material at senior high schools in Makassar City. There were 726 student responses. The data were collected online by google form and analyzed by using descriptive quantitative technique. The results showed that the critical thinking skill test of fluid mechanics material had fulfilled the content validity. Analysis of the quality of CTS test items showed that the models of 1PL, 2PL, and 3PL were all consistent, showing that the test items were mostly able to discriminate the high abilitytestees from the low abilitytestees. Of the three logistic model approaches used to estimate the parameters of item difficulty level, item discrimination, and guess factor, the 3PL model is better than the other twomodels.
Keywords
1PL model; 2PL model; 3PL model; Critical thinking skills; Item response theory; R-Program; Quality; Tes
Implementasi Forward Chaining untuk Mendiagnosis Kerusakan Motor Vespa Klasik pada Bengkel Skuter Ombur
Vespa menjadi skuter legendaris yang tak lekang oleh waktu. Populasi Vespa dengan mesin 2 tak, alias Vespa lawas masih banyak berseliweran dan sangat mudah dijumpai. Banyak pengguna sepeda motor vespa klasik yang tak paham mengenai perbaikan kendaraan sehingga, butuh mekanik atau bengkel jika kendaraan mereka mengalami masalah ataupun kerusakan. Apabila kendaraan motor mereka mengalami kerusakan maka perlu dibawa ke bengkel untuk diperbaiki oleh ahlinya. Namun masih adanya kendala yang dialami mekanik yaitu harus mencari tahu apa permasalahannya, dikarenakan banyak mekanik atau teknisi baru yang belum paham tentang kerusakan-kerusakan motor vespa tersebut. Pada penelitian ini penulis membuat sistem pakar berbasis web untuk mendiagnosis kerusakan pada motor vespa klasik. Metode penelitian menggunakan forward chaining untuk mengukur suatu fakta berdasarkan gejala-gelaja kerusakan pada motor vespa klasik. Pada sistem ini diinput tujuh jenis kerusakan dan masing-masing kerusakan memiliki minimal empat gejala kerusakan sebagai basis pengetahuan ahli. Adapun proses analisis kerusakan digunakan metode forward chaining dan penentuan kerusakannya. Dengan adanya aplikasi sistem pakar ini, dapat memudahkan pemilik motor untuk mengetahui gejala kerusakan motornya, dan untuk montir atau mekanik pemula dapat memudahkan menganalisa/memperbaiki kerusakan motor vespa klasik. Vespa is a legendary scooter that is timeless. The population of Vespas with 2 stroke engines, aka old Vespas, is still a lot around and very easy to find. Many Users of classic Vespa motorbikes do not understand vehicle repair, so they need a mechanic/workshop if their vehicle is damaged. And if their motor vehicle is damaged, it needs to be taken to a garage to be repaired by an expert. However, there are still obstacles where mechanics have to find out what the problem is, because many new mechanics or technicians don't understand about the damage to the Vespa motorbike. In this study, the authors created a web-based expert system to diagnose damage to classic Vespa motors. The research method uses forward chaining to measure a fact based on the symptoms of damage to the classic Vespa motor. In this system, seven types of damage are input and each damage has at least four damage symptoms as an expert knowledge base. The damage analysis process uses the forward chaining method and determines the damage. With this expert system application, it can make it easier for motorbike owners to find out symptoms of motorbike damage, and for beginner mechanics or mechanics it can make it easier to analyze/repair damage to classic Vespa motorbikes
Implementasi Data Mining Untuk Meningkatkan Penjualan Dengan Algoritma Hash – Based Pada Toko Krisna Mart
Banyaknya toko swalayan yang ada di Makassar menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Toko Krisna Mart untuk bersaing di industri perdagangan itu sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan adanya proses Data Mining dalam hal pengumpulan dan pengolahan data dengan menggunakan metode association rules mining atau lebih dikenal dengan sebutan market basket analysis untuk mengetahui hubungan antar barang pada satu dataset sebagai sebuah strategi dari Toko Krisna Mart. Market basket analysis terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama merupakan pengumpulan data serta informasi. Tahap kedua ialah pengolahan data serta menggunakan algoritma Hash-Based untuk membentuk association rules. Tahap ketiga melakukan perancangan sistem untuk menggambar proses pada sistem dengan memakai flowchart. Tahap keempat membentuk sistem dari hasil perancangan yang sudah ditentukan. Tahap kelima pengujian sistem memakai black box testing dengan menguji serangkaian kondisi input serta output sesuai spesifikasi sistem yang sudah ditentukan, dan terakhir menginterprestasikan hasil dari penelitian ini. Dari hasil uji coba dengan minimal support 5% dan minimal confidence 20% menghasilkan output berupa 6 list association rules. Hasil association rules ini akan menjadi ajuan pemilik toko swalayan Krisna Mart dalam peletakan barang untuk mempermudah konsumen dalam melakukan transaksi. Keywords : Data Mining, Market Basket Analysis, Association Rules, Algoritma Hash-Base
SISTEM KENDALI CERDAS PEMBERIAN PAKAN DENGAN PENERAPAN INTERNET OF THINGS
Kucing merupakan hewan yang banyak dipelihara orang karena menggemaskan, cantik warna bulunya, memiliki tingkah laku yang lucu, dan bersahabat. Kucing juga dianggap bisa menghilangkan ataupun mengurangi stress setelah melakukan rutinitas pekerjaan di kantor. Permasalahan yang sering terjadi pada pemeliharaan kucing adalah proses pemberian makan minum, faktor inilah yang menjadi alasan penulis untuk membuat Kendali Cerdas sistem pemberian makan dan minum (Pakan) kucing dengan penerapan internet of Things. Tujuan pembuatan Kendali Cerdas ini adalah untuk menggantikan tugas pemilik kucing untuk memberikan pakan setiap harinya. Adapun metode yang digunakan yaitu menggunakan NodeMcu ESP8266 sebagai modul pengendali, Sensor Ultrasonic, Sensor LoadCell, dan aplikasi android sebagai media penerima informasi dan mengontrolan manual sistem. Sistem ini akan mengendalikan pemberian pakan kucing dengan mengontrol stok pakan pada dispenser dan jumlah pakan pada wadah. Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukan nilai akurasi Sensor Ultrasonic 99,8% dan akurasi sensor LoadCell 95,2% dalam melakukan pemantauan pada dispenser dan wadah pakan kucing
