2,168 research outputs found

    Marzieh Abbas: Cook Prize 2025, Silver Medal Acceptance Speech

    No full text
    Author Marzieh Abbas gives an acceptance speech for Yasmeen Lari, Green Architect: The True Story of Pakistan’s First Woman Architect (Clarion)https://educate.bankstreet.edu/cook/1014/thumbnail.jp

    Analysis of the Concept of Al-Hubb in the Thought of Zainal Arifin Abbas (1911-1977)

    Get PDF
    This article seeks to explore Zainal Arifin Abbas' conceptualization of al-Hubb (Love). It poses two central questions: firstly, what is Zainal Arifin Abbas' interpretation of the concept of al-Hubb, and secondly, how does he construct the foundational framework for interpreting al-Hubb? This qualitative research relies on both primary and secondary data sources. The primary data comprises Zainal Arifin Abbas' writings in Tafsir Al-Qur'an al-Karim and Ilmu Tasawuf. Concurrently, secondary data, including articles, dissertations, and supporting information, is incorporated. The data is subjected to content analysis. The findings reveal that al-Hubb serves as a fundamental determinant of behavior, guiding individuals towards peace, security, and a devout faith in brotherhood. Zainal Arifin Abbas imparts a message of love in his works, emphasizing that love originates from knowledge, familiarity, and the reception of goodness. Artikel ini bertujuan untuk melacak konsepsi pemikiran Zainal Arifin Abbas mengenai Al-Hubb (Cinta). Dalam artikel ini mengajukan pertanyaan, pertama bagaimana konsep penafsiran al-Hubb  menurut Zainal Arifin Abbas?, kedua, bagaimana konstruksi dasar penafsiran al-Hub menurut Zainal Arifin Abbas?. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan menggunakan dua sumber data yaitu primer dan sekunder. Data primer yang digunakan dalam artikel ini adalah tulisan Zainal Arifin Abbas dalam Tafsir Al-Qur’an al-Karim dan Ilmu Tasawuf. Sedangkan untuk data sekunder yang digunakan adalah artikel, disertasi, atau data-data yang mendukung dalam penelitian ini. Dari data yang ada akan dianalisis dengan menggunakan content analysis. Dari penelitian ini menunjukkan beberapa al-Hubb  (Cinta) sebagai landasan bersikap, yang bisa membawakan manusia kepada kedamaian, keamanan, serta keimanan dan persaudaraan yang suci. Zainal Arifin Abbas juga menawarkan pesan cinta (al-Hubb ) dalam beberapa karyanya. Pesan cinta itu memuat asal lahirnya cinta dari pengetahuan dan perkenalan. Dan cinta itu lahir dari kebaikan yang diterima

    [Fiqh Issues in Tafsir Al-Qur’an Al-Karim by Al-Ustaz H. A. Halim Hasan, H. Zainal Arifin Abbas and Abdul Rahim Haitami] Isu-Isu Fiqh dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Karangan Al-Ustaz H. A. Halim Hasan, H. Zainal Arifin Abbas dan Abdul Rahim Haitami

    Get PDF
    This paper discusses issues of Islamic jurisprudence (fiqh) in kitab Tafsir al-Qur’an al-Karim penned by al-Ustaz H. A. Halim Hasan, H. Zainal Arifin Abbas dan Abdur Rahim Haitami. Kitab Tafsir al-Qur’an al-Karim by these trio scholars was among the pre-eminent works of contemporary tafsir in Indonesia acclaimed for its balanced method of commentary using transmitted narrative (al-naql) and rational judgement (al-‘aql) in commentary. The work was based on major classical works of Shafi‘ites school of jurisprudence that dominated the discussion and exponentially derived its rules from its major jurists and exegetes, such as Sayid Muhammad Rashid Rida and Syaikh Muhammad Abduh, Tantawi Jawhari, al-Tabari, al-Qurtubi and Ibn Kathir. The research was mainly descriptive and analytical in its framework. It uses content analysis, and library research to investigate and analyze approaches and juristic views expounded by the exegetes. The finding concludes that the exegetes developed dynamic and moderate and inclusive approach to analyze the issues of Islamic jurisprudence that addressed the plural and diverse society in Indonesia and realized the juristic ideas of maqasid (the higher objectives of Islamic law) in the development and reform of Islam in modern times.Key words: Tafsir al-Qur’an al-Karim, H. A. Halim Hasan, issue, Islamic jurisprudence   Kertas ini menganalisis secara ringkas tentang corak pentafsiran fiqh dalam Tafsir al-Qur’an al-Karim, yang dikerjakan oleh tiga orang ulama tafsir dari Sumatera Utara; Abdul Halim Hassan, Zainal Arifin Abbas dan Abdul Rahim Haitami. Usaha pentafsiran dan penulisannya dilatarbelakangi oleh kekuatan pengaruh mazhab Syafi‘i yang tersebar dan dipegang oleh masyarakat Islam di Nusantara. Ia banyak mengambil fatwa-fatwa ulama dan ijma‘fuqaha dalam pentafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Pentafsirannya menampakkan aliran hukum dan corak fiqh yang ketara dalam perbahasan dan pentarjihan fiqh dan perumusan hukum syar‘i. Pandangan-pandangan fiqh yang muktabar diangkat dari karya-karya tafsir klasik dan moden seperti Tafsir al-Manar oleh Sayid Muhammad Rashid Rida dan Syaikh Muhammad Abduh, Tafsir al-Jawahir oleh Tantawi Jawhari, Tafsir al-Tabari, al-Qurtubi dan Ibn Kathir. Reka bentuk kajian adalah berasaskan kajian kepustakaan menggunakan analisis kandungan. Metode kajian bersifat deskriptif dan analitis dengan memaparkan pandangan dan manhaj hukum yang dibentangkan dalam tafsir ini. Hasil kajian mendapati para pentafsir kitab berusaha membawakan tafsiran mazhab yang seimbang, dan merumuskan pandangan fiqh yang moderate dan inklusif yang meraikan konteks masyarakat Islam yang rencam dan plural di Nusantara.   Kata kunci: Tafsir al-Qur’an al-Karim, H. A. Halim Hasan, isu, fiq

    Uzur Jadzab Abu Abbas Zarruq

    No full text
    Abu Abbas Zarruq menyatakan tentang jadzab kekhususan seorang jadzab (majdzub) kehilangan hal-hal kontrol diri dalam satu keadaan maka menjadikan dia dihukumi majnun (orang gila) dan gugurlah ungkapan-ungkapan, perbuatanperbuatannya dalam taklif serta hilanglah ketetapan hukum baginya. Istilah jadzab ini manusia tidak mempunyai kekuatan untuk hal tersebut karena jalan tersebut dikhususkan dan dianugrahkan kepada orang yang Dia kehendaki sebagai kekasih-Nya mencapai derajat yang sangat tinggi. khawariqul 'adah itu satu diantara bagian sifat dari majdzûb (pelaku jadzâb) Orang yang belum mengetahui dunia tasawuf, pasti akan sangat asing dengan istilah jadzab. Terkadang, orang awam melihat fenomena ini secara langsung. Biasanya dikenal dengan istilah dan majdzub (pelaku jadzab), sering orang awam mengatakan,? kiai koyok wong edan?, atau ?wah, wong ka?e kakean ilmu (agama), trus durung wayahe ngamalke malah diamalke dadine edan?. Fenomena-fenomena itulah yang disebut dengan jadzab. Namun demikian sebagian besar sufi tersebut tetap mematuhi syariat. Mereka mematuhi apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang serta melaksanakan apa yang dianjurkan. Jenis penelitian pada penulis skripsi ini menggunakan kualitatif deskriptif analisis menggunakan riset kepustakaan (library research), yaitu pengumpulan data-data diperoleh dengan merujuk ke karya-karya yang mendukung, berelevasi dengan pembahasan penulis. Sumber Penelitian Jenis-jenis data yang dipakai peneliti adalah Sumber data primer: yaitu bahan yang digunakan sebagai acuan utama dalam penulisan skripsi ini. Berupa kitab-kitab, adapun kitab yang menjadi patokan utama yaitu: Abu Abbas Zarruq, Qowaidah Shufiyyah wa Ushuliyyah Sumber data sekunder: yaitu bahan yang digunakan sebagai penjelasan atau pendukung dari bahan primer dan dapat membantu analisa serta memahami bahan buku primer

    Analisis kitab tafsir Al-Qur’an Al-Karim

    No full text
    Kitab Tafsir al-Qur’an al-Karim karya al-Ustaz H. A. Halim Hasan, H. Zainal Arifin Abbas dan Abdur Rahim Haitami merupakan antara karya tafsir kontemporer yang terkenal di Indonesia sebagai penghasilan moden dalam kajian tafsir yang mengangkat manhaj al-ma’thur dan al-ma‘qul dalam perbincangan ayat al-Qur’an. Ia mengupas idealisme dakwah dan islah yang diungkapkan dengan tuntas dalam Tafsir al-Manar. Kitab yang dihasilkan di Medan ini merupakan antara karya tafsir yang besar yang mengungkapkan kekuatan ide pembaharuan yang dilakarkan oleh Shaykh Muhammad Abduh dan Muhammad Rasyid Rida, serta pemikiran fiqh dan islah yang jelas dalam Tafsir al-Manar

    Introduction to the Special Issue on Decision Analysis and Social Media

    No full text
    Published as: Ali E. Abbas, Jay Simon, Chris Smith (2017) Introduction to the Special Issue on Decision Analysis and Social Media. Decision Analysis 14(4):227-228. https://doi.org/10.1287/deca.2017.036

    Uzur Jadzab Menurut Abu Abbas Zarruq

    No full text
    Abu Abbas Zarruq menyatakan tentang jadzab kekhususan seorang jadzab (majdzûb) kehilangan hal-hal kontrol diri dalam satu keadaan maka menjadikan dia dihukumi majnûn (orang gila) dan gugurlah ungkapan-ungkapan, perbuatanperbuatannya dalam taklif serta hilanglah ketetapan hukum baginya. Istilah jadzab ini manusia tidak mempunyai kekuatan untuk hal tersebut karena jalan tersebut dikhususkan dan dianugrahkan kepada orang yang Dia kehendaki sebagai kekasih-Nya mencapai derajat yang sangat tinggi. khawariqul ?adah itu satu diantara bagian sifat dari majdzûb (pelaku jadzâb) Orang yang belum mengetahui dunia tasawuf, pasti akan sangat asing dengan istilah jadzab. Terkadang, orang awam melihat fenomena ini secara langsung. Biasanya dikenal dengan istilah dan majdzub (pelaku jadzab), sering orang awam mengatakan,? kiai koyok wong edan?, atau ?wah, wong ka?e kakean ilmu (agama), trus durung wayahe ngamalke malah diamalke dadine edan?. Fenomena-fenomena itulah yang disebut dengan jadzab. Namun demikian sebagian besar sufi tersebut tetap mematuhi syariat. Mereka mematuhi apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang serta melaksanakan apa yang dianjurkan. Jenis penelitian pada penulis skripsi ini menggunakan kualitatif deskriptif analisis menggunakan riset kepustakaan (library research), yaitu pengumpulan data-data diperoleh dengan merujuk ke karya-karya yang mendukung, berelevasi dengan pembahasan penulis. Sumber Penelitian Jenis-jenis data yang dipakai peneliti adalah Sumber data primer: yaitu bahan yang digunakan sebagai acuan utama dalam penulisan skripsi ini. Berupa kitab-kitab, adapun kitab yang menjadi patokan utama yaitu: Abu Abbas Zarruq, Qowaidah Shufiyyah wa Ushuliyyah Sumber data sekunder: yaitu bahan yang digunakan sebagai penjelasan atau pendukung dari bahan primer dan dapat membantu analisa serta memahami bahan buku primer

    Re-evaluation of the hypothesis that LTP has two temporal phases and that the late phase is protein synthesis-dependent

    No full text
    Long-term potentiation (LTP) is an activity-dependent increase in synaptic efficacy that is most studied in the hippocampus and that is considered a cellular substrate for learning and memory. Accepting the belief that the durability (persistence in time) of LTP is analogical to long-standing store of hippocampus-dependent memories warrants the necessity for understanding the mechanisms underlying LTP stabilization. Although the great majority of neuroscientists assume that LTP induction, akin to the formation of memories triggers the synthesis of proteins that are instrumental for subsequent consolidation neither the identity of such presumed proteins nor the mechanisms by which they act to consolidate LTP are clear. Based on this notion LTP is distinguished temporally into an early phase (E-LTP), which is protein synthesis-independent and a late phase (L-LTP), which is protein synthesis-dependent. However, several behavioral and electrophysiological findings cast doubts on this notion. In the present thesis I have examined the effect of protein synthesis inhibitors (PSIs) on the stabilization of LTP in hippocampal slices obtained from young rats. Treating hippocampal slices with PSIs using a temporal window relative to the induction of LTP that has previously been used in the literature failed to block L-LTP, a result in contrast with published data. However, long-lasting pretreatment with the PSI emetine blocked LTP by LTP-unrelated mechanism as the drug showed deteriorating effect on the baseline response. In contrast, depleting the protein repertoire in the slice by long-lasting pretreatment with the PSI cycloheximide deteriorated the stabilization of LTP. Additionally, acceleration of protein degradation using hydrogen peroxide after the induction of LTP resulted in decay of LTP. Addition of cycloheximide induced additive decay of LTP stabilization. These contradictory findings have recently been replicated by other laboratories. In this thesis I present a working model that aims to explain the discrepant findings regarding PSI and LTP. The model concedes that knowing the kinetics of protein turnover during the induction of LTP may provide a prediction for the subsequent stabilization of LTP. This can explain the wide variability in the time course of the presumed protein-synthesis independent E-LTP. The model gains support from experiments in which a low concentration of the proteasome inhibitor MG-115 improved the stability of LTP induced by a weak induction protocol. In summary, my results suggest that 1) the temporal distinction of LTP into E- and L-LTP is a false dichotomy and 2) the rate of protein degradation may explain whether PSIs would, or would not, have an effect on LTP stabilization

    Speaker recognition using neural networks - by Abbas Fawzy Slim

    No full text
    Thesis (M.E.)--American University of Beirut, Dept. of Electrical and Computer Engineering, 2007.;"Advisor: Dr. Mohamad Adnan AlAlaoui, Professor, Electrical and Computer Engineering--Member of Committee: Dr. Karim Kabalan, Professor, Electrical and CompuBibliography : leaves 87-89.In our contemporary lives, the use of machines is emerging at a very rapid speed , especially those utilities that require some form of a password. With the incr ease use of passwords comes the increase in the number of people trying to hack. Thus the vo

    CSM - Compact SQL for MANETs - by Anas Abbas Idriss

    No full text
    Thesis (M.E.)--American University of Beirut, Dept. of Electrical and Computer Engineering, 2005.;"Advisor: Dr. Hassan A. Artail, Assistant Professor, Electrical and Computer Engineering--Member of Committee: Dr. Karim Kabalan, Professor, Electrical and CBibliography: leaves 91-93.In mobile ad-hoc networks (MANETs), mobile users can access information on deman d in any location and at any time. They use SQL queries to request data from dat abase servers residing either in mobile devices (Isolated MANETs) or in fixed ne tworks (Int
    corecore