309 research outputs found
Marketing Mix Strategy of Yayasan Sekolah Dasar Kartini Medan
This study is motivated by the increasing competition among schools in attracting parents' interest in selecting a school, particularly at SD Kartini Medan. The research aims to analyze the influence of the marketing mix, which consists of product, price, location, promotion, human resources, physical evidence, and process, on parents' decision to choose SD Kartini Medan, both partially and simultaneously. The study employs multiple linear regression analysis with partial testing (t-test) and simultaneous testing (F-test). The research sample consists of 127 parents, selected using the Slovin formula with a random sampling technique. Data were collected through questionnaires and processed using SPSS 30 software. The results indicate that, partially, the variables of product, price, location, promotion, human resources, physical evidence, and process have a positive influence on parents' decisions in choosing SD Kartini Medan. Simultaneously, the marketing mix (7P) also has a positive and significant impact on this decision. These findings suggest that the implementation of an optimal marketing strategy can enhance the school's attractiveness.101 pagesTesis Magiste
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Ketepatan Waktu Imunisasi BCG di BPM Endang Pleret Bantul Yogyakarta
Latar Belakang: Imunisasi BCG diperuntukkan dalam mencegah penyakit\ud
Tuberculosis (TBC). Penyakit TBC dapat menimbulkan komplikasi, menjalar ke\ud
otak dan menimbulkan meningitis (meningitis tuberculosa) yang dapat\ud
menimbulkan kematian dan kelainan saraf apabila survive dan dapat\ud
menimbulkan kecacatan permanen. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan\ud
dalam pemberian imunisasi BCG adalah ketepatan waktu imunisasi BCG.\ud
Tujuan: Diketahuinya Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi\ud
BCG dengan Ketepatan Waktu Imunisasi BCG pada Bayi di BPM Endang Pleret\ud
Bantul Yogyakarta.\ud
Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, desain\ud
penelitian analitik korelasi, pendekatan waktu yang digunakan yaitu cross\ud
sectional. Populasi yang digunakan yakni ibu yang memiliki bayi 0-11 bulan yang\ud
datang ke BPM Endang Pleret Bantul Yogyakarta berjumlah 149 orang dengan\ud
sampel sebanyak 45 orang. Teknik sampling yang digunakan yakni Quota\ud
Sampling. Uji analisis dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-square.\ud
Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan\ud
ketepatan waktu imunisasi BCG. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai Chi-\ud
square hitung sebesar 25,714 (p 0,000<5%) lebih besar jika dibandingkan Chi-\ud
square tabel (dk=2 : 5,991). Koefisien kontingensi yang dihasilkan sebesar 0,603\ud
sehingga hubungan tersebut termasuk dalam kategori kuat.\ud
Simpulan: Tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi BCG berhubungan\ud
dengan ketepatan waktu pemberian imunisasi BCG pada anaknya.\ud
Saran: Bagi pelayanan dapat lebih meningkatkan pelayanan imunisasi BCG\ud
dengan cara mengadakan penyuluhan tentang imunisasi BCG dan pada ibu hamil\ud
diberikan leaflet sehingga pasien lebih memahami tentang imunisasi BCG.\ud
Kata Kunci\ud
: Pengetahuan ibu, Ketepatan waktu, imunisasi BCG\ud
Kepustakaan\ud
: 32 Buku (2004-2014), 16 Jurnal, 3 internet\ud
Jumlah halaman\ud
: 67 halaman, 7 tabel, 2 gamba
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Ketepatan Waktu Imunisasi Campak di BPM Endang Purwaningsih Kedaton Pleret Bantul Yogyakarta
Latar Belakang: Imunisasi sebagai usaha pencegahan berbagai jenis\ud
penyakit merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya.\ud
Sebagian besar ibu tidak mengetahui manfaat imunisasi dan beranggapan bahwa\ud
pemberian imunisasi tidak harus rutin sesuai jadwal karena bayi telah\ud
mendapatkan kekebalan dari imunisasi sebelumnya. Hal ini erat kaitannya dengan\ud
peran ibu sebagai pengasuh utama pada bayinya sehingga pengetahuan ibu\ud
tentang imunisasi campak perlu untuk dikaji ulang.\ud
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat\ud
pengetahuan ibu tentang imunisasi dengan ketepatan waktu imunisasi campak di\ud
BPM Endang Purwaningsih Pleret Bantul Yogyakarta tahun 2015.\ud
Metode: Metode Analitik Corelation dengan pendekatan waktu Cross\ud
Sectional dan cara pengambilan data dengan kuisioner dan melihat KMS.\ud
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mengimunisasikan campak\ud
pada bayinya berjumlah 35 orang. Teknik sampel menggunakan Total Sampling.\ud
Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kesalahan 5%.\ud
Hasil Penelitian: Pengetahuan ibu tentang imunisasi campak manyoritas\ud
kategori kurang yaitu (37,1%). Sedangkan ketepatan waktu manyoritas kategori\ud
tidak tepat yaitu (51,4%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa\ud
hasil perhitungan statistik menggunakan uji Chi-square sebesar 21,171 dan pvalue\ud
(0,000) < ? (0,05).\ud
Simpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan ketepatan waktu\ud
imunisasi campak di BPM Endang Purwaningsih Pleret Bantul Yogyakarta.\ud
Saran: Diharapkan kepada ibu yang mengimunisasikan bayinya untuk\ud
menambah informasi tentang pentingnya pemberian imunisasi yang tepat waktu,\ud
sehingga ibu mengetahui pula akibat-akibat jika pemberian imunisasi tidak tepat\ud
waktu diberikan
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN BIOSTATISTIK MELALUI PELATIHAN BIOSTATISTIK BAGI TENAGA KESEHATAN DI RSUD RA KARTINI JEPARA
Abstrak: Kompetensi penelitian bagi tenaga kesehatan sangat penting untuk mendorong gerakan Evidence Based Medicine (EBM), yakni dengan menyediakan bukti bukti terbaik dari penelitian dengan desain terbaik. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan Biostatistik tenaga Kesehatan RSUD RA Kartini Jepara. Subjek pengabdian ini adalah 24 tenaga Kesehatan di RSUD RA Kartini Jepara. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan Biostatistik dan sikap tenaga kesehatan semakin positif terhadap Biostatistik. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan praktek olah data serta pemdampingan penyusunan proposal dan pemilihan uji statistic. Data pengetahuan Biostatistik pre dan post pengabdian diolah menggunakan uji T-test berpasangan. Data sikap terhadap Biostatistik pre dan post pelatihan ditampilkan secara deskriptif. Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan statistik sebelum dan sesudah pengabdian (p<0.001). Pasca pelatihan, persepsi tenaga kesehatan terhadap Biostatistik semakin positif. Pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan biostatistik terhadap tenaga kesehatan RSUD RA Kartini Jepara dapat meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai biostatistik hingga 42,75% dan dapat meningkatkan persepsi positif terhadap biostatistik.Abstract: Research competency for health professionals is very important to encourage the progress of EBM, particularly by providing the best evidence through studies with the best design. This community service was aimed at increasing the knowledge of biostatistics for health professionals at RA Kartini Hospital, Jepara. In total, 24 health professionals took part the in house training. The indicator of the success of this program was the increase of knowledge of Biostatistics and positive attitude towards Biostatistics among health professionals. This community service program was carried out in the form of lecture and practices of analyzing data utilizing SPSS as well as assistance in preparing proposals and selecting appropriate statistical tests. Data of test score on Biostatistics were collected pre and post service and were analyzed using paired sample T-test test. Data of attitude towards biostatistics pre- and post-training were displayed descriptively. There was a significant difference of biostatistical knowledge scores before and after training (p<0.001. After the training, health professionals' perceptions toward Biostatistics became increasingly positive. Community service in the form of biostatistics training for health professionals at RSUD RA Kartini Jepara could increase the knowledge of biostatistics by up to 42.75% and increase positive perceptions toward biostatistics
Inspirator Pendidikan Perempuan Studi Tentang Pemikiran Kartini dan Dewi Sartika Tahun 1891-1912
Validasi unggah file repositori_Reva
Finalisasi unggah file repositori tanggal 21 Juni 2022_KurnadiSkripsi ini membahas pemikiran Kartini dan Dewi Sartika tentangpendidikan perempuan. Dengan menggunakan pendekatan antropologi budayadan teori feminisme milik Chris Weedon, skripsi ini menyelidiki proses pemikirandua tokoh tersebut dan bagaimana budaya Jawa dan Sunda, agama, dan kebijakanPemerintah Hindia Belanda pada masa liberal berkontribusi terhadappembentukan pemikiran mereka. Bagi mereka, pendidikan merupakan hal yangsangat penting bagi kemajuan hidup perempuan Bumiputra. Pemikiran tentangpendidikan perempuan mereka termuat dalam buku Door Duisternis Tot Licht danKaoetamaan Istri dan implementasinya dapat dilihat dalam sekolah yang merekadirikan, Sekolah Kartini dan Sakola Kaoetamaan Istri. Meski secara garis besar mereka memiliki pemikiran yang serupa mengenai pendidikan perempuan, terdapat perbedaan dalam respon yang mereka terima, terutama dari masyarakat. Hingga dewasa ini, kebanyakan masyarakat Indonesia masih meletakkan Kartini pada tingkat kepahlawanan yang lebih tinggi daripada Dewi Sartika. Dengandemikian, skripsi ini bertujuan tidak hanya untuk mengetahui genealogi pemikiranmereka, tetapi juga mengkomparasikan pemikiran mereka dalamupayamengetahui di mana letak perbedaan pemikiran mereka yang menyebabkanadanya perbedaan respon yang mereka terima.Mr Ratna Endang Widuatie, S.S., M.A (Dosen Pembimbing I)
Dr. Retno Winarni, M.Hum (Dosen Pembimbing II
Inspirator Pendidikan Perempuan Studi Tentang Pemikiran Kartini dan Dewi Sartika Tahun 1891-1912
Validasi unggah file repositori_Reva
Finalisasi unggah file repositori tanggal 21 Juni 2022_KurnadiSkripsi ini membahas pemikiran Kartini dan Dewi Sartika tentangpendidikan perempuan. Dengan menggunakan pendekatan antropologi budayadan teori feminisme milik Chris Weedon, skripsi ini menyelidiki proses pemikirandua tokoh tersebut dan bagaimana budaya Jawa dan Sunda, agama, dan kebijakanPemerintah Hindia Belanda pada masa liberal berkontribusi terhadappembentukan pemikiran mereka. Bagi mereka, pendidikan merupakan hal yangsangat penting bagi kemajuan hidup perempuan Bumiputra. Pemikiran tentangpendidikan perempuan mereka termuat dalam buku Door Duisternis Tot Licht danKaoetamaan Istri dan implementasinya dapat dilihat dalam sekolah yang merekadirikan, Sekolah Kartini dan Sakola Kaoetamaan Istri. Meski secara garis besar mereka memiliki pemikiran yang serupa mengenai pendidikan perempuan, terdapat perbedaan dalam respon yang mereka terima, terutama dari masyarakat. Hingga dewasa ini, kebanyakan masyarakat Indonesia masih meletakkan Kartini pada tingkat kepahlawanan yang lebih tinggi daripada Dewi Sartika. Dengandemikian, skripsi ini bertujuan tidak hanya untuk mengetahui genealogi pemikiranmereka, tetapi juga mengkomparasikan pemikiran mereka dalamupayamengetahui di mana letak perbedaan pemikiran mereka yang menyebabkanadanya perbedaan respon yang mereka terima.Mrr. Ratna Endang Widuatie, S.S., M.A (Dosen Pembimbing I)
Dr. Retno Winarni, M.Hum (Dosen Pembimbing II
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SDN GUGUS KARTINI KABUPATEN BANJARNEGARA
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan model pembelajaran
Kepala Bernomor Terstruktur terhadap hasil belajar IPS materi Peristiwa-Peristiwa
Pada Masa Kolonial Belanda serta mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas V
SDN Gugus Kartini Banjarnegara. Berdasarkan hasil belajar, observasi dan
wawancara diperoleh bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS belum
maksimal karena penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi serta
minimnya fasilitas belajar yang ada. Penggunaan model Direct Instruction
menjadikan siswa percaya bahwa guru akan menyampaikan materi yang perlu
mereka ketahui, karena model tersebut pembelajaran menekankan pada proses
mendengarkan tanpa melibatkan keaktifan siswa.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah
eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Populasi
penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Gugus Kartini Kabupaten Banjarnegara
dan yang menjadi sampel adalah siswa kelas V SDN 3 Kutabanjarnegara sebagai
kelas eksperimen dan kelas V SDN 1 Kutabanjarnegara sebagai kelas kontrol
dengan teknik cluster random sampling.
Taknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes, observasi,dan
dokumentasi. Rata-rata hasil posttest siswa kelas eksperimen lebih tinggi yaitu 77,8,
sedangkan dikelas kontrol sebesar 65,9. Hasil uji n-gain kelas eksperimen diperoleh
0,4611 dengan kriteria sedang dan kelas kontrol yaitu 0,1967 dengan kategori
rendah. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa thitung sebesar 5,8883 dan ttabel sebesar
2,0003, thitung> ttabel (5,8883>2,0003) yang artinya model pembelajaran Kepala
Bernomor Terstruktur lebih efektif terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V.
Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Kepala Bernomor
Terstruktur efektif digunakan pada pembelajaran IPS materi Peristiwa-Peristiwa
Pada Masa Kolonial Belanda dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V
SDN Gugus Kartini Kabupaten Banjarnegar
- …
