23 research outputs found
TIPE SEISMIK YANG MENGGAMBARKAN ADANYA PROSES TEKTONIK PADA SUATU FORMASI
Pada suatu formasi sering terjadi proses tektonik yang mengakibatkan terganggunya formasi tersebut, sehingga mengakibatkan kenaikan atau penurunan suatu cekungan. Pada daerah yang terjadi reaktif (terjadi proses tektonik pada cekungan yang stabil)biasanya ditandai oleh bentuk karakter seismic yang melengkung (seismic sag), dimana pada daerah tersebut mengalami proses tektonik yang mengakibatkan terganggunya lingkungan sekitar formasi tersebut. Akibat dari proses tektonik sering mengakibatkan terhalangnya hidrokarbon untuk ber migrasi, sehingga hidrokarbon terperangkap pada area tersebut. Suatu area dikatakan prospek mengandung hidrokarbon , bisa direkomendasikan untuk dilakukan pengeboran.Analisa seismik bisa mengidentifikasi anomali amplitudo pada lapisan tipis sekalipun. Analisa atribut seismik banyak dipakai untuk mengetahui karakter anomaly amplitudo atau karakterisasi sekuen, mengidentifikasi perubahan litologi atau pasir gas, membedakan lapisan yang concordant, hummocky, dan chaotic
Perhitungan Cadangan Batubara menggunakan Metode Geolistrik Di Desa Bakungan, Kec. Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Coal is a solid hydrocarbon rock formed from plants in an oxygen-free environment which undergoes chemical changes and a metamorphosis process under the influence of pressure and heat lasted a very long time. The method used is the Geoelectric method, this method works by injecting electric current into the earth through a pair of iron electrodes. The data obtained is in the form of current strength (I) and potential difference (∆V), with current strength and potential difference data calculated to obtain the rho value (ρ) or resistivity value in the rock. Resistivity values are greatly influenced by the physical properties of rocks below the earth's surface, so they can be used to interpret the existence of rock layers below the earth's surface, including coal seams, including their geometric shape, distribution and depth. Based on geoelectric analysis, it was found that there are 4 groups of resistivity values; low resistivity, medium resistivity, high resistivity and very high resistivity. Low resistivity has a resistivity value range of 10 Ohm.m which is included in this group is thought to be layers of clay, mudstone, carbonaceous mudstone, shale, silt and marl. Medium resistivity has a resistivity value range of between 10 – 75 ohm.m. This group is thought to be layers of alluvium (wet), sandy mudstone, fine sandstone, coarse sandstone (wet) and coal. High resistivity has a resistivity value range of 75 – 250 Ohm.m. This group is thought to be soil, loose sand layers (dry), fine sandstone (dry).Keywords: Coal, Geoelectricity, Reserve Calculation, Bakungan Villag
STUDI PROSPEK HIDROKARBON PADA RESERVOAR KARBONAT MIOSEN PERTENGAHAN - AKHIR PADA FORMASI PARIGI, LAPANGAN GAMBASARI, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA BERDASARKAN ANALISA WELL LOG DAN SEISMIK
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran hidrokarbon pada reservoar di formasi Parigi, dengan cara menentukan jenis litologi dari data sumur. Data sumur dikorelasikan dengan hasil pengukuran dengan metode seismik, sehingga didapatkan gambaran berupa daerah yang prospek mengandung hidrokarbon.
Struktur yang berkembang pada daerah penelitian adalah sesar naik belakang busur, perlipatan, antiklin dan sinklin. Berdasarkan peta ketebalan Formasi, dari utara ke selatan lapisan karbonat tebal dan menipis, makin ke utara atau makin ke selatan makin tebal. Sumber material berasal dari arah utara menuju selatan. Daerah cekungan terdiri dari dua lingkungan yang berbeda yaitu bagian barat paralik sedangkan bagian timur merupakan laut dangkal. Struktur Gambarsari merupakan suatu antiklin yang berarah timurlaut - baratdaya.
Inversi impedansi akustik dibuat guna mengetahui porositas dari nilai impedansi akustik pada reservoir, hal ini diharapkan mampu membantu dalam menentukan karakteristik reservoar, sehingga dari nilai akustik impedance diketahui besarnya porositas reservoar, kemudian dicocokkan dengan sintetik seismogram pada seismik yang melewati well log. Dari analisa tersebut, maka bisa digambarkan zona prospek hidrokarbon pada setiap kedalaman dari well log. Pada peta struktur, akan terlihat adanya suatu gambaran dari zona target hidrokarbon yang menunjukkan suatu struktur yang mencerminkan area perangkap hidrokarbon. Kemudian dibuat peta Isopach yang menggambarkan struktur dan ketebalan dari zona prospek pada formasi tersebut. Terakhir diharapkan bisa memetakan zona prospek hidrokarbon
PEMETAAN GEOLOGI DAN PENENTUAN POTENSI BATUGAMPING FORMASI KAI KECIL SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN BERDASARKAN ANALISA GEOKIMIA XRF (X-RAY FLOURESCENCE) DI DESA NGAYUB, KECAMATAN MANYEUW, MALUKU TENGGARA
Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam sumber daya mineral yang memenuhi keperluan manusia. Salah satunya sumber daya mineral ialah batugamping yang dijadikan sebagai bahan baku semen. Batugamping yang berada di Desa Ngayub, Maluku tenggara ini sangatlah melimpah sehingga perlu dilakukan penelitian agar dapat mengetahui layaknya batugamping ini sebagai bahan baku semen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pemetaan geologi dan analisa geokimia xrf (X-Ray Flourescence ). Pemetaan geologi ini dilakukan untuk mengambil data geologi permukaan seperti geomorfologi dan tatanan litologi pada daerah penelitian sedangkan analisa geokimia xrf dilakukan untuk mengetahui kandungan unsur kimia pada batuigamping. Pada daerah penelitian , kondiri geomorfologi terdiri atas dua satuan antara lain dataran denudasioanl dan satuan perbukitan karts denudasional. Tatanan litologi yang terdapat di daerah penelitian terdiri atau tiga litologi antara lain batugamping kristalin, batugamping terumbu dan dolomit. Dari ketiga jenis litologi ini dilakukan analisis geokimia xrf (X-Ray Flourescence ) yang hasilnya CaO kisaran antara 98,51% - 99,26% dengan tidak terdeteksi MgO. Kandungan CaO pada litologi tersebut yang sangat tinggi melebihi anjuran Duda 1976 maksimal 55,6% ebagai bahan baku semen yang ideal karena semakin besar nilai Cao melebihi dari standar bahan baku semen menyebabkan campuran litologi akan pecah atau retak. Maka dari itu , litologi pada daerah penelitian ini tidak cocok digunakan sebagai bahan baku semen.
Pemetaan Geologi Daerah Rawan Longsor Berdasarkan Analisis Logika Fuzzy, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Bencana yang diakibatkan oleh tanah longsor sering terjadi di Indonesia, dan sering memakan korban jiwa, kerusakan infrastruktur dan hancurnya lahan. Oleh karena itulah perlu adanya peta suatu zona daerah rawan longsor sebagai bagian dari upaya penanggulangan bencana tanah longsor dan menjadi suatu parameter dalam pertimbangan pengambilan keputusan pembangunan bagi suatu instansi terkait agar meminimalisir jatuhnya korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. Secara administratif, lokasi penelitian pada studi kasus ini terletak di Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengambilan data secara langsung maupun tidak langsung. Setelah kedua data tersebut terkumpul, kemudian akan dilakukan analisis data rawan longsor menggunakan metode logika fuzzy. Hasil dari analisis tersebut didapatkan 3 kelas tingkat kerawanan longsor diantaranya kelas kurang rawan, kelas rawan dan kelas sangat rawan. Peta daerah rawan longsor Kecamatan Batukliang Utara yang dihasilkan memiliki 5 kelas yaitu: tidak rawan, kerawanan rendah, kerawanan sedang, kerawanan tinggi dan sangat rawa
INTERPRETASI SEISMIK & IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI DI PERAIRAN ARU BARAT DAYA
Interpretasi seismik merupakan salah satu tahapan yang penting dalam eksplorasi dimana dilakukan pengkajian, evaluasi, pembahasan data seismik hasil pemrosesan ke dalam kondisi geologi yang mendekati kondisi geologi bawah permukaan sebenarnya agar lebih mudah dipahami.Struktur geologi pada kondisi geologi bawah permukaan merupakan bagian yang sangat menarik untuk diamati serta direkonstruksi proses keterjadiannya. Struktur geologi merupakan hal yang perlu dianalisis secara objektif dalam berbagai kegiatan yang erat kaitannya dengan pertambangan mulai dari eksplorasi hingga ekploitasi. Lokasi pengambilan data seismik ini terletak di wilayah perairan Aru Barat Daya, Provinsi Maluku Utara pada lintasan 8, lintasan 12, dan lintasan 14. Lintasan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan survey Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik, yaitu menjelaskan data-data yang digunakan kemudian dilakukan analisa terhadap data-data tersebut. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Proses analisa yang dilakukan adalah interpretasi penampang seismik meliputi interpretasi horison pada pola refleksi, struktur geologi yang nampak, serta fenomena-fenomena geologi pada daerah penelitian. Analisa juga dilakukan pada peta bathymetri yang didapat selama proses penelitian di lapangan. Pada hasil interpretasi menunjukan bahwa arah strike sesar normal cenderung timur laut barat daya, ini membenarkan hasil penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa pada bagian barat kepulauan Aru terdapat cekungan Aru yang merupakan hasil tektonik termuda yang runtuh pada batas barat paparan Arafuru yang berdekatan dengan busur banda. Daerah penelitian merupakan zona tektonik yang komplek dengan ditunjukan dengan fenomena struktur yang ada, serta kenampakan suatu lapisan yang menerus tetapi kemudian mengalami deformasi sehingga mengakibatkan susunan perlapisan menjadi rusak. Berdasarkan data hasil rekam seismik penelitian ini, menunjukan pada kedalaman tersebut memiliki potensi cadangan migas yang kurang, karena struktur yang komplek serta lokasi penelitian merupakan daerah yang telah mengalami deformasi, sehingga menyebabkan lapisan batuan penutup memiliki banyak celah sebagai jalur migrasi migas untuk lolos. Namun dari hasil data pada penelitian ini masih perlu dilakukan penelitian kembali untuk menentukan potensi cadangan migas pada kedalaman di bawahnya. Dilihat dari struktur yang ada pada daerah penelitian ini menunjukan bahwa gaya tektonik mengakibatkan adanya gaya kompresi serta diikuti dengan gaya ekstensi
PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS PETROGRAFI UNTUK MENENTUKAN DIAGENESA BATUGAMPING PADA FORMASI PASEAN DAERAH GULUK-GULUK DAN SEKITARNYA KABUPATEN SUMENEP PROVINSI JAWA TIMUR
Daerah penelitian terletak di Daerah Guluk-Guluk dan Sekitarnya Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur dengan objek penelitian berupa batugamping Formasi Pasean. Pada daerah penelitian memiliki singkapan batugamping yang cukup melimpah dan menarik untuk dijadikan objek penelitian, karena perkembangan batugamping yang sangat sensitif terhadap perubahan keadaan geologi, Secara umum litologi yang ditemukan yaitu batugamping pasiran pada Formasi Pasean dan batugamping terumbu pada Formasi Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pengamatan lapangan, Pengambilan sampel, Analisis sayatan petrografi, Analisis mikrofosil. Hasil Penelitian dari 9 sampel sayatan petrografi didapatkan fasies yaitu fasies Rudstone, fasies Floatstone, fasies Calcareous Lithic Wacke, fasies Wackestone, fasies Packstone dengan proses diagenesis berupa micritisasi microbial, kompaksi, sementasi dan pelarutan yang menandakan bahwa Formasi Pasean pernah ada padalingkungan diagenesis Marine phreatic, Burial, Meteoric phreatic, danMeteoric vadose.Berdasarkan hasil analisis mikrofosil Formasi Pasean di daerah telitian berumur ( N13-N15 Miosen Tengah-Atas) lingkungan pengendapan berada pada Inner neritic-Middle neritic (0-50m,0-100 m)
INTERPRETASI SEISMIK DI PERAIRAN ARAFURA, PAPUA BARAT
Laut Arafura merupakan perairan yang meliputi landas kontinen Arafura-Sahul dan terletak di wilayah Papua bagian Selatan sampai perbatasan Benua Australia. Batas bagian Utara perairan tersebut merupakan Laut Seram dan Pulau Irian Jaya (Papua), sedangkan Pantai Utara Australia dari Semenanjung York sampai Semenanjung Don merupakan batas di bagian Selatan. Dalam analisa data dilakukan dengan menggunakan sistem interpretasi seimik pada seimik. interpretasi data seismik secara geologi merupakan tujuan dan produk akhir dari pengolahan seismik dan Interpretasi yang dimaksud adalah menentukan atau memperkirakan proses sedimentasi melalui garis refleksi yang nampak pada data seismik, serta menyimpulakan keadaan geologi yang terjadi pada daerah pennelitian. Berdasarkan analisa atau interpretasi seismik pada lintasan seikmik line 18, line 25 dan line B terdapat pembentukan struktur geologi meliputi sesar naik, sesar turun atau sesar normal, sinklin, antiklin, dan pola wavy parallel. Hal ini memungkingkan terjadi karena akibat aktivitas tektonik yang bekerja hingga mengalami pergerakan dan perubahan sehingga membentuk struktur geologi pada daerah penelitian
GEOLOGI DAN STUDI KESTABILAN LERENG PADA KUARI BATUGAMPING BLOK Z-19 PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) UNIT TUBAN – JAWA TIMUR
Lokasi penelitian dilakukan di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. di Desa Sumber Arum, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, dan lokasi penambangan batugamping terletak di Desa Pongpongan, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Kawasan terletak pada koordinat X = 602720 – 602860 UTM dan Y = 9238080 – 9238200 UTM dengan peta topografi berskala 1 : 900. Luasan daerah penelitian 100 m x 100 m. Lokasi penambangannya berada di sebelah Timur pabrik PT. Semen Indonesia(Persero). Metode penelitian yang digunakan adalah surface mapping dan analisa laboratorium. Surface mapping berupa pengambilan titik koordinat, pengamatan morfologi, pengamatan batuan, pengambilan sample batuan, pengamatan struktur dan pengukuran geometri lereng. Analisa laboratorium berupa analisa petrografi, mikropaleontologi dan geologi teknik. Berdasarkan aspek geomorfologi daerah penelitian masuk kedalam bentukan asal antropogenik (A) dengan sub satuan perbukitan menggelombang. Stratigrafi daerah penelitian yaitu dengan litologi batugamping berumur miosen tengah yang diendapkan pada lingkungan neritik tengah – neritik luar. Berdasarkan hasil data geologi teknik di daerah penelitian pada lereng tunggal LP 1 (FK = 2,127), pada lereng tunggal LP 2 (FK =2,221), pada lereng tunggal LP 3 (FK = 2,099), pada lereng tunggal LP 4 (FK = 3,256), pada lereng tunggal LP 5 (FK = 2,621) dan pada lereng keseluruhan (FK = 2,829). Faktor keamanan dengan kriteria aman ( Untuk FK 1,75) dengan Gerakan tanah yang mungkin terjadi Debris Slide dan bentuk longsoran busur. Zona kerentanan gerakan tanah di daerah penelitian termasuk ke dalam zona kerentanan gerakan tanah rendah atau minim untuk terjadi
ANALISIS KESTABILAN LERENG DAN REKOMENDASI LERENG FINAL DI BLOK TUBAN PENAMBANGAN BATUGAMPING BAGIAN UTARA PT.SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk
PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, Pabrik Tuban yang terletak di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, merupakan industri semen yang memiliki tambang batugamping sebagai salah satu bahan utama dari semen. Kestabilan lereng sangat penting dalam keselamatan kegiatan pertambangan, sehingga perlu dilakukan kajian dengan tujuan untuk menentukan desain geometri lereng dengan mempertimbangkan faktor keamanan, memperkirakan longsoran yang akan terjadi, dan penanggulangan dari resiko yang mungkin akan terjadi. Penelitian ini menggunakan Metode Pembobotan Rock Mass Rating (RMR), kemudian dilakukan perhitungan nilai Geological Strength Index (GSI) dan Slope Mass Rating (SMR). Sedangkan analisis kestabilan lereng menggunakan bantuan software Slide V6.0 dengan parameter masukan Mohr-Coulumb antara lain nilai kohesi, sudut geser dalam, bobot isi batuan dan kondisi air, kemudian bantuan software Dips 6.0 untuk mengetahui analisis jenis longsoran berdasarkan data diskontinuitas. Pada lokasi penelitian, dilakukan pengukuran pada 10 blok (lereng tambang) yang terbagi menjadi 18 lokasi scanline (SL), yang selanjutnya dilakukan analisis laboratorium dengan 4 parameter yaitu; kuat tekan batuan, sifat fisik batuan, kohesi dan sudut geser dalam. Berdasarkan pengolahan data parameter di atas maka diperoleh hasil sebagai berikut; rata-rata potensi kelongsoran yang terjadi berjenis longsoran baji, rata-rata nilai faktor keamanan adalah 5,15 (aman), dan rekomendasi kestabilan lereng adalah melakukan pengecekan lapangan secara periodik untuk mengetahui apakah ada bidang diskontinuitas baru, memantau kadar air tanah secara periodik di sekitar lereng, melakukan pengujian kembali sifat fisik dan mekanik batuan pada setiap lereng daerah penelitian, sehingga hasil analisis kestabilan lereng akan lebih maksimal. Semen Indonesia Pte Ltd, Tuban Factory, is located in Sumberarum Village, Kerek District, Tuban Regency, East Java. It is a cement industry which has limestone mining as one of the main materials for cement. Basically, slope stability is very vital for the safety of mining activity. Therefore, a study intended for determining the geometric design of slope is necessary by considering the safety factor, estimating the possible slide, and preventing the possible risks. The researcher employed a weighting method of Rock Mass Rating (RMR) and then calculated the values of Geological Strength Index (GSI) and Slope Mass Rating (SMR). In terms of slope stability analysis, software Slide V6.0 was used through input parameters of Mohr-Coulumb such as cohesion value, internal shear angle, stone content weighting, and water condition. After that, software Dips 6.0 was applied for investigating the slide type based on the data of discontinuity. At the research site, the researcher measured 10 blocks (mining slope) which were divided into 18 locations of Scan Line (SL). Next, laboratory analysis was carried out using 4 parameters i.e. stone compressive strength, stone physical property, cohesion, and internal shear angle. The results of processing data on those parameters were as follows: the average potential slide was wedge failure type and the average safety factor was 5.15 (safe). Accordingly, recommendations for getting maximum results of slope stability are periodic field checking for recognizing new discontinuity field, periodic monitoring on the soil water content around the slope, as well as re-testing the physical and mechanical properties of stone at every slope in the research site
