1,720,965 research outputs found
Keberadaan Olahraga Rakit Kreatif Di Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah, sarana dan prasana, peraturan perlombaan serta bagaimana pelaksanaan perlombaan rakit kreatif. Penelitian ini di laksanakan di Kec. Rambah Kab. Rokan Hulu. Teknik pengumpulan adalah metode wawancara dengan jumlah sampel 52 orang yang terdiri dari lurah/kades, tokoh masyarakat, pembuat rakit, dan peserta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 52 sampel menyebutkan sejarah rakit ini datang dan berkembangnya dari masyarakat Rambah sendiri. Dengan berkembangnya zaman dari banyaknya teknologi yang hadir, maka tercetuslah ide dari bapak Auni M Noor selaku Wakil Bupati Kab. Rokan Hulu untuk membuat perlombaan rakit kreatif dengan tujuan mengingat kembali sejarah nenek moyang terdahulu. Sarana atau alat yang digunakan untuk membuat rakit adalah bambu. 45 sampel menyebutkan bambu yang digunakan adalah bambu pilihan. Orang Rambah menyebutnya (buluh poriang). Prasarana yang digunakan untuk perlombaan rakit kreatif ini adalah sungai Rokan yang ada di kec. Rambah Kab. Rokan Hulu dengan panjang etafe 80 km. Dari 44 sampel menyebutkan perlombaan rakit kreatif ini mempunyai peraturan baku yang dibuat oleh Dinas Pariwisata Kab. Rokan Hulu. Pelaksanaan perlombaan ini dilaksanakan pada siang hari dengan memakan waktu 3 hari 3 malam dengan 3 etafe perbehentian.</jats:p
PENGEMBANGAN MODEL BELAJAR GERAK DASAR BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR
The purpose of this research development is to produce a basic motion model
based on traditional games for elementary school students. The targets in this research
development are elementary school students in Siak Hulu District, Kampar Regency,
Riau Province. The research method used is research development with the Barg and
Gall model. The data collection technique used is the result of expert validation and
effectiveness testing through experiments with statistical data analysis paired t-test. The
results of research development of basic movement models based on traditional games
for elementary school students show that (1) Basic movement models based on
traditional games for elementary school students effective enough elementary school
students' basic skills movement. (2) The results of the validation test by movement
development experts showed that 35 item models were feasible to be applied in
learning basic movements for elementary school students, and basic movement models
traditional game-based were effective for improving elementary school students' basic
movements.
Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan pengembangan model
belajar gerak dasar berbasis permainan tradisional untuk anak sekolah dasar. Sasaran
dalam penelitian pengembangan ini adalah anak sekolah dasar di Kecamatan Siak Hulu
Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian
pengembangan dengan model Barg and Gall. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah hasil validasi pakar dan uji efektivitas melalui eksperimen dengan
analisis data statistik paired t-test. Hasil penelitian pengembangan model belajar gerak
dasar berbasis permainan tradisional untuk anak sekolah dasar menunjukkan bahwa (1)
Pengembangan model belajar gerak dasar berbasis permainan tradisional untuk anak
sekolah dasar cukup efektif meningkatkan kemampuan gerak dasar anak sekolah dasar.
(2) hasil uji validasi oleh ahli perkembangan gerak menunjukan bahwa 35 item model
layak untuk diterapkan dalam belajar gerak dasar untuk anak sekolah dasar dan
pengembangan model belajar gerak dasar berbasis permainan tradisional efektif untuk
meningkatkan gerak dasar anak sekolah dasar.
Kata kunci: Model Belajar, Gerak Dasar, Permainan Tradisiona
Kontribusi Kekuatan Otot Lengan Terhadap Hasil Servis Bawah Bolavoli di SMP Negeri 2 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu
Penelitian ini berpangkal dari beberapa permasalahan yang ditemukan peneliti di lapangan, yang telah dilakukan di SMP Negeri 2 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu pada saat melakukan servis bawah, sikap awal berdiri sudah terlihat kesalahan yang menonjol, kaki yang dirapatkan sehingga tidak leluasa untuk bergerak dalam melakukan servis bawah. Sikap badan yang tidak merunduk saat melakukan servis bawah sehingga siswa terlihat kaku. Terkadang bola dilambung terlalu tinggi pada saat melakukan servis bawah, sehingga perkenaan kontak tangan dengan bola kurang tepat. Pandangan ke arah bola tidak diseimbangkan dengan ayunan lengan tangan terhadap bola. sehingga bola tidak dapat diarahkan sesuai dengan yang diharapkan. Pada sikap perkenaan, masih terdapat kesalahan yaitu, siswa belum bisa secara maksimal menyesuaikan ketepatan tangan saat menyentuh bola. Kemudian pada sikap akhir dalam servis bawah, ada siswa tidak kembali pada posisi awal setelah melakukan servis bawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis bawah bolavoli siswa SMP Negeri 2 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Jenis penelitian ini merupakan korelasi. Semua populasi diambil sebagai sampel, teknik ini disebut dengan total sampling. Jadi populasi dan sampel di penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 40 orang. Pengumpulan data ini dilakukan dengan test push-up dan tes servis bawah bolavoli. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh rhitungsebesar 84.03 sedangkan rtabel pada taraf signifikan 5% adalah 0.304, dari data tersebut, maka uraian tersebut dapat ditarik asumsinya bahwa rhitung≥ rtabelatau 84.03 ≥ 0.304. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi 7.06% dan terdapat signifikan antara kekuatan otot lengan terhadap hasil servis bawah bolavoli siswa SMP Negeri 2 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Kontribusi Kekuatan Otot Lengan Terhadap Hasil Servis Bawah Bolavoli di SMP Negeri 2 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu
Penelitian ini berpangkal dari beberapa permasalahan yang ditemukan peneliti di lapangan, yang telah dilakukan di SMP Negeri 2 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu pada saat melakukan servis bawah, sikap awal berdiri sudah terlihat kesalahan yang menonjol, kaki yang dirapatkan sehingga tidak leluasa untuk bergerak dalam melakukan servis bawah. Sikap badan yang tidak merunduk saat melakukan servis bawah sehingga siswa terlihat kaku. Terkadang bola dilambung terlalu tinggi pada saat melakukan servis bawah, sehingga perkenaan kontak tangan dengan bola kurang tepat. Pandangan ke arah bola tidak diseimbangkan dengan ayunan lengan tangan terhadap bola. sehingga bola tidak dapat diarahkan sesuai dengan yang diharapkan. Pada sikap perkenaan, masih terdapat kesalahan yaitu, siswa belum bisa secara maksimal menyesuaikan ketepatan tangan saat menyentuh bola. Kemudian pada sikap akhir dalam servis bawah, ada siswa tidak kembali pada posisi awal setelah melakukan servis bawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis bawah bolavoli siswa SMP Negeri 2 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Jenis penelitian ini merupakan korelasi. Semua populasi diambil sebagai sampel, teknik ini disebut dengan total sampling. Jadi populasi dan sampel di penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 40 orang. Pengumpulan data ini dilakukan dengan test push-up dan tes servis bawah bolavoli. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh rhitungsebesar 84.03 sedangkan rtabel pada taraf signifikan 5% adalah 0.304, dari data tersebut, maka uraian tersebut dapat ditarik asumsinya bahwa rhitung≥ rtabelatau 84.03 ≥ 0.304. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi 7.06% dan terdapat signifikan antara kekuatan otot lengan terhadap hasil servis bawah bolavoli siswa SMP Negeri 2 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu
- …
