1,721,013 research outputs found
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KITAB JAZARIYAH DI PONDOK PESANTREN JABAL THARIQ MIRI SRAGEN TAHUN AJARAN 2021 / 2022
ABSTRAK
Asy Syakur, Albert Taqy. 2022. Implementasi Pembelajaran Kitab Jazariyah di
Pondok Pesantren Jabal Thariq Miri Sragen Tahun Ajaran 2021/2022. Program
Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah. UIN Raden Mas Said
Surakarta.
Pembimbing: Qodim Ma‟shum, S.H.I, M.H.I
Kata kunci: Implementasi, kitab Jazariyah, Pondok Pesantren
Kemampuan membaca Al-Qur‟an para santri di Pondok Pesantren Jabal
Thariq Miri Sragen masih terbilang kurang baik. Pada kenyataannya agar dapat
membaca Al-Qur‟an dengan fasih dan tartil perlu adanya pembelajaran bertahap
dan mendalam. Maka dari itu langkah yang dilakukan pihak pondok pesantren
adalah mengadakan pembelajaran kitab Jazariyah agar para santri mampu
menguasai kaidah-kaidah ilmu tajwid dan makhorijul huruf. Sehingga dengan
adanya penelitian ini diharapkan dapat mengetahui bagaimana implementasi
pembelajaran kitab Jazariyah di MTs Pondok Pesantren Jabal Thariq Miri Sragen.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan waktu
penelitian bulan Februari 2022-Mei 2022. Subjek penelitian adalah pengajar
sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Jabal Thariq Miri Sragen dan perwakilan 3
santri Pondok Pesantren Jabal Thariq Miri Sragen. Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diuji
menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data
menggunakan analisis interaktif dengan langkah-langkah reduksi data, display
data dan menarik kesimpulan.
Pembelajaran kitab Jazariyah terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan,
tahap pelaksanaan dan tahap penutup. Adapun tahap persiapan meliputi 1)
menetapkan tujuan, 2) menetapkan materi dan 3) menetapkan metode
pembelajaran. Kemudian tahap pelaksanaan yaitu 1) kegiatan pendahuluan
meliputi pembukaan, pembacaan Al-Qur‟an dan pembacaan nadhom, 2) kegiatan
inti meliputi penyampaian dan penjelasan materi dan, 3) kegiatan penutup. Tahap
terakhir adalah tahap evaluasi. Dalam implementasi tersebut terdapat faktor-faktor
yang mempengaruhi berjalannya implementasi yaitu faktor pendukung seperti 1)
pengajar yang kompeten, 2) manajemen pembelajaran, 3) fasilitas pembelajaran
dan faktor penghambat seperti 1) kemampuan santri yang beragam, 2) semangat
dan minat santri yang berubah, 3) kurangnya motivasi santri. Berdasarkan
penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kitab
Jazariyah dapat berjalan dengan baik dan mampu mencapai tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan
PERBEDAAN PENGARUH PENGGUNAAN MATAN AL-JAZARIYAH DAN MATAN TUHFATUL ATHFAL DENGAN METODE TALAQQI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN MAHASISWA DI MA’HAD ABU UBAIDAH BIN AL-JARRAH MEDAN
Penelitian ini berjudul Perbedaan Pengaruh Penggunaan Matan Al-
Jazariyah Dan Matan Tuhfatul Athfal Dengan Metode Talaqqi Terhadap
Kemampuan Membaca Al-Qur’an Mahasiswa Di Ma’had Abu Ubaidan Bin Al-
Jarrah. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis berapa besar
penggunaan Matan Al-Jazariyah dengan metode talaqqi terhadap kemampuan
membaca Al-Qur’an mahasiswa di Ma’had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, (2) Untuk
menganalisis berapa besar pengaruh penggunaan Matan Tuhfatul Athfal dengan
metode talaqqi terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an di Ma’had Abu Ubaidah
bin Al-Jarrah, (3) adanya perbedaan pengaruh yang signifikan penggunaan Matan
Al-Jazariyah dan Matan Tuhfatul Athfal metode talaqqi terhadap kemampuan
membaca Al-Qur’an mahasiswa di Ma’had Abu Ubaidah bin Al Jarrah.
Metode penelitian ini menggunakan desain eksprimen pre test dan post test.
Sampel dipilih dua kelas dengan teknik cluster random sampling. Instrumen
pengumpulan data adalah tes yaitu tes pilihan berganda dan tes kemampuan dalam
membaca Al-Qur’an.
Hasil penelitian ini adalah (1) Kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa
yang diajarkan menggunakan matan Al-Jazariyah dengan metode Talaqqi terdapat
peningkatan dari pre test ke post test sebesar 11,50, dengan hasil pre test sebesar
85,20 dan hasil post test sebesar 90,82 (2) Kemampuan membaca Al-Qur’an
mahasiswa yang diajarkan menggunakan Matan Tuhfatul Athfal dengan metode
Talaqqi terdapat peningkatan dari pre test ke post test sebesar 8,43, dengan hasil
pre test sebesar 81,50 dan hasil post test sebesar 88,10 (3) Ada perbedaan pengaruh
penggunaan Matan Al-Jazariyah dan Matan Tuhfatul Athfal dengan metode
Talaqqi terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an dengan hasil post test Matan
Al-Jazariyah sebesar 90,82 dan hasil post test Matan Tuhfatul Athfal sebesar 88,10.
Hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai sig.(2-tailed) 0,052 > 0.05,
menunjukkan tidak ada perbedaan pengaruh hasil kemampuan membaca Al-Qur’an
dengan metode Talaqqi yang diajar menggunakan Matan Al-Jazariyah dan yang
diajar menggunakan Matan Tuhfatul Athfal
Materi Ilmu Tajwid dalam Kitab Terjemah Matan Jazariyah Karya Syekh Muhammad bin Muhammad Ibn Al Jazari dan Implementasinya dalam Mata Pelajaran Qur’an Hadits Kelas VII Madrasah Tsanawiyah
ABSTRAK
Musdzalifah, Erlyana, 2020. Materi Ilmu Tajwid dalam Kitab Terjemah Matan Jazariyah Karya Syekh Muhammad bin Muhammad Ibn Al Jazari dan Implementasinya dalam Mata Pelajaran Qur’an Hadits Kelas VII Madrasah Tsanawiyah. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Ponorogo. Pembimbing Dr. M. Syafiq Humaisi, M.Pd.
Kata kunci: Ilmu Tajwid, Kitab Terjemah Matan Jazariyah, Implementasi
Materi ilmu tajwid yang diberikan di Madrasah Tsanawiyah merupakan penyempurna atau kelanjutan materi ilmu tajwid yang telah diberikan di Madrasah Ibtidaiyah. Materi ilmu tajwid di Madrasah Tsanawiyah hendaknya sudah dibahas tuntas, karena SK-SD Madrasah Aliyah sudah tidak diberikan lagi, karena output yang dikeluarkan oleh madrasah seringkali dianggap sudah mampu membaca serta menguasai ilmu tajwid. Namun fakta di lapangan menunjukkan masih banyak peserta didik yang belum menguasai materi ilmu tajwid. Banyak peserta didik terampil menghafal namun kurang terampil dalam membaca ayat Al-Qur’an. Seperti kasus yang sering ditemui, yaitu masih ada peserta didik yang sudah mampu menghafal surah-surah pendek secara terampil dan lancar, peserta didik membaca tanpa menerapkan ilmu tajwid, dan beberapa peserta didik di tingkat Madrasah Tsanawiyah mengeluh kesulitan dalam menghafal ketika mendapat tugas menghafal beberapa ayat Al-Qur’an yang panjang, dikarenakan mereka belum lancar dalam membaca Al-Qur’an. Selain mempelajari ilmu tajwid. Harus dibutuhkan kesungguhan, ketelatenan dan dipelajari secara berkesinambungan.
Kitab Terjemah Matan Jazariyah adalah kitab yang berisi tentang uraian-uraian ilmu tajwid yang ditulis dengan pegon berharokat sehingga menarik untuk dipelajari. Kitab ini dapat dijadikan referensi untuk mempelajari ilmu tajwid. Karena, materi ilmu tajwid didalamnya disajikan dalam bentuk nadzom sehingga memudahkan peserta didik mempelajari, mengingat maupun menghafalkannya. Selain itu, kitab Terjemah Matan Jazariyah dijadikan pedoman dalam mempelajari ilmu tajwid di Pondok Pesantren. Kitab ini berisi pokok-pokok ilmu tajwid dan pembahasannya lebih lengkap dibandingkan dengan kitab-kitab dasar ilmu tajwid lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan materi ilmu tajwid dalam Kitab Terjemah Matan Jazariyah karya Syekh Muhammad bin Muhammad Ibn Al Jazari. (2) Untuk mengetahui implementasi materi ilmu tajwid dalam Kitab Terjemah Matan Jazariyah karya Syekh Muhammad bin Muhammad Ibn Al Jazari dalam Mata Pelajaran Qur’an Hadits kelas VII Madrasah Tsanawiyah.
Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya yaitu penelitian keperpustakaan dengan menjadikan kitab Terjemah Matan Jazariyah sebagai data primer. Teknik pengumpulan data diolah dengan cara editing, organizing, dan penemuan hasil data dianalisis lebih lanjut terhadap hasil pengorganisasian data. Yaitu dengan cara peneliti mengumpulkan data, menyusun materi ilmu tajwid dalam kitab Terjemah Matan Jazariyah dan materi Qur’an Hadits kelas VII Madrasah Tsanawiyah secara sistematis kemudian peneliti menganalisis pada bab apa materi ilmu tajwid dalam kitab Terjemah Matan Jazariyah diimplementasikan pada materi Qur’an Hadits kelas VII Madrasah Tsanawiyah .
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa implementasi materi ilmu tajwid dalam kitab Terjemah Matan Jazariyah karya Syekh Muhammad bin Muhammad Ibn Al Jazari dengan materi ilmu tajwid dalam buku Qur'an Hadits kelas VII Madrasah Tsanawiyah terdapat pada bab Mad Wajib Muttasil dan Mad Jaiz Munfasil
Implementasi Pembelajaran Kitab Matan Jazariyah dengan Menggunakan Metode Demonstrasi dalam MeningkatkanKefasihan Membaca Al-Qur'an di Ponpes An-Nur Al-Islamy Jekulo
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi hal santri yg kurang fasih dalam membaca al-quran maka pondok pesantren An-nur Al-Islamy mengadakan pembelajaran Kitab Matan Jazariyah yang didalamnya berisi pokok-pokok ilmu tajwid serta dalam pembahasannya lebih lengkap dengan menekankan bagaimana huruf hijaiyah tersebut keluar dari mulut. Serta mengidentifikasi keefektivan penggunaan metode demonstrasi dalam pengajaran kitab tersebut.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nur Al-Islamy Jekulo Kudus. Subjek penelitiannya pengasuh Ponpes, Ustadz pengampu dan santri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data penulis menggunakan teknik perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi. Adapun analisis datamenggunakan teori Miles dan Huberman yaitu menggunakan tiga langkah diantaranya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: 1) Pembelajaran kitab Matan Jazariyah di ponpes An-Nur dilaksanakan setiap malam rabu seteleh melaksanakan sholat isya' berjama'ah dengan kegiatan awal pembelajaran mengirim hadoroh kepada Nabi Muhammad, muallif kitab, abah syafiq nashan dan para sesepuh desa kauman. kegiatan selanjutnya adalah ustadz memberi materi ajar kepada santri dengan memaknai kitab terlebih dahulu setelah itu ustadz mempraktekkan bagaimana huruf hijaiyah keluar dari beberapa bagian rongga yang ada di mulut dengan didukung gambar rongga mulut yang telah tersedia. Setelah selesai baru santri mempraktekkan satu persatu kedepan. 2) Dalam penelitian yang berlangsung selama satu semester nampak adanya peningkatan pada kualitas bacaan santri saat membaca Al-Quran. fakta lain terlihat nilai dari ujian yang dilaksanakan serta pentashihan yang dilakukan dengan pengasuh pondok langsung rata-rata santri mengalami peningkatan. 3) Faktor pendukung tercapainya suatu proses belajar mengajar kitab Matan Jazariyah menggunakan metode demonstrasi di Pondok Pesantren An-Nur Al-Islamy adalah karena metode yang simpel dan mudah untuk santri dalam memahami kitab matan Jazariyah. Faktor penghambatnya yaitu pada proses belajar mengajar sedang berlangsung sebagian santri ada yang tidak memperhatikan. Faktor tersebut yang mempengaruhi efektifnya pembelajaran Matan Jazariyah menggunakan metode demonstrasi yang seharusnya santri memperhatikan apa yang diperagakan atau dipraktekkan ustadz, tetapi malah melamun dan mengabaikannya walaupun hanya sebagian santri tetapi akan mempengaruhi berjalannya pembelaran tersebut
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Kajian Ilmu Tajwid pada Kitab Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah karya Ibnu Jazari dan Relevansinya dengan Bahan Ajar Al-Qur’an Hadits Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan kandungan materi tajwid pada kitab Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah karya Ibnu Jazari beserta mencari relevansi ilmu tajwid dalam bahan ajar Al-Qur’an Hadits kelas VIII Madrasah Tsanawiyah.
Penelitian ini dikategorikan dalam jenis penelitian kepustakaan (library reseach) atau “kualitatif literal”. Oleh karena itu teknik pengumpulan data yang tepat pada penelitian ini adalah teknik penelusran keustakaan dan teknik dokumentasi yang dilakukan melalui kajian atau telaah literatur, Dalam menganalisis data, setelah data terkumpul, teknik yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data yang telah diperoleh tersebut adalah teknik “content analysis” atau yang lebih dikenal dengan istilah "analisis isi".
Hasil analisis data membutikkan bahwa kitab Matan
Al-Muqaddimah Al-Jazariyah ini adalah karya Ibnu Jazari. Beliau ialah imam yang terkemuka dalam meriwayatkan qira’at asyarah. Kitab ini mempunyai keistimewaan diantara kitab tajwid lainnya yaitu berupa sya’ir (nadham) sehingga lebih mudah untuk diingat dan dihafal. Materi tajwid pada kitab ini berjumlah 109 sya’ir dan di klasifikasikan menjadi 12 bab. Relevansi kitab Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah Karya Ibnu Jazari dengan bahan ajar Al-Qur’an Hadits kelas VIII Madrasah Tsanawiyah ini terdapat pada bab Berbagai Bacaan Panjang dan hukum mempertebal lam ra’ yang mana dalam kedua bab tersebut menjelaskan tentang Mad Iwad, Mad Layn, Mad Arid Lissukun, lam tafkhim, lam tarqiq, ra’ tafkhim, ra’ tarqiq dan jawazul wajhain. Pada bahan ajar Al-Qur’an Hadts kelas VIII MTs terdiri dari 6 bab dan dua dari enam bab tersebut yaitu membahas tentang materi tajwid mengenai hukum mad dan hukum lam ra’
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
