1,743,542 research outputs found
HUBUNGAN AKTIVITAS JASMANI DILUAR JAM PELAJARAN PJOK TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA DI SMKN 1 DRIYOREJO GRESIK
Abstrak Kebugaran jasmani penting bagi seseorang yang ingin mempunyai hidup sehat karena dengan demikian orang tersebut akan mengupayakan untuk selalu bergerak dalam berbagai aktivitas sehari-harinya misalkan siswa yang jalan kaki. Kemudian siswa yang aktif berolahraga dengan siswa yang tidak aktif berolahraga juga memiliki tingkat kebugaran jasmani yang berbeda pula. Dengan menggunakan Angket aktivitas jasmani dan Tes MFT, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan aktivitas jasmani yang dilakukan siswa di luar jam pelajaran PJOK terhadap kebugaran jasmani siswa di SMKN 1 Driyorejo. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menggunakan angket aktivitas jasmani dan tes MFT pada 395 siswa kelas X SMKN 1 Driyorejo, maka dapat dikategorikan : siswa dengan aktivitas jasmani sangat rendah terdapat 67 siswa, siswa dengan aktivitas jasmani rendah terdapat 199 siswa, siswa dengan aktivitas jasmani sedang 104 siswa, siswa dengan aktivitas jasmani baik terdapat 22 siswa, dan siswa dengan aktivitas jasmani sangat baik terdapat 3 siswa. Selanjutnya siswa dengan kebugaran jasmani sangat kurang sebanyak 368 siswa, siswa dengan kebugaran jasmani kurang sebanyak 18 dan siswa dengan kebugaran jasmani sedang sebanyak 9 siswa, untuk tingkat kebugaran baik dan sangat baik 0 siswa. Dengan analisis korelasi Chi-Square menggunakan aplikasi SPSS versi 23 ditemukan nilai Signifikan = 0,00 maka disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan, dengan besar persentase hubungan 7,0225%. Kata Kunci: kebugaran jasmani, aktivitas jasmani Abstract Physical fitness is important for someone want to get healthy life. Because to be person will always forward moving in daily routine such as students walking. Then active students physical exercise with students that not active physical exercise also have a different level of physical fitness. Using a poll of physical activity in the MFT test, the research aims to find out if correlation the physical activity was conducted by students outside of Physical Education (PE) lesson hours on the students physical fitness at Vocational High School 1 Driyorejo. From the results of research conducted using physical Activity poll and MFT test on 395 grade X students Vocational High School 1 Driyorejo, it can be categorized: students with very low physical activity there are 67 students, students with low physical activity There were 199 students, students with physical activity of 104 students, students with good physical activity there were 22 students, and students with very good physical activity were 3 students. Furthermore, students with physical fitness are very less than 368 students, students with a physical fitness of less than 18 and children with physical fitness are as many as 9 students, for good fitness level and very good 0 students. With the analysis of Chi-Square correlation using the application SPSS version 23 found significant value = 0.00 Then concluded there is a significant relationship, with a large percentage of the relationship 7.0225%. Keywords: physical fitness, physical activit
Hubungan Aktivitas Jasmani Dengan Berbagai Aktivitas Olahraga Di Luar Jam Pelajaran Pendidikan Jasmani Terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Nganjuk
Abstrak Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari yang bersifat rekreasi, atau permainan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan tubuh masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan aktivitas tambahan. Kebugaran jasmani penting bagi seseorang yang ingin mempunyai hidup sehat karena dengan demikian orang tersebut akan selalu bergerak/beraktivitas dalam berbagai hal misalkan siswa yang berangkat ke sekolah berjalan kaki, bersepeda dan dengan menggunakan sepeda motor maka tingkat kebugarannya pun berbeda. Kemudian siswa yang aktif mengikuti aktivitas olahraga dengan siswa yang tidak aktif berolahraga juga memiliki tingkat kebugaran jasmani yang berbeda pula. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dari hasil angket aktivitas fisik yang dilakukan selama seminggu dan hasil tes MFT, maka dapat dikategorikan bahwa jumlah siswa yang memiliki aktivitas jasmani sangat rendah terdapat 259 siswa, sedangkan siswa yang memiliki aktivitas jasmani rendah terdapat 79 siswa, dan siswa yang memiliki aktivitas jasmani sedang terdapat 14 siswa. Selanjutnya jumlah siswa yang memiliki kebugaran jasmani sangat kurang sebanyak 226 siswa, siswa yang memiliki kebugaran jasmani kurang sebanyak 117 dan siswa yang memiliki kebugaran jasmani sedang sebanyak 9 siswa. Dengan besar hubungan aktivitas jasmani diluar jam pelajaran pendidikan jasmani dengan tingkat kebugaran jasmani dapat dikategorikan dengan presentasi bahwa aktivitas jasmani sangat rendah dan kebugaran jasmani sangat kurang sebesar 73,6%, aktivitas jasmani rendah dan kebugaran jasmani kurang sebesar 22,4%, sedangkan aktivitas jasmani sedang dan kebugaran jasmani sedang sebesar 4,0%. Kata kunci : Kebugaran Jasmani, Aktivitas Jasmani. Abstract Physical fitness is an ability of humans body to deal with any activities. The excellent physical fitness will make the body has more enduranace and less fatigue while doing any activities. Moreover, the body still saves adequate amount of energy to deal with other activities. Physical fitness takes important role for everyone who wants to have a healthy life since it causes everyone to keep moving in various ways. For example, the students who go to school by walking, riding bicycle, or riding motorbikes, they will have different level of physical fitness. Likewise the different level of physical fitness also appears between the students who are active in doing some exercises (sports activities) and the students who are not. Based on the result of physical fitness questionnaire and MFT test, it showed some categories of students’ physical fitness. The result showed that there are 259 students who belong to very low in physical activity. Furthermore, there are 79 students who have low in physical activity and 14 students who have moderate one. In addition, there are 226 students with very low physical fitness, 117 students with low physical fitness, and 9 students with moderate one. The significant relation between physical activity, besides PE, and physical fitness level, the result can be categorized as follows. The students who belong to very low category of physical activity and physical fitness are 73,6%. There are 22,4% students who belong to low physical activity and physical fitness. Furthermore, there are only 4% of the students who have moderate physical activity and physical fitness. Keywords : Physical Fitness, Physical Activity
HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH
Abstrak
Pada dasarnya Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) merupakan bagian dari pendidikan secara keseluruhan yang mengutamakan aktivitas fisik dan untuk mewujudkan banyak cara dilakukan oleh pemerintah misalnya pembinaan olahraga dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di sekolah-sekolah. Kita tahu bahwa pendidikan sekolah menengah pertama merupakan jenjang dari pendidikan di sekolah. Disamping itu usia anak sekolah merupakan usia penggalian bakat dan pembentukan gerak motorik anak dalam berupanya peningkatkan kualitas gerak menuju kebidang olahraga dan bidang lainnya. Dengan hal ini pendidikan jasmani diharapkan dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa yang nantinya akan meningkatkan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebugaran jasmani siswa terhadap hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di sekolah pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiya 17 Surabaya. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian kualitatif non eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain korelasional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 17 Surabaya yang berjumlah 30 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi produk moment. Hasil pengolahan data dengan perhitungan manual dan program SPSS didapat beberapa kategori tingkat kebugaran jasmani yaitu kategori sangat baik (0%), baik (0%), sedang (30%), kurang (70%), dan kurang sekali (0%) dengan rata-rata 12,73 dan standar deviasi 1,371. Sedangkan persentase hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) kategori sangat baik (3,3%), baik (53,33%), sedang (43,33%) dan kurang (0%) dengan rata-rata 81,13 dan standar deviasi 2,816. Nilai r hitung sebesar 0,0910 dan r tabel 0,361, sehingga r hitung ≥ r tabel (0,0910 ≥ 0,361). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan sehingga H0 diterima H1 ditolah. Dengan koefisien determinasi 1,366%. Antara tingkat kebugaran jasmani siswa dengan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 17 Surabaya.
Kata Kunci : tingkat ke bugaran jasmani, hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
Abstract
Basically, Physical Education and Health (PJOK) is part of the overall education that promotes physical activity and to realize the many ways done by the government and Physical Education and Heal (PJOK) sports coaching in schools. We know that education is the first secondary school level of education in schools. Besides school age children are aged excavation talent and establishment motor movement child in motion towards the improvement of the quality of fields for sports and other fields. With this physical education is expected to increase the physical fitness of students that will improve learning outcomes Physical Education and Heal (PJOK). This assessment aims to determine the relationship between the level of physical fitness of students' learning outcomes Physical Education and Heal (PJOK) in school at the eighth grade students of SMP Muhammadiyah 17 Surabaya. This type of research used in this study is qualitative non-experimental research. The design used in this study are correlational design. The subjects were students of class VIII SMP Muhammadiyah 17 Surabaya consisting of 30 students. Data analysis techniques in this study using product moment correlation. The results of data processing with manual calculations and SPSS acquired some physical fitness level categories are categorized as very good (0%), good (0%), moderate (30%), less (70%), and less so (0%) with a mean -rata 12.73 and a standard deviation of 1.371. While the percentage of learning outcomes Physical Education and Heal (PJOK) excellent category (3.3%), good (53.33%), sufficient (43,33%) and less (0%) with a mean of 81,13 and a standard deviation of 2,816. R values of 0.0910 and r count 0,361 tables, so the count r ≥ r table (0.0910 ≥ 0.361). This indicates that there is no significant so H0 H1 were rejected. With a coefficient of determination of 1.366%. relationship between the level of physical fitness with learning outcomes Physical Education and Heal (PJOK) the eighth grade students of SMP Muhammadiyah 17 Surabaya.
Keywords: level of physical fitness, learning outcomes Physical Education and Heal (PJOK)
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEBUGARAN JASMANI
Abstrak
Kebugaran jasmani yaitu kompetensi seorang manusia untuk menjalani kegiatan sehari-hari tanpa menanggung keletihan yang berarti dan masih mampu untuk menjalani kegiatan berikutnya, sedangkan status gizi yaitu pemanfaatan, pengolahan serta daya serap pangan didalam tubuh yang diakibatkan oleh keadaan dalam tubuh. Kebugaran jasmani yang baik salah satunya dipengaruhi oleh status gizi yang baik pula dan untuk mendapatkan status gizi yang baik memerlukan energi yang cukup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani. Artikel review ini pengambilan datanya dengan cara mereview beberapa hasil penelitian terdahulu dengan ketentuan 10 tahun terakhir yang mengenai hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani. Beberapa sumber yang untuk direview pada penelitian ini diambil dari Google Scholar, Jurnal Nutrition, E-Journal Universitas Bengkulu, E-Journal Universitas Riau, Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation, E-Journal Universitas Negeri Yogyakarta, E-Journal Universitas Negeri Surabaya, Portal Garda, dan Sinta Ristekbrin. Dalam artikel review berikut, ditemukan 3 penelitian yang menyatakan bahwa status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani memiliki hubungan secara positif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu status gizi berpengaruh terhadap tingkat kebugaran jasmani, dan terdapat juga beberapa faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani, di antaranya yaitu latihan fisik yang terstruktur dan teratur. Untuk memperoleh kebugaran jasmani yang baik selain status gizi yang baik juga perlu melakukan aktivitas fisik yang terstruktur dan teratur, melaksanakan pendidikan jasmani yang berkualitas melalui suatu program secara teratur, meningkatkan kualitas aktivitas waktu senggang, perhatian khusus pada perkembangan nutrisi tubuh, memotivasi orang tua berpartisipasi secara fisik, serta menciptakan pola pikir pentingnya kebugaran jasmani dan kesehatan.
Kata kunci: status gizi; kebugaran jasmani; pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
Abstract
Physical fitness is the ability of a human being to carry out daily activities without experiencing significant fatigue and still being able to carry out subsequent activities, while nutritional status is the use, processing and absorption of food in the body caused by conditions in the body. Good physical fitness is influenced by a good nutritional status as well and to get a good nutritional status requires sufficient energy. This review article collects data by reviewing some of the results of previous studies with the provisions of the last 10 years concerning the relationship between nutritional status and physical fitness. Several sources to be reviewed in this study were taken from Google Scholar, Jurnal Nutrition, E-Journal Universitas Bengkulu, E-Journal Universitas Riau, Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation, E-Journal Universitas Negeri Yogyakarta, E-Journal Universitas Negeri Surabaya, Portal Garda, dan Sinta Ristekbrin. In the following review article, 3 studies were found that stated that nutritional status and physical fitness level had a positive correlation.The conclusion of this study is that nutritional status affects the level of physical fitness, and there are also several factors that affect physical fitness, including structured and regular physical exercise. To obtain good physical fitness in addition to good nutritional status, it is also necessary to carry out structured and regular physical activities, carry out quality physical education through a regular program, improve the quality of free time activities, pay special attention to the development of body nutrition, motivate parents to participate physically, and create a mindset of the importance of physical fitness and health.
Keywords: nutrional status; physical fitnes; physical sport and health education
 
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEBUGARAN JASMANI SISWA
Abstrak
Kebugaran jasmani menjadi salah satu contoh komponen yang sangat penting terutama untuk remaja, hal ini karena remaja memiliki aktivitas yang tinggi. Aktivitas fisik berkaitan erat dengan kebugaran jasmani. Aktivitas fisik yang dimiliki oleh setiap manusia berbeda, sehingga kebugaran jasmani nya juga berbeda. Kelelahan akan muncul ketika seseorang merasa keletihan setelah melakukan aktivitas, sehingga orang tersebut akan cepat tertidur. Ketika tingkat kelelahan yang dialami seseorang semakin tinggi, maka kualitas tidurnya akan semakin buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai ada tidaknya hubungan antara kebugaran jasmani dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literatur review menggunakan 29 sumber literatur, 11 diantaranya digunakan sebagai data yang direview serta diambil dari 10 database (Ejournal Unair, Ejournal Unhas, Google Schoolar, Journal UNY, Journal Of Nutrition and Dietetics, Journal Nursing Studies, Jurnal SPORTIF, OJS.Unud, Science Direct, Sinta ristekbrin) yang menunjukan penelitian kualitas tidur dan kebugaran jasmani. Berdasarkan artikel yang didapatkan menunjukkan hasil bahwa kualitas tidur dan kebugaran jasmani memiliki hubungan yang erat, dengan menjaga kualitas tidur itu sama halnya menjaga kebugaran jasmani. Faktor yang mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani seseorang tidak hanya disebabkan oleh faktor kualitas tidur. Tingkat kebugaran jasmani dapat ditunjang dengan olahraga ataupun aktivitas fisik. Tingkat kebugaran jasmani yang baik membawa dampak positif terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Menengah. Saran perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah variabel penelitian lebih banyak serta menerapkan instrumen tes kebugaran jasmani yang lainnya.
Kata Kunci: aktivitas; kebugaran jasmani; kualitas tidur
Abstract
Physical fitness is an example of a very important component, especially for adolescents, this is because adolescents have high activity. Physical activity is closely related to physical fitness. Physical activity that is owned by every human being is different, so that their physical fitness is also different. Fatigue will appear when a person feels tired after doing an activity, so that the person will quickly fall asleep. When the level of fatigue experienced by a person gets higher, the quality of sleep will get worse. This study aims to obtain information about whether there is a relationship between physical fitness and sleep quality. This study used a literature review research method using 29 literature sources, 11 of which were used as reviewed data and retrieved from 10 databases (Ejournal Unair, Ejournal Unhas, Google Schoolar, UNY Journal, Journal of Nutrition and Dietetics, Journal of Nursing Studies, Journal of SPORTIF, OJS.Unud, Science Direct, Sinta ristekbrin) which shows research on sleep quality and physical fitness. Based on the articles obtained, it shows that the quality of sleep and physical fitness have a close relationship, maintaining sleep quality is the same as maintaining physical fitness. Factors that affect a person's physical fitness level are not only caused by sleep quality factors. The level of physical fitness can be supported by sports or physical activity. A good level of physical fitness has a positive impact on the learning achievement of high school students. Suggestions need to be carried out further research by adding more research variables and applying other physical fitness test instruments.
Keywords: activities; physical fitness; sleep qualit
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Abstrak
Kebugaran jasmani adalah suatu kondisi seseorang yang mampu dalam melakukan aktivitas setiap hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dengan hasil belajar PJOK. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Jumlah populasi yaitu 206 siswa. Sampel diambil dengan cara cluster sampling. Teknik sampling dibuat dengan cara undian kode kelas I-VI, dari 6 kelas tersebut dimasukkan ke suatu tempat kemudian dikocok dan dikeluarkan satu sehingga kode yang terpilih menjadi sampel yaitu kelas V SDN Randegan yang berjumlah 41 peserta didik. Sampel penelitian berjumlah 2 kelas yang masing-masing berjumlah 21 pada kelas V-A dan 20 pada kelas V-B. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data yakni nilai rapor pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan semester ganjil tahun ajaran 2020-2021 dan tes pengukuran untuk kebugaran jasmani menggunakan Tes TKJI. Dari hasil perhitungan data menggunakan SPSS diperoleh pembuktian dari hasil perhitungan uraian data memakai korelasi product moment yang mendapatkan hasil perhitungan nilai Sig 0,564 dan menghasilkan nilai r2 sebesar 0,9%, dengan demikian hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dan hasil belajar PJOK menunjukkan hubungan yang sangat lemah, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada ikatan yang signifikan antara kebugaran jasmani dengan hasil belajar PJOK pada peserta didik kelas V SDN Randegan Dawarblandong Mojokerto. Jadi berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kebugaran jasmani bukan salah satu faktor yang menentukan kenaikan maupun penurunan hasil belajar siswa.
Kata Kunci: hubungan; kebugaran jasmani; prestasi belajar
Abstract
Physical fitness is a condition of a person who is able to do activities every day without experiencing significant fatigue. The purpose of this study is to find out whether or not there is a relationship between physical fitness levels and the results of learning PJOK. This research uses quantitative research. The population is 206 students. Samples are taken by way of cluster sampling. Sampling technique is made by lottery code class I-VI, from 6 classes are put somewhere then shaken and issued one so that the code selected into a sample is class V SDN Randegan which amounts to 41 students. The research sample amounted to 2 classes, 21 in class V-A and 20 in class V-B, respectively. The instruments used for data collection are the value of physical education, sports and health reports of odd semesters of the 2020-2021 school year and measurement tests for physical fitness using the TKJI Test. From the results of data calculation using SPSS obtained proof from the data description calculation using product moment correlation that obtained the results of the calculation of Sig 0.564 value and produced a value of r2 of 0.9%, thus the relationship between physical fitness level and PJOK learning results showed a very weak relationship, so it can be concluded that there is no significant bond between physical fitness and PJOK learning results in students of grade V SDN Randegan Dawarblandong Mojokerto. So based on the results of the study, it can be concluded that physical fitness is not one of the factors that determine the increase or decrease in student learning outcomes.
Keywords: relationships; physical fitness; learning achievemen
Studi Komparatif Kinerja Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar Lulusan Pendidikan Jasmani Non-Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar se-Kota Malang.
ABSTRAK Harianti,Iin. 2013. Studi Komparatif Kinerja Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar Lulusan Pendidikan Jasmani Non-Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kese-hatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) Drs. Lokananta Teguh Hari Wiguna, M.Kes. Kata Kunci: kinerja guru pendidikan jasmani Kinerja guru adalah salah satu faktor penting yang berpengaruh pada hasil belajar siswa. Kinerja guru yang baik ditentukan oleh pendidikan guru sebelum mengemban tugas mengajar. Pendidikan guru adalah suatu sarana untuk menyiapkan seseorang yang ingin melaksanakan tugas dalam profesi guru. Karena pada semua profesi persiapan itu mengikutsertakan seseorang dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk dilaksanakan nantinya. Dengan kata lain dapat dijelaskan bahwa guru pendidikan jasmani yang baik adalah guru yang berasal dari lulusan pendidikan jasmani. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai kinerja guru pendidikan jasmani lulusan pendidikan jasmani dan kinerja guru lulusan non-pendidikan jasmani. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan kinerja guru pendidikan jasmani lulusan pendidikan jasmani dan kinerja guru pendidikan jasmani lulusan non-pendidikan jasmani, selanjutnya mengetahui dan mengkaji perbedaan kinerja guru pendidikan jasmani di kota Malang. Penelitian menggunakan rancangan rancangan Non-Eksperimental. Data penelitian yang diperoleh dari hasil observasi secara langsung menggunakan lembar penilaian kinerja guru. Penilaian dilakukan oleh tiga orang pengamat. Sebelum melaksanakan observasi pembelajaran, peneliti mengadakan briefing dengan ketiga pengamat. Kegiatan analisis data dimulai dari pemberian kode pada subjek penelitian, tabulasi data, dilanjutkan dengan analisis data yaitu uji hipotesis menggunakan uji-t dengan uji persyaratan normalitasdata dan homogenitas data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa kinerja guru pendidikan jasmani lulusan pendidikan jasmani termasuk dalam kriteria sangat baik, sedangkan kinerja guru pendidikan jasmani lulusan non-pendidikan jasmani termasuk dalam kriteria kurang baik, dengan demikian terdapat perbedaan antara kinerja guru pendidikan jasmani yang berasal dari lulusan pendidikan jasmani dengan guru pendidikan jasmani lulusan non-pendidikan jasmani
HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA DENGAN HASIL BELAJARPENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN(Studi pada siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Sukorame Lamongan)
Abstrak
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan merupakan proses pendidikan yang memfokuskan pada aktivitas fisik dan kesehatan yang menghasilkan individu secara keutuhan baik dari sisi fisik, mental meupun emosional. Pendidikan sekolah menengah pertama merupakan masa peralihan dari usia kanak-kanak ke usia remaja. Hal tersebut perlu ditingkatkan aktivitas fisik dan pengembangannya agar dapat memberikan dasar pembentukan pribadi manusia yang nantinya akan memiliki kemampuan dan keterampilan dasar sebagai bekal untuk pendidikan selanjutnya. Dalam hal ini pendidikan jasmani dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa yang nantinya akan meningkatkan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan tingkat kebugaran jasmani siswa dengan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olaraga dan Kesehatan (PJOK) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukorame, Lamongan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian non eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dengan jumlah 247 siswa dan jumlah sampel 34 siswa. Instrumen penelitian menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) dan nilai proses belajar mengajar (PBM) pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada materi lompat jauh. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ada hubungan antara tingkat kebugaran jasmani siswa dengan hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII D SMP Negeri Sukorame Lamongan. Hal tersebut dibuktikan dari nilai rhitung 0,543 > rtabel 0,339 dengan taraf signifikan 5%. Hal ini dapat dikatakan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa memberikan hubungan yang signifikan terhadap hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Besarnya hubungan antara tingkat kebugaran jasmani siswa dengan hasil belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukorame Lamongan sebesar 29,4%.
Kata Kunci : Tingkat Kebugaran Jasmani, Hasil Belajar PJOK.
Abstract
Physical education, sport and health (PJOK) is an educational proces that focuses on physical activity and health that produce individual integrity both in tersm of physical, mental or emotional. Junior high school is a transition time from children to teenager age. It need to improve physical activity and its development in order to give basis to human personality shaping that later will have ability and basic skill as a modal to next education. In this matter, physical education can improve student’s physical education that later will improve physical education learning result. The aim of this research was to found out the relation of student’s physical fitness to physical education learning result to eight grade student of SMP Negeri 1 Sukorame, Lamongan. This was a non-experiment research through quantitative approach with correlational design. Population in this research was eight grade the number 247 of student and the number sampels of 34 students. The instrument research is using Indonesian Health Test (TKJI) and the student physical education score teaching and learning process in the material long jump. Data analysis technique that applied in this research was correlation product moment. According to the result of the study, it is known that the average of the. In conclusion there is significant correlation between physical health and the achievement of the study in learning physical education among the Eight Grade students in SMPN 1 Sukorame Lamongan. It proved of value rhitung 0,543 > rtabel 0,339 with a significant level 5%. It can be said that the level of physical fitnes of students provide a significant relationship to the learning outcomes of physical education sport and health. The magnitude of the relationship between the level of physical fitnes of students with learning outcomes of physical education, sports and health the eight grade students in SMP Negeri 1 Sukorame Lamongan as big as 29,4%.
Keywords : level of physical fitness, learning outcomes of physical education, sports and health
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMP NEGERI DI MADIUN
Abstrak
Kebugaran jasmani ialah kemampuan atau kesanggupan tubuh dalam melakukan penyesuaian terhadap pembebasan fisik yang diberikan kepadanya tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Setiap orang membutuhkan kebugaran jasmani yang baik agar dapat melakukan aktivitas dengan efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kebugaran jasmani siswa SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengguanakan review literatur dengan menggunakan 10 jurnal sebagai data yang di review yang terbit pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2020 dengan mencari di Google Scholar dan situs web DOAJ (Directory of Open Access Journals), ScienceDirect, Academia.edu. Pencarian dilakukan dengan memasukkan 26 sumber, 10 diantaranya digunakan sebagai data yang berhubungan dengan artikel yang akan di review. Tingkat kebugaran jasmani yang baik membawa dampak positif untuk prestasi belajar siswa sekolah menengah. Berdasarkan hasil review literatur dari beberapa sumber dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani yang baik dipengaruhi oleh beberapa faktor. Serta kebugaran jasmani yang baik dapat mempengaruhi prestasi akademik peserta didik serta kesehatan mental yang dimiliki oleh peserta didik. Jadi dapat disimpulkan bahwa kebugaran jasmani sangat berpengaruh bagi pertumbuhan peserta didik. Kebugaran jasmani dapat ditingkatkan melalui pendidikan olahraga yang diberikan di sekolah. Kebugaran yang dimiliki peserta didik berbeda-beda tergantung umur dan jenis kelamin serta bagaimana dia melakukan aktivitas fisik dalam sehari-hari. Untuk mengetahui baik buruknya kebugaran jasmani yang dimiliki seseorang perlu melakukan tes lapangan, tes yang sering digunakan untuk mengukur kebugaran jasmani yaitu tes kebugaran jasmani Indonesia (TKJI).
Kata Kunci: survei; kebugaran jasmani; siswa SMP
Abstract
Physical fitness is the body's ability or ability to make adjustments to the physical deliverance given to it without experiencing excessive fatigue. Everyone needs good physical fitness in order to carry out activities effectively and efficiently. This study aims to obtain a description of the physical fitness of junior high school students. The method used in this study is a literature review using 10 journals as reviewed data published in 2010 to 2020 by searching on Google Scholar and the DOAJ website (Directory of Open Access Journals), ScienceDirect, Academia.edu. The search was carried out by entering 26 sources, 10 of which were used as data related to the articles to be reviewed. A good level of physical fitness has a positive impact on the learning achievement of high school students. Based on the results of literature review from several sources, it can be concluded that a good level of physical fitness is influenced by several factors. As well as good physical fitness can affect the academic achievement of students and the mental health of students. So it can be concluded that physical fitness is very influential for the growth of students. Physical fitness can be improved through sports education provided in schools. The fitness of students varies depending on age and gender and how they perform physical activities in everyday life. To find out whether one's physical fitness is good or bad, a person needs to do a field test, a test that is often used to measure physical fitness, namely the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI).
Keywords: survey; physical fitness; junior high school student
KONTRIBUSI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA dan KESEHATAN (Studi Pada Siswa Kelas XI MIA Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Surabaya)
Abstrak
Kebugaran jasmani mengandung pengertian bagaimana kemampuan jasmani seseorang dalam melakukan tugas kejasmanian sehari-hari secara optimal. Mata pelajaran kebugaran jasmani memiliki beberapa latihan fisik yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan kebugaran. Peningkatan tersebut dapat dilihat dengan berbagai cara, salah satunya adalah hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah tingkat kebugaran jasmani siswa memiliki konstribusi dalam penentuan hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK). Asumsi yang ditemukan yaitu prestasi belajar siswa memiliki hubungan dengan tingkat kebugaran jasmani yang dimiliki. Namun, batasan penelitian ini hanya terbatas pada pengukuran berdasarkan MFT (Multistage Fitness Test) yang dilakukan terhadap siswa kelas XI MIA Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Surabaya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional, serta desain (non-eksperimen). Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling yaitu memilih 1 dari 8 kelas yang tersedia pada Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Surabaya yang berjumlah 39 orang. Berdasarkan hasil pelaksanaan tes kebugaran jasmani menggunakan MFT (Multistage Fitness Test) dan hasil belajar mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) yang kemudian kedua data tersebut dikonversikan dengan tujuan untuk mengetahui adanya kontribusi diperoleh rhitung 0,599 > rtabel 0,316 dengan koefisien determinasi (R2) = 0,358. Sehingga dapat dinyatakan hubungan antara tingkat kebugaran jasmani (X), dengan hasil belajar (Y) nilainya signifikan.
Kata Kunci : kebugaran jasmani, hasil belajar, MFT
Abstract
Physical fitness implies how one's physical ability to perform daily tasks optimally. The subject of physical fitness has some physical exercises aimed at improving and maintaining fitness. Such improvements can be seen in various ways, one of which is the result of learning. This study aims to determine the level of physical fitness weather students have a contribution in determining the learning outcomes of physical education, sports and health (PJOK). Assuming that found that student achievement has a relationship with the level of physical fitness held. However, limitations of this study is limited to measurements based MFT (Multistage Fitness Test) conducted on MIA class XI State Senior High School 11 Surabaya. This research is a quantitative research with the correlation approach, as well as design (non-experimental). Samples were taken at random cluster sampling technique that choose one of eight classes available at the National High School 11 Surabaya, amounting to 39 people. Based on the results of the physical fitness test execution using MFT (Multistage Fitness Test) and the results of study subjects physical education, sports and health (PJOK) were then both the data is converted in order to determine the contribution of acquired rhitung 0.599> 0.316 rtabel with a coefficient of determination (R2 ) = 0.358. So that it can be stated relationship between the level of physical fitness (X), with the learning outcomes (Y) value is significant.
Keywords : physical fitness, learning outcomes, MF
- …
