1,721,003 research outputs found
Pelaksanaan Bimbingan Keagamaan Muhammad Fauzan Jaenuri dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Santri di Pondok Pesantren Al-Muhajirin (Penelitian di Jl Raya Cimekar No 84/85 Cileunyi Bandung)
Pelaksanaan bimbingan keagamaan yang dilakukan pimpinan di pondok Pesantren Al-Muhajirin merupakan pemberian bantuan terhadap santri dalam meningkatrkan motivasi belajar. Karena pada dasarnya Pondok pesantren sebagai suatu sistem pendidikan yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat dijadikan tumpuhan dan harapan untuk dijadikan suatu model pendidikan sebagai variasi lain dan bahkan dapat menjadi alternatif lain dalam pengembangan masyarakat guna menjawab tantangan masalah urbanisasi dan pembangunan dewasa ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan keagamaan, mengetahui strategi bimbingan keagamaan, dan mengetahui hasil pelaksanaan bimbingan keagamaan Muhammad Fauzan jaenuri dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Pondok Pesantren Al-Muhajirin.
Penelitian ini bertolak pada pemikiran bahwa Bimbingan keagamaan merupakan proses pemberian bantuan terhadap individu agar dalam kehidupan keagamaannya senantiasa selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. (Faqih, 2001: 61)
Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu penulis bermaksud mengungkapkan pelaksanaan bimbingan keagamaan Muhammad Fauzan Jaenuri dalam meningkatkan motivasi belajar santri. Hal ini senada dengan pendapat Abizar (1999) yang menyatakan bahwa tujuan utama penelitian kualitatif adalah menentukan makna dibalik tingkah laku lahiriah manusia sebagai anggota masyarakat dimana masalah fenomologis merupakan salah satu basis bagi penelitian kualitatif
Hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa Strategi bimbingan keagamaan yang dilakukan oleh Muhammad Fauzan Jaenuri, yaitu dengan bimbingan kelompok dan bimbingan individulal, melalui cara diskusi, dan Tanya jawab. Tahapan bimbingan keagamaan yang dilaksanakan oleh Muhammad fauzan Jaenuri terdiri dari beberapa tahap, dimulai dengan pembukaan, isi, kesimpulan, Tanya jawab, penutup. Hasil yang dicapai oleh Muhammad Fauzan Jaenuri dalam meningkatkan motivasi belajar santri dapat dilihat dari beberapa indicator, diantaranya: kedisiplinan dalam kehadiran; sikap tanggung jawab terhadap diri sendiri; sikap optimis. Dari indicator-indikator tersebut, motivasi belajar santri di Pondok Pesantren Al-Muhajirin, mulai meningkat
Respon Santri terhadap Metode Tabligh K.H. Muhammad Fauzan Jaenuri pada Pengajian Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Muhajirin : Penelitian di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Cimekar Cinunuk Kabupaten Bandung
Berdasarkan studi pendahuluan ini bertolak dari fenomena yang terjadi kepada para santri Al-Muhajirin, kyai menerapkan metode tabligh pada pengajian kitab kuning. Ketika mengajar dengan cara memberikan motivasi, mudzakarah, muthorohah, mujadalah, sistem bandungan dan sorogan, juga tanya jawab agar para santri yang mengikuti pengajian kitab kuning dapat mengerti dan memahami materi yang disampaikan dengan menggunakan bahasa terjemah dari Bahasa Arab gundul ke Bahasa Sunda dan Indonesia. Namun disisi lain masih terdapat sebagian santri yang tidak mengikuti pengajian kitab kuning sebagaimana semestinya santri yang tinggal di pesantren. Dari fenomena di atas, penulis merasa tertarik untuk meneliti permasalahan tersebut.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perhatian, pemahaman, dan penerimaan santri terhadap metode Tabligh K.H. Muhammad Fauzan Jaenuri pada pengajian kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Muhajirin.
Penelitian ini berdasarkan pada pemikiran bahwa respon santri menggunakan teori dasar S-O-R. Objek material yaitu manusia pada aspek sikap, opini, prilaku, kognisi, afeksi, dan konasi. Efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus. Oleh sebab itu, respon santri terhadap metode tabligh yang dipakai K.H. Muhammad Fauzan Jaenuri yakni kitab kuning, papan tulis, dan spidol. Sedangkan santri adalah orang yang mendalami pengajiannya di Agama Islam, orang yang bersungguh-sungguh, orang yang shaleh. Oleh karena itu hipotesis yang diajukan semakin positif respon santri terhadap metode K.H. Muhammad Fauzan Jaenuri pada pengajian kitab kuning, maka semakin tinggi pula respon santri terhadap pengajian kitab kuning, begitu juga sebaliknya.
Secara umum penelitian ini menggunakan metode deskritif, metode penelitian deskritif digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang berlangsung pada situasi sekarang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes wawancara dan angket. Sedangkan analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan logika, dan kuantitatif diolah dengan pendekatan statistik. Adapun sampel yang diteliti yaitu 33 orang santri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: realitas respon santri terhadap metode tabligh K.H. Muhammad Fauzan Jaenuri pada kitab kuning menunjukkan kualifikasi tinggi dengan rata-ratanya 3,49. Angka tersebut berada diantara nilai 3,40-4,19. Dilihat dari tinggi rendahnya kadar pengaruh variabel X terhadap variabel Y hanya sebesar 43%. Dengan demikian 57% masih ada faktor lain yang mempengaruhi respon santri terhadap metode tabligh K.H. Muhammad Fauzan Jaenuri pada pengajian kitab kuning di pondok pesantren Al-Muhajirin Cimekar Cinunuk Kabupaten Bandung. Sehingga adanya pengajian tersebut tidak dapat memotivasi seluruh santri agar mengikuti pengajian kitab kuning dengan rajin. Jadi pengajian di Pondok Pesantren Al-Muhajirin ini kurang berhasil
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
