1,721,557 research outputs found

    Analisis Pengelolaan Zakat Mal pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat

    Full text link
    Zakat mempunyai dua fungsi yaitu bagi si pemberi (muzaki) untuk membersihkan harta kekayaan dan jiwanya agar senantiasa fitrah dan fungsi kedua adalah fungsi sosial untuk mengurangi kemiskinan. Salah satu syarat keberhasilan pengelolaan zakat adalah dengan pendistribusian zakat secara professional yang didasarkan kepada landasan yang sehat, sehinga zakat didistribusikan dengan tepat sasaran. Masih banyaknya pendistribusian zakat yang dilakukan oleh amil yang tidak tepat manfaat akan menghambat tujuan zakat untuk kesejahteraan umat yang mandiri. Undang-undang No. 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat memberikan wewenang kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat untuk menyelenggarakan tugas administratif dan teknis pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat secara efektif dan efisien. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) perencanaan dalam pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat mal pada BAZNAS Jawa Barat; 2) pelaksanaan dalam pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat mal pada BAZNAS Jawa Barat; dan 3) pengoordinasian dalam pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat mal pada BAZNAS Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif analitis, yaitu memaparkan objek penelitian secara apa adanya sesuai dengan keberadaan dan informasi data yang ditemukan. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Sumber primer dalam penelitian ini adalah hasil penelitian langsung dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat,wawancara tentang pengelolaan zakat mal, data sekunder bersumber dari hasil literature yang berkaitan dengan zakat mal serta dokumen penunjang. Analisis yang digunakan adalah kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perencanan, pelaksanaan, dan pengoordinasian BAZNAS Provinsi Jawa Barat dalam mengoptimalkan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat mal sudah sesuai dengan Undang-undang No. 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat

    Book Review of "Marketing 6.0: The Future is Immersive" by Philip Kotler, Hermawan Kartajaya and Iwan Setiawan. John Wiley & Sons, 2023. ISBN:9781119835219

    Full text link
    This review is based on the book ‘Marketing 6.0: The Future is Immersive’ by Philip Kotler, Hermawan Kartajaya and Iwan Setiawan (Kotler et al., 2024). This book represents the fourth publication in their popular Marketing X.0 series which began with Marketing 3.0 (Kotler et al., 2010) followed by Marketing 4.0 (Kotler et al., 2017) and Marketing 5.0 (Kotler et al., 2021). The authors of this book series are renowned experts in their respective academic and industry fields, namely, the S.C. Johnson & Son Distinguished Professor (Emeritus) of International Marketing at Northwestern University’s Kellogg School of Management Philip Kotler, the founder and chairman of M Corp Hermawan Kartajaya and the Chief Executive Officer of Marketeers Iwan Setiawan

    Nilai Bimbingan Islam dalam Novel Ibuk Karya Iwan Setiawan

    Full text link
    Erianto Adi Saputra: 190104020257. Nilai Bimbingan Islam Dalam Novel Ibuk Karya Iwan Setiawan. Pembimbing: (I) Drs. Fasih, M.Si dan (II) Anwar Fuadi, M.A. Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. 2022. Kata Kunci: Nilai Bimbingan Islam, Novel Ibuk Nilai bimbingan Islam merupakan bentuk pendekatan Islam terkait bimbingan dalam berbagai aspek. Novel menjadi salah satu media yang mampu menyampaikan unsur dan nilainya kepada pembaca. Hubungan novel yang mampu menyampaikan sebuah nilai membuat hal tersebut menjadi landasan penelitian yang bertujuan untuk memaparkan nilai bimbingan Islam pada sebuah novel. Novel Ibuk sebagai bahan penelitian di teliti dengan conten analisis dalam memaparkan data didalamnya, menggunakan dokumentasi dengan buku dan sumber lainnya dalam mengumpulkan data yang relevan. Penelitian menghasilkan temuan nilai bimbingan Islam dalam novel Ibuk yang dapat dilihat dalam berbagai aspek seperti bentuk nilai bimbingan Islam yang mengarah pada bentuk penyadaran, penalaran, kisah dan keteladanan. Materi nilai bimbingan Islam mengarah pada akidah, akhlak, dan muamalah. Fungsi nilai bimbingan Islam mengarah kepada preventif, kuratif, perservatif, dan development. Sehingga dapat diSimpulkan terdapat nilai bimbingan Islam dalam berbagai aspek sejalan dengan unsur-unsur pada novel Ibuk, dan temukan paling dominan pada aspek nilai bimbingan Islam yaitu bentuk penyadaran, materi muamalah dan fungsi developmen

    Marketing 5.0 teknologi untuk kemanusiaan

    No full text
    Buku Marketing 5.0 Technology for Humanity karangan Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan akan diluncurkan secara resmi pada Januari/Februari tahun 2021. Buku terbitan John Wiley ini merupakan buku ketiga dari Trilogi X.0 Series dengan Marketing 3.0, From Product to Customers to the Human Spirit (2010) sebagai buku pertama dan Marketing 4.0, Moving from Traditional to Digital (2017) sebagai buku kedua. Kedua buku tersebut sudah diterjemahkan ke dalam 25+ bahasa di dunia.Buku ini mengacu pada pemanfaatan teknologi untuk kepentingan manusia atau kemanusiaan. Intinya, kalau bisnis ingin maju dan bisa mendapatkan outcome yang optimal, bisnis tersebut harus bisa mengkombinasikan dua kekuatan, yakni kekuatan human dan ditopang oleh teknologi seperti mesin dengan artificial intelligence (AI) di baliknya. Ini yang disebut sebagai the bionics.Teknologi yang sering disebut dengan advanced technology sebenarnya mengambil inspirasi dari kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh manusia. Kekuatan manusia untuk berpikir, misalnya, telah ditiru dalam bentuk teknologi AI yang berpikir berdasarkan algoritma. Kemampuan manusia berkomunikasi diterjemahkan dalam teknologi yang disebut natural language processing

    El futuro es “figital”: cómo las generaciones Z y Alfa estánredefiniendo el marketing

    No full text
    Marketing 6.0 by Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, and Iwan Setiawan, with a focus on the transformations driven by Generations Z and Alpha. The author emphasizes the rise of the "phygital" concept — a blend of physical and digital experiences — and how these generations are reshaping consumer behavior and communication strategies. The article discusses topics such as the metaverse, augmented and virtual reality, the experience economy, omnichannel approaches, spatial computing, and the role of immersive technologies in modern marketing.Marketing 6.0, de Philip Kotler, Hermawan Kartajaya e Iwan Setiawan, com foco nas transformações impulsionadas pelas gerações Z e Alfa. A autora destaca a ascensão do conceito “figital” — fusão entre experiências físicas e digitais — e como essas gerações moldam as práticas de consumo e comunicação. O texto explora temas como metaverso, realidade aumentada, realidade virtual, economia da experiência, omnicanalidade, computação espacial e o papel das tecnologias imersivas no marketing contemporâneo.Marketing 6.0 de Philip Kotler, Hermawan Kartajaya e Iwan Setiawan, con énfasis en las transformaciones impulsadas por las generaciones Z y Alfa. La autora destaca el ascenso del concepto “figital” —la fusión de experiencias físicas y digitales— y cómo estas generaciones están redefiniendo las prácticas de consumo y comunicación. El texto aborda temas como el metaverso, la realidad aumentada y virtual, la economía de la experiencia, el enfoque omnicanal, la computación espacial y el papel de las tecnologías inmersivas en el marketing contemporáneo

    Hubungan Tingkat Kecemasan Dan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Tension-Type Headache Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Full text link
    ABSTRACT CORRELATION BETWEEN THE LEVEL OF ANXIETY AND SLEEP QUALITY TO TENSION-TYPE HEADACHE FOR MEDICAL FACULTY STUDENTS IN UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH SURAKARTA Tamara Meriyansyah, Iwan Setiawan Faculty of Medicine, Muhammadiyah University Surakarta Background : Tension-type headache (TTH) is the most common headache and the level of this disease is still the highest one . The students of medical education have high academic burden that cause physical and mental problems such as stress, anxiety, a bad quality of sleep that are risk factors for TTH. Objectives : The aim of this research is to know “is there the relationship between the level of anxiety and sleep quality to the tension-type headache for medical faculty students in University of Muhammadiyah Surakarta Method : The kind of this research is analytic observational by cross sectional approach. The samples is 60 respondents who are taken by purposive sampling technique. The collecting data used questionnaire which aimed to enforce the restriction criterion and to collect the data on level of anxiety, sleep quality and TTH. Data was analyzed by using Chi-Square test and logistic regression of SPSS 23.0 for windows program. Result: The results of statistical analysis showed that there is a significant relationship between anxiety level ( p = 0,031) and sleep quality ( p = 0,011) by TTH disease. Students of anxiety risk are 3.189 times to experience TTH ( p = 0.046; OR = 3.189; 95% CI from 1.022 to 9,952). While students for bad quality of sleep risk are 0,252 times for experiencing TTH ( p = 0,018; OR = 0,252; 95% CI from 0,080 to 0,787). Conclusion: There is significant correlation between the level of anxiety and sleep quality for the students of Medical Faculty in University of Muhammadiyah Surakarta. The students that have anxiety and bad of sleep quality will increase the risk of TTH. Keywords: Anxiety Level, Sleep Quality, TT

    Marketing 3.0 : Mulai Dari Produk ke Pelanggan ke Human Spirit

    No full text
    Saat ini konsumen memilih produk dan perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan akan kreativitas, komunitas, dan idealisme. Perusahaan-perusahaan terkemuka menyadari bahwa mereka harus menargetkan konsumen yang sangat sadar teknologi ini. Untuk itu, marketing dengan cara lama tidak lagi tepat. Perusahaan harus menciptakan produk, jasa, dan budaya perusahaan yang dapat menginspirasi, melingkupi, serta merefleksikan nilai-nilai pelanggan Pakar marketing legendaris, Philip Kotler, beserta koleganya Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan telah mengidentifik hal ini dengan model yang disebut Marketing 3.0.Marketing ini bekerja melebihi pendekatan product-based (Marketing 1.0) dan consumer-based (Marketing 2.0). Marketing 3.0 melakukan pendekatan holistik kepada konsumen yaitu dengan melihat konsumen sebagai manusia yang multidimensi, values-driven, bahkan sebagai mitra kolaborasi Marketing 3.0 dengan jelas menunjukkan gagasan-gagasan utama para penulis dan memberikan contoh-contoh nyata sehingga Anda dapat mengimplementasikan praktik Marketing 3.0 pada organisasi Anda. Konsumen telah menyadari bahwa daya beli mereka memiliki kekuatan, sehingga konsumen bertindak dan saling berkomunikasi mengenai pilihan yang mereka buat. Marketig 3.0 menjelaskan bagaimana Anda dapat terlibat dalam komunikasi ini, memposisikan merek Anda pada kekuatan positif di dunia, dan sukses berkolaborasi dengan dengan para konsumen.xv+192hlm.;15x23c

    Kitap İncelemesi: Pazarlama 3.0

    Full text link
    Philip Kotler, Hermawan Kartajaya ve Iwan Setiawan/ Çev. Kıvanç Dündar: ‘’Pazarlama 3.0’’, Optimist Yayınları, İstanbul, 2014, 4. Baskı, 192 s.</p

    Márketing 4.0

    Full text link
    Reseña de la obra Márketing 4.0 de los autores Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, Iwan Setiawan. ISBN:9788416894840.Fil: Rampello, Silvia Marisa. Universidad Nacional de La Matanza; Argentina

    MODEL PENINGKATAN KUNJUNGAN DESA WISATA MELALUI BRANDING DESTINASI, PENGALAMAN WISATA DAN MEDIA PROMOSI DIGITAL DIMEDIASI KREASI NILAI WISATA

    Full text link
    Iwan Setiawan (2317324) Model Peningkatan Kunjugan Desa Wisata melalui Branding Destinasi, Pengalaman Wisata dan Media Promosi Digital dimediasi oleh Kreasi Nilai Wisata. Di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Hj. Ratih Hurriyati, MP. Ko-promotor Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M,M. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh branding destinasi, pengalaman wisata, dan media promosi digital terhadap keputusan kunjungan wisatawan ke desa wisata di wilayah Priangan Timur, dengan kreasi nilai wisata sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman tentang faktor-faktor pemasaran yang memengaruhi perilaku kunjungan wisatawan dalam konteks desa wisata. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif dan teknik survei. Data dikumpulkan dari 200 responden wisatawan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding destinasi, pengalaman wisata, dan media promosi digital berpengaruh signifikan terhadap keputusan kunjungan wisatawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui variabel kreasi nilai wisata. Media promosi digital menjadi faktor paling dominan, sedangkan pengalaman wisata berkontribusi besar dalam membentuk persepsi nilai. Kreasi nilai wisata terbukti menjadi mediator signifikan dalam hubungan tersebut. Kontribusi penelitian ini mencakup perluasan penerapan logika dominan jasa (Service-Dominant Logic) dalam konteks pariwisata desa, serta penyediaan model empiris untuk memahami perilaku kunjungan wisatawan. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan acuan bagi pengelola desa wisata dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pemasaran berbasis pengalaman dan digitalisasi. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup geografis dan variabel yang digunakan, sehingga disarankan untuk penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas dan variabel tambahan. Kata Kunci: branding destinasi, pengalaman wisata, media promosi digital, kreasi nilai wisata, keputusan kunjungan, desa wisata
    corecore