1,721,055 research outputs found
"Kepemimpinan Ustadz Iwan Hermawan Dalam Mengembangkan Pondok Pesantren Al-Mu’awanah (Studi Deskriptif terhadap Kepemimpinan Ustadz Iwan Hermawan Sebagai Pemimpin di Pondok Pesantren Salafiah Al-Mu’awanah Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung)"
Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mu’awanah merupakan lembaga pendidikan Islam yang mampu bertahan di tengah-tengah perkembangan zaman. Lembaga ini telah melewati berbagai macam ujian serta perkembangan diberbagai bidang. Dibalik berkembang dan majunya suatu lembaga tentu dibelakangnya ada seorang pemimpin yang mampu mengendalikan serta menggerakan roda organisasi sehingga pada akhirnya tujuan yang telah dirumuskan telah tercapai. Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mu’awanah merupakan Pondok Pesantren Yang berbasis Islami, seperti yang terlihat dalam keseharian aktivitas yang dilakukan di pondok pesantren, sementara mayoritas santrinya merupakan mahasiswa UIN.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe kepemimpinan, cara pengambilan keputusan dan hubungan pemimpin terhadap santri dan lingkungan masyarakat, yang diterapkan Ustadz Iwan Hermawan dalam mengembangkan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mu’awanah.
Penelitian ini sesuai dari pemikiran bahwa untuk mencapai tujuan tertentu sangat diperlukan kerjasama antara pengurus dan pemimpin. Dalam hal ini pemimpin sangat signifikan untuk mencapai tujuan tersebut. Kepemimpinan tersebut meliputi Koordinas, mengorganisir dan mengendalikan anggota-anggota menetapkan tujuan dan menegaskan arah untuk mencapai tujuan melengkapi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dan menghubungkan dengan kegiatan lain, di samping itu, pemimpin juga sebagai penentu arah, komunikator yang efektif , rasional, objektif dan netral.
Secara metodik, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-Kualitatif. Adapun langkah-langkah penelitia ditempuh meliputi; penentuan lokasi penelitian, metode penelitian, menentukan jenis data, mengumpulkan jenis data, pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui interprestasi dan dihubungkan dengan konteks empiris pemimpin Pondok Pesantren Al-Mu’awanah.
Hasil data penelitian menunjukkan bahwa tipe pimpinan Ustadz Iwan Hermawan dalam mengembangkan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mu’awanah adalah kepemimpinan Demokratis dan Karismatik. Hal tersebut dapat dilihat dari cara beliau dalam pengambilan keputusan yang selalu menggunakan kebersamaan, musyawarah untuk mencapai kata mufakat. Kepemimpinan Ustadz Iwan Hermawan sangat menjadi panutan yang baik bagi seorang pemimpin, itu terbukti dengan keberadaan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mu’awanah yang sampai saat ini masih berdiri kokoh di lingkungan masyarakat
Pengaruh Motivasi kerja, Kompetensi, Kompensasi, dan Kinerja Karyawan di Yayasan Jam’iyyah Dakwah Islamiyyah Lebak Banten.
IWAN HERMAWAN : Pengaruh Motivasi kerja, Kompetensi, Kompensasi, dan Kinerja
Karyawan di Yayasan Jam’iyyah Dakwah Islamiyyah Lebak
Banten.
Yayasan Jam’iyyah Dakwah Islamiyyah Lebak Banten Yayasan ini memiliki 108 orang
Guru/Karyawan yang mengabdikan diri mulai dari tingkat TK,SDIT,SMPIT,SMAIT sampai
dengan STITDA.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Motivasi Kerja
terhadap Kinerja Karyawan yayasan jam’iyyah dakwah islamiyyah Lebak Banten, untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan yayasan jam’iyyah
dakwah islamiyyah lebak banten,untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompensasi
terhadap kinerja karyawan yayasan jam’iyyah dakwah islamiyyah lebak banten,untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi ,kompetensi dan kompensasi terhadap kinerja
karyawan yayasan jam’iyyah dakwah islamiyyah lebak banten
Untuk menganalisa pengaruh variabel bebas (Motivasi Kerja, Kompetensi, dan
Kompensasi) terhadap variabel terikat (kinerja karyawan), maka digunakan analisa Regresi
berganda untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh. Populasi 108 orang, dengan
menggunakan teknik acak sederhana (Simple Random Sampling), maka diambil sebanyak 75
sampel. Sampling yang digunakan adalah tabel Krecjie.
Hasil penelitian menggambarkan bahwa kesemua variabel berpengaruh terhadap kinerja
karyawan kecuali variabel kompensasi. Hasil penelitian tersebut dapat digambarkan dengan
persamaan Y = 21,601 + 0,568 X1 + 0,411 X2 – 0,345 X3, di mana X1 = Motivasi Kerja, X2 =
Kompetensi, dan X3 = Kompensasi. Artinya konstanta sebesar 0,271 menyatakan bahwa faktor
faktor selain variabel X1, X2, dan X3 yang mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 21,601.
Koefisien Motivasi kerja sebesar 0,568 menyatakan bahwa apabila variabel X1 bertambah satu
satuan akan menambah pengaruh kinerja karyawan sebesar 0.568 dengan anggapan variabel
kompetensi dan kompensasi adalah konstan. Koefisien regresi X2 sebesar 0,411 adalah bahwa
apabila variabel X2 bertambah satu satuan akan menambah kinerja pegawai sebesar 0,411
dengan anggapan variabel motivasi kerja dan kompensasi adalah konstan. Selanjutnya dengan
koefisien regresi X3 sebesar - 0,345. Ini berarti bahwa dengan faktor lain dianggap konstan,
pengaruh kompensasi lebih kecil dibandingkan dengan motivasi kerja dan kompetensi.
Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak untuk meningkatkan kinerja
karyawan. Untuk itu perlu adanya perhatian terhadap motivasi kerja dalam organisasi.
Disamping itu, perlu juga dilakukan pengembangan karyawan secara terus menerus melalui
kompetensi dan kompensasi terhadap para karyawan
Peran Kepemimpinan Kiai Iwan Hermawan dalam Meningkatkan Motivasi Jemaah Majelis Taklim : Studi Deskriptif di Majelis Iqra Al-Mu‟awanah Kampung Lio Warunggede Desa Cibiru Wetan Kec. Cileunyi Kab. Bandung
Majelis Iqra merupakan lembaga dakwah yang fokus pada pengkajian kitab iqra. Majelis Iqra ini khusus diikuti oleh masyarakat lokal usia lanjut yang terletak di Desa Cibiru Wetan. Hal ini belum begitu umum ditemukan apalagi diminati, sebab pada dasarnya usia lanjut mengalami penurunan baik dari segi jasmani maupun daya ingatnya. Namun, di balik semangatnya masyarakat, ada seorang kiai yang melaksanakan aktifitas dakwahnya dan memiliki peran sebagaibsuri tauladan di masyarakat serta mampu memotivasi dan menginspirasi mereka untuk tetap berpartisipasi mengikuti program yang diselenggarakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan Kiai Iwan Hermawan dalam meningkatkan motivasi jemaah. Terdapat beberapa peranan yang telah dijalankan pemimpin: pertama, peranan interpersonal yaitu peran sebagai tokoh, pemimpin dan penghubung. Kedua, peranan informational yaitu peran sebagai pemonitor, pembagi informasi dan juru bicara. Ketiga, peranan decision making. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Henry Mintbergz (2009) yang mengemukakan bahwa terdapat tiga peran yang harus dimainkan oleh seorang pemimpin yaitu peranan interpersonal, peranan informational dan peranan decision making.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam proses pengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, display data, dan verifikasi atau pengambilan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Kiai Iwan Hermawan dalam meningkatkan motivasi dijalankan dengan baik. Terdapat tiga peran yang telah dilaksanakan:1) Peranan interpersonal, tokoh menjadi figur yang baik dengan gaya karismatiknya, pemimpin memberikan motivasi dengan prinsip egaliternya, penghubung dengan menghubungkan beberapa pihak dengan prinsip partisipatif. 2) Peranan informational, monitor dengan cara khas, pembagi informasi dengan menyampaikan informasi berdasarkan dua jenis informasi, dan juru bicara dengan menyampaikan materi.3) Peranan decision making atau pengambilan keputusan dilakukan dengan cara musyawarah bersama dengan prinsip egaliter
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
