19 research outputs found
Kajian tentang Pengelompokan Komunikasi dalam Organisasi
The aimed of this study was to explore the estimations of experts in the field of communication, focusing on grouping communication in organizations. The results of the study exposed that communication consist of two kinds; oral and written communication, verbal and non-verbal communication, formal and non-formal communication, upward, downward and sideways communication. Oral communication is directly communication done by the people, while written communication focuses on writing as a medium of communication. Verbal communication is less different with verbal communication; it emphasizes the sound (voice), while non-verbal communication is done by using symbols. Formal communication is communication that follows the organizational structure, while informal communication is a type of communication that is socially approved, and its orientation is not on the organization, but rather on the individual. Downward communication shows the flow of information from superiors or superiors to subordinates to state goals improve attitudes, form opinions and others. Upward communication is communication or messages conveyed from subordinates to leaders, while lateral communication is communication that flows between functions within an organization, needed for coordination and integration of different organizational functions
Kajian tentang Komunikasi dan Budaya
The purposed of this reaserch was to explore the thoughts and opinions of the experts in the field of communication about the relationship between communication and culture. The results of the resecarch revealed that: the culture as a system will give affect to communication. Because, the basic of communication is the culture that exists in society. Besides, the communicator's cultural context will affect every part and every pattern of communication activity. There were three reasons why culture influences communication: culture teaches meaningful rules, rituals and procedures, culture reinforces values, culture teaches relationships with other individual
Konsep Dakwah Dalam Memelihara Dan Pemberdayaan Masyarakat Di Sekitar Hutan (Studi Kasus Di Kabupaten Kerinci)
Propagation as a pillar of Islam in conveying God's revelation must be interpreted broadly, not just propaganda materials related subject matter (tawhid) but also about the preservation of nature and the welfare of the people (society). Forests should be managed jointly between the public and the government that maintained continuity, while people living in the vicinity to prosperous. This research is field research field with qualitative research type, research method used is action research or action study with participatory approach, this approach emphasizes the importance of dialogue process in research. In this case can be seen how the concept of da'wah in the maintenance and empowerment of communities around the forest in Kerinci distric
Disorientasi Makna Jihad Dalam Komik Jihad Selfie (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Penelitian ini mengangkat sebuah kisah nyata kehidupan seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah Imam Katip High School di Turki, yakni Teuku Akbar Maulana. Suatu hari godaan berat muncul dan hampir mengubah jalan hidupnya. Ia nyaris bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah, mengikuti jejak temannya.Salah satu faktor ketertarikannya bergabung dengan ISIS adalah propaganda di media sosial berupa penayangan anggota ISIS memegang dan menggunakan senjata.Atas dasar itu, Teuku Akbar Maulana mempersepsikan bahwa jihad itu identik dengan senjata dan sebagainya.Oleh karena itu, penelitian ini akan mengungkapkan beberapa kesalahan Teuku Akbar dan pelajar Indonesia lainnya dalam memahami makna jihad sesungguhnya.Tujuan penelitian ini untuk mengungkap bentuk-bentuk disorientasi makna jihad yang terkandung pada komik jihad selfie. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif, yaitu suatu metode untuk mendapatkan gambaran yang objektif terhadap variabel yang diteliti yang kesimpulannya berupa prediket. Penelitian kualitatif sering disebut penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). Pendekatan yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes.Semiotik adalah ilmu tentang tanda-tanda. Semiotik dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari sederetan luas objek-objek, peristiwa-peristiwa, dan seluruh kebudayaan sebagai tanda.[1] Sedangkan tanda didefinisikan sebagai sesuatu yang atas dasar konvensional sosial yang terbangun sebelumnya, dapat dianggap mewakili sesuatu yang lain. Semiotik dapat digunakan untuk meneliti bermacam-macam teks. Teks disini adalah isi media yang tampil dalam wujud apa saja, seperti tayangan televisi, berita surat kabar, konser musik, film, iklan, fasion, fiksi, puisi, dan drama.[2]Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan metode dokumentasi. Metode dokumentasi adalah metode yang digunakan dengan cara mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, dokumen, notulen rapat, agenda, dan sebagainya.[3]Kemudian penulis menganalisis kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan wacana yang terdapat pada komikJihad Selfie. Analisis dalam penelitian ini adalah teks-teks yang berkaitan dengan disorientasi makna jihad yang terdapat di dalam komik Jihad Selfie. Langkah-langkah analisis yang akan dilakukan peneliti adalah mendeskripsikan data yang diperlukan dari komik Jihad Selfie. Kemudian, data yang berupa teks tersebut dibaca secara kualitatif deskriptif. Tanda yang digunakan dalam komik lalu akan diinterpretasikan sesuai dengan disorientasi makna jihad, sehingga makna novel akan dapat dipahami baik pada tataran pertama (denotatif), maupun pada tataran kedua (konotatif). Secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat disorientasi makna jihad pada diri Teuku Akbar Maulana dan pelajar-pelajar Indonesia lainnya yang bergabung dengan ISIS. Beberapa bentuk penyimpangan makna jihad diantaranya sebagai berikut; (1) Jihad identik dengan senjata, (2) Dengan memegang senjata dan atribut militer lainnya akan terlihat seperti anggota TNI bahkan legih gagah dari anggotaTNI (3) Jihad bisa membawa pelakunya mengelilingi kota-kota di Timur Tengah, (4) Terdapat berbagai fasilitas yang mewah bagi para mujahid
Konsep Dakwah Dalam Memelihara Dan Pemberdayaan Masyarakat Di Sekitar Hutan (Studi Kasus Di Kabupaten Kerinci)
Propagation as a pillar of Islam in conveying God's revelation must be interpreted broadly, not just propaganda materials related subject matter (tawhid) but also about the preservation of nature and the welfare of the people (society). Forests should be managed jointly between the public and the government that maintained continuity, while people living in the vicinity to prosperous. This research is field research field with qualitative research type, research method used is action research or action study with participatory approach, this approach emphasizes the importance of dialogue process in research. In this case can be seen how the concept of da'wah in the maintenance and empowerment of communities around the forest in Kerinci distric
Dakwah Sirriyah dan Jahriyah Perspektif Al-Quran
Dakwah merupakan kegiatan penyebarluasan ajaran agama Islam, pelakunya disebut daʻi. Berdasarkan nash Al-Quran, kata daʻi pertama kali digunakan untuk Allah, Iblis, baru setelah itu Rasulullah SAW. Saat mengemban misi Allah SWT tersebut, Rasulullah SAW pertama kali melaksanakannya dengan cara sembunyi-bunyi, karena selain Islam adalah agama baru yang ajaranya intinya adalah mentauhidkan Allah SWT, dakwah Nabi Muhammad juga mendapat penolakan dari kaum kafir Quraisy. Lima sebab yang mendorong keras orang-orang Quraisy menentang seruan Islam, yaitu: 1) Mereka tidak dapat memilah dan memisahkan antara kenabian dengan kekuasaan. Mereka beranggapan bahwa mengikuti seruan Muhammad berarti menyatakan diri tunduk dan taau kepada Bani Abdul Muthalib. 2) Nabi Muhammad mengkampanyekan persamaan hak dan kedudukan antara kalangan bangsawan dan hamba sahaya. 3) Para pemuka Quraisy tidak terima ajaran Nambi Muhammad tentang kebangkitan dan pembalasan di alam akhirat. 4) Taklid kepada ajaran dan kepercayaan nenek moyang adalah kebiasaan yang sudah mengakar pada bangsa Arab. 5) Pemahat dan pedagang patung beranggapan bahwa Islam sebagai agama yang menghambat rezeki mereka. Setelah itu, dengan semakin banyaknya penganut agama Islam, serta jaminan keamanan dari beberapa sahabat, Nabi Muhammad secara berangsur berdakwah dengan cara terbuka atau terang-terangan.  
Kolaborasi Dakwah Ulama dan Umara dalam Perspektif Islam
Allah swt dalam banyak ayat menjelaskan bahwa kewajiban dalam menyeru umat tidak hanya dibebankan kepada para pendakwah, melainkan kewajiban seluruh umat. Diantara keseluruhan yang dimaksud adalah adanya peran serta antara Pemimpin dan Ulama. Pemimpin merupakan seseorang yang diberi kuasa dalam menata dan mengatur kehidupan bermasyarakat sesuai dengan aturan dan undang-undang yang ada, sedangkan para ulama adalah sosok yang hadir di tengah masyarakat sebagai penuntun dan penerang dalam mengamalkan aspek-aspek ajaran agama yang telah diperintahkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya. Dalam penelitian ini, penulis akan mengungkapkan dan menjawab tiga pertanyaan penelitian, yaitu: 1) term kepemimpinan dalam Islam, 2) dakwah amanah allah bagi para ulama, 3) kolaborasi ulama dan umara dalam berdakwah
Analyzing How Indonesian’s Mass Media Shaping Frame of Reference about Russian President (Vladimir Putin)
In the last two years the war between Russia and Ukraine has attracted world attention. In Indonesia, the conflict between the two countries entered the public domain, causing society to split into two parts, namely supporters of Russia and supporters of Ukraine. In contrast to other international issues, such as Palestine, Uighur Muslims in China and so on, rejection of Russia's invasion of Ukraine is almost unheard of among Indonesian people. This is certainly very contradictory compared to the attitude of the Indonesian people towards other international issues. This article discusses the role of mass media in Indonesia in framing Russia, so that in the Russia-Ukraine conflict, many Indonesian people supported Russia. Based on observations of news from Indonesian online mass media such as Republika and others, this article argues that positive reporting on the figure of Russia's Vladimir Putin attracts Indonesian people's sympathy and support for Russia
Nilai-nilai Dakwah dalam Teks Butale Haji di Desa Angkasa Pura Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci: Nilai-nilai Dakwah dalam Teks Butale Haji di Desa Angkasa Pura Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci
Artikel ini membahas mengenai nilai-nilai dakwah dalam teks tale haji di Desa Angkas pura, pada saat Butale Hajibanyak diantaranya orang yang meneteskan air mata. Hal ini disebabkan syair dalam Tale Haji mengungkapkan perasaan kesedihan dan kerinduan begitu pula dengan perasaan senang, gembira, dan bahagia dari para Petale (orang yang bertale “bernyanyi”) yang akan melepas kepergian sanak saudara yang akan berangkat haji dan yang akan pergi tentunya meninggalkan sanak saudara di desa Angkasa Pura. Pada hakikatnya pelaksanaan Tale Haji dapat mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekitar, namun jika tidak dilaksanakan maka mereka juga secara perlahan-lahan meninggalkan warisan budaya leluhur masyarakat Kerinci.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penilitian kualitatif karena peneliti ingin menciptakan informasi deskriptif dalam bentuk kalimat tertulis ataupun lisan dari responde serta objek penelitian.Untuk jenis penelitian peneliti menggunakan teknik analis wacana kritis sebab peneliti melakukan riset sebuah teks tale.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai-nilai dakwah banyak terdapat dalam teks butale di Desa Angakasa Pura nilai-nilai tersebut diantaranya Nilai Kebersihan, Nilai Kebersamaan, dan Nilai Ketuhanan.Nilai-nilai ini bisa dilihat dan dirasakan dalam teks butale yang terdapat di Desa Angakasa Pura
Persuasi Dakwah Youtube Pada Mahasiswa Islam di Kota Surabaya Selama Pandemi
Youtube can make it easy for the public to enjoy and learn the content. The main target students in the use of youtube are good school materials, physical materials that they don't know about in their everyday lives. The aim of this research is how effective the short video in the story of every person who uses as a reminder because the truth of every Muslim is a reminder to other Muslims. With this research it will be useful for the Da’i in a time of much material and more effective long-term education. This type of research is qualitative that uses phenomenological studies in students, data analysis in this study is data reduction and data synthesization. While the group was observing and interviewing. The result of this research is to reveal about Dakwah Media, Youtube Dakwah Media, Youtube Video Adaptation Dakwah on Khalayak, Social Media and Student Self-Concept and the Dakwah symphony through this youtube can also be enjoyed anywhere and whenever. The subject or the indictment also contains the subject that Surabaya students need. As for this youtube persuasion, it's only about invitations or good advice for Surabaya students. The video's neither long nor boring. Surabaya students can also take wisdom or indictment as indictees say
