48 research outputs found
ASPEK KOHESI DAN KOHERENSI DALAM PENULISAN KARANGAN DESKRIPSI YANG DISUSUN OLEH PEMBELAJAR BIPA (STUDI KASUS MAHASISWA THAMMASAT UNIVERSITY, BANGKOK PADA PROGRAM SEA-GATE UGM 2016)
The objective of this research is to present analysis toward several aspects in term of cohesion and coherence in writing paragraph of Indonesian language: in order to elaborate coherent paragraph for foreign learners or BIPA students. Other objective is to find the most suitable techniques for teaching essay writing for foreign learners. This research applies a qualitative method. The outcome of the research shows that the most common mistake is the use of conjunction.</p
VARIASI BAHASA SEBAGAI BENTUK KERAGAMAN SOSIAL
Tulisan ini mendeskripsikan hubungan antara variasi bahasa dengan keragaman sosial. Jika melihat kondisi masyarakat dan wilayah Indonesia, tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan pasti muncul dan terlihat dengan jelas. Perbedaan kehidupan sosial masyarakat Indonesia tampak dari latar belakang daerah, pekerjaan atau profesi, status sosial, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya. Keberagaman itu kemudian akan mempengaruhi bentuk penggunaan bahasanya. Di sinilah kemudian variasi bahasa muncul sebagai refleksi keragaman sosial itu sendiri.Kata kunci: variasi bahasa, keragaman sosia
ANALISIS BUNYI, KATA, DAN CITRAAN DALAM PUISI ANAK
Abstrak Tulisan ini mendeskripsikan hasil analisis bunyi, kata, dan citraan terhadap beberapa puisi anak. Tujuannya bukan untuk mengkaji secara terpisah-pisah, tetapi mengkaji setiap bagian untuk mendapatkan hubungan yang menyeluruh. Hal ini dilakukan karena bagian-bagian tersebut merupakan unsur yang saling berkaitan dalam bangunan sebuah puisi anak. Dalam aplikasi pengajarannya, pemanfaatan ketiga unsur tersebut dapat merangsang kreativitas anak.Kata kunci: puisi anak, bunyi, kata, dan citraan.</p
Kajian bentuk dan makna sonteng pertanian pada masyarakat dusun Kemiri, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta
Penelitian ini merupakan sebuah kajian mengenai bentuk dan makna sonteng (mantra) pada bidang pertanian pada masyarakat Dusun Kemiri, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sonteng dibentuk dengan kombinasi bunyi-bunyi yang indah atau efoni dan repetisi. Dalam aspek morfologi, terdapat bentuk-bentuk verba yang menyatakan perintah. Kalimat yang membangunnya berjenis kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat suruh/perintah. Selain itu, terdapat pula bentuk kalimat negasi. Kalimat-kalimat tersebut dibangun oleh leksikon yang berasal dari bahasa Jawa, Arab, dan Sansekerta. Sementara itu, kajian terhadap makna menunjukkan pandangan masyarakat Kemiri terhadap dunia, leluhur, dan Tuhan. Mereka meyakini bahwa segala usaha sangat bergantung kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka juga tetap menghormati leluhurnya sebagai bentuk menjaga keseimbangan alam semesta
KEEFEKTIFAN KALIMAT DALAM TEKS PADA BUKU PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SD/MI
Abstrak Tulisan ini mendeskripsikan hasil analisis terhadap keefektifan kalimat dalam teks pada buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI. Penulis melakukan analisis baik terhadap bentuk kalimat, tanda baca, unsur kalimat, maupun diksi yang digunakan. Hal ini dilakukan karena penyusunan kalimat yang efektif sangat membantu siswa dalam memahami gagasan yang disampaikan oleh penulis. Kalimat yang efektif mampu menyampaikan gagasan secara jelas sehingga pembaca dapat mengambil makna secara tepat. Â Kata kunci: kalimat efektif, teks, buku pelajaranÂ
PORTOFOLIO SEBAGAI SALAH SATU MODEL PENILAIAN OTENTIK DI SD/MI
Abstrak Pembelajaran K13 berisi materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat penilaian yang tepat karena penilaian tidak akan lepas dari proses pembelajaran. Salah satu alat penilaian yang sesuai dengan perkembangan kurikulum tersebut adalah penilaian autentik. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekalipun. Penilaian otentik meliputi berbagai aspek pengetahuan siswa, pemahaman yang mendalam, kemampuan memecahkan masalah, kompetensi sosial, dan tingkah laku yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau merupakan sebuah simulasi dari kehidupan nyata. Penilaian otentik merupakan kumpulan tugas-tugas bermakna dan menarik, kaya akan konteks, di mana siswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan, dan menampilkan tugas-tugas tersebut dalam situasi yang baru. Tugas-tugas otentik membantu siswa berlatih menyelesaikan masalah-masalah yang akan mereka hadapi di masa mendatang. Salah satu contoh penilaian autentik adalah portofolio. Kata kunci: penilaian autentik, portofolio. AbstractK13 learning contains learning materials based on facts or phenomena that can be explained by the specific logic or reasoning; not approximate. Therefore, we need a proper assessment tools because assessing will not separated from the learning process. One assessment tool in accordance with the development of the curriculum is an authentic assessment. Conceptually, authentic assessment were significant compared with standardized multiple-choice tests though. Authentic assessment covers various aspects of students' knowledge, deep understanding, problem-solving skills, social competence, and behavior that are used in everyday life or is a simulation of real life. Authentic assessment is a collection of tasks meaningful and interesting, rich in context, in which students apply their knowledge and skills, and displays the tasks in the new situation. Authentic tasks help students to practice solving the problems they will face in the future. One example of authentic assessment is the portfolio. Keywords: authentic assessment, portfolio
ANALISIS KEEFEKTIFAN KALIMAT DALAM JENIS SOAL CERITA PADA PELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR
This article describes an analytical study on sentences of story-based items of Mathematics. The writer analysis grammatical components, punctuation, and dictions that were use in those test items. The results of analysis found that story-based items errors occured in missformatting word order, writing story details, using prepositions, using inapropriate vocabularies and punctuations, elaborating inefective words, and less coherence. Revising and reconstructing those errors might possibly help students in understanding the core idea of the test items being proposed
BAHASA DAN KELAS SOSIAL: STUDI KASUS VARIASI BAHASA SOPIR DAN KONDEKTUR ANGKUTAN KOTA DI YOGYAKARTA
Variasi bahasa merupakan bentuk yang muncul karena eratnya hubungan bahasa dengan masyarakat. Variasi tersebut dapat menunjukkan kelas sosial para penuturnya. Untuk mendeskripsikan hal tersebut, penelitian ini dilakukan. Penelitian ini adalah penelitian mengenai variasi bahasa sopir dan kondektur angkutan kota di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik bebas libat cakap dan wawancara dengan teknik cakap bertemu muka serta teknik rekam. Data kemudian diklasifikasikan, dianalisis, dan disajikan dalam bentuk laporan. Kata Kunci: variasi bahasa, kelas sosial, aspek-aspek situasi tutur, konteks tuturan, dan fungsi komunikas
Pembelajaran Bermuatan HOTS (Higher Order Thinking Skill) di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia
This qualitative descriptive study aims to describe learning with HOTS content for students as prospective teachers. The study population consisted of all lecturers and students of the Indonesian Department of Social Sciences FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The research sample included: 4 lecturers and 117 students. Data was collected through questionnaires, interviews, and observations. The results of the study indicate that learning in the Indonesian Department of Social Sciences has been loaded with HOTS. However, there are still characteristic institutions and faculties that have not been charged with HOTS. Therefore, it should be necessary to improve the lecturers who are characteristic of the Institute and Faculty. Learning courses that characterize the Department have carried out HOTS activities. The course characterization bills are not only in the form of papers, but products. These products can be enjoyed by the general public, both in the form of performances and books.Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bermuatan HOTS bagi mahasiswa sebagai calon guru. Populasi penelitian terdiri atas semua dosen dan mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Adapun sampel penelitian, meliputi: 4 dosen dan 117 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan pengamatan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia sudah bermuatan HOTS. Namun demikian, masih terdapat mata kuliah penciri Institut dan Fakultas yang belum bermuatan HOTS. Oleh karena itu, hendaknya perlu ada perbaikan bagi para dosen pengampu mata kuliah penciri Institut dan Fakultas. Pembelajaran mata kuliah penciri Jurusan sudah melakukan aktivitas HOTS. Tagihan mata kuliah penciri Jurusan tidak hanya berupa makalah, tetapi produk. Produk tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat umum, baik berupa pementasan maupun buku.</p
Toponimi Desa-Desa di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan
Abstrak. Nama merupakan suatu hal yang sangat diperlukan sebagai identitas atau penanda. Nama atau penanda tidak hanya digunakan untuk nama seseorang, tetapi juga untuk nama suatu wilayah/ tempat. Penamaan suatu tempat merupakan bagian dari kajian toponimi atau asal-usul penamaan tempat. Zaman sekarang hanya sedikit masyarakat yang mengetahui asal muasal desa dan budaya yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, adanya penelitian ini diharapkan masyarakat dapat menyadari pentingnya sebuah sejarah. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan bentuk dan makna, serta faktor yang memengaruhi penamaan desa yang berada di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode wawancara. Selanjutnya menggunakan teknik cakap semuka, teknik pancing, teknik rekam dan teknik catat, kemudian dianalisis dan dideskripsikan. Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan memiliki 24 desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penamaan desa di Kecamatan Ciawigebang merupakan bentuk komposisi/ gabungan dari dua sampai tiga kata. Selain itu, dalam penamaan desa juga menggunakan afiksasi atau penambahan imbuhan, seperti Desa Pamijahan, Karangkamulyan, dan Kapandayan. penamaan desa itu memiliki makna yang berhubungan dengan pimpinan, harapan masyarakat setempat, kebiasaan penduduk, letak, keadaan lingkungan hidup yang dikeramatkan, dan sejarah yang ada di desa setempat. aktor yang memengaruhi penamaan desa-desa di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, yaitu faktor sosial, lingkungan hidup, sejarah, letak dan geografis. Kata kunci: toponimi, asal-usul, desa, penamaa
